Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Ulahmu



Sofia menangis bagai Anak Kecil yang belum pernah melihat darah padahal Sofia Mantan Mafia, darah bukanlah perihal biasa..


"emang Sofia minta apa Sih La....?? " tanya Kania berharap Pelayannya mendengar pertengkaran Nanda dan Sofia..


"Hm... Kayaknya Ice Cream gitu Nyonya....!! " Jawab Lala serius..


Kania mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Pekerja Rumahnya.. "Ice Cream....?? "


"Iya Nyonya.. tuan Kecil tidak mengizinkan Nona Kecil makan Ice Cream... Nona Nekad Pergi dari Rumah walaupun hujan deras... Nona Bilang akan Ke Rumah Kakak nya dan Makan Ice Cream disana....!! " jawab Lala lagi..


Kania akhirnya mengerti,, "Ya Tuhan... Seharusnya Nanda menurutinya.. Sofia kan sedang hamil muda.. Permintaannya Harus di turuti.....!! "


"Apa Nyonya? Nona Kecil sedang berbadan dua...?? " Lala berusaha memastikan pendengarannya Tidak salah..


"Iya... Ayo Kita beli Keluar La....!! " Ajak Kania menarik tangan Lala Menuju Kamarnya..


Kania memakai Bajunya yang teronggok dilantai dan keluar dari Kamarnya membawa Kunci Mobil. Gio sedang kelelahan hingga tak Bangun dari tidurnya..


Kania dan Lala keluar dari Rumahnya bersama Pekerjanya, hujan sudah mulai reda..


"Sudah sayang... Aku baik-baik aja....!! " bujuk Lembut Nanda mengusap Air mata Sofia yang keluar tiada habisnya..


"Lihatlah.. matamu jadi sembab Gini sayang.. lucu tau....!! " Goda Nanda mengusap Kedua pipi Sofia..


Sofia masih menangis...


"Heii.. macan betina Ku....!! " Ejek Nanda.


Sofia terhenti menangisnya tiba-tiba dan menatap Nanda,, "Siapa yang Kamu panggil Macan Betina...?? "


"Tidak ada....!! Aku tidak memanggilmu Itu.. Aku memanggilmu Sayang....!! " Elak Nanda dengan seriusnya. .


"Jangan mengelak dan Jangan berpura-pura bodoh... Aku tau kau bohong... Jujur Saja.....!! " Ancam Sofia dengan tersendat-sendat karna Sesegukannya..


"Aku memanggilmu Sayang....!! " lembut Nanda..


"Tidakk.... Aku Jelas mendengarnya Siapa yang kamu sebut Macan Betina....?? "


"Kapan aku menyebutmu Macan Betina...?? " tanya Nanda dengan polosnya seolah tak pernah berkata Itu..


"Itu tadi... Kamu sebut Macan Betina....!! Siapa.....??? Apa Aku....??? " Sofia mulai Ancang-ancang mau menangis..


Nanda begitu Panik dan memeluk Sofia,, "nggak sayang... Aku hanya mencontohkanmu saja tadi."


"Astagah Kenapa Sofia...?? 2 Minggu Menikah apa begini Sikap sofia...?? Tidak.. Tidak... Aku jelas Tau Ini bukan tingkah Sofia... Aku bahkan tidak pernah melihatnya menangis.. Sekarang Sofia Malah Jadi Gadis cengeng...!! Ada apa Ini sebenarnya...?? " batin Nanda


"Kamu sebut Aku Macan Betina tadi... Hiksss... Hiksss... Aku hanya Sofia... Sofia... Aku bukan Macan Betina.. Hiks.. hikss......!! "


"Iya Sayang... maafkan Aku... Aku tidak akan pernah menyebutmu Itu lagi....!! " bujuk Nanda mengecup Puncak Kepala Sofia..


"Tuh Kan.. berarti Kamu emang nyebut aku Macan Betina Tadi.. iya Kan.. ??"


"enggak Sayang... nggak ada... Aku hanya.... hanya.........!! " bantah Nanda menggantung..


"Huaaaaahh.... Hiks. hikss....!! "


Nanda makin panik dengan kelakuan tak biasa Sofia Kenapa Istrinya Jadi Sensitif... ?


"Sayang.. Udah Ya... Maafin Aku... nih Aku juga Sakit disini....!! " Nanda meletakkan telapak tangan Sofia di dadanya..


Isak tangis Sofia terhenti seketika,, "Kok... Jantungmu berdetak Kencang.....?? "


Nanda melongoh dengan Sikap Sofia yang berubah lagi,, "Apa Sofia Punya Kepribadian Ganda...? jelas jantungku akan begini kalau bersama nya ? "


"kamu Sakit ya...?? Kita ke Rumah sakit Yuk...!! " Ajak Sofia menghapus air matanya sendiri..


Nanda tidak tau mau menangis atau bahagia melihat Sofia Kini.. hanya bisa bengong dengan wajah bodohnya.. seumur hidup Nanda tidak pernah merasa kesulitan dalam mengurus apapun, Nanda selalu punya jalan keluarnya tapi Kenapa menghadapi Satu Wanita saja dia tidak sanggup.. bahkan buntu... tak menemukan jalan Keluar nya..


"Sayang... Kaki Aku lemas.. dirumah aja Ya....!! " Bujuk Nanda memijit Kakinya sendiri. .


"Hah...?? Kakimu juga Sakit....?? " tanya Sofia makin Panik..


Nanda Kembali terlonjak Kaget saat Sofia menangis kencang lagi..


"Sayang.....!! Sofia... Sayang.....!! "


"Kamu udah sakit Jantung,, tangan Kamu juga berdarah.. sekarang Kakimu.. Aku belum mau Jadi Janda... Aku nggak mau Kamu mati.... Aku Cinta Kamu Nanda.. Huaaah... Hiks.. hiks....!! " Teriak Sofia Terputus-putus..


"tuh Kan.. sekarang nambah lagi Penyakitnya.. kepalamu mau meledak... Huaaaahhh.... Nanda jangan mati....!! Nandaa...... Aku nggak mau kamu mati....!! "


"Ya Tuhan....!! " Nanda bersimpuh lemas di lantai Marmernya Kini..


tangis Sofia makin kencang melihat Nanda yang bersimpuh tak berdaya bagai Orang yang sudah menyerah dengan hidup..


Nanda tak bisa berkata-kata, kepalanya memang mau meledak saat ini. dia tidak bisa mengatasi Sofia.. ada apa dengan Sofia.. mungkin kalau terus bwrlanjut Nanda akan gila..


"Heii... Apa yang kalian lakukan.. ??" tanya Kania Terkekeh.


Sofia sesegukan melihat ke arah Kania, matanya sembab Karna menangis sejak tadi, namun matanya tertuju pada Plastik yang dibawa Kania.


Sofia menghapus air matanya dan berlari mengekori Kania seperti anak Anjing minta dikasih makan, mata Sembabnya Kini berbinar melihat banyaknya Es Krim yang dibeli Kania..


Kania memasukkan Semua Es Krim Itu di Kulkas kamar Nanda dan Sofia..


"Kamu mau yang mana sayang....?? " tanya Kania Tersenyum manis..


"Strawberry....! enggak.. enggak... Vanilla....!! " Jawab Sofia antusias..


"Kalau begitu Strawberry duluan Ya.. habis ini baru ambil yang Vanila...!! " Kania memberikan Ice Cream bungkus berwarna merah...


Sofia mengangguk-ngangguk senang, Sofia langsung membukanya dan duduk di bawah Kulkas seolah melindungi Es Krim nya tidak diambil Orang..


Kania mengusap Kepala Sofia lalu pergi dari Sofia ke Arah Nanda yang masih mode patung, Kania membiarkan Sofia melakukan apa yang dia mau karna tau itu bawaan Bayinya..


"Sayang....!! " Kania mengusap kepala Nanda.


Nanda perlahan mendongak,, "Apa berbulan-bulan saling mengenal itu tidak berguna GranMa..?? Kenapa Sofia jadi begini setelah 2 Minggu menikah... ??" Lirih Nanda..


"Itu karna Mu....!! " Jawab Kania terkekeh..


"Karna Nanda. .? emang Nanda melakukan Apa...?? "


"dia sedang mengandung benih mu... Jadi bersikap baiklah padanya.. turuti apapun Kemauannya...!! " Bisik Kania..


DUARR......!!


bagai disambar petir malam hari ini, Jantung Nanda makin berdebar Kencang matanya berkaca-kaca, Bibirnya Kelu tak bisa bicara..


"bawaan Bayi nya seperti itu.. sekarang temani apapun yang dia lakukan. besok bawa dia Kerumah Sakit...!! "


Kania tau Nanda sedang berusaha menenangkan diri dari keterkejutannya kini, Jadi Kania pergi dari Kamar mereka dengan senyum merekah dibibirnya..


Nanda menatap Sendu Sofia yang lahapnya makan Es Krim,, "Pantas saja Sofia berubah drastis.. Dia jadi cengeng seperti anak Kecil... ya Tuhan Terimakasih atas Segalanya...! "


sungguh dia tidak tau Kalau Sofia sedang ngidam...


.


.


"Aakh... enak nya... !!" bahagia Sofia melihat banyaknya sampah disekitarnya..


Sofia menghabiskan hampir Separuh dari Es Krim yang dibeli Kania tadi sampah berserakan pun tidak peduli Kania membeli banyak tadinya....


Nanda yang tersenyum haru sejak tadi segera bangkit dari duduknya dilantai, Nanda mengutip semua sampah-sampah Itu dan meletakkannya di tong sampah..


"Sayang... gendong....!! " Rengek Sofia merentangkan tangannya..


Sofia bahkan melupakan kejadian tadi, Dia tidak lagi menangis tapi mata nya masih sembab..


Nanda tersenyum begitu tampannya dan mengecup Bibir Sofia,, "Aku Mencintaimu Sayangku Sofia...!! "


Sofia tersenyum lebar segala Es Krim ada di pipi Sofia, belepotan bak anak Kecil anehnya Nanda bahagia melihat Itu apalagi Kania bilang Sofia sedang hamil dan aneh karna dirinya..


Iya juga kan.. Nanda yang menghamili Sofia harus terima apapun resiko nya walaupun Kepalanya mau pecah menghadapi Sofia tadinya..


.


.


.