
Xander kembali ke kantornya saat jam makan siang telah berlalu hampir empat puluh menit yang lalu dengan membawa apa yang Andrea inginkan.
"Selamat siang semua!" sapa Xander saat membuka pintu ruangannya.
"Lama banget sih? Memang belinya sampai di kota sebelah apa?!" Seru Andrea sambil mengambil kantong belanja yang dibawa Xander.
"Sayang, bilang terima kasih dulu sama Xander, baru kamu lanjutin ngomelnya sama dia." Tegur Arshlan pada Andrea tetapi menatap Xander dengan menahan tawanya.
"Bang Arsh, bisa-bisanya nyuruh lanjutin ngomelin aku." protes Xander di jawab tawa Arshlan
"Terima kasih. Walaupun sebenarnya sudah terlalu lama aku nunggunya!" ketus Andrea sambil membuka wadah ayam bakar pesanannya.
"Tadi kalau tidak mau menunggu kelamaan ikut sekalian saja mbak!" kata Xander masih menahan sabarnya.
"Aku ambil piring sama sendok ke pantry dulu." Arshlan beranjak dari duduknya
"Eh, jangan sayang! Biar adik kamu tercinta sekalian yang ambil, pokoknya hari ini aku mau nyuruh-nyuruh Xander." Kata Andrea menarik tangan Arshlan agar duduk kembali, dan menampilkan senyum manisnya kepada Xander.
"Keterlaluan banget sih kamu Dre, jadi kaya bocah begini!" seru Xander sambil berlalu keluar menuju pantry, saking kesalnya Xander di bantingnya pintu ruangannya saat keluar.
"Sayang, kamu mau ngerjain Xander atau kenapa sih? Kan kamu bisa minta tolong sama aku kalau mau sesuatu, tapi kenapa malah Xander yang kamu suruh-suruh?" tanya Arshlan pelan agar tak menyinggung Andrea yang sedang sangat sensitif.
"Aku sendiri tidak tahu sayang, rasanya aku mau makan sesuatu tapi Xander yang beliin, untung enggak aku suruh masak." jawab Andrea cuek. Dan Arshlan hanya menghela panjang nafasnya tak habis pikir dengan sikap Andrea saat ini. Tadi langsung sedih sampai menangis karena sedikit tersinggung dengan Arshlan, tapi sekarang seperti sangat antusias mengerjai Xander.
Xander masuk ke ruangannya kembali dengan membawa nampan berisi alat makan serta minuman buat Arshlan juga Andrea.
"Ini alat makannya nyonya, serta minumannya, mohon maaf bila pelayanan saya kurang berkenan di hati nyonya." kata Xander sembari meletakka nampan yang ia bawa.
"Terima kasih Xen." Arshlan yang menanggapi perkataan adiknya sedang Andrea hanya bersikap masa bodoh dan langsung makan dengan lahap, tak lupa ia menyuapi Arshlan karena suaminya itu merasa telah kenyang hanya dengan melihat Andrea makan.
"Maaf nyonya, ini sudah waktunya kerja kembali, saya akan melanjutkan pekerjaan saya." Pamit Xander masih dengan mode pelayannya, telihat Andrea memajukan telapak tangannya yang terbuka tanda mempersilahkan tanpa bersuara karena ia tengah asyik menikmati makan siangnya.
"Aku ke toilet sebentar." kata Arshlan sambil berdiri dan menuju toilet yang ada di ruangan tersebut.
"Xen, sini makan dulu, kamu belum makan siang kan?" Andrea menyuruh Xander untuk makan dahulu, apalagi makanan di hadapannya masih cukup banyak.
"Terima kasih nyonya, tadi saya sudah makan sebelum balik ke sini." Tolak Xander.
"Enggak mau tahu, pokoknya kamu harus makan!" seru Andrea sambil berjalan menuju meja Xander dengan membawa piring berisi makan siang yang sedang di nikmati Andrea.
"Ini makan, ini baru aku ambil bukan sisa." Andrea menyerahkan piring yang dibawanya.
"Buat bang Arsh saja mbak, aku sudah makan tadi." tolak Xander karena memang dia sudah sangat kenyang.
"Arsh sudah makan, sudah kenyang, sekarang giliran kamu yang makan, kalau enggak mau nyuap sendiri, sini aku suapin, aak." Paksa Andrea membuat Xander kembali kesal.
"Mbak, aku benar-benar sudah sangat kenyang, kalau mbak Andrea sudah tidak mau makan lagi ya sudah taruh saja di meja, nanti dibawa pulang sisanya." Kata Xander dengan lembut.
"Tapi aku pingi lihat kamu makan, aak..!" perintah Andrea yang tak bisa lagi dibantah Xander, dengan menahan kesal akhirnya ia mau membuka mulutnya, bersamaan dengan itu pintu terdengar di ketuk dari luar, tanpa menunggu jawaban pintu sudah di buka, kalau seperti itu pasti Kinanti yang akan memberikan laporan kepada Xander.
"Eh! Maaf pak, bu. Saya kembali saja nanti." Kinanti terlihat canggung menyaksikan adegan di depan matanya, ia melihat Andrea sedang menyuapi Xander.
Tak berapa lama Kinanti berjalan menuju pintu, saat melewati Andrea Kinanti mencuri-curi pandang pada Andrea yang masih sibuk dengan makanannya. Andrea yang merasa ada yang melihat sontak mendongakkan kepalanya dan matanya langsung bertemu pandang dengan mata Kinanti.
"Hai kamu sekretaris Xander ya, ini masih ada makanan yang belum di buka, kamu bawa saja ya!" kata Andrea sambil menyodorkan satu kotak makanan pada Kinanti.
Kinanti yang semula kaget dan merasa takut kena marah Andrea karena telah lancang memandang kepada istri bosnya itu menjadi sedikit lega karena ternyata Andrea malah memberinya makanan.
"Terima kasih bu, tapi tidak usah saya sudah makan tadi." tolak Kinanti karena merasa tidak enak hati.
"Jangan menolak, terima saja ya!" paksa Andrea.
"Terima saja Nan, mumpung ibu bos sedang mode baik." kata Xander pada Kinanti dan mendapat tatapan tajam Andrea karena mengatainya sedang mode baik.
Kinanti yang melihat cara Andrea menatap Xander segera menerima kotak makanan yang Andrea berikan.
"Terima kasih ibu Daniswara, kalau begitu saya permisi ke ruangan saya." pamit Kinanti langsung pergi setelah Andrea mengangguk dan tersenyum kepadanya, bersamaan dengan perginya Kinanti Arshlan keluar dari toilet.
"Sayang, kita pulang sekarang yuk! Aku harus berangkat ke kota sebelah sore ini juga." Ajak Arshlan sambil duduk di samping istrinya.
"Ya sudah ayo pulang, aku mau ikut kamu saja, tidak jadi tinggal di sini." sahut Andrea.
"Segeralah, jangan kembali dalam waktu yang lama, bikin repot saja." Gumam Xander yang terdengar jelas di telinga Andrea.
"Sudahlah sayang, tidak usah lagi ditanggapi candaan Xander, ayo kita segera pulang saja." Andrea yang sudah bersiap membuka mulutnya untuk memarahi Xander langsung mengatupkan bibirnya lagi karena perkataan Arshlan.
"Kamu selamat tidak aku amuk ya." kata Andrea sambil menunjuk Xander.
"Terima kasih sudah mau direpotin dek, abang pulang dulu." pamit Arshlan.
"Terima kasih adik iparku yang baik, aku pulang dulu, jangan lupa di beresin ya!" Pamit Andrea
"Iya nyonya, hari ini saya siap sebagai pelayan yang baik bagi anda!" Xander berbicara sambil menekankan perkataannya agar Andrea merasa tersindir, alih-alih tersindir Andrea justru mengangkat dua jempol tangannya.
"Abang pulang dulu." kata Arshlan sambil membuka pintu diikuti Andrea. Seperginya kakak dan kakak iparnya Xander berkali-kali menghirup dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam agar bisa rileks kembali, seharian ini ia benar-benar telah di kerjai oleh kakak iparnya yang pernah mencuri hatinya.
Xander hendak membuka pintu untuk memanggil cleaning service untuk membersihkan ruangannya ketika pintunya lebih dulu terbuka dari luar tanpa mengetuk lebih dulu.
"Ada apalagi mbak?!" tanya Xander berseru melihat siapa yang telah mengejutkannya.
"Buka hatimu buat sekretaris cantik kamu tadi, dia bukan tipe penjilat seperti yang lain, cocok banget sama kamu." Andrea meninggalkan pesan kepada Xander agar mendekati sekretarisnya dan langsung pergi sebelum mendapat jawaban Xander.
"Tahu saja kamu mbak, semoga segalanya diberi kemudahan." gumam Xander sambil tersenyum sendiri mengingat perkataan Andrea barusan.
...****************...
Like komennya ditunggu ya readers tercinta,
Kalau ada banyak typo mohon di maaf yaa 🥰