
"Mami... Papi... jangan ngejekin Sofia dong.. udah Ya....!! " Nanda memelas ke Orangtuanya Itu..
Dika dan Mia tak Bisa mengendalikan tawa mereka sedari tadi. Sofia menutup seluruh wajahnya dengan telapak tangannya, Rasa nya Sofia ingin bersembunyi saat ini. tak menemukan tempat bersembunyi hanya wajahnya saja yang di tutup..
Nanda yang gemas memeluk Sofia dan mencium kening Sofia berkali-kali..
"Udah dong Mi.. Kasihan Sofia.. lagian Nanda emang udah lama ngajak Sofia Nikah.. tapi selalu di tolak Alasannya masih mau bebas.. sekarang Sofia berubah fikiran gegara tante Itu ananda ingin ngasih hadiah sama mereka..!! "
Sofia memukul dada bidang Nanda, Nanda mengaduh manja..
"ngapain tante menor Itu diberi hadiah...?? aku nggak setuju kamu kasih hadiah... awas aja....!! " ancam Sofia mendongak kesal didada bidang Nanda..
Nanda mengecup sayang Kening Sofia lagi. sungguh kecanduan Baginya menciumi Kening mulus Sofia lalu mengusap Kepala Sofia dengan sayangnya..
Dika mengangguk-ngangguk, Mia menutup mulutnya sendiri. sungguh Calon menantunya Ini sangat menggemaskan...
"Mami mau memberinya penghargaan Juga...!! " sahut Mia terkikik..
"Mami....!! " Rengek Sofia dengan wajah kesalnya
entah dari mana Sikap itu datangnya.
hingga Semua Orang tergelak, Sofia menekuk wajah cantiknya tak terima..
Ke esokan Paginya Nanda dan Keluarga nya pergi ke Kontrakan kecil Sofia..
Roby yang memakai Kursi Roda ingin lepas saja jantungnya saat membuka Pintu Keluarga terpandang itu datang ke Gubuk mereka kalau bagi Orang Kaya seperti Dika dan Mia ..
"Papi.. Mami... ini Kakak Sofia Roby....!! " Sofia memperkenalkan Roby..
"Hai....!! " Sapa Mia ramah..
"Ooh... Haii.. Nyonya.. Silahkan masuk Nyonya.. Tuan....!!" Roby memberi jalan Untuk Dika dan Mia..
Roby memberi kode pada Rivo dan Anex yang masih tertegun dengan tamu mereka..
"Sofia buatin Minum ya Mi.. Pi...!! " Selah Sofia sopan..
"Iya sayang...!! " sahut Mia tersenyum manis..
"Ada apa gerangan Tuanku dan Nyonya Datang ke Gubuk Kami...?? apa Kami ada menyinggung Tuan atau Nyonya..?? maafkan Kami Tuan... maafkan Kami Nyonya....!! " tunduk Roby seadanya sebab duduk dikursi Roda
Roby merasa Ada kesalahan hingga Kedua Orang penting ini datang ke Rumahnya bahkan dia lupa Kalau Orang terhormat didepan nya ini adalah Orangtua Kekasih adiknya sendiri..
Nanda yang bingung persekian detiknya tertawa lepas, Roby melirik bingung Nanda yang tertawa. Mia terkikik lucu, Sedangkan dika tersenyum tipis..
"Kami mau melamar Adikmu untuk Putra Kami..!! boleh kan...?? " tutur lembut Mia..
Roby membelalak tak percaya..
"Hemmm.. Kita tak menerima penolakan.. mereka saling mencintai.. Kamu tidak akan menolak Kan...?? " Sambung Dika dengan serius..
Roby, Rivo dan Anex menggeleng-geleng kepala dengan cepat..
"Saya setuju Tuan.. Nanda sangat Baik Pada adik saya.. Saya juga tau mereka saling mencintai.. Saya tidak mau kehilangan Sosok pria hebat seperti Nanda.. yang mencintai Adik saya dengan tulus...! " jelas Roby sedikit gugup..
"kalau begitu kita deal Ya...!! " Mia mengulurkan tangannya ke Roby. Roby dengan gugup menyambut tangan Mia..
"Abang....!!" Pekik Amera berlari senang ke Arah Nanda dan melompat memeluknya..
"mati aku...!! " Umpat Anex ketakutan...
"tenanglah.. mereka memang cukup dekat... !!"
Ujar Rivo menepuk Pundak anex..
"Hei... bagaimana keadaanmu Mera...?? " tanya Nanda gemas..
"Siapa Nanda...?? " tanya Mia semangat..
"Ini Adik Kecil Sofia Mi.. walaupun tidak memiliki hubungan darah..!!" Perkataan Nanda membuat Anex terharu..
Dika dan Mia menahan tawa. Nanda melirik papinya yang menertawainya.m, Roby menahan tawa begitu juga Rivo. Anex yang merah padam Karna takut adiknya yang buat kesalahan...
Nanda tertawa canggung,, "Kenalkan mera.. ini Mami dan Papi Nya Abang...!! " Nanda membalik Tubuh mera menyuruhnya menyapa Orangtuanya..
"Halo Mami... Papi...?? kenalkan nama saya Amera...!! " Salam ala Putri raja Amera.
Anex menepuk jidatnya saat adiknya dengan lancangnya memanggil Orang terpandang itu dengan sebutan Papi dan Mami..
"iiih.. gemes banget dehh... Jadi pengen punya anak lagi...!! " Gemas Mia tanpa sadar sambil memeluk Mera..
Dika menyeringai mendengarnya,, "dengan senang hati sweety ..!! " bisik Dika..
Mia mendengus saja ke Suami mesumnya..
"Mami sama Papi tampan dan Cantik banget Ya.. pantesan aja abang Nanda tampan banget...!!" Puji Mera dengan polosnya...
"Kenapa begitu...?? " tanya Dika penasaran isi kepala Anak kecil ini..
"bukankah tampan dan Cantik itu didapatkan dari Keturunan Orangtuanya...?? " tanya Mera dengan polosnya...
"Aah..maafkan Saya Nyonya.. Tuan...!! Adik saya suka ngawur kalau ngomong.. maafkan adik saya Tuan.. Nyonya...!! " selah Anex bersimpuh didepan Dika..
"Kok ngawur sih Bang...?? Mera anak pintar...mana ada Mera ngawur...!! " bantah Mera tak terima
Rivo segera membekap mulut polos Mera tanpa tau dengan siapa dia berbicara. Roby jadi gelagapan..
"Kenapa di bawa kabur...?? Anak Itu Pintar loh...!! " tanya Mia tiba-tiba menatap tubuh Mera di gendong oleh Rivo dan dibelakangnya ada Anex..
"berapa usianya...?? " tanya Dika
"10 tahun...!! " jawab Nanda cepat..
"Iya 10 tahun Pi. Amera memang pintar padahal dia tidak sekolah tapi dia tau ilmu Komputer, bahasa inggris, dan Ilmu iPA ...?? " selah Sofia tiba-tiba
"Bagaimana bisa tau...?? " tanya Mia tak percaya..
"belajar dari Kami Mi... komputer dari Kakak Sofia (roby), unggris dari Sofia kadang dengan Rivo.. ilmu IPA dengan Nanda kadang dengan Abangnya Anex...!! " jawab Sofia jujur.
"kita bicarakan Nanti ya tentang Amera.. pembahasan kita beda. Kok jadi hal lain sih yang dibicarakan...!! " Potong Nanda dengan nada merajuk..
mereka semua tergelak melupakan tujuan awal datang ke Rumah sofia..
Hanya beberapa Jam saja. Roby sudah akrab dengan Kedua orangtua Nanda, awalnya menyeramkan dan takut karna Papi Nanda orang yang sangat disegani dan ditakuti semua Orang. baik kalangan bisnis maupun kalangan Mafia serta dari kalangan bawah sekalipun, semua takut pada sosok Dika, Gio juga Nanda..
"ternyata Tuanku RanDika Sangat asik ya...!! aku kira dia sangat sombong dan angkuh.. ternyata punya sisi lain kalau bersama Nanda, Sofia dan istrinya sendiri.! " Gumam Roby senyam-senyum sendiri..
"Aku juga baru tau...!! " sahut Rivo juga..
"Apalagi aku...!! aku kira Tuanku Randika yang terkenal kejam dan tak punya hati ternyata punya sisi lembut ...!" Sambung Anex..
"bahkan Mereka mendoakan aku biar cepat sembuh...!!
padahal Kaki dan Tangan aku udah agak mendingan... cuma kalau kaki rada sakit kalau dipaksa
berjalan...!! " Ringis Roby melirik pergelangan Kakinya..
"Cepatlah bisa berjalan.. Besok kita di suruh Nona Ke Perusahaan Kingdom estate.. Sudah saatnya menunjukkan diri Kata Nona...!! " Rivo berkata sambil menepuk pundak Roby..
Anex terkekeh..
"Aku belum siap...!! " rengek Roby memutar Kursi Rodanya dan menekan Remotnya mengejar Rivo..
Anex menutup pintu Rumah mereka, Sofia pergi keluar dibawa oleh Nanda.. entah apa rencana Nanda saat ini..
.
.