Andrea

Andrea
Kerjasama



Seminggu kemudian, Andrea baru benar benar masuk kantor, selama seminggu ini, ia baru mempelajari semuanya dari rumah dengan bantuan papanya.


Ini dunia yang benar benar baru buat Andrea, tapi entah kenapa papanya langsung mempercayakan semua pada Andrea karena kakaknya sudah mendapatkan tanggung jawab mengurus perusahaan papa yang diluar negeri.


Papa berdalih sudah waktunya istirahat, yaah istirahat yang dimaksud papa tidak lagi aktif dikantor hanya kalau benar benar urgent dan sidak baru ia datang. Tetapi ia tetap memantau perkembamgan perusahaan dari rumah.


(sama aja dong, badan istirahat, otak gak istirahat)


Andrea datang lebih pagi dari karyawan yang lain, tapi pegawai resepsionis sudah standby dimejanya.


" selamat pagi nona ada yang bisa kami bantu? " sapa resepsionis yang ditemui Andrea saat pertama datang


"Tidak, terimakasih. pertahankan pelayanan anda yang baik ini, jangan pernah menjadi penjilat seperti yang lain" dingin dan tajam kata yang dilontarkan Andrea, lalu berlalu meninggalkan tempat itu membuat resepsionis terkejut dan hendak mengejar Andrea karena langsung masuk begitu saja.


"Desi, jangan kamu kejar kalau kamu masih ingin kerja disini" cegah sebuah suara yang ternyata suara Randy dan resepsionis yang bernama Desy hanya terbengong heran.


"Tidak usah butuh penjelasan, nanti kamu akan tau sendiri" kata Randy yang melihat raut penuh tanya diwajah Desi.


"Baik pak, permisi" Desi kembali ke mejanya dengan banyak pertanyaan dibenaknya


"Selamat pagi nona Andrea" sapa pak Randy saat sampai diruang boss nya.


"Selamat pagi juga pak Randy, apa agenda pagi ini?" tanya Andrea


"Kita akan mengadakan pertemuan dengan Dans Company untuk membahas kerjasama yang sudah disetujui oleh bapak Abimana tempo hari


"Diadakan dimana pertemuan itu?" tanya Andrea lagi.


"Mereka akan datang kemari nona" jawab pak Randy


"OK, persiapkan segala sesuatunya" perintah Andrea, dan tanpa menunggu lama pak Randy kembali ke ruangannya untuk melaksanakan perintah Andrea.


"Fiiuuuhhh...!! bekerja sam nona Andrea ternyata lebih tegang daripada pendahulunya" gumam Randy dalam hati.


"Nona, perwakilan dari Dans company telah hadir, mereka sudah menunggu di ruang rapat" pak Randy memberitahu Andrea.


"Baik, kita segera kesana" sahut Andrea sambil beranjak dari tempat duduknya.


Saat Andrea dan pak Randy memasuki ruang rapat, semua yang hadir bangun dari duduknya untuk menyambut kedatangan mereka.


Andrea tampak terkejut melihat salah satu tamunya begitupun tamu tersebut, tapi mereka segera menguasai diri dan bersikap normal kembali.


"Silahkan duduk kembali" Andrea mempersilahkan para tamu untuk duduk kembali, kemudian ia pun duduk dan memberi kode kepada pak Randy untuk memulai rapat


"Baik bapak dan ibu semua, sebelum pembicaraan kita mulai, ada baiknya kita saling memperkenalkan diri" kata Randy dijawab anggukan oleh semuanya.


Dari Dans Company diwakili oleh putra kedua pemilik perusahaan yang bernama Xander Daniswara dan dua orang yang bersamanya adalah asisten pribadinya dan Project Manager perusahaannya, sedangkan Andrea didampingi Randy dan Direktur keuangannya.


Setelah hampir dua jam pembicaraan akhirnya rapat selesai dengan kesepakatan kerjasama,


"Kontrak kerjasama akan saya ajukan secara resmi besok, karena harus ada tanda tangan dari bapak Daniswara, sekarang kami mohon undur diri." pamit Xander mewakili rekan rekannya.


"Baik, saya tunggu besok bapak Xander" jawab Andrea dengan sikap tegas dan masih terkesan dingin.


Lalu mereka semua keluar dari ruang meeting untuk kembali ke tempat masing masing.


"Maaf nona Andrea, boleh saya bicara sebentar" tahan Xander saat Andrea akan memasuki ruangannya.


"Maaf bapak Xander, kenapa tadi tidak utarakan juga diruang rapat" tanya Andrea dingin.


"Ini tidak ada kaitannya dengan kontrak kerjasama kita" jawab Xander


"Bila tidak penting, saya rasa ..."


"Terimakasih pertolongan anda tempo hari" sahut Xander sebelum Andrea selesai dengan ucapannya.


"Itu sudah kewajiban saya menolong yang membutuhkan" Jawab Andrea masih bertahan dengan wajah dinginnya.


"Sungguh mulia hati anda nona, apalagi bila ada senyum dibibir manis anda, pasti lebih sempurna kecantikan anda, permisi" Xander belalu dengan menyunggingkan senyumnya karena telah berhasil membuat muka Andrea merah karena ucapannya, dan Andreapun segera masuk keruangannya.


......................


Keesokan harinya Xander kembali ke kantor Andrea dengan membawa surat kontrak kerjasama.


Tok-tok!


"Masuk!" seru Andrea, dan dari luar nampak Randy membuka pintu ruangan


"Tuan Xander dari Dans Company sudah datang untuk menemui anda nona" kata Randy


"Persilahkan beliau masuk pak Randy" perintah Andrea


"Baik nona" sahut pak Randi sambil menganggukkan kepalanya, tak lama masuklah sang tamu yang dibawa Randy


"Selamat siang nona Andrea Abimana" sapa Xander.


"Selamat siang juga bapak Xander, silahkan duduk" Andrea mempersilahkan duduk di sofa ruang kerjanya., lalu Xander mengeluarkan map berisi surat kontrak kerja mereka.


"Ini berkas yang harus ditandatangani nona" Xander menyodorkan berkas itu kepada Andrea dan Andrea langsung membaca isi berkas kontrak tersebut, saat akan membubuhkan tanda tangan, Xander mencegahnya.


"Tunggu nona!" seru Xander


"Ya tuan Xander?" tanya Andrea


"Bukankah disitu tertulis harus CEO langsung yang menanda tangani, bukan wakilnya, berarti harus ayah Anda bukan anda" protes Xander


"Maaf bila anda belum mengetahuinya tuan, tetapi mulai dua minggu yang lalu saya yang menduduki jabatan itu, apakah anda keberatan? Kalau memang anda keberatan itu tidak masalah, kita masih bisa membatalkannya karena pihak kami belum menandatangani surat perjanjian ini" jelas Andrea sambil menatap tajam ada sirat intimidasi dalam tatapan tersebut.


"Eh-Ehmmm, maaf saya tidak mengetahuinya nona, saya rasa sama saja antara anda ataupun ayah anda, kami tetap meneruskan kerja sama ini" Xander menjawab dengan sedikit tergagap, tapi tak lama segera ia netralkan air mukanya, agar ia tidak terlalu lama gugup di depan Andrea.


Mendengar jawaban Xander, Andrea segera membubuhkan tanda tangan di berkas tersebut.


"Semoga kerja sama kita akan saling menguntungkan kedua belah pihak tuan" selesai Andrea menandatangani lalu mengajak Xander berjabat tangan, Xander pun menerima uluran tangan Andrea dan menjabat tangannya dengan erat.


"Terimaksih nona Andrea, karena telah mempercayai perusahaan kami sebagai mitra kerja perusahaan anda, semoga ke depan kita akan ada kerja sama lagi" kata Xander ditengah jabat tangannya, disitu terlihat Andrea menyunggingkan senyumnya walau samar, tapi tak luput dari pandangan Xander


"Semoga tuan" kata Andrea sambil melepaskan jabat tangan mereka,


Tok tok!! ada suara ketukan dari luar ruangan Andrea


"Masuk!" perintah Andrea, terbukalah pintun dan terlihat Randy masuk dibelakangnya ada office boy membawa nampan berisi dua gelas teh hangat dan cemilannya.


Office boy tersebut meletakkan semuanya setelah Andrea menganggu padanya kemudian segera berlalu setelah tugasnya selesai, sementara Randy tetap berada ditempat sambil membereskan berkas yang sudah selesai ditanda tangani.


"Mari diminum dulu tuan." Andrea mempersilahkan tamunya dengan kata kata yang lebih bersahabat tidak seserius tadi.


"Terimakasih nona" jawab Xander lalu segera meraih cangkir teh untuk minum, begitupun Andrea, mereka sedikit berbincang tentang seputar dunia kerja agar tidak terlalu kaku satu sama lain.


Setelah beberapa saat berbincang Xander berpamitan untuk segera kembali, sementara Randy sudah kembali ke ruangannya setelah tugas diruang Andrea selesai.


"Maaf nona Andrea, saya harus kembali ke perusahaan, terimakasih atas sambutan dan jamuannya untuk hari ini" pamit Xander


" Baik tuan, maaf bila kami ada kurang dalam menyambut kehadiran anda" kata Andrea, lalu mereka berjabat tangan dan Xanderpun melangkahkan kakinya keluar ruangan Andrea, dan Andrea memgikutinya untuk mengantar sampai keluar pintu ruangan.


Setelah berada diluar ruangan Xander kembali mengucapkan terimaksih sambil sedikit membungkukkan badannya, dan berbalik untuk segera meninggalkan tempat itu, tapi sebelum benar benar memvelakangi Andrea ia dengan cepat membalik ke arah Andrea.


"oh ya maaf nona!" Andrea yang sudah akan masuk keruangannya kembali mengurungkan niatnya.


"Ada apalagi tuan Xander" tanya Andrea sambil berbalik


"Anda sangat manis sangat tersenyum dan bersikap hangat, permisi" Xander langsung berbalik meninggalkan Andrea dengan senyum tak henti tersungging dibibirnya tanpa menunggu Andrea bereaksi, sementara Andrea yang memerah mukanya segera masuk ruangannya agar tak tetlihat siapapun perubahan air mukanya.


"Kamu tidak akan bicara begitu saat melihatku yang dulu walaupun dengan tawa lebarku tuan Xander" gumam Andrea jadi sedikit muak karena teringat masa lalunya yang menyedihkan.


...****************...