
Lima hari Andrea dirawat intensif di rumah sakit, kini dia sudah bisa pulang, dia harus istirahat di rumah dahulu paling tidak dua hari untuk menjalankan kesibukannya lagi, kali Andrea tidak bisa membantah lagi demi kesehatannya.
Hari pun berlalu, kini Andrea sudah masuk kantor lagi.
"Selamat pagi bu Andrea, apakah kondisi anda sudah benar benar fit saat ini." Sapa Randy yang juga menghawatirkan kesehatan Andrea.
"Selamat pagi juga pak Randy, saya sudah sangat sehat." jawab Andrea.
" Syukurlah kalau begitu bu, sekarang waktunya fighting lagi dengan pekerjaan.
Laporan mingguan lalu yang menumpuk karena Andrea tidak masuk sudah menunggu dicek dan ditanda tangani oleh Andrea.
"Apa ini pak?" tanya Andrea pada Randy saat dirinya menemukan undangan diantara tumpukan berkas
"Itu undangan pertemuan antar CEO bu Andrea" jawab pak Randy lalu Andrea segera membuka undangan itu disitu tertulis bahwa pertemuannya akan dilaksanakan tiga hari lagi, untung pertemuan itu dilaksanakan dikota Andrea saat ini, jadi ia tidak harus ribet mempersiapkan segala sesuatunya.
Acara itu diadakan untuk tukar pikiran mengenai pembahasan kinerja dan upaya peningkatan sumber daya manusia yang kompetitif untuk kemajuan bersama.
***
Hari pertemuan itupun tiba, acara itu dilaksanakan di ballroom salah satu hotel mewah di kota tersebut. Andrea datang ditemani Randy selaku assistennya.
Tamu undangan sudah lumayan banyak yang datang ketika Andrea sampai, kebanyakan tamu yang datang adalah lelaki pimpinan perusahaan yang sudah berusia matang, ada juga yang masih muda tapi hanya sebagian kecil saja, pemimpin perusahaan perempuan pun ternyata hanya Andrea, walaupun ada beberapa perempuan yang hadir di acara tersebut tetapi mereka adalah asisten dari para pemimpin peruaahaan yang hadir.
Tampaknya undangan mendekati lengkap, saat acara akan dimulai, ada peserta lagi yang hadir yang sangat menyita perhatian Andrea.
"Arshlan..." gumam Andrea yang ternyata didengar Randy
"Ya bu Andrea ada apa?" Randy bertanya karena dia pikir Andrea sedang mengajaknya bicara, tetapi melihat Andrea yang fokus kemana dan ditanya tidak ada reaksi disitu Randy baru tahu, siapa yang sedang diperhatikan Andrea, akhirnya dia memilih diam.
Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian peserta undangan diperkenalkan satu persatu, MC membacakan daftar peserta yang hadir tapi tidak dibacakan siapa pimpinannya.
Satu persatu pimpinan memberikan sambutan maupun salam perkenalan serta menjelaskan secara rinci mengenai upaya upaya serta isu perkembangan perusahaan serta pengoptimalan sumber daya manusia.
Tiba saatnya bagi Andrea mengungkapkan ide dan opini ke hadapan publik yang hadir, Andrea yang berpenampilan elegan dengan blazer coklat susu dan celana warna senada serta sapuan make-up tipis diwajahnya membuat penampilan Andrea fresh dan cantik natural dan memukau peserta yang hadir dengan segala ide pemikirannya tak terkecuali Arshlan, ia terlihat tak bergeming saat Andrea memaparkan segala idenya, yang ia tahu, Andrea adalah pacar Xander saat pertemuan beberapa waktu yang lalu, tapi ia tidak menyangka ternyata Andrea yang diketahuinya sebagai Andhara adalah pimpinan dimana perusahaannya saat ini sedang menjalin kerja sama, melihat Andrea bicara di muka forum ia seperti melintas waktu, ia seperti merasakan de ja vu, tapi ahh bukan, secara fisik saja mereka beda, batin Arshlan.
Acara dihentikan sementara selama satu jam untuk isrirahat makan siang dan segala keperluan lainnya.
"Maaf, boleh saya gabung?" sapa sebuah suara ditempat yang diduduki Andrea dan Randy.
"Silahkan pak" Randy yang menjawab sementara Andrea hanya menatap dingin lelaki yang meminta gabung
"Ibu Andhara pacar Xander kan?" Arshlan, orang yang baru datang itu langsung bertanya, Andrea hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Maaf ibu Andrea, apa kita permah bertemu sebelumnya ya? maksud saya sebelum pertemuan kita setelah balapan itu." pertanyaan Arshlan membuat Randy yang mendengar spontan terbatuk karena tersedak makanan
"Pak Randy jangan didengerin, mungkin beliau salah orang." kata Andrea sambil menyodorkan segelas minum untuk asistennya.
" Bu Andrea saya permisi sebentar." Randy yang pengertianmemberikan ruang bagi mereka.
"Bu Andrea, Andhara, mana nama kamu yang sesungguhnya?" entah kenapa Arsh merasa ada yang Andrea sembunyikan.
Deg!
"Panggilan itu hanya Andrea yang sering mengatakannya, apakah?" batin Arshlan.
"Dre, kamukah ini?" Arshlan bertanya dengan nada sendu.
Andrea memandang Arshlan tidak percaya, tapi ia segera menetralkan air mukanya, rupanya Arshlan menangkap gelagat tersebut.
"Dre?" panggil Arshlan, tapi Andrea tak bergeming, ia tak mau Arshlan mengetahui siapa dia sebenarnya, tapi nampaknya Arshlan terlalu pintar membaca raut muka sehingga gelagat dan perubahan raut muka Andrea dapat dengan mudah dibacanya.
"Andrea, aku tunggu penjelasan kamu sepulang acara ini, kamu jangan coba coba melarikan diri sebelum rasa penasaranku terjawab hari ini juga!" kata kata Arshlan terkesan memgancam, tapi ia hanya butuh jawaban, karena bersamaan dengan itu acara telah dimulai kembai.
***
Akhirnya pertemuan itu usai disore hari, Andrea dan Randy bergegas menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
"Andrea!" sebuah suara memanggil Andrea, dan pemilik nama pun menoleh ke sumber suara.
"Arsh?! Kenapa aku harus nengok sih?!" gumam Andrea.
"Ya bapak Arshlan? ada yang bisa saya bantu?" tanya Andrea saat Arshlan sudah sampai didepannya.
"Seperti yang aku bilang siang tadi, kamu harus jelasin ke aku." tagih Arshlan.
"Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagi pak, mungkin kebetulan nama saya sama dengan gadis dimasa lalu bapak." Andrea mengelak.Terlihat raut kekecewaan di wajah Arshlan.
"Ya, mungkin ekspektasi saya yang terlalu tinggi, maafkan saya bu Andrea." Arshlan mengalah, ia tidak mau memaksa minta penjelasan lebih detail lagi.
"Tidak masalah pak, kalau begitu saya permisi." Andrea segera menuju mobil yang sudah menunggunya.
"Oh iya pak Arshlan!" Andrea berbalik menuju Arshlan kembali saat teringat sesuatu.
"Ada apalagi bu Andrea memanggil saya?"
"Sebaiknya bapak berhati hati dengan tunangan bapak, permisi." Andrea langsung berlalu tanpa menunggu reaksi Arshlan selanjutnya.
"Bu Andrea! Apa maksud anda?!" Seru Arshlan penasaran dengan perkataan Andrea, tapi Andrea tak menghiraukannya dan segera masuk mobil yang akan mengantarkannya pulang.
"Apa maksud bu Andrea tadi ya? padahal aku belum pernah saling bertemu secara langsung saat berdua sama Icha." Arshlan masih merasa bingung atas peringatan Andrea.
"Aahh..! waktu acara keluarga aku lihat gadis yang berjalan tergesa dan dikejar Xander, apakah itu ibu Andrea ya? Kemungkinan besar sih ia karena sebelum acara kami sempat kenalan, kecuali kalau Xander punya cewek lain dan pas acara ngajak cewek satunya, ahh setauku Xander bukan tipe cowok seperti itu, aahh entahlah!! Kamu sudah buatku pusing Andrea!" Arshlan???? menghentikan monolognya sambil mengusap wajhnya kasar serta mengacak rambutnya, bersamaan dengan itu asistennya datang mendekat untuk segera mengajaknya pulang karena sore sudah merangkak menuju malam.
...****************...
Duuhh!! ngetiknya sambil ngantuk ngantuk nih, kadang tulisan udah jadi karena ngantuk jadi kehapus sebagian secara tidak sengaja atau pun sebaliknya, ada tambahan tulisan yang gak jelas karena kepencet lama.
Selamat berpuasa hari ke 7