Andrea

Andrea
Office Girl



Andrea memutuskan pulang cepat, ia berubah pikiran sejak bertemu dengan Xander dan seluruh penjelasannya, ia tak berniat melanjutkan lagi liburannya, Danisa hanya bisa memaklumi keinginan Andrea.


Hari pertama awal pekan, kebanyakan orang akan berteriak "IHATEMONDAY! tapi tidak dengan Andrea, ia begitu bersemangat hari ini.


Ia bergegas turun untuk sarapan saat mamanya masih sibuk menata berbagai menu dimeja, sedang sang papa sudah duduk menunggu sambil mengecek laporan yang dikirim kak Andra.


"Semua sudah siap, ayo kita mulai sarapannya" mama yang sudah selesai menyiapkan sarapan langsung duduk disamping papa, kemudian semua makan dengan tenang.


"Pa, ma, Dre berangkat dulu ya, takut kesiangan" Andrea mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya, belum mendapat jawaban apapun dari orang tuanya, ia telah hilang dibalik pintu ruang depan.


"Cepet banget tuh anak makannya" gumam mama dengan heran


"Biarkan saja ma, mungkin lagi seneng senengnya melakukan aktifitas baru, ngantor" timpal sang papa


"Eh, tapi perasaan ada yang salah deh sama Andrea, atau penglihatan mama yang mulai kabur?" entah apa yang dilihat mama Arini, sampai terheran seperti itu.


"Udah, lanjut saja sarapannya" kata papa Arga sambil mengelus punggung sang istri.


Andrea telah sampai diparkiran basement kantornya, ia lebih cepat sampai karena mengendarai motor kegemarannya. Kebetulan ia berjumpa dengan pak Randy asistennya, kedua orang itu memang selalu paling awal datang.


"Selamat pagi pak Randy" sapa Andrea pada asistennya, sedang yang disapa terlihat kaget.


"Ehh, nona Andrea, selamat pagi juga nona, apakah hari ini saya tidak salah lihat?" Randy memandang Andrea dengan seksama memastikan bahwa yang dilihat benar Andrea.


"Pak Randy ngapain lihat saya seperti itu??" tanya Andrea sambil mengibaskan tangannya didepan muka Randy.


"Tidak menyangka nona penakluk motor sport rupanya, dan ini apa anda tidak salah pakaian nona?" Randy menunjuk pakaian yang dipakai boss nya.


"Saya hari ini sedang ingin jadi office girl pak, biar saya bisa mengetahui karyawan saya yang giat dan yang malas malasan" Andrea menjawab rasa penasaran asistennya.


"Ooh, itu maksud nona? baiklah saya mendukung nona, kebetulan belum begitu banyak karyawan yang tahu pengganti pak Abimana, jadi nona akan lebih mudah menjalankan misi anda" ucap Randy hanya ditanggapi amggukan kepala oleh Andrea.


"Ya sudah pak, saya masuk duluan" pamit Andrea


"Iya nona silahkan, saya juga akan masuk" Randy mengikuti langkah Andrea tepat dibelakangnya, mereka beriringan masuk lift dan langsung menuju lantai teratas gedung itu.


"Semangat nona Andrea, anda akan menemukan banyak karakter dalam diri karyawan anda." Randy memberikan sedikit gambaran pada Andrea.


"Pasti seperti itu pak, seorang yang tulus dan bukan penjilat, dia akan menghargai sesama pekerja walaupun hanya seorang OG atau OB, and now show time!" Andrea menyunggingkan smirk dibibirnya, kemudian segera menuju ruangan khusus OB dan OG.


"OG baru ya?" sapa seorang OB yang sedang menyiapkan peralatan kebersihannya.


"Iya" jawab Andrea singkat.


" Kamu, kerja yang penting kerja aja ya, kalau dapat bentakan atau dikomple yang berlebihan sama staf gak usah diambil hati, kita cuma OB, jadi walaupun kita benar kadang tetap disalahkan, tapi tidak semua staf seperti itu, ada juga yang ramah kok" OB tersebut memberikan semangat kepada Andrea


"Kalau kepala OB disini bagainana kak"? Tanya Andrea


" Beruntung kepala OB di divisi kita ini termasuk baik"


"Syukurlah, saya jadi agak tenang, maklum anak baru" Andrea berakting senatural mungkin


"Oh ya, nama kamu siapa?" tanya si OB


"Adi Gunadi, panggil saja Gugun" OB yang bernama Gugun menyebutkan namanya.


"Oh ya Dhar, kamu bersih bersih dilantai koridor sama bersih bersih kaca saja ya, karena kamu masih anak baru takutnya nanti ada kesalahan kalau bersih bersih ruangan, apalagi ini lantai khusus dewan direksi, nanti aku beritahu tugasnya seperti apa kalau sudah istirahat, yuk, segera kerja gak enak sama yang lain kalau kelamaan" OB Gugun segera berlalu menuju ruangan yang akan dibersihkan, sementara Andrea yang diberi sapu alat pel dan alat pembersih kaca oleh Gugun, segera pergi ke tempat yang Gugun tunjukkan.


Waktu istirahat, saat semua rekan OB dan OG pergi ke kantin ia segera menyelinap ke ruangannya, dimana Randy sudah menunggunya dan menyiapkan makan siang yang ia pesan kepada Randy.


"Makan siang sudah siap nona, selamat menikmati dan selamat istirahat" Randy hendak keluar ruangan saat Andrea bersiap menyantap makan siangnya


"Pak Randy temani saya makan ya, saya sedang ingin cerita banyak sama bapak, oh atau bapak sudah ada janji sama siapa?"


Andrea menahan Randy agar tidak keluar ruangan.


"Ohh, saya tak ada janji dengan siapapun nona, tapi.." Randy ragu karena sungkan harus menemani Andrea makan


"Santai saja lah pak, kita sedang istirahat saya juga istiraha pasang tampang dingin saya" Andre menyunggingkan senyumnya membuat Randy tidak merasa sungkan lagi. Keduanya makan sambil ngobrol tentang pengalaman pertama Andrea menjadi OG, ternyata dewan direksipun ada yang agak semena mena terhadap OB


"Apakah besok nona masih akan jadi OG lagi?" tanya Randy.


" Mungkin saya seminggu ini akan berperan jadi OB pak" jawab Andrea penuh semangat.


" Untung anda belum resmi diperkenalkan dan tiap hari anda datang paling awal, jadi anda bisa menjalankan ide anda dengan bebas" kata Randy yang hanya ditanggapi senyum Andrea.


Istirahat selesai Andrea dan Randy masih terlibat pembicaraan didepan ruangan Andrea, kebetulan Raisa melihat mereka karena Raisa ingin mendatangi ruangan randy.


" Wow..wow..wow..!! seorang office girl berani sekali menggoda asisten boss!" seru Raisa sambil berjalan mendekat.


" Jaga bicara anda nona Raisa!" Randy berseru sambil menatap tajam pada Raisa


" Kenapa pak Randy? anda suka digoda sama office girl rendahan seperti dia?" tunjuk Raisa di muka Andrea tapi tatapan wajah tetap pada Randy.


"Kalau anda tidak mengerti duduk permasalahannya jangan asal bicara nona Raisa atau anda akan mendapat penyesalan yang amat sangat" ucap Randy dingin dengan tatapan tajamnya kepada Raisa


" Hah! seorang atasan dan bawahan yang jauh dibawahnya, terlihat bicara sangat intim seolah tidak ada rasa segan, apalagi namanya kalau tidak menggoda dan mau digoda?" ucapan Raisa semakin ngaco.


"Permisi pak, saya kembali bekerja lagi" pamit Andrea tak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan pembicaraan Randy dan Raisa


"Tunggu dulu!" cegah Raisa saat ia mengingat sesuatu tentang Andrea


"Bukankah kamu cewek songong tempo hari yang aku temui dilobby kan? ternyata cuma jadi office girl padahal tempo hari lagaknya selangit, oohh.. jangan jangan waktu aku pertama ketemu sama kamu di luar kota itu kamu sedang menemani cowok berduit ya?" rasa penasaran tapi juga hinaan keluar dari mulut Raisa


"Apa maksud anda menemani?" Andrea kurang paham dengan kata kata Raisa


"Pantas saja kamu hanya jadi pegawai rendahan kata kata umum saja kamu tidak paham, ya open BO lah!" seru Raisa dengan gaya centilnya.


"Maaf nona, saya memang tidak paham dengan kata kata yang menurut anda sangat umum karena bagi saya itu kata yang sangat asing, oohh jangan jangan justru anda sendiri yang berlaku seperti itu, permisi" tajam kata kata Andrea dan langsung meninggalkannya begitu saja membuat Raisa berang, ia ingin mengejar Andrea karena telah berani berkata seperti itu, tapi Randy langsung menarik lengan Raisa untuk mengurungkan niatnya.


"Cukup nona Raisa!" seru Randy sambil menatap tajam Raisa


"Sebaiknya anda segera kembali keruangan anda kalau anda tidak ingin menyesal seperti yang saya katakan dari awal" lanjut Randy, kemudian berbalik meninggalkan Raisa, dan terlihat raut amarah diwajah Raisa karena niat semula ingin mendekati Randy jadi kacau karena Andrea.


...****************...