
Setahun kemudian Andrea sudah benar benar menjadi Andrea yang baru, sekarang ia seorang gadis yang penuh percaya diri yang tak gampang terintimidasi oleh orang yang tidak suka padanya, latihan yang dijalaninya selama ini pun telah memperlihatkan hasil yang sangat nyata, Andrea menjelma menjadi gadis semampai dengan sapuan make up tipis diwajahnya sebagai tampilan hariannya.
"Sekarang kakak hampir tak mengenal Andrea setahun yang lalu, kamu benar benar berubah dek" Kan Andra memuji perubahan Andrea yang sangat drastis, kak Andra baru melihat perubahan Andrea karena enam bulan belakangan ini, ia berada di negara lain untuk menggantikan papa mengurus bisnis yang ada disana.
"Aku hanya melaksanakan saran kakak, dan tekadku juga kuat, cukup aku selalu direndahkan dan dihinakan, aku gak peduli dengan para penjilat nanti bila aku sudah menampakkan diriku lagi, tapi jangan harap mereka tetap bertahan disampingku bila aku mengetahui muka dua mereka." semangat Andrea berapi api.
"Tapi jangan lantas menjadi penjahat dek" kak Andra memperingatkan
"Aku tau kak, aku memang berubah secara fisik, tapi untukm
sifat aku tetaplah Andrea yang sama, kecuali dengan orang orang yang songong sama aku." jawab Andrea.
Yah, maksud kak Andra adalah jangan karena Andrea telah berubah fisik maupun kehidupannya lantas menjadikannya cewek yang sombong dan suka balas dendam.
"Itu baru anak papa" sahut papa tiba tiba yang baru masuk dari halaman belakang
"Anak mama juga doongg!!" seru mama yang berjalan di elakang papa tak mau kalah.
Dan mereka pun tertawa penuh kegembiraan.
"Ma, Dre mau ke panti jenguk ibu dan adek adek, lama banget gak ketemu kangen, padahal dulu aku berjanji akan sering datang, tapi sudah setahun aku belum pernah jenguk kesana sekalipun" Andrea meminta ijin menjenguk ke panti.
"Kita semua akan kesana, mama juga lama banget gak ketemu mbak Rima, kangen." mama mengajak semua dengan antusias.
"Ok papa setuju, kamu gimana Dra?" tanya papa ke kak Andra
"Ngikut lah, Andra kan ambil cuti karena pengen bareng keluarga, lagian minggu depan Andra harus balik Aussie lagi, dah ditelpon sama asisten gak boleh lama lama ninggal kerjaan" terang Andra dan dapat sambutan tawa oleh keluarganya
"Hahaha, baru tau sekarang rasanya kan, hidup bos diatur asisten" papa tergelak dengan kehidupan Andra kini yang harus menjadi seorang workaholic.
......................
Semua telah bersiap melakukan perjalanan ke panti dimana dulu Andrea pernah tinggal, sebuah mobil van mewah telah menunggu di depan, segala keperluan yang akan mereka bawa telah dimasukkan semua kedalam mobil tak lama keluarga Abimana telah keluar dari rumah dan segera masuk ke dalam van, setelah semua masuk, driver segera menjalankan mobil itu ke tempat tujuan.
Dua jam berlalu, sampailah mereka di yayasan Kasih Ibu, dari beranda rumah nampak Riri yang sedang bermain dengan Aish, mereka berteriak teriak memanggil ibu Rima karena ada yang datang, dari dalam ibu Rima keluar dengan tergopoh gopoh.
"Riri, Aish, kalau ada tamu panggil ibunya jangan teriak teriak, kan tidak sopan didengar tamunya" nasehat bu Rima lembut kepada kedua anak termudanya
"Iya ibu, maafin kami" jawab kedua anak itu sambil tertunduk
"Ya udah jangan diulang lagi ya, sekarang sambut itu siapa yang datang" perintah bu Rima yang merasa penasaran juga siapa tamunya karena keluarga Abimana sengaja tidak memberitahu akan kedatangan mereka.
"Riri, Aish..! lihat apa yang kakak bawa buat kalian!! " teriak suara Andrea saat kedua gadis kecil itu nampak ragu mendekat ke mobil keluarga Abimana
Tapi sepertinya Kedua gadis kecil itu tidak mengnali si Andrea yang memakai kaca mata hitamnya, saat Andrea sampai didepan keduanya, ia membuka kaca mata hitamnya dan merendahkan badannya agar sejajar dengan kedua gadia kecil itu.
"Kok kalian diam, katanya kangen kakak, kok gak peluk?" Andrea menggoda kedua adiknya, bahkan ibu Rima yang melihat interaksi mereka juga belum mengenali kalau itu Andrea.
"Coba liat baik baik!" kata Andrea semakin mendekatkan wajahnya, tapi kedua anak itu menggeleng.
"Andrea!" seru ibu Rima dibelakang Riri dan Aish, yang spontan melihat ke arah ibu Rima, tanpa menjawab seruan bu Rima, Andrea langsung menghambur ke pelukan ibunya.
"Dre kangen banget sama ibu, maafin Dre yang tak bisa menepati janji Dre untuk sering jenguk kemari, maafin Dre buu.." isak tangis Andrea dalam pelukan bu Rima., sementara kedua adiknya masih memandang tidak percaya.
"Gapapa Dre, ibu memaklumi kesibukan kamu, cuma kadang adek adek kamu yang slalu nanyain kapan kak Dre datang, dan setelah sekian lama, kamu datang juga, dan coba lihat, kamu tambah cantik saja sayang" kata bu Rima memuji Andrea dan memeluknya lagi, saat Andrea dan bu Rima saling peluk melepas rindu, kedua orang tua dan kakak Andrea tlah berdiri di belakang mereka, itu membuat bu Rima terkejut.
"Kejutan apalagi ini..?!!" seru bu Rima sambil menghampiri mama Arini mamanya Andrea dan langsung memeluknya, keduanya pun berpelukan sangat erat, menandakan betapa besarnya kerinduan mereka.
"Ini bener kak Dre?" tanya Riri pada Aish
"Iya, suaranya emang suara kak Dre, dan kalau kak Aish.perhatiin, itu emang wajah kak Dre" jawab Aish membuat semua tertawa.
"Iya ini kak Dre, ini hadiah buat kalian, boneka impian kalian" Andrea menyodorkan dua boneka teddy bear impian kedua gadis kecil itu, setelah menerima boneka mereka memeluk kakak yang sangat dirindukannya.
"Terimakasih kak Dre" ucap kedua gadis kecil itu.
"Sama-sama sayang" jawab Andrea sambil mengeratkan pelukannya.
"Gapapa dik, mbak selalu paham akan kesibukan keluarga kalian. Ya udah ayok semua masuk dulu" ajak ibu Rima kepada semuanya.
......................
"Kak, sore nanti nostalgia yuk!" ajak Andrea kepada kakaknya.
"Nostalgia apaan sih dek?" tanya kak Andra.
"Mengulang kisah lama kak, kita nonton di tempat biasa, mumpung disini niihh" kata Andrea penuh harap.
"Enggak ah, kamu ajak Danisa aja sana, kakak mau main2 sama bocil bocil disini, lebih rame" tolak kak Andra
"Ayolah kak, pliiss, main sama anak besok aja, soalnya besok aku mau ada acara lain" paksa Andrea.
"Nah itu! kenapa gak sekalian besok aja nostalgianya?"
"Besok acara di almamater full, gak bisa main" kata Andrea terus memaksa
"Draaa..." dan ajian pamungkas Andrea datang, suara pelan namun tegas papa membuat Andra tak bisa menolak lagi.
"Iya iya deh paa, ya udah yuk berangkat sekarang aja, gak usah nunggu nanti sore, biar puas nostalgia kamu" kata kak Andra sambil berlalu ke kamarnya, dan Andreapun terlonjak kegirangan dan segera ikut bersiap siap.
"Makasih my hero ganteng" kata Andrea sambil memcium pipi papanya sebelum masuk ke kamarnya. Melihat tingkah kedua anaknya pak Arga hanya bisa geleng kepala.
......................
"Kak, pokoknya aku mau nonton film komedi, gak mau nonton film action kesukaan kakak" kata Andrea saat masuk ke gedung bioskop
"Terserah kamu deh, kakak ngikut aja" pasrah kak Andra.
"Yaah, jam tayangnya masih dua jam lagi, makan dulu aja yuk kak" kata Andrea sambil menarik tangan kakaknya keluar area bioskop untuk mencari foodcourt di mall tersebut.
Andra yang hanya pasrah ditarik Andrea tak sengaja menghimpit seorang gadis hingga kepalanya terantuk dinding, hingga gadis itu berteriak kaget
"Aawww!!" seru gadis itu.
"M-maaf mbak, saya gak sengaja, karena adek saya terus menarik saya" spontan kak Andra memghentikan langkahnya dan meminta maaf pada gadis tersebut, dan Andrea pun ikut berhenti karena kejadian itu.
"Makanya kalau jalan pakai mata, ini kan tempat ramai, kaya bocah aja main tarik tarikan" ketus gadis yang tertabrak Andra.
" Iya mbak, saya benar benar tidak sengaja" Andra meminta maaf lagi masih dengan kesabarannya.
"Ganti rugi, gara gara kamu kepala saya jadi benjol!" ketusnya sambil memgang kepala, sementara Andrea memincingkan matanya karena seperti mengenali gadis tersebut, tapi gadis itu sepertinya tak mengenali Andrea lagi
"Raisa.." batin Andrea, tapi Andrea santai saja, ia akan ikuti sampai mana permainan Raisa.
"Berapa saya harus ganti rugi anda?" tanya kak Andra.
"Dua juta!" seru gadis itu menyebutkan nominal.
"Gilaa, cuma terantuk.gitu aja minta dua juta, mau memeras ya kamu?!" seru Andrea tak santai lagi, tapi kakaknya hanya mengusap tangan Andrea agar bersabar.
"Bener cuma segitu? cukup?" kak Andra menguji gadis itu.
"Eehmmm tiga juta deh, cukup!" jawab sang gadis.
"Baiklah" tanpa penolakan kak Andra langsung mengambil sejumlah uang yang diminta gadis itu dari waistbagnya, dan tanpa basa basi sang cewek langsung merebut uang dari tangan kak Andra.
"Sebelum mbak pergi, pastikan mbak melihat wajah saya baik baik, siapa tau suatu saat kita bisa bertemu dan mbak bisa merampok saya lagi, atau kalau gak, biar wajah saya selalu memghantui rasa bersalah mbak" kak Andra menyindir gadis tersebut tapi sang gadis tetap tak bergeming.
"Bodo amat!" seru sang gadis sambil berlalu dari hadapan Andra dan Andrea dengan memakai uang tadi sebagai kipas.
"Show time, tugas kamu selanjutnya dek" kata kak Andra sambil menyunggingkan smirk dibibirnya, sementara Andrea hanya menatap kakaknya penuh tanya.
...****************...