
"Mamaa, Andrea yang paling cantik pulaang...!!!" Andrea yang baru pulang kantor berteriak memanggil mamanya
"Mana sih yang ngaku ngaku paling cantik? sama aku cantikan siapa coba??" Sahut sebuah suara, bukan suara mamanya tapi..
"Kak Eiraaa...!! kapan datang?!" seru Andrea melihat siapa si pemilik suara, kemudian berlari ketempat calon kakak iparnya berdiri dan langsung memeluknya, dan Eira pun membalas pelukan Andrea dengan erat.
"Kangen banget tauu.." kata Andrea masih dalam pelukan Eira.
"Samaaa.." sahut Andrea.
"Kapan datang kak, kok gak kasih tau Andrea?"tanyaa Andrea sambil tengak tengok
"Kalau dikasih tau gak jadi kejutan dong. Eh, kamu cari apa sih?!" tanya Eira melihat Andrea seolah mencari sesuatu.
"Mana kakak?" tanya Andrea mendengar pertanyaan Eira.
"Sama papa tuh dibelakang, lagi ngomongin kerjaan yang disana" jawab Eira
"Eh Dre, tapi beneran loh, sekarang kamu memang lebih cantik, soalnya mau polesan muka, gak kaya dulu, bau bedak aja alergi" kata kak Eira hanya disambut tawa Andrea.
" Yaa, bagaimana ya kak? tuntutan kerja, gak mungkin kan stafnya aja penampilannya glowing masa atasannya butek, nanti para klien gak ada yang percaya dong kalau aku CEO nya" kata Andrea dan keduanya semakin keras saja tertawanya.
"Waahh, tumben nona boss pulang kerja bisa tertawa, biasnya muka kaya kemeja kusut" sang mama yang baru muncul dari dapur dengan membawa nampan berisi dua gelas minuman dingin meledek anak gadisnya yang terlihat sangat gembira, sementara Andrea pasang muka merengut mendengar ledekan mamanya.
"Iihh mama apaan sih, masa samain Andrea sama baju belum disetrika. Waahh!! mama tau aja Dre lagi haus banget" Andrea langsung mengambil satu gelas minuman yang dibawa mamanya, terlihat mama Arini mau protes karena Andrea mengambil minumannya, tapi akhirnya hanya menghela nafas dalam
"Kaya gak ikhlas gitu sih ma Dre ambil minumnya, bukannya ini buat Dre ya?" tanya Andrea melihat mimik muka mamanya
"Yee, mana tahu anak mama yang paling cantik ini sudah pulang, tuh mama ambil minum buat dua cowok ganteng mama" jawab mama berkelakar dan disambut tawa kedua gadis didepannya.
"Biar Ei ambilkan lagi ma" kata Eira sambil berlalu menuju dapur.
"Terimakasih kak Ei!" seru andrea dan Eira hanya menanggapinya dengan senyum
***
"Ma, pa, Dre kangen ibu, besok Dre kesana ya" Andrea meminta ijin mengunjungi bu Rima saat makan malam telah selesai
"Kamu enggak sendiri kan kesananya?" tanya mama
"Sama Danisa ma, tadi sore dia mau langsung berangkat pas pulang kerja, tapi Dre ajak besok pagi saja buat teman Dre" jawab Andrea mengusir rasa khawatir diwajah mamanya. Walaupun mereka tahu Andrea bisa jaga diri sendiri, tapi akan lebih tenang bagi mereka melepas anak gadisnya pergi kalau ada teman diperjalanannya, walaupun tempat yang akan dituju juga tidak terlalu jauh.
"Dre, kenapa Danisa tidak kamu ajak gabung dikantor kita saja?" tanya mamanya lagi, sementara yang lain menyimak pembicaraan kedua perempuan tercinta mereka.
"Dari lulus kuliah dulu Andrea sudah mengajak dia untuk kerja dikantor kita ma, tapi Danisa tidak mau dikatakan aji mumpung, trus dia bilang ingin cari pengalaman ditempat lain dulu, yahh mudah mudahan dia mau ikut bergabung saat aku mau menurunkan posisi para manager kantor yang tidak berdedikasi tinggi dan kurang bertanggung jawab dengan pekerjaanya" jelas Andrea.
"Belum lama kamu masuk kantor kamu sudah menemukan hal seperti itu?" tanya papanya
"Iya pa, apalagi pas seminggu ini Dre pakai seragam OB, kerja layaknya office girl, kalau mau ketemu pak Randy sembunyi sembunyi. Nah pas kerja gitu kalau ketemu staf yang orangnya baik ya dibaikin tp kalau ketemu sama staf yang suka cari muka gitu pasti kaya agak semena mena gitu memperlakukan OB tapi mudah mudahan kedepannya tidak akan lagi hal seperti itu pa, kemarin belum banyak yang tahu kalau Dre pengganti papa, karena baru dewan direksi dan beberapa bagian saja yang tahu tentang Dre, biar ke depan bisa tercipta lingkungan kerja yang nyaman bagi seluruh penghuni kantor" pungkas Andrea
Selanjutnya, pembicaraan berganti tema tentang kak Andra, yang sebulan lagi akan melangsungkan pernikahannya dengan kak Eira, untuk iti kenapa kakak sudah berada dirumah, karena mereka ingin terlibat langsung dengan segala persiapannya.
***
Pagi pagi sebelum matahari menampakkan sinarnya, Andrea sudah bersiap berangkat menuju kota tempat tinggalnya dulu, setelah berpamitan dengan semua penghuni rumah Andrea berangkat menuju tempat kost Danisa, untuk kemudian segera berangkat kekota tujuan.
Sekitar dua jam perjalanan mereka akhirnya sampai, saat Andrea memasukkan motornya ke halaman panti para penghuni panti masih melaksanakan giat minggu bersihnya, mereka memandang kedatangan kami seolah penasaran siapa yang datang sepagi ini ketempat mereka.
Danisa langsung turun disusul Andrea setelah Andrea memarkirkan motornya, dibukanya helm yang mereka kenakan, barulah anak anak penghuni panti mengenali mereka.
"Kakaakk!!!!" seru mereka kegiraangan sambil berebut berlari kearah Andrea dan Danisa, Aish dan Riri langsung saja memeluk Andrea terlihat rindu yang amat besar pada kedua gadis kecil tersebut.
"Kenapa kakak lama sekali datangnya, Riri kangen kakak" suara manja Riri menyiratkan rindu yang amat sangat
"Aish juga kangen banget sama kakak, katanya mau sering sering nengokin kita, tapi kok selalu lama baru datang kesini" protes Aish dengan segala kerinduannya, dan yang lain pun mengungkapkan hal yang sama
"Iya kak Dre minta maaf karena gak bisa sering jenguk kalian, karena kakak sibuk dengan kerjaan kakak, dimaafin yak" Andrea menangkupkan kedua tangannya didepan dada dengan memasang senyum manisnya memohon pengertian dari adik adiknya,
"Iyaaa kami maafin" seperti suara koor mereka kompak mengatakan itu.
" Ya udah, kakak ketemu ibu dulu ya, kalian lanjutin dulu gotong royongnya, kakak juga kangen banget sama ibu" kata Andrea kepada semua adiknya,
"Ya kak" jawab mereka, kemudian segera melanjutkan kegiatan mereka yang sedikit lagi selesai.
Andrea bergegas masuk rumah dengan diikuti Danisa melewati halaman samping rumah lansung menuju dapur, karena saat giat minggu bersih seperti ini, ibu Rima dan dua asistennya yaitu bi Darmi dan bi Surti sedang sibuk mempersiapakan berbagai makanan dan cemilan untuk anak anak.
Saat dilihatnya ibu Rima sedang menata makanan di meja panjang di los belakang rumah, diam diam Andrea mendekati dan langsung memeluk bu Rima dari belakang tanpa bersuara membuat bu Rima terkejut dengan perlakuan Andrea.
"Ya ampun Andrea, bikin ibu kaget saja, kalau ibu jantungan bagaimana?" bu Rima pura pura merajuk
"Ya janganlah bu, ibu harus sehat selalu" kata Andrea semakin memeluk erat ibunya dan menciumi pipi ibunya berkali kali, Danisa yang menyaksikan hanya tersenyum sambil geleng gelebg kepala.
"Datang sama siapa kamu Dre?" tanya bu Rima akhirnya
"Sama Danisa bu, itu anaknya duduk didepan dapur" jawab Andrea
"Kamu sama semuanya sehat sehat saja kan?" tanya bu Rima lagi
"Kami semua sehat kok bu" jawab Andrea
"Syukurlah kalau begitu, ya sudah sekarang ajak Danisa siap siap buat makan bersama" kata ibu Rima sambil berjalan menuju dapur dan Danisa langsung menyambutnya dan mencium tangan bu Rima.
Ibu Rima telah selesai menata semua hidangan saat semua anak selesai gotong royong membersihkan lingkungan panti, setelah semua cuci tangan dan kaki mereka segera makan bersama sama, suasana yang sangat Andrea rindukan setelah sekian lama meninggalkan panti itu.
...****************...