Andrea

Andrea
Nasehat Ibu



Triingg!!! Suara notifikasi pesan di ponsel Andrea


"Dre, aku lihat kamu gak ada lagi di acara keluarganya Daniel, dan aku lihat Xander begitu muram dan berantakan, apa yang terjadi Dre? where are you Dre? are you okey? " Andrea membaca pesan di ponselnya ternyata Danisa yang mengirim pesan untuknya.


"Astaga! sampai lupa!!" Seru Andrea tertahan sambil menepuk jidatnya pelsno0selepas membaca pesan Danisa


"Sorry Dan, kamu aku tinggal. sekarang aku baik baik saja , aku dalam perjalanan pulang naik taksi" Andrea mengirim pesan balasan kepada Danisa.


"Syukurlah kalau tidak kenapa kenapa, nanti acara selesai aku langsung pulang kerumah kamu" balas Danisa.


"Ya Dan, santai saja, kalaupun kamu tidak bisa datang jangan memaksakan diri, aku beneran gapapa kok" Andrea menjawab pesan Danisa lagi.


"OK" balas Danisa lagi.


Setelah beberapa menit, Andrea sampai ke rumah ibu Rima, setelah mengucap salam Andrea langsung masuk kamarnya, hal itu membuat ibu Rima heran, karena tidak biasanya Andrea begitu.


Tok-tok!!!


Suara pintu diketok dari luar kamar Andrea


"Dree?! Naakk?!" suara lembut bu Rima memanggil dari luar,


"Boleh ibu masuk?" tanya bu Rima, dan Andrea berjalan untuk membuka pintu.


"Ya buu" kata Andrea setelah pintu terbuka.


"Kamu kenapa nak?" tanya ibu.


" Dre gapapa kok bu." suara Andrea terdengar lesu.


"Jangan bilang tidak apa apa kalau sebenarnya ada apa apa, cerita ke ibu, tidak biasanya kamu begini, dan juga tadi kamu perginya dijemput, kenapa pulangnya sendiri, tadi sama Danisa pulang kok juga sendiri, ada apa?" serentet pertanyaan dilontarkan ibu Rima kepada Andrea.


"Dre lagi kesel aja bu" akhirnya Andrea buka suara mau mengatakan yang ia rasa.


"Kesal sama siapa nak? masa barusan pergi pulang pulang kesal" penasaran ibu Rima siapa yang buat anaknya kesal seperti itu.


"Xander" begitu singkat Andrea menjawab.


"Kenapa dengan nak Xander? ibu lihat dia anak baik baik masa iya bisa buat anak ibu kesal?" tanya ibu.


"Orang baik bisa songong juga kok bu, sekarang Xander contohnya!" Andrea menyahut pertanyaan bu Rima dengan berapu api.


"Ada akibat karena ada sebab nak" kata ibu.


" Cuma karena Andrea tanya siapa gadis yang menggandeng arshlan Dre dikatain cemburu bu, lalu kami berdebat, akhirnya Dre pulang.


"Coba ceritakan detailnya, biar ibu bisa tahu, siapa yang salah sebenarnya." ibu Rima meminta Andrea bercerita secara rinci dan dengan berat hati karena masih kesal Andrea mau bercerita kepada ibunya.


Andrea bercerita semua hal yang barusan dialami secara rinci.


Setelah Andrea selesai cerita, ibunya baru mengerti apa penyebab Andrea kesal, tapi ibunya malah tersenyum dibuatnya.


"Kok ibu malah tersenyum sih?" Andrea seakan lebih kesal karena ibunya malah tersenyum disaat ia kesal


"Kamu emang tidak peka atau pura pura tidak peka sih Dre..?" ibu tidak menjawab pertanyaan Andrea justru ibu Rima balik bertanya.


"Andrea gak paham maksud pertanyaan ibu" sahut Andrea sambil membaringkan tubuhnya di samping ibu Rima duduk.


"Xander cemburu nak" perkataan ibu membuat Andrea sontak bangun dari berbaringnya.


"Cemburu?" tanya Andrea mengulang yang ibu Rima katakan, dan ibu Rima mengangguk sebagai jawaban.


"Apa alasannya Xander cemburu?" entah memang tidak tahu atau karena otak Andrea yang loadingnya lama, ia malah tanya alasannya.


"Andrea Andrea..." gumam ibu sambil gelengkan kepalanya dan bibir mengurai senyum.


"Sekarang ibu tanya, apa yang kamu rasa saat melihat Arsh berjalan di gandeng gadis lain?" ibu ingin melihat reaksi Andrea.


"Andrea...." Gadis itu tak melanjutkan ucapannya, dan ibunya menangkap gelagat aneh pada wajah putrinya itu.


" Kok diam? kamu cemburu ya?" tanya ibu Rima menggoda Andrea


"Sedikit bu" jempol dan telunjuk Andrea diajukan didepan mukanya untuk memperlihatkan jarak yang sangat tipis.


"Mungkin Xander juga merasa seperti itu saat kamu bertanya tanya tentang Arsh dan gadis itu." terang ibu Rima.


"Itu artinya Xander..?" Andrea tak meneruskan ucapannya


"Nggak mungkin." Andrea menahan senyumnya disertai gelengan kepala.


"Apanya yang tidak mungkin nak?" tanya Ibu Rima


"Mana mungkin Xander menyimpan rasa untuk aku bu? tiap kita ketemu sekalu biasa saja reaksinya, gak kelihatan kalau dia ada rasa sama aku." Andrea mengurai senyum tidak percayanya.


"Tuhan maha membolak balikkan hati manusia nak, kamu harus ingat itu, dan juga karena Xander sering ketemu sama kamu mungkin ada pesona kamu yang mampu menarik hati Xander untuk menyimpan rasa sama kamu." Andrea hanya bisa menghela nafas panjang mendengar penuturan ibu Rima.


"Ya sudah nak, tidak usah terlalu kamu fikirkan, sekarang terserah kamu mau menanggapi bagaimana tentang nak Xander, bila kamu tidak ada rasa sama dia, jangan pernah memberi dia harapan, bersikap sewajarnya kalau perlu jaga jarak agar kamu tidak terlalu menyakiti perasaannya." nasehat ibu Rima dengan memperingatka Andre.


"Lalu bagaimana kalau kami sering bertemu disebabkan jalinan kerja sama antar perusahaan kami bu?" tanya Andrea.


"Bersikaplah profesional nak" jawab ibunya.


"Andrea tahu itu bu, tapi bagaimana dengan Xander, apakah dia bisa bersikap profesional?" Andrea seperti tidak yakin.


"Yakinlah nak, dia pasti bisa" ibu Rima menguatkan Andrea, dan hanya dijawab anggukan oleh Andrea.


"Terimakasih untuk nasehatnya bu, Dre lega sekarang. Andaipun benar Xander ada rasa suka sama Dre, biarlah itu menjadi urusannya, entah lambat atau cepat bila kami memang berjodoh pasti Tuhan akan membuka hati Dre untuk membalas perasaan Xander." terdengar rasa pasrah dari kata kata Andrea.


"Naahh, itu tahu kamu nak, pasrah dan berdo'a saja nak, entah siapapun nanti yang akan jadi jodohmu pasti dia pilihan terbaik yang Tuhan kirim untuk kamu." kata ibu Rima sambil mengelus punggung Andrea.


"Ya bu, aamiin.. ahh, Andrea jadi malu." Andrea tersenyum sendiri sambil menutup mukanya.


"Malu kenapa Dre?" tanya ibu.


"Gara gara ngomongin jodoh tadi bu." Jawab Andrea masih dengan senyum malu malu nya.


"Ada ada saja kamu itu nak nak..." ibu Rima hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat Andrea yang ia lihat serasa masih seperti anak anak saat merasa malu seperti itu.


Terdengar ketukan di pintu kamar Andrea, ternyata bi Darmi yang mengetuk.


"Ada apa bi?" tanya ibu Rima


"Itu didepan ada non Danisa dan temannya mencari nona Andrea bu." jawab bi Darmi, dan ibu Rima hanya memandang Andrea.


"Oh ya bi, terimakasih ya bi." Andrea segera bangun dan bi Darmi undur diri.


"Dre ke depan dulu ya bu, sekali lagi terimakasih." ucap Andrea sambil mencium dan memeluk ibu angkatnya tersebut, ibu Rima tersenyum melihat punggung Andrea yang semakin menjauh.


"Dan.!" panggil Andrea dan dua Dan, Danisa Daniel keduanya menoleh


"Kamu baik baik saja kan?" tanya Danisa sambil memegang kedua bahu Andrea


"Aku baik Dan, terimakasih selalu menghawatirkanku" senyum Andrea tak lepas ditengah ucapannya, diusapnya bahu Danisa agar tak terlalu merasa khawatir tentanf keadaannya.


"Syukurlah kalau begitu, aku tadi melihat Xander lesu dan agak berantakan trus kamu tidak ada aku jadi kepikiran" terlihat Danisa begitu khawatir, bibir Andrea menyungging senyum karena perhatian sahabatnya, lalu diajaknya Danisa duduk, bersama itu bi Darmi keluar membawakan minuman dan camilannya.


"Monggo silahkan diminum" tawar bi Darmi.


"Terimakasih bi." jawab ketiganya, dan bi Darmi segera undur diri.


"Bagaimana Xander sekarang Dan?" tatapan Andrea menuju Daniel


"Kaya masih uring uringan gitu Dre, tadi aku ajak kesini belum mau, mau tenangin diri katanya." jelas Daniel


"Ya sudah biarkan saja dia merasa tenang dulu, mungkin aku yang terlalu kekanakan dalam menanggapi ucapan Xander." kata Andrea sambil menghela nafas dalam, dan kedua sejoli itu hanya mampu berpandangan tak ingin banyak bertanya lagi karena takut membuat mood Andrea buruk lagi.


" Oh iya Dan, aku balik nanti sore, kamu bareng aku lagi kan?" Andrea menatap Danisa menunggu jawaban.


"Daniel nanti mau ketemu bapak ibu dulu Dre, aku diantar dia nanti jadi gak bisa temenin kamu, maaf ya Dre." sesal Danisa karena tak bisa bareng Andrea lagi.


"Iya, gapapa aku maklum lagi, waahh rupanya pada gerak cepat nih, gak nyangka Tom 'n Jerry bisa menyatu." goda Andrea sambil menggeleng gelengkan kepalanya, dan cuma ditanggapi tawa kedua insan didekatnya tersebut.


"Atau kamu bareng kita saja Dre" tawar Daniel


"Makasih Dan, aku sendiri duluan saja, gapapa kan Danisa?"


kata Andrea pada Danisa.


"Iya gapapa, sekali lagk aku minta maaf ya Dre gak bisa nemenin kamu, padahal kemarin kita berangkat bareng." Danisa seakan merasa sangat bersalah.


"Iya Dan, gapapa, jangan merasa bersalah gitu dong, seperti biasanya ajaaa" Andrea jadi gemas sendiri pada sahabatnya, dipeluknya Danisa dengan erat agar dia bisa lega dari rasa bersalahnya.


...****************...