Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
mencari buronan



Nanda Kini ada di Wisma milik para Bodyguard Papinya..


"Bagaimana Paman....?? " tanya Nanda serius...


Mereka semua berdiri tegap berbaris sisi Kiri dan Kanan Nanda, sementara Rindu berdiri didepan Nanda..


"Ini Tuan Kecil...!! saya menemukan identitas Wanita Itu dengan bantuan Tuan Adam."


"Aah... Iya.. bang adam Kan juga Mafia... Kenapa Aku tidak kepikiran...?? " Gumam Nanda mengangguk faham..


"lanjutkan Paman....!! " titah Nanda sambil membuka lembaran laporan Rindu..


"Dia adalah Putri Mafia dari Keluarga Racless... Mafia ternama Nomor 2 di Negara Meksiko..dari tujuannya menyakiti Nona Saya belum tau penyebabnya Tuan.. maafkan Saya....!! "


"paman bicara apa sih...?? Sekarang tugas Paman selesai.. Silahkan Paman tidur Seharian Ini.. Terimakasih sudah mencarikan Informasi penting ini....!! "


"tapi Tuan Kecil.. Saya Baik...! " sergah Rindu tergantung melihat tatapan datar Nanda..


artinya Nanda tak bisa di bantah...


"baiklah Tuan Kecil... terimakasih Atas Kemurahan hati Anda...!! " tunduk hormat Rindu..


mata Rindu memang merah saat ini, kalau dipaksakan Rindu bisa pingsan di tempat, Nanda tau dari siapapun Kalau Rindu sangat pekerja Keras..


Rindu adalah Orang Kepercayaan Dika setelah Vano.. bedanya dengan Vano, Vano bertugas melayani Dika penerus Mahadiningrat Kalau Rindu Bertugas mengabdikan dirinya pada Keluarga Mahadiningrat.. Siapapun yang membutuhkannya pasti Rindu akan selalu didepan..


seperti Kiran, Mia dan Nanda.. Sekalipun Kania dan Gio dan Otomatis Sofia Juga.. sumpah setianya selalu dia jaga..


"Paman Jangan Khawatir... ada mereka yang melindungi Nanda ..!! " tunjuk Nanda dengan ekor matanya..


"Baik Tuan Kecilku....!! " lirih Rindu..


Nanda tersenyum dan mengangkat alisnya satu karna Rindu belum juga pergi dari hadapannya..


"Aah... Iya... permisi tuan Kecil...!! " senyum canggung Rindu..


Rindu segera berjalan cepat ke arah kamarnya..


"2 diantara Kalian jaga tempat ini.. Kita tidak tau kapan musuh akan datang, Paman Rindu sedang istirahat.. Jangan biarkan dia terganggu tidurnya...! "


"Baik Tuan Kecil." Jawab mereka semua Serentak..


Mereka segera berunding menunjuk 2 Orang yang menjaga tempat mereka..


Sementara Nanda kembali membaca Biografi Wanita yang sedang dia cari..


"Rose MonRacless...!! " Gumam Nanda pelan dengan tatapan dinginnya..


"Akan aku temukan kau walau sembunyi di ujung Desa sekalipun....!! !!" desis Nanda dengan Aura Membunuhnya yang Pekat..


Jika saja Nanda terkecoh Saat Itu, mungkin Sofia sudah di Rumah sakit Saat ini atau lebih parahnya Keguguran, apalagi Anak mereka masih sangat Rawan Keguguran membayangkan hari Itu saja sudah membuat Nanda geram..


Nanda kembali membuka halaman berikutnya dan matanya Mulai Serius membaca tulisan-tulisan Itu..


"2 Mafia yang digabungkan bisa menguasai Dunia... Ooh... Jadi Wanita Ini yang dijodohkan dengan XeFio pengecut Itu...!! sekarang Aku tau tujuannya...!! " nanda akhirnya bisa cepat mengumpulkan teka-teki Wanita misterius itu dalam waktu 1 hari..


tidak ada yang bisa melawan sistem pelacak milik Mahadiningrat bahkan Sofia yang Seorang Hacker Nomor 2 terhebat pun bisa ditembus Oleh Mahadiningrat walaupun dengan butuh bantuan Anbath tapi tetap saja Anbath bagian dari Mahadiningrat..


Jadi mencari Identitas seseorang mudah dia dapatkan..


"Ayo Kita berangkat...!! Kita bagi Tugas... periksa semua tamu-tamu Hotel Biasa sampai Termewah Pun.. temui Buronan Kita...!! Kalau Ketemu Wajahnya langsung beritau.. bisa jadi dia memalsukan identitasnya...!! " Perintah Tegas Nanda.


"Baik Tuan Kecil."


mereka segera keluar dari tempat Itu dan berpencar 1 Orang satu Hotel, Baik Hotel Kecil sampai mewah.. hanya menunjukkan Logo Mahadiningrat khusus Untuk Orang Kepercayaan Mahadiningrat Maka mereka semua akan dibebaskan, Tidak akan ada yang berani membantah Saat Orang Kepercayaan Mahadiningrat mendatangi tempat Kerja Hotel Itu..


malah tanpa main Rahasia lagi Orang Kepercayaan Mahadiningrat akan langsung dilayani oleh Manager Hotelnya..


bahaya mempersulit Mahadiningrat mencari Informasi nanti dikira bersekongkol dengan tersangka Mereka..


Nanda masuk ke Hotel termewah Kota tempat Kelahirannya..


"Tuan...!! "


Resepsionis Segera berlari mendekati Nanda dan menunduk Hormat Pada Nanda dan Resepsionis lainnya setelah mengabari atasan mereka barulah Wanita itu lari tergesa-gesa menyambut Nanda..


"Selamat Datang di Penginapan Hotel Bintang 6 dengan segala Fasilitas mewah yang tersedia kami akan memanjakan tuan dengan Fasilitas mewah Hotel Kami Tuan...!! "


"Hem... Aku Ingin menemui Atasan Kalian...!! " wajah datar Nanda..


"Baik Tuan... Silahkan ikut Kami....!! "


Nanda pun dituntun oleh Resepsionis 2 dan temannya tinggal di Meja Kerja melayani tamu..


hanya Keheningan terjadi saat ada didalam Lift, mana ada yang berani menggoda Nanda, Nanda terkenal dengan dinginnya pada Wanita yang menempel Padanya..


"Aku masih sayang pekerjaan...!!" batin Wanita Itu..


"Silahkan Tuan...!! " Resepsionis Itu mempersilahkan Nanda duluan saat Pintu Lift terbuka.


..


..


Tok..


Tok...


Tok...


"Masuk...!! " Suara dari dalam..


"Silahkan masuk Tuan.. Pak Manager sedang ada didalam... !!" Resepsionis membuka Pintunya dan menunduk memberi jalan Nanda lewat..


"wanginya...!! ' batin Wanita Itu..


"Tuan Muda." Sapa Sang manager terburu-buru menyambut Nanda..


"Sepertinya Anda sangat Kelelahan...!! " Senyum miring Nanda.


"Apa Aku datang tidak tepat...?? " tanya Nanda menaikkan 1 alisnya..


"Tidak Tuan suatu Kehormatan Tuan Muda mau datang ke Kantor Kecil Saya. "


"Ada tang bisa saya Bantu Tuan ku...?? " tanya Pria Itu hati-hati..


Nanda tergelak,, "seperti yang di rumorkan Manager Putra sangat To the Point...!! "


Seketika Putra berkeringat dingin, Dia takut salah bicara...


"Jangan Takut... Aku suka Itu...!! kau Benar.. Aku butuh bantuanmu...!! "


"dengan senang hati Saya akan membantu Tuan Muda..!! " Jawab Putra menundukkan Kepalanya..


"Aku butuh daftar tamu yang menginap di Hotel ini Dia Buronan Ku.. berani-beraninya dia bermain-main denganku...!! "


"Baik Tuan". Putra segera berlari ke arah meja kerjanya dan menelfon bawahannya..


"bisakah Tuan Ku menunggu sekitar 5 Menit


saja..?? " Tanya Putra hati-hati..


"Hm....!! " Sahut Nanda..


Putra pun berdiri di Sisi Nanda, sementara Nanda duduk di Sofa Nanda tidak suka duduk disinggasana Orang lain..


"Kenapa Kau berdiri...?? Duduklah...!! '


"Baik Tuan. " Jawab Putra tanpa menyelah..


"Apa yang sedang kau kerjakan..?? Sepertinya Kau kesulitan...?? " tanya Nanda mulai akrab..


Putra tisak marah malah senang diperlakukan seperti itu. Sebelumnya kan 'Anda'.. walau 'Kau' terdengar sedikit kasar tapi itu sudah biasa bagi Pria Arogan seperti Nanda..


"Iya Tuan.. saya Sedang kesulitan...!! " Jawab Putra Jujur..


"boleh Aku melihatnya...?? " tanya Nanda..


"Hah...?? T. tuanku... mau.. membantu.. Saya.?? " tanya Putra terperanjat Kaget..


"Hm.... anggap saja Rasa terimakasih Ku."


"Baik TuanKu. "


Nanda segera bangkit dan duduk di meja Kerja Putra..


"Apa yang kau Lakukan...?? " tanya Nanda heran..


"S.. Saya....!! ''


"duduk dikursimu....!! " titah Nanda lagi..


"Tapi.. Tuan...! "


"Duduk...!! " Perintah Tajam Nanda..


hanya hitungan detik Nanda langsung mengerti Apa yang jadi kesulitan Putra..


"Aku bantu Kau mengatasinya.. !!" Seru Nanda Serius menggigit tutup Pena milik Putra..


Putra dengan serius memperhatikan Nanda yang menjelaskan semua bagian Akutansi keuangan Hotel ini, Putra mengangguk-ngangguk..


Hanya dalam Waktu 4 Menit, Putra memahami semua yang dijelaskan Nanda..


"terimakasih banyak Tuan...!! " Ucap Putra berkaca-kaca haru..


mungkin kalau tidak ada Nanda, Putra akan begadang lagi nanti malam..


"Pak .....!! " Sapa Asisten Manager itu membelalak kaget melihat sosok Nanda di ruang Managernya.


"Bawa kemari...!!!" Perintah Putra..


wanita Itu segera mendekati atasannya dan menatap malu-malu pada Nanda..


"Dia Sangat tampan dilihat secara langsung...!! "


"Silahkan tuan.. Jika ada yang tuan Muda curigai .. Saya akan berikan Kunci cadangan Kamar Buronan Tuanku.. !!" Senyum lebar Putra..


"Terimakasih.. Aku Pinjam sebentar...!! " ucap Nanda terlihat santai..


"sama-sama Tuan Muda.. Silahkan... !!" ucap Putra semangat..


tak disangka seorang Ananda Mahadiningrat sangat murah berbagi Ilmu tak diragukan lagi Kalau Nanda akan jadi Penerus Perusahaan Mahadiningrat yang baru..


Nanda berjalan ke arah Sofa sambil membuka lembaran-lembaran Daftar tamu yang menginap di Hotel ini..


"Apa yang kau lakukan...?? Sana keluar...!! ' bisik Putra membentak asistennya..


"tapi tuan Muda pasti haus Pak...!! "


"Jangan buat aku malu.. bersikaplah profesional kalau tidak aku pecat kau..!! " Sebuah ancaman mematikan bagi Asistennya..


walau tak terima Wanita itu pun pergi dengan berlenggak-lenggok berharap Nanda terpesona padanya tapi Nanda tak sedikitpun meliriknya malah sibuk membaca Daftar tamu Kamar Hotel ini dengan serius..


.


.


.