Andrea

Andrea
Menangkap Pelaku



Malam ini Andrea berniat begadang untuk bisa melihat sendiri pelaku pengirim kotak misterius itu. Kali ini ia ditemani Arshlan karena sore tadi ia berkunjung ke panti sepulang dari kantor, semula Andrea tidak ingin bercerita hal itu kepada Arshlan, tetapi tidak sengaja salah satu adiknya keceplosan bicara tentang peneroran yang terjadi di panti sekitar dua minggu terakhir ini.


"Kenapa tidak lapor polisi saja?" tanya Arshlan setelah mendengar cerita dari adik asuh Andrea.


"Tadinya ibu sudah akan melaporkan hal ini, tetapi ibu juga terpikir kondisi papa yang sedang dirawat saat itu, dan ibu masih menahan diri karena ibu ingin bertanya lebih dulu kepadaku, apakah ini semua ada hubungannya sama aku, karena adik-adik tidak merasa kenal dengan nama yang selalu disebutkan, akhirnya ibu cerita kepada kami setelah selesai tujuh hari kepergian papa, dan aku sendiri yang bertekad akan menangkap pelakunya, dan jikalau akhirnya aku tidak bisa, baru aku akan lapor ke polisi." jelas Andrea atas pertanyaan Arshlan.


"Biar aku menemani kamu nanti malam." kata Arshlan dengan antusias.


"Tidak perlu Arsh, kamu pasti lelah dan butuh istirahat cukup setelah seharian bekerja." larang Andrea


"Jangan tolak untuk kali ini Dre, aku tidak mungkin tega membiarkan orang yang sangat berharga dihidupku menghadapi hal beresiko seperti ini sendirian." kata Arshlan tegas dengan tatapan tajam penuh harap, dan Andrea tidak mau berdebat dan akhirnya hanya mengangguk mengiyakan.


Dan kini mereka sudah bersiap didepan monitor untuk memantau keadaan sekitar, mereka telah tidur lebih dulu dan bangun sekitar pukul dua belas malam, karena Andrea yakin, pelaku akan datang sebelum subuh dan perkiraan Andrea berdasarkan kejadian yang sudah-sudah.


Waktu sudah memasuki pukul tiga dini hari kali ini Andrea mempersiapkan diri lebih detail lagi, ia sudah bersiap diluar disudut yang tersembunyi begitu juga Arshlan, ia menggunakan earpiece sebagai alat dengar dari ruang pantau, Dio ditemani saudaranya yang lain menjaga monitor dan sebagai pemandu Andrea dan Arshlan jika pelaku terlihat datang.


Dan tepat seperti yang Andrea duga, pukul tiga lewat terlihat gerakan orang mencurigakan menuju arah panti, Dio memberitahukan kalau ada orang datang dengan membawa kotak ditangannya, dan Andrea pun melihat kedatangan orang tersebut begitu juga Arshlan, mereka bersiap keluar dari persembunyian dan siap menyergap saat orang itu menaruh kotak seperti biasanya, bahkan Andrea bersembunyi begitu dekat dengan pagar, dan kali ini pagar sengaja tidak dikunci dan dibiarkan sedikit terbuka agar saat pelaku berusaha lari, mereka bisa lebih cepat melakukan pengejaran.


Tepat setelah pelaku meletakkan kotak dan dengan santainya berbalik badan untuk meninggalkan tempat itu, saat itu pula Andrea keluar persembunyian dan langsung menerjang lelaki itu dengan tendangan yang begitu keras, sontak lelaki itu tersungkur dan sangat terkejut karena tidak menduga akan mendapat serangan tiba-tiba, Arshlan pun langsung keluar persembunyian untuk membantu Andrea, lelaki itu melakukan perlawanan setelah berhasil menguasai diri, rupanya ia cukup tangguh untuk dilumpuhkan Andrea, beruntung Arshlan pun menguasai ilmu beladiri, terlihat lawan mulai kuwalahan menghadapi dua lawan tangguh sekaligus, Andrea mendapat ruang leluasa dan saat lawan lengah diserangnya titik vital dari lawan, sekali tendangan keras diarea vital ************ lelaki itu.


Terdengar teriak kesakitan dari lawan sambil mendekapkan kedua tangannya ke alat vitalnya yang diserang Andrea dengan kerasnya. Terlihat lelaki itu kesakitan yang amat sangat karena sampai berguling dengan suara rintihannya, setelah kesakitannya mulai mereda karena terlihat gerakannya sudah melambat serta suara rintihan tak sekeras tadi, Andrea meraih tangan lelaki itu dan sekuat tenaga menguncinya kebelakang, terdengar suara rintihan lagi karena perlakuan Andrea kepadanya, Arshlan yang sudah siap dengan tali yang dibawakan adik asuh Andrea segera mengikat kedua tangan pelaku yang saat ini dikunci dengan kuat oleh Andrea, setelah itu kedua kakinya pun diikat pula.


Terlihat tetangga berdatangan karena mendengar keributan dipagi buta dan melihat ada yang sedang diringkus.


"Ada apa ini?" tanya salah satu warga.


"Syukurlah pelaku sudah tertangkap."


"Kenapa tidak lapor polisi saja dari kemarin-kemarin?"


"Hajar saja sampai habis." begitulah reaksi yang warga berikan dan beberapa perkataan lain, mereka juga terlihat emosi dengan pelaku bahkan ada yang ikut main tangan dengan memukul muka pelaku, tetapi ada warga lain yang mencegahnya.


Setelah agak tenang dan pelaku tidak lagi merasa kesakitan yang amat sangat ia mulai ditanya.


"Kenapa kamu melakukan hal semacam ini kepada panti kami?! Apa salah kami?!" seru Andrea dengan tanya penuh penasaran.


"Saya cuma disuruh seseorang." jawab lelaki itu.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arshlan, tetapi lelaki itu bungkam dan hanya menggelengkan kepalanya, melihat hal itu Andrea terlihat geram, tapi ia tidak mau bertindak kejam dengan lebih menyakiti lelaki itu.


"Tolong jawab siapa yang menyuruh kamu, atau aku akan berbuat kejam dengan tubuh kamu ini!" Pelan namun tegas Andrea berkata dengan tatapan dingin dan tajam kepada pelaku teror itu, terlihat lelaki itu jengah dengan tatapan mata Andrea yang penuh intimidasi. Dan ia pun melihat sekelilingnya, para warga yang mengerumuninya dengan tatapan penuh emosi dan seolah hendak memakannya hidup-hidup.


"Jawab!" perintah Arshlan dengan suara dingin dan mengayun-ayunkan tongkat baseball ditangannya seolah mengancam pelaku jika tak mau buka suara, dan terbukti intimidasi Arshlan berhasil, lelaki itu akhirnya mau buka suara tentang siapa yang menyuruhnya, dan ia pun ditanya apakah si penyuruh juga ikut bersamanya dengan jarak yang cukup jauh, ternyata tidak, ia hanya melakukannya seorang diri, lalu ia memberitahukan nama dan alamat otak dibalik teror panti asuhan tersebut, setelah itu ia segera dibawa ke kantor polisi terdekat beserta barang bukti, entah hukuman seperti apa yang akan diperolehnya nanti, yang penting ini sebagai sarana untuk panti mendapatkan ketenangannya kembali.


Dan untuk dalang dibalik teror panti asuhan itu akan langsung mereka cari siang ini juga agar segera terjawab dengan jelas apa motif pelaku melakukan teror dipanti asuhan milik ibu Rima tersebut.


...****************...