Andrea

Andrea
Hari Terakhir Bulan Madu



Sementara Arshlan dan Andrea yang sedang melakukan perjalanan bulan madunya, kini sedang berjalan-jalan di keindahan banyak tempat di Bali.


Kini mereka tengah makan siang yang agak terlambat karena terlalu asik berburu latar belakang foto juga berbelanja.


"Jadi pengantin baru itu serasa dunia milik berdua, yang lain nyewa." Seru sebuah suara lelaki yang tiba-tiba berdiri samping meja Arshlan Andrea saat Arshlan menyuapi Andrea sepotong daging.


Spontan keduanya menengok ke sumber suara.


"Ronan! Hampir saja aku hajar karena sudah mengganggu ketenangan kami makan." Seru Arshlan sambil berdiri dan melakukan handshake dengan sahabatnya itu.


"Kemarin pas nikahan aku enggak bisa datang, sekarang main ke sini malah bisa kamu Ron." Kata Arshlan dengan wajah kecewa.


"Hey! Aku ke sini dalam rangka bisnis juga, tapi hari ini aku lagi free jadi pingin jalan-jalan dulu, sudahlah, nanti kita ngobrol, sekarang selesaikan makan kamu dulu." kata Ronan.


"Ya sudah, sini kamu sekalian makan gabung kita, tidak apa kan sayang?" tanya Arshlan meminta persetujuan Andrea.


"Tidak apa, tapi awas saja kalau sampai aku di cuekin." jawab Andrea membuat kedua lelaki itu tertawa.


"Tidak akan, sayang kenalkan ini sahabat aku Ronan." Andrea menyambut uluran tangan Ronan untuk berkenalan.


"Ron, terima kasih ya atas bantuannya yang dulu, kamu langsung pergi saja tanpa ada kabar." Kata Arshlan sambi melanjutkan makannya.


Sementara Ronan yang sudah duduk untuk ikut bergabung makan sedang memilih menu yang akan dipesannya.


"Tidak perlu ber terima kasih, dulu kamu lebih banyak bantu aku." kata Ronan sambil terus memperhatikan buku menunya.


"Tapi tanpa bantuan kamu pasti aku sudah terjebak dengan pernikahan yang tidak aku harapkan, dan aku harus bertanggung jawab dengan hal yang tidak aku lakukan, hah! bisa-bisanya aku tetap bertahan dengan orang yang hanya akan memanfaatjanku." Arshlan menerawang mengingat kebodohannya dulu.


Bukan tanpa alasan kenapa Arshlan membodohi dirinya sendiri, tapi karena mamanya ia bertahan dengan Raisa waktu itu.


"Kalian cerita apa sih? Enggak ngerti aku." Tanya Andrea masih dengan menikmati makanannya.


"Tentang Raisa, berkat bantuan Ronan akhirnya aku tahu kalau Raisa berhianat di belakangku, sebenarnya dulu aku tahu apa yang ia lakukan, tapi aku masih bertahahan mencari waktu yang tepat untuk meyakinkan mama, akhirnya saat dia mengaku hamil anakku, itu waktu yang tepat untuk membuka kedok dia...." Jelas Arshlan, dan membicarakan banyak hal yang belum Andrea ketahui.


Andrea pun bercerita kalau dulu ia sering melihat Raisa berduaan dengan lelaki lain padahal saat itu masih berstatus tunangan Arshlan.


Perjumpaan Arshlan dengan Ronan akhirnya malah menjadi ajang perghibahan tentang Raisa.


"Sudahlah, cukup ceritanya tentang Raisa, sekarang pasti telinga dia panas banget." kata Andrea disambut tawa kedua lelaki itu.


"Tapi kamu hebat sayang, biarpun dia selalu jahat sama kamu, tapi kamu masih mau membantu menyelesaikan masalah mereka." kata Arshlan penuh bangga pada istrinya.


"Aku cuma memikirkan bayi yang belum lahir itu, tapi karena kasihan Raisa juga sih." jawab Andrea membuat Arshlan spontan mencium pipi Andrea.


"Istriku memang baik hati, beruntungnya aku yang jadi suami kamu sayang." kata Arshlan sambil menatap Andrea penuh cinta dan kebanggaan.


" Hey! ada manusia ini, tega banget kalian bermesraan di depanku." Seru Ronan mengingatkan Arshlan kembali ada orang lain di dekat mereka.


"Sorry sob, Andrea memang selalu mengalihkan duniaku." kata Arshlan dengan tampang konyol


".......!" Umpat Ronan sambil tertawa lepas dengan kebucinan Arshlan.


"Sudahlah, kalian buatku seperti nyamuk saja, terima kasih makan siangnya, aku mau jemput calon istri dulu." Kata Ronan sambil berdiri.


"Jangan lupa kenalkan ke kami, secepatnya juga kirim undangan pernikahannya." Pesan Arshlan sebelum Ronan berlalu.


"Sabar ya sob, secepatnya akan aku halalin biar bisa bebas bermesraan seperti kalian." Kata Ronan sambil berlalu dengan tawanya, sementara Arshlan hanya menggelengkan kepalanya.


"Jaelangkung dong." Sahut Andrea membuat tawa Arshlan pecah.


"Ya, seperti itulah Ronan." kata Arshlan di sela tawanya.


"Di luarnya saja Ronan itu terlihat begajulan begitu, tapi anaknya baik banget dia." Begitu bangganya Arshlan pada sahabatnya itu.


"Kelihatan sih." sahut Andrea.


"Apanya?" Tanya Arshlan


"Begajulannya!" jawab Andrea dan kembali mereka menertawakan Ronan.


"Ya sudah yuk, kita berangkat menuju pantai." Ajak Arshlan, dan keduanya segera berlalu dari tempat itu menuju pantai untuk melihat indahnya matahari terbenam di Bali.


Mereka menuju pantai Jimbaran karena ingin sekaligus makan malam romantis di tempat itu, sebagai makan malam terakhir mereka di Bali karena besok mereka sudah harus kembali untuk menjalani kesibukan mereka kembali.


Waktu beranjak semakin malam saat kedua sejoli yang sedang berbulan madu itu kembali ke hotel mereka. Rasa lelah setelah seharian berburu kuliner, berburu souvenir untuk oleh-oleh, serta memanjakan mata dan juga bermanja satu sama lain tak menjadi penghalang bagi Andrea untuk langsung mengepak pakaian mereka ke dalam koper, agar besok tidak perlu repot lagi saat akan cek out dari hotel


"Istirahat dulu sayang, itu di beresin besok saja, kamu pasti capek seharian pergi ." Larang Arshlan dengan lembut.


"Sebentar sayang, biar capek sekalian. Biar besok kita tinggal berangkat dan tak perlu terburu-buru." Jawab Andrea.


Akhirnya Arshlan yang tidak tega melihat istrinya beres-beres sendiri segera beranjak dari duduknya untuk membantu agar cepat selesai dan segera beristirahat.


"Sudah kamu istirahat saja, ini tinggal sedikit lagi kok." Kata Andrea saat melihat Arshlan membantunya.


"Biar cepat selesai. Masa kamu masih sibuk begini aku enak-enak tidur-tiduran." Jawab Arshlan dan hanya dibalas senyum oleh Andrea.


"Terima kasih sayangku." Kata Andrea saat pekerjaan packing mereka telah usai.


"Sama-sama." Jawab Arshlan.


Setelah mandi, mereka segera membaringkan badan untuk istirahat. Tiba-tiba ponsel mereka berdenting menandakan pesan masuk, dan keduanyapun mengambil ponsel masing-masing.


"Waaahh..! Keponakan aku sudah lahir!" Seru Andrea setelah melihat isi pesan dari ponselnya.


"Kamu juga dapat pesan yang sama?" tanya Arshlan sambil memperlihatkan ponselnya kalau ia mendapat pesan dari Daniel kalau istrinya telah melahirkan.


"Iya nih, dari Daniel juga." Andrea memperlihatkan ponselnya.


"Cakep banget sih, ih gemes pengen cepat-cepat lihat langsung." Girang Andrea seakan tak sabar menunggu hari esok.


"Besok anak kita enggak kalah cakep dari anaknya dobel D." kata Arshlan menimpali kegembiraan Andrea.


"Masih lama, sekarang yang ada baru anak mereka." sahut Andrea masih melihat gemas foto bayi Danisa di layar ponselnya.


"Sudah lihatnya, makanya segera di proses biar gak kelamaan jadinya." kata Arshlan sambil mengambil ponsel dari tangan Andrea.


Andrea hendak protes dengan yang suaminya lakukan tapi tidak jadi karena Arshlan terlebih dahulu menariknya dalam pelukannya dan ......


Silahkan berimajinasi sendiri ya readers tercinta...


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya ya readers tercinta. 🥰