Andrea

Andrea
Jumpa Arsh kembali



Matahari siang bergulir menuju sore, Andrea mengantar Danisa pulang kerumah orangtuanya, setelah itu ia langsung menuju stadion, Andrea rindu nostalgia masa lalu saat saat dimana ia sering dapat body shaming hanya karena tubuhnya yang sangat berisi.


Andrea memacu motor sportnya dengan kecepatan 80km/jam dijalanan yang tidak begitu ramai, tiba tiba ada motor yang menyalipnya, tapi Andrea cuek saja, biasalah namanya juga dijalan, tapi motor tersebut memperlambat laju motornya saat sudah berada didepan Andrea, dan Andrea yang sejak tadi melaju dengan kecepatan yang stabil langsung mendahuhului motor yang sempat menyalipnya tadi, tapi lagi lagi hal seperti tadi terulang lagi, sepertinya Andrea tertantang untuk membalap pengendara yang sama sama mengendarai motor sport besar, Andrea menggeber gas motornya dengan kecepatan hampir 100km/ jam untung saja jalanan tidak ramai, dan kecepatan mereka rupanya seimbang, Andrea memasuki kawasan parkir stadion entah yang menantang Andrea balapan mau menuju kemana Andrea tak peduli karena tujuannya hanya stadion.


"Gila aja tu orang, nantangin Andrea, ya jelas aja aku terpancing." gumam Andrea dengan tawa gelinya sambil memarkir motornya, saat ia membuka helmnya, orang tak dikenal yang menantangnya balapan tadi ternyata masuk dan parkir disamping Andrea.


"Gilaa, cewek ternyata!" seru suara seseorang dibalik helm yang parkir tepat dusamping Andrea, tapi Andrea cuek saja, ia pasang wajah dingin dan langsung berlalu dari hadapan cowok yang mengajaknya berpacu dijalan raya tadi.


Andrea berjalan mengelilingi stadion, hanya ingin jalan saja melepas rindu suasana dulu,


"Andrea!" seru suara seorang cowok yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri, Andrea menoleh ternyata Xander sedang duduk berdua Daniel, mereka melambaikan tangan mengajak Andrea gabung, Andreapun tak keberatan dan langsung menuju mereka berdua.


"Nona Andrea, kemarin aku mau mengajakmu main dikota ini belum kesampaian, eh malah tak sengaja ketemu disini" kata Xander sambil memberikan highfive Andrea pun menyambutnya, begitupun yang Daniel lakukan.


"Kemarin tiba tiba pengen kesini, rindu ibu dan suasana panti" kata Andrea sambil mendudukkan pantatnya disamping Xander


" Kok sendiri saja, mana sahabat kamu, biasanya kemana saja nempel" tanya Daniel menanyakan Danisa.


"Tadi barusan aku antar pulang" jawab Andrea


"Kenapa tidak kamu ajak sekalia?" sesal Daniel


"Dia belum ketemu ortunya, lagian kamu kenapa sih, kaya pingin banget lihat Danisa?" Andrea menelisik curiga kearah Daniel, sedang Daniel hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kutunggu progresnya bro!" kata Andrea sambil menepuk punggung Daniel.


Bersamaan dengan itu cowok yang mengajak Andrea balapan tadi tiba di hadapan mereka.


Deg!


Andrea langsung bisa mengenali cowok tersebut, tapi rupanya sang cowok tidak mengenali Andrea.


Andrea memandang ke Xander dan Daniel, sambil menggelengkan kepalanya pelan, rupanya mereka berdua paham maksud Andrea.


"Hey! mentang mentang sudah duduk sama cewek cantik trus kalian malah bengong lihat aku gitu?!" seru suara cowok yang baru datang tersebut, menanggapi itu Xander dan Daniel melakukan highfive kepada cowok itu yang ternyata seorang Arshlan.


"Gak gitu juga lah bang" jawab Daniel


"Kenalin ini bang, teman..."


"Pacar Xander...Dhara!" potong Andrea, sebelum Xander selesai dengan ucapannya. Membuat Xander dan Daniel terkejut dengan ucapan Andrea dan memandang bengong pada gadis itu, Andrea yang mengerti arti pandangan mereka segera mengedipkan mata kearah dua cowok ganteng tersebut.


" Bener nih udah punya pacar? kok kamu gak pernah cerita ke abang sih dek?" tanya Arshlan kurang yakin


"Yaa gimana? kita lebih sering disibukkan dengan urusan pekerjaan, jadi kita jarang bicara masalah pribadi kan?" alasan logis diutarakan Xander terlihat Arshlan mengangguk tanda mengerti.


"Iya juga sih" sahut Arshlan.


" Eh, tapi mukanya kaya gak asing gitu ya?" Arshlan masih memandang Andrea dengan lekat, Andrea yang jengah karena tatapan Arshlan memilih menghindar dari tatapan cowok yang semakin tampan diusianya yang semakin matang


"Abang lupa ya, kalau kita didunia ini punya lima kembaran" seru Daniel agar Arshlan tak menatap Andrea terus menerus.


"Aahh, bisa jadi begitu" sahut Arshlan


"Emang begitu bukan bisa jadi lagi" Xander menimpali


"Btw, cewek kamu jago balap juga ya dek" kata Arshlan


"Maksudnya?" Xander memandang Arsh dan Andrea bergantian


"Usia dewasa tapi kelakuan masih kaya bocah!" Ketus Andrea


"Siapa yang kamu panggil bocah?!" tanya Arshlan


"Ya kamu lah, sikap kamu dijalan tadi mirip bocah ngajak tawuran tau gak, apa lagi gabut kamu? trus cari masalah. untung cuma cewek yang kamu tantang balap, coba sama sama cowok gitu, bisa aja kamu gak diajak balapan tapi malah dihajar ditempat" cerita Andrea dengan wajah kesalnya.


"Ya gitu deh..." jawab Arshlan


"Siapa sampai duluan? Ahh pasti An, eh Andhara buktinya dia yang sampai disini duluan" Xander hampir saja menyebut nama Andrea


"Ternyata pacar aku gak cuma cantik, tapi jago balap juga" Xander meledek Andrea sambil menyenggol nyenggol Andrea dengan badan sampingnya.


"Gak lah, kebetulan aja." sahut Andrea cepat.


" Eh, ngapain sih pada disini kalau gak turun olah raga? pada lihatin body bohai ya!" tanya Andrea menyelidik.


" Gak gitu konsepnya neng...!" jawab ketiga cowok tampan itu kompak


" Lah kamu sendiri ngapain kesini? tanya Daniel


"Gak ngapa ngapain sih, pengen aja" jawab Andrea tak mau terus terang bahwa ia ingin bernostalgia, karena disitu ada Arshlan.


"Kalau gitu makan aja yuk! tuh kafe sebrang jalan aja, gak usah jauh jauh" ajak Arshlan.


"Aku nggak ikut aja, mau langsung pulang, takut ortu nungguin soalnya kan hari udah sore banget" Andrea menolak berdalih ingin pulang, karena ia tak sanggup berlama lama dengan adanya Arshlan diantara mereka


"Beneran nih gak ikut gabung?" tanya Arshlan meyakinkan


"Nggak, makasih lain kali aja, sayang aku pulang dulu ya"


Deg!


Dunia Xander seolah berhenti mendengar Andrea memanggilnya sayang.


"Malah bengong sih, aku pulang yaa" Andrea mengulang ucapannya sambil mengguncang sebelah bahu Xander,


"I-Iya.. aku antar sampai parkir yuk!" Xander segera berdiri untuk menemani Andrea sampai parkiran


"Duluan ya guys" pamit Andrea pada dua saudara Xander sambil berlalu


" Kita sekalian jalan aja yuk bang!" ajak Daniel kemudian mengikut dibelakang Andrea dan Xander tapi tidak terlalu dekat.


"Dre, kamu mau buat jantungku copot apa?" protes Xander pelan cenderung berbisik


"Kenapa emang? tanya Andrea seolah tak tau


"Kamu panggil sayang ke aku, kalau aku baper beneran bagaimana coba? kamu harus tanggung jawab" Kata Xander


"Biar lebih meyakinkan aja akting didepan kakak kamu" jelas Andrea.


"Kalau aku mau beneran bagaimana?" Xander menggoda Andrea


"Jangan rusak persahabatan kita dengan hal seperti itu Xan" Andrea memperingatkan.


"Iyaa, diajak sandiwara aja aku udah bahagia kok" kata Xander dengan senyum kecut yang tak diketahui Andrea, karena jujur Xander pun sudah tertarik dengan Andrea sejak awal bertemu, tapi sejak ia tahu kisah Andrea dan Arshlan, ia lebih bisa menahan diri.


"Dre, besok ada acara kumpul keluarga dirumah, mumpung kamu disini, kamu temani aku ya" pinta Xander sungguh sungguh


"Plese! jangan ada penolakan" Xander sangat berharap dan Andrea yang tadinya ingin menolak ajakan Xander jadi mengiyakan karena Xander telah membantunya bersandiwara didepan Arshlan


"OK, kamu jemput aku dipanti" jawab Andrea membuat Xander begitu gembira.


"OK, kamu boleh mengajak sahabat kamu itu kalau kamu takut gak ada yang kamu kenal, tapi andaipun sahabat kamu tidak ikut aku pastikan kamu gak bakalan kesepian karena aku gak akan biarin kamu merasa asing ditengah keluarga besarku" kata demi kata yang diucapkan Xander begitu menghipnotis Andrea ia sejenak merasa diawang awang, tapi dibalik itu Andrea juga takut membuat Xander terlalu berharap banyak tentang perasaan Xander padanya jika terus terusan bersandiwara seolah mereka pacaran sungguhan.


" Makasih Xen kamu memang cowok yang sangat baik" kata Andrea, bersamaan dengan itu mereka telah sampai ditempat parkir, lalu Andrea segera mengambil motornya dan berlalu dari tempat itu setelah berpamitan dengan ketiga cowok itu. Dan ketiganya berlalu menuju kafe seberang untuk mengisi perut mereka yang lapar.


...****************...