Andrea

Andrea
Weekend



Andrea memarkirkan mobilnya dibasement gedung perusahaannya saat melihat Raisa sedang bermanja manja merayu pak Randy, ada rasa geli Andrea saat melihat pemandangan itu yang terlihat Randy juga merasa risih atas tingkah Raisa, tapi Andrea tak ambil peduli, ia segera berlalu dari tempat itu sebelum nereka tau keberadaannya, tapi ada yang mengganjal dipikirannya.


"Dari awal pekan lalu aku masuk kerja, kenapa aku baru lihat wanita itu hari ini" batin Andrea, dan saat ini adalah akhir pekan, hari kelima Andrea aktif dikantornya.


Sebelum Andrea masuk keruangannya ia meminta tolong security untuk memanggil staf HRD


Tak berapa lama pintu diketok dari luar dan segera masuk staf yang diminta datang keruangannya.


"Selamat pagi nona Andrea" sapa staf tersebut


"Selamat pagi, silahkan duduk ibu" Andrea mempersilahkan duduk ke ibu staf HRD, usianya terlihat jauh diatas Andrea.


Staf itu segera duduk di kursi depan meja Andrea.


"Ada yang bisa saya bantu nona? sang staf bertanya.


"Sudah berapa hari ibu Raisa tidak masuk kantor?" tanya Andrea balik.


"Beliau mengajukan cuti dari awal pekan kemarin nona, seharusnya beliau masuk dari hari rabu, tapi entah kenapa saya belum melihat beliau masuk hari ini" sang staf memberikan keterangan berbeda dengan data yang sudah Andrea lihat


" Terimakasih atas informasinya, sekarang anda boleh kembali keruangan anda" Andrea menyuruh staf itu kembali.


"Baik nona, permisi" pamit sang staf diangguki Andrea.


"Untung anda salah satu staf yang jujur, sehingga tidak ikut manipulasi absensi seperti yang sudah manager anda lakukan" batin Andrea dengan smirk dibibirnya.


"Pak Randy, saya titip kantor untuk hari ini, karena saya ada keperluan mendadak" Andrea menuju ruangan Randy berpamitan kepada asistennya.


"Baik nona, nanti akan saya kirim laporan kerja harian ke email nona" Kata Randy


"Terimakasih pak, oh ya pak, saya harap anda berhati hati dengan ibu manager HRD, jangan sampai anda jatuh kedalam permainannya" pesan Andrea membuat Randy terkejut dengan muka penuh tanya


"B-Baik bu, saya mengerti" gugup Randy menjawab


"Ya, tadi saya memergoki kalian berdua ditempat parkir, kalau itu jawaban yang ingin anda dengar, permisi.pak" Jelas Andrea dan segera berlalu dari ruangan itu.


......................


"Dan, besok ketemuan yuk kangen nih" Andrea menelpon sahabatnya yang juga bekerja dikota yang sama dengan Andrea


"OK, ketemu ditempat biasa atau kamu jemput aku? kata Danisa dideberang telpon


"Aku jemput kamu saja, enak berangkat bareng" jawab Andrea


"OK, aku tunggu beneran yaa" Danisa sangat berharap.


"Iyaa, ya udah lanjut kerjanya, ntar kena marah boss lagi, bye" pamit Andrea


"Bye juga Andrea" jawab Danisa


"Loh! kok sudah dirumah lagi? dari kapan?" tanya mama Andrea yang baru selesai olahraga masuk dari halaman belakang.


"Iya ma, baru aja Dre masuk rumah" jawab Andrea.


"Kenapa tidak jadi ngantor, ada masalah?" mama semakin ingin tahu.


"Masalah dikerjaan itu akan selalu ada ma, tapi Dre pulang bukan karena ada masalah, ada data data yang Dre baca kurang sesuai, kalau dirumah, Dre lebih bisa konsentrasi untuk mengeceknya ma" terang Andrea kepada mamanya


" Ooh, begitu. semoga saja ketidak sesuaian itu tidak sampai merugikan perusahaan" haarap mama.


"Hey, ada apa ini kok bicara tentang rugi merugi?" tanya papa yang tiba tiba ada didekat mereka, dan mama yang menjawab rasa penasaran papa.


Mereka menatap layar komputer ruang kerja dengan seksama, yah, memang ada perbedaan data, rupanya ada pengeluaran fiktif yang Andrea temukan dari bagian keuangan.


"Rupanya mereka menganggap remeh penggantiku" gumam papa.


"Baru sebulan aku tinggal sudah ada pengeluaran fiktif yang tidak sedikit, rupanya mereka menganggap kamu remeh Dre" geram papa dengan mata memerah menahan marah.


" Dre tau pa, makanya Dre ingin lebih mempelajari data data itu apa ada dari divisi lain yang berbeda laporan dengan pengeluaran" kata Andrea diangguki paham oleh kedua orang tuanya.


" Papa percaya kamu, dan juga Randy bisa kamu andalkan untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya" papa menguatkan Andrea


" Iya pa, Andrea melihat terlalu banyak penjilat dikantor kita" terlihat kilatan marah dimata Andrea, dan kedua orang tuanya memberikan kekuatan dengan usapan lembut dipunggung Andrea.


......................


"Mau kemana kita Dre? kok jalannya malah keluar kota ya?" tanya Danisa penasaran.


" Pengen weekend suasana baru Dan" jawab Andrea


"Emang mau kemana?" tanya Danisa lagi


"Laut" jawab Andrea singkat, terlihat binar wajah ceria Danisa


"Pantaiiii... I'm comiiing!!" teriak Danisa sambil melongokkan kepalanya keluar mobil, dan hanya disambut gelengan kepala Andrea


Sekitar dua jam perjalanan, Andrea memasukkan mobilnya ke halaman luas dengan deretan beberapa cottage.


"Kok kesini Dre? katanya pantai?" Penasaran memenuhi wajah Danisa.


" Nginep disini kita, biar puas kamu minum air asin" jawab Andrea sekenanya disambut tepukan keras dipundaknya


" Ngaco kamu!" sang pelaku mengerucutkan bibirnya.


" Udah ayo turun, biasa aja tu bibir kalau gak pingin aku gigit"


'Ihh, najis amit amit" sahut Danisa dengan cepat turun dari mobil sambil mengusap usap bibirnya, sementara Andrea hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya yang berjalan meninggalkannya dengan gerutuan masih keluar dari bibirnya.


"Hey Dan! emang kamu tau cottage nomor berapa buat kita? main nyelonong aja!" seru Andrea bertolak belakang arah dengan Danisa, lalu Danisa dengan tergesa berbalik mengikuti Andrea yang hanya tertawa dengan tingkah sahabatnya.


"Bikin malu aja kamu Dre" gerutu Danisa saat sampai disamping Andrea


"Yeee, pelaku kok ngaku korban, huh...!!" canda Andrea sambil berlalu dengan tawanya menuju tempat pengelola cottage untuk meminta kunci, setelah itu mereka menuju cottage sesuai nomor yang dipesan Andrea


"Haaahhh...!! nyamannyaaa..." Kata Danisa sambil menjatuhkan tubuhnya kekasur sambil menggerakkan kaki dan tangannya seperti anak kecil yang kegirangan.


"Kaya bocah kamu Dan kalau begitu" goda Andrea


"Bodo amat" sahut Danisa cuek tidak menghentikan kesenangannya itu.


"Turun pantai nanti agak sorean aja ya Dan, ini masih terlalu panas, sekalian ngerehatin badan dulu, capek dua jam jadi sopir kamu" kata Andrea tetap dengan godaannya kepada Danisa.


"Iyaa, lagian kenapa kamu gak bawa asisten kamu biar kamu gak jadi sopir aku" sungut Danisa dengan lucunya.


"Asisten aku cowok Daaann, kamu mau satu kamar sama dia, biar sekalian kamu dijadiin istrinya" hahaha... kelakar Andrea dengan penuh geli membayangkan Randy yang dingin dengan Danisa yang super bawel


"Mau dong kalau emang masih lajang, ehh, ganteng gak?" tanya Danisa dengan mupengnya.


"Sialan kamu, sumpah baru kali aku bener bener malu jadi teman kamu" Andrea menutup muka dengan kedua tangannya sambil geleng geleng kepala sementara Danisa hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya gegara ucapannya.


...****************...