Andrea

Andrea
Cerita Xander



Seminggu sudah Andrea melakoni perannya sebagai office girl, ia benar benar menemui banyak karakter dari karyawannya, memang ada sebagian yang songong, tapi tidak separah Raisa, tapi ia sangat bersyukur karena sangat banyak karyawannya yang bersikap baik.


Andrea masih belum mau menunjukkan dirinya didepan para bawahannya, hanya dewan direksi dan pegawai terpercaya saja yang sudah mengetahui keberadaan Andrea dikantornya.


Hari ini Xander datang ke kantor Andrea, ia sudah membuat janji lamgsung kepada Andrea untuk makan siang bersama dan Xander akan menjemputnya langsung ke kantor, karena kebetulan Xander ada urusan pekerjaan dikota tersebut.


Sebelum ia kembali ia ingin mengajak Andrea makan siang dan ternyata Andrea menyetujuinya.


Xander langsung menuju keruangan Andrea saat ia bertanya kepada resepsionis bahwa ia akan bertemu bapak Randy, dan resepsionis langsung mempersilahkan masuk karena ia memang sudah ditunggu pak Randy diruangannya.


"Selamat siang pak Xander" sapa pak Randy yang sudah menunggu kedatangannya didepan ruang Andrea


" Selamat siang juga pak Randy, dimana nona Andrea?" tanya Xander.


"Mari silahkan masuk dulu pak, nona Andrea sedang diruangan lain" Randy membawa Xander keruang Andrea


"Silahkan duduk dulu pak, saya panggilkan nona Andrea"


"Terimakasih" kata Xander sambil menganggukkan kepalanya, kemudian Randy keluar ruangan untuk mencari Andrea yang pasti ada diruang OB


Tak lama Randy datang dengan Andrea bersamanya.


"Selamat siang bapak Xander" sapa Andrea


" Selamat siang juga nona Andrea" jawab Xander


"Apakah hari ini saya tidak salah lihat?" lanjut Xander bertanya, dan Andrea paham maksud Xander.


"Anda tidak salah lihat, nona Andrea sedang ingin berperan seperti itu" Randy yang menjawab tanya Xander


" Apakah anda mengurungkan niat melihat saya berpenampilan seperti ini?" tanya Andrea


"Tidak nona, saya tidak masalah anda mau berpakaian seperti apapun" jawab Xander dan Andrea hanya tersenyum dengan jawaban Xander


"Bisa kita berangkat sekarang?" tanya Xander lagi


"OK" jawab Andrea bangkit dari duduknya, ia membuka lemari tempat menyimpan baju cadangan, diambilnya sebuah blazer berwarna senada dengan seragam yang ia pakai saat ini.


"Saya tidak mau membuat rasa percaya diri anda berkurang bapak Xander" kata Andre sambil mengenakan blazernya, sekarang penampilannya sebagai office girl sudah tersamarkan.


"Tidak masalah bagi saya kalau office girl nya anda" kelakar Xander.


"Saya pergi dulu pak Randy" pamit Andrea.


"Pak Randy ikut saja sekalian" Xander mengajak Randy turut serta.


"Tidak pak terimakasih, saya tinggal di kantor saja" tolak Randy


"Kalau begitu kami pergi dulu" pamit Xander dan dijawab anggukan oleh Randy.


Andrea dan Xander pun segera pergi, tak lupa Andrea mengenakan maskernya saat keluar bila masih jam kerja, supaya karyawannya tidak menatap asing dan curiga padanya.


Xander menjalankan mobilnya menuju restoran yang agak jauh dari kantor Andrea, sekitar lima belas menit perjalanan yang lancar mereka telah sampai ketempat tujuan, kaduanyapun segera masuk ke restoran tersebut.


"Reservasi atas nama Xander Daniswara" tanya Xander pada resepsionis restoran, kemudian mereka diantar ke privat room yang sudah dipesan Xander.


Sambil menunggu pesanan datang mereka ngobrol tentang kerjasama kerja mereka, juga tentang banyak hal.


"Kenapa kamu berpakaian seperti ini Dre?" tanya Xander. Saat diluar kantor mereka bersikap santai


"Ingin tahu aja karakter para stafku" jawab Andrea


"Nemu yang unik?" tanya Xander


"Sudah jadi rahasia umum, kebanyakan dari mereka suka saling menjatuhkan, parahnya kalau ada atasan yang suka pilih kasih, apalagi atasan laki laki yang matanya jelalatan, beuuhh.. yang kinerjanya bagus cuma karena kalah penampilan, pasti akan jadi bulan bulanan, tapi umumnya begitu kalau di bagian produksi" Xander menjelaskan apa yang pernah dia temui di perusahaannya.


"Ya begitulah, tergantung kita bagaimana melindungi.para pekerja, semoga kita jadi atasan yang selalu peka pada bawahan" Andrea berkata dengan nada keprihatinan, bersamaan dengan itu pesanan mereka datang, kemudian mereka makan dan masih ngobrol disela makan mereka.


" Dre, gak ada keinginan buat ketemu bang Arsh lagi?" tanya Xander saat mereka sudah selesai makan


"Enggak lah Xan, aku sudah tidak merasa kesal atau benci lagi sama dia, tapi untuk ketemu dia enggak lah" Andrea berharap ia tidak dipertemukan lagi dengan Arshlan, walaupun itu kecil kemungkinan karena sekarang perusahaan mereka terikat kerja sama.


"Tapi dia masih berharap bisa ketemu kamu lagi, aku lihat masih ada cinta dimata dia saat bercerita tentang kamu" terang Xander


"Apa kamu bercerita kalau kita bertemu? yaahh, tentu saja dia tau karena perusahaan kita menjalin kerja sama" Andrea menjawab sendiri pertanyaan yang ia lontarkan.


"Bang Arsh hanya tau kalau yang bekerja sama dengan kita AAb Corp. Setau dia CEO nya bapak Arga Abimana." jelas Xander


"Daniel cerita sama bang Arsh tentang pertemuan kita dipantai tempo hari, dia sangat bersemangat mendengar cerita kami, dan ada kelegaan saat kami bercerita bahwa kamu sudah bisa memaafkan dia" cerita Xander tentang Arshlan.


"Syukurlah, aku dengar dia sudah bertunangan" Andrea berkata dengan raut muka wajar.


"Begitulah, mama sudah sangat berharap bang Arsh segera berkeluarga, tadinya dia berharap kamu lah gadis yang akan diperkenalkan ke mama papa sebagai menantunya, tapi kamu seolah ditelan bumi, karena kesal didesak mama terus terusan dia pasrah ke mama, gadis mana yang akan dijodohkan sama dia, tapi dia meminta waktu jadi dia hanya bertunangan dulu, belum menentukan hari pernikahan juga." Cerita Xander membuat hati Andrea berdesir juga, bohong kalau dia bilang sudah tidak ada rasa apa apa, buktinya Arsh yang bisa memasuki sudut hatinya yang dia tutup untuk lelaki manapun, tapi itu dulu. Sekarang Andrea berusaha menutup rapat tentang Arshlan, biarlah itu hanya jadi masa lalu Andrea, kini ia ingin membuka lembaran baru dan akan membuka hati untuk hati yang baru, walau tidak sekarang, karena kini ia ingin lebih fokus pada pekerjaannya, fokus untuk mengembangkan bisnis keluarganya.


"Aku tunggu undangannya bila kelak Arshlan menikah." bibir Andrea mengukir senyum penanda bahwa ia sudah benar benar merelakan Arshlan.


"Lalu kapan nama kita yang akan tercetak diundangan itu." kata kata Xander sontak membuat mata Andrea terbelalak, melihat itu Xander kemudian tersenyum.


"Saya tidak seberani itu nona Andrea" Xander berkata sambil menangkupkan kedua telapak tangannya sebagai permohonan maaf bila candaannya telah menyinggung hati Andrea


"It's okey bapak Xander, kadang kita juga perlu bercanda, jangan setiap saat dibawa serius, saya tidak mau terlihat lebih tua dari usia saya yang sebenarnya" kata Andrea sambil tersenyum


"Kenapa jadi formal begini sih?!" Seru Xander dan hanya ditanggapi senyum Andrea


"Ya udah yuk, antar aku balik kantor" Andrea mengajak untuk segera kembali kerja.


"Kapan datang lagi ke kota ku?" tanya Xander


"Belum tahu, jadwalku masih terlalu padat" jawab Andrea.


"Iya deh, nona workaholic" sahut Xander dibarengi tawa keduanya, kemudian mereka segera beranjak untuk kembali ke kantor lagi.


Xander POV


"Andai kamu mau membuka hatimu aku yang akan masuk.pertama Dre, pesonamu telah merasuk hatiku saat pertama kita ketemu, tapi kamu membatasi diri dengan sikap.dingin kamu, padahal sejatinya kamu pribadi yang sangat hangat tapi karena masa lalu kamu yang menyakitkan kamu jadi seperti ini, dan kebetulan abang aku sendiri penyebabnya, apakah bisa aku mengisi kekosongan hatimu sementara akan selalu ada bayangan abang aku. aahh entahlah, yang penting jalani saja seperti ini"


POV berakhir.


"Kapan kita bisa keluar bersama lagi untuk makan siang nona Andrea?" tanya Arshlan saat membukakan pintu mobil untuk Andrea


"Jika ada jadwal yang kosong mungkin bisa saya usahakan pak Xander" jawab Andrea dengan senyum manisnya.


"Baik nona Andrea, saya tunggu kabar baiknya, selamat bekerja kembali nona" kata Xander sebelum berlalu


"Sama-sama pak Xander" Kemudian Andrea berbalik untuk segera masuk kantor kembali


"Nona Andrea!" seru Xander saat Andrea baru bejalan berapa langkah, lalu ia berbalik lagi melihat Xander.


"Ya pak Xander?" tanya Andre


"Saya gembira karena saya bisa menikmati manisnya senyum anda yang hilang saat berkutat dibalik meja kerja" kata kata Xander mambuat pipi Andrea merona merah juga., dia tidak menjawab apa apa hanya senyumnya saja terlihat dibibirnya, lalu segera berbalik melanjutkan lamgkahnya, sedangkan Xander segera masuk mobil untuk kembali ke kantornya.


...****************...