Andrea

Andrea
Ketahuan



"Mas, ayo besok temani aku liburan, teman temanku bawa pasangan masa aku sendirian saja, mau ya mas.." Raisa sedang merayu Randy untuk mau menemaninya ke acara dia dan teman temannya.


Andrea yang hendak masuk keruangannya jadi mengurungkan niatnya itu.


"Maaf nona Raisa saya tidak bisa" tolak Randy, mendengar itu Andrea hanya tersenyum miring


"Kenapa sih mas, bukankah kamu cuma sendiri, gak ada yang akan keberatan kalau kamu pergi, dan juga ngomongnya jangan formal gitu lah, kita cuma berdua ini." Raisa semakin bersikap sok manja kepada Randy.


"Biar bagaimanapun kita masih dikantor, jadi kita harus bicara formal walaupun kita cuma berdua. Dan mohon maaf saya benar benar tidak bisa membantu anda karena saya ada kesibukan sendiri" Randy tetap menolak ajakan Raisa


"Ayolah mas, kali ini saja aku minta tolong" Raisa masih memohon


"Anda perempuan yang sudah punya calon suami, alangkah baiknya anda pergi bersama calon suami anda, bukan malah mengajak lelaki lain yang tidak punya hubungan apapun, saya tidak mau dicap sebagai perusak hubungan orang" Randy menolak tegas dengan memasang wajah dinginnya.


"Kita buat hubungan kita sendiri mas, dia tidak akan tau karena dia ada diluar kota" Raisa berkata dengan suara sensualnya sambil mendekati Randy dan ingin duduk dipangkuannya, tetapi Randy lebih sigap, ia segera berdiri dari duduknya sebelum Raisa berhasil duduk dipangkuannya.


Bersamaan dengan itu Andrea masuk membuat keduanya terkejut, terlihat dua ekspresi berbeda antara Randy dan Raisa, Randy terlihat lega, sedang Raisa terlihat kesal.


"Hey! kamu kan office girl itu, lancang sekali kamu main masuk diruang CEO!" seru Raisa marah


"Saya bisa jelaskan nona" Kata Rendy canggung.


"Hah, nona?!" Raisa tidak percaya dengan yang didengarnya.


Andrea menatap Raisa dingin dan tajam.


"Pertanyaan anda tadi harusnya saya yang mengatakannya nona Raisa, kenapa saat jam kerja anda malah keluyuran, dan dengan lancangnya anda masuk ruang CEO dan hendak berbuat mesum diruangan ini?" merah padam wajah Raisa mendengar perkataan Andrea


"Jaga mulut kamu, kamu hanya pegawai rendahan tak sepantasnya mengoreksiku." Raisa tak terima dengan omongan Andrea


"Kalaupun saya hanya pegawai rendahan, setidaknya saya tidak merendahkan harga diri saya seperti yang telah anda lakukan terhadap pak Randy, beliau sudah jelas jelas menolak anda, tetapi anda malah melakukan hal menjijikkan seperti tadi" tajam kata kata Andrea membuat Raisa semakin berang, dan hendak menyerang Andrea.


"Cukup nona Raisa!!" teriak Randy saat melihat gelagat Raisa.


" Kenapa kamu membela pegawai rendahan seperti dia sih mas?!" protes Raisa tidak terima


"Anda lihat dimeja CEO itu nona Raisa Andini yang 'terhormat' nama siapa yang tertera dipapan nama itu?" Randy menekankan kata terhormat yang ia ucapkan kepada Raisa, lalu Raisa melihat ke meja yang ditunjuk Randy.


"Andrea A Abimana" gumam Raisa membaca tulisan yang tertulis di papan nama meja CEO


Deg!!


"Jangan-jangan" batin Raisa sambil melihat ke arah Andrea.


"Cukup pak Randy, tak perlu anda menjelaskan ini kepada pegawai seperti dia, karena bagaimanapun lama lama yang baik akan terlihat begitupun sebaliknya, dan saat ini saya melihat secara langsung didepan mata saya, pegawai seperti apa yang pantas dipertahankan dan mana yang pantas untuk diganti"


Deg!!


Kata kata Andrea seolah sulit dicerna oleh Raisa, ia berpikir tidak boleh kehilangan pekerjaan yang menurutnya sangan strategis dan enak karena selama ini ia sering ongkang kaki dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada rekan kerjanya, ia masih duduk dikursi empuknya saat ini karena koneksi dari salah satu dewan direksi, jadi rekan kerjanya tidak berani lagi menegur Raisa yang suka seenaknya karena takut dengan ancaman pemecatan yang selalu dilontarkan Raisa.


"Baru beberapa minggu saya aktif datang di kantor ini, sedikit banyak saya sudah mengetahui bagaimana tabiat dan juga absensi pegawai di kantor ini, dan saya telah mencatat nama anda sebagai salah satu pegawai yang sepantasnya diganti" Kata dan tatapan mata Andrea tajam mengintidasi Raisa.


"Maafkan semua kata kata saya nona, saya benar benar tidak tahu kalau anda pengganti bapak Abimana" Raisa menghiba dengan tampang melasnya.


"Manusia yang baik adalah dia yang bisa menghargai orang lain bukan dari kedudukan semata, karena sikap seperti itu tak lebih hanya sebagai seorang penjilat, sekarang anda keluar dari ruangan saya, dan kerjakan tugas tugas anda, jangan hanya makan gaji buta!" kata kata tegas Andrea seolah membuat otot tubuh Raisa dilolosi, kaki seakan berat menopang tubuhnya, belum pernah ia semalu saat ini.


"Untuk saat ini saya masih bisa mentolelir ucapan kasar anda terhadap saya, dan saya beri anda kesempatan untuk memperbaiki kinerja anda dalam waktu satu bulan kedepan, bila anda masih seperti yang sudah sudah, mohon maaf kalau saya harus mengganti anda kepada orang yang sepantasnya, ssekarang silahkan anda kembali keruangan anda" Raisa berjalan tertunduk, dengan lesu dia kembali keruangannya.


"Maaf bila saya telah memyalahgunakan ruangan anda untuk hal yang tidak penting nona, tapi saya tidak dengan sengaja melakukan itu, karena tadi saat saya menata berkas yang akan saya laporkan kepada anda, tiba tiba nona Raisa masuk tanpa mengetuk pintu, dan merayu saya agar mau menemani dia ke acara yang dia adakan bersama teman temannya" Rendy menjelaskan semua kepada Andrea secara rinci.


"Saya percaya anda pak Rendy, anda memang harus berhati hati dengan wanita macam nona Raisa, karena dia sangat pintar memutar balikkan fakta, kecuali dia tertangkap basah seperti tadi, intinya kita harus sama sama waspada" Andrea berpesan pada Randy


"Saya tau nona, jujur saya sering berpikir untuk mau saja dengan ajakan nona Raisa, sebagai lelaki normal saya harus menahan diri dengan sekuat tenaga karena nona Raisa sering berbuat lebih, yahh seperti yang anda lihat tadi nona, andai nona tidak segera masuk entah apa yang terjadi dengan saya." Randy tak sadar mencurahkan isi hati dan kecemasannya, dan Andrea yang mendengar itu hanya mampu menahan senyumnya, tak mau asistennya yang masih lajang itu merasa malu


"Ya sudah pak Randy, silahlan lanjutkan pekerjaan anda, saya akan memeriksa laporan yang anda bawa tadi" Andrea berjalan ke meja kerjanya dan Randy pun keluar menuju ruangannya sendiri.


Sementara Raisa yang baru saja kembali tidak memasang wajah pongah seperti biasanya, ia tertunduk lesu, dan tak banyak bicara membuat rekan satu kerjanya merasa bertanya tanya dan saling pandang.


"Sejak kapan nona Andrea masuk menggantikan bapak Abimana?' tanya Andrea kepada semua rekan kerjanya


"Sejak anda mengajukan cuti beberapa waktu lalu nona" salah satu bawahannya menjawab


"Kenapa tidak ada yang memberitahuku?!" tanya Andrea dengan marah tertahan.


"Maaf nona, bukannya kami tidak mau memberitahu nona, tapi anda sangat jarang ada dalam ruangan, saat ada kami sedang serius mengerjakan kerjaan kami masing masing, atau kalau tidak, anda sering tidak menghiraukan omongan kami" salah satu staf membeberkan alasan atas pertanyaan Raisa.


"Ya sudah, sekarang kerjakan tugas masing masing dan jangan ada yang membicarakanku dibelakang, aku sedang tidak baik baik saja atau kalian akan tahu akibatnya." Dalam keadaan sudah tersudut saja Raisa masih sempat mengancam stafnya, apalagi kalau masih diatas angin??


...****************...


Happy reading semua, semoga pembaca sekalian suka dengan ceritaku


Berbelit belit?? yahh gapapa lah, kan biar jelas aja jalan ceritanya.


Kalau kurang jelas, berarti sudah waktunya pakai kacamata baca 🤩