Andrea

Andrea
Cemburu?



Xander mengenalkan Andrea kepada keluarga besarnya yang telah hadir, tapi saat itu Arshlan dan juga kedua orang tua Xander belum datang.


"Eehh...! keponakan tante yang ganteng sudah berani bawa gadis ke keluarga besar.." sapa tante Xander dengan wajah sumringahnya.


"Namanya siapa cantik?" tanya sang tante pada Andrea


"Andhara tante" jawab Andrea tenang walau baru pertama bertemu dengan banyak orang baru.


" Nama dan orangnya sama sama cantik" puji sang tante sambil mencubit kecil pipi Andre, yang dipuji hanya senyum tersipu.


"Nah, kalau tanteku yang paling cantik ini tante Widya, mamanya Daniel" Xander menyebutkan nama tantenya yang menyambut mereka itu.


"Keponakan tante satu ini emang paling pinter kalau memuji" kata tante Widya sambil mencubit pipi Xander.


"Ehm, kamu kenal Daniel juga nak Dhara?" kini tante Widya berpaling ke Andrea lagi.


"Iya tante" jawab Andrea singkat.


"Oh ya, ngomong ngomong Daniel, mana anak itu Xen?" tante Widya jadi teringat anaknya yang belum datang.


"Tadi datang nya dibelakang aku kok tante, mungkin sebentar lagi juga masuk" Xander menjawab pertanyaan tantenya.


"Ooh, syukurlah kalau sudah datang, itu anak kan lebih sering kabur kalau diajak kumpul bareng begini" tante Widya mengeluhkan kebiasaan anak semata wayangnya.


"Ya udah tante, Xander menyapa yang lain dulu" pamit Xander, dan sang tante hanya mengangguk sebagai jawaban.


Xander sudah menyapa semua sanak familynya dan juga memperkenalkan Andrea pada semuanya, tapi belum juga nampak Daniel dan Danisa masuk menemui keluarga besar mereka, kemudian Xander kembali menemui mama Daniel.


"Daniel belum masuk juga tan?" Xander bertanya sambil melihat ke pintu masuk.


"Belum, apa jangan jangan kabur lagi tuh anak" gemas tante Widya mengingat anaknya yang jarang ikut kumpul keluarga.


"Kali ini tidak akan kabur tan, percaya Xander deh." Xander meyakinkan tantenya


"Suka tidak enak sama yang lain Xen, nanti dikira tidak mau kenal keluarga, dikira sombong." tante Widya menghawatirkan interaksi anaknya dengan keluarganya.


"Enggaklah tante, Mungkin yang sudah sudah bukan niat kabur tapi karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal tante." Xander berusaha menenangkan tantenya.


Dan Dari arah pintu masuk terlihat Daniel masuk menggandeng tangan Danisa, terlihat Danisa pun mau bergandengan dengan sukarela tidak terlihat sikap memusuhi dalam diri Danisa kepada Daniel seperti biasanya.


"Sepertinya ada yang salah deh sama mereka" gumam Xander yang jelas terdengar oleh Andrea dan juga tante Widya.


"Apanya yang sa...lah Xen..?" Pertanyaan tante Widya tenggelam bersamaan ia melihat Daniel berjalan menuju ke arah mereka dengan menggandeng seorang gadis.


"Ada yang salah enggak sih??" Xander, Andrea dan mama Daniel berseru tidak percaya dengan yang mereka lihat.


"Kompak beneerr..!" seru Daniel mendengar Xander, Andrea dan mamanya mengucapkan pertanyaan yang sama.


" Ini apa? main gandeng anak gadis orang, dimarahin orang tuanya nanti kamu" tante Widya hendak memarahi anaknya karena bergandengan dengan seorang gadis, Danisa beringsut agak kebelakang Daniel untuk bersembunyi sambil menundukkan wajahnya, ia takut mama Daniel tidak suka dengan keberadaannya.


"Jangan takut sayang, mama marahin Daniel bukan kamu" tante Widya nampak mengetahui sikap Danisa yang seperti ketakutan.


"Dan, bisa jelasin? tadi kamu masih jutek loh sama Daniel?" tanya Andrea seraya mendekati sahabatnya


"Kalau settingan kayanya gak mungkin deh, secara Danisa kan sebel banget sama Daniel." Xander beropini.


"Kok tante gak paham ya sama pembicaraan kalian?" tante Widya semakin penasaran.


"Danisa kan musuh banget kalau sama Daniel tan, kok sekarang nempel kaya amplop sama perangkonya." Xander menjelaskan tentang hubungan Danisa Daniel selama ini.


"Dia calon mantu mama." celetuk Daniel


"Whaaat??!!" seru Andrea dan Xander bersamaan.


"mana bisa biasa, sumpah deh, gak habis fikir." Xander menghela nafas kasar sambil gelengkan kepalanya.


"Benci dan cinta itu tipis batasnya jadi jangan pada heran gitu deh, kapan kapan aku ceritain kalau gak lupa." Kata Daneil semakin membuat mereka bingung saja.


" Oh ya sayang, kenalin ini mamaku perempuan paling cantik paling baik serumah." banyol Daniel dan langsung mendapat tepukan yang sangat keras dari mamanya di lengan Daniel, membuat semuanya tertawa, sedang Danisa yang dipanggil sayang nampak tersipu malu.


" Waaahh.. yang sudah ayang ayangan." goda Andrea membuat wajah Danisa semakin bersemu merah, lalu segera menyambut tangan tante Widya yang terulur kemudian mencium punggung tangan ibu dari sang kekasih


"Ya udah yuk, gabung sama yang lain." ajak tante widya pada semuanya.


"Oh ya Xen, papa mama sama kakak kamu gak datang?" tanya tante Widya saat mereka berjalan menuju seluruh keluarganya berkumpul.


"Mungkin masih dijalan tan, tadi mereka bilang mau datang, trus aku jalan duluan jemput Andhara jadi gak tau lagi, ya mudah mudahan saja lekas datang biar acara segera dimulai" jelas Xander.


Tak lama setelah mereka bergabung dengan seluruh keluarga, kedua orangtua Xander nampak hadir dan dibelakangnya Arsh berjalan dengan seorang gadis yang menggelayut manja di tangannya, tapi terlihat Arsh tidak nyaman dalam keadaan seperti itu.


Andrea menarik Xander kebelakang, agar keberadaannya tidak begitu terlihat, melihat siapa yang menggelayut tangan Arsh.


"Kenapa?" tanya Arsh.


"Siapa cewek yang bersama Arsh?" tanya Andrea


"Kenapa? cemburu?" tanya Xander dengan nada kurang senang


"Bukan begitu Xen" sanggah Andrea.


"Cemburu juga gapapa kok Dre, itu hak kamu." kata kata Xander semakin kurang enak didengar nadanya.


"Kamu kenapa sih Xen, kaya anak kecil tau gak sih?" Andrea merasakan gelagat berbeda pada Xander hanya karena ia menanyakan siapa gadis yang bersama Arshlan.


"Aku gak kenapa kenapa, emang kenapa dibilang anak kecil?!" seru Xander tertahan, mereka berdebat dengan suara pelan.


" Aku cuma tanya seperti tadi tapi kamu malah songong, aku gak ada cemburu sama siapapun ya.." Andrea merasakan nyeri saat berkata seperti itu, karena nyatanya nama Arshlan tetap ada dalam hati Andrea, ia pernah benci terhadap Arshlan tapi ia juga sulit melupakan.


Xander terlihat tidak senang karena dikatakan songong oleh Andrea, dia melihat kearah Andrea dengan raut sebal sambil menghela kasar nafasnya.


"Atau cewek itu tunangan Arshlan seperti yang pernah aku dengar tempo hari?" tanya Andrea pada Xander.


"Kenapa jadi banyak tanya tentang bang Arsh sih Dre?!" seru Xander masih dengan mode bisik bisik.


" Kamu yang kenapa jadi aneh! mending aku balik saja daripada kamu jutekin begitu." Andrea beringsut mencari jalan yang sekiranya terhalang dari pandangan banyak orang, Xander menahan tangan Andrea saat dilihatnya gadis itu benar benar merealisasikan ucapannya, tapi Andrea berhasil menepis tangan Xander dan segera pergi dari halaman samping gedung.


Xander buru buru mengejar Andre agar tak pergi, tapi terlambat kebetulan ada taksi lewat Andrea menyetop taksi tersebut dan berlalu dengan perasaan kesal.


Nampaknya ada mata yang memperhatikan mereka, yah, mata Arsh melihat Andrea yang berjalan terburu buru lalu Xander mengikuti. Tak lama Xander masuk dengan wajah lesu.


Melihat Xander, Danisa jadi celingukan mencari sahabatnya, tapi tak terlihat sosok Andrea dimanapun, perasaan Danisa tidak enak dengan melihat wajah Xander yang ditekuk seperti itu.


" Dan, sepertinya ada yang tidak beres antara Xander sama Andrea" bisiknya pada Daniel.


"Kenapa?" tanya Daniel yang tidak paham arah bicara Danisa.


"Aku tidak melihat Andrea, kalau seumpama lagi ditoilet atau lagi ngapain gitu kenapa itu wajah Xander ditekuk lesu sekaligus kesal" Danisa menjelaskan hal yang mengganjal hatinya kepada Daniel dengan raut muka khawatir


Mendengar cerita Danisa, spontan Daniel melihat ke arah Xander, memang terlihat muka kesalnya, kemudian Daniel memutar pandangannya untuk mencari Andrea tetapi tak menemukannya.


" Kita tanya Xander nanti saja, kalau waktunya pas." Daniel berbisik pada Danisa setelah meyakinkan pandangannya atas pernyataan Danisa.


"Kamu yang tenang ya, jangan khawatir begitu, coba deh kamu chat Andrea dimana dia sekarang." Saran Daniel sembari menenangkan Danisa, dan gadis itupun hanya mengangguk dan segera mengambil ponsel dari tasnya untuk mencari keberadaan Andrea.


...****************...