Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Pesta



Pesta yang mereka tunggu akhirnya Tiba. ..


"Dek... Kakak takut dia juga hadir ke Pesta Itu...!! " tegur Roby dengan seriusnya..


Sofia terdiam sesaat,, "Aku tidak peduli lagi kak... Cepat atau lambat dia juga akan menemuiku... Aku tidak tau lagi harus Kemana ... Kenapa Aku harus lari lagi...?? Aku lelah selalu bersembunyi....!! Aku juga ingin bebas... "


Kata-kata Sofia membuat Rivo dan Roby bungkam..


"Kakak juga mau nya begitu dek....!! tapi Kakak takut nyawamu dalam bahaya...!! " Roby berkata dengan serius..


"dia tidak akan membunuhku Kak...!! Jadi kakak tidak perlu takut...!! " Jawab Sofia lagi berlalu darI Roby


ia masuk ke Kamarnya dan mengunci Kamarnya sendiri..


"Benar Roby... Nona Sofia pasti sudah lelah bersembunyi... Dia pasti butuh kebebasan.. Sudahlah jangan dipikirkan lagi.. lagian Kita ikut kan dengannya.. !!" Rivo menenangkan Roby..


"Ini Pesta Topeng... Apa mungkin pria itu mengenali Nona Sofia..?? " Tanya Anex hati-hati..


"Kak Sofia baik-baik aja Kok... Amera Yakin... Kan ada Abang Ganteng yang jagain...!! " Amera menimpali dengan polosnya..


"tapi kenapa Firasatku tidak enak...!! Aku sudah berkali-kali bilang pada diriku sendiri ini hanya pesta Topeng.. Semua akan baik-baik saja... tetap saja Aku tidak bisa tenang...! " Keluh Roby mengusap-ngusap Dadanya sendiri..


"Itu Firasat hubungan darah.. Firasat tidak bisa dianggap remeh... Kita harus hati-hati... Apa perlu kita bawa senjata...?? " sambung anex serius..


Anex pernah merasakan hal yang sama.. Dia merasakan Firasat buruk dan ingat adiknya.. Ternyata benar Adiknya saat Itu dalam bahaya.. Beruntung Adiknya Bisa membunuh Orang itu..


"Dalam pesta dilarang bawa senjata..!! Kita masuk pesta di Periksa...!! " Sahut Rivo serius..


Roby sibuk menarik nafas dan menghembuskannya pelan..


"Ayo kita bersiap.. Kalau Sofia bisa tegar dan berani kenapa Kita Tidak...?? " putus Roby dengan serius..


"Setuju....!! " Kompak Rivo dan anex menjawab..


"Setuju...!! " Sahut Amera ketinggalan karna Dia tidak mengerti lebih memilih ikut-ikutan..


Rivo dan Anex mengusap Kepala Amera dengan senyum tipis mereka..


Mereka semua pun berpencar masuk Kamar masing-masing bersiap-siap akan ikut pesta..


...


Sofia menatap penampilannya didepan cermin..


"Aku tidak takut padamu EFio.. Jika kau berani mengusik orang tersayangku.. Aku akan balas lebih menyakitkan.. Aku tidak akan balas budi lagi.. hutangku sudah lunas saat 7 tahun hidupku didalam sangkar emasmu.. !'' tatapan datar Sofia yang tak bisa ditebak apa jalan fikirannya..


Sofia melihat Gaun indah yang melekat di tubuhnya. Sofia bahkan tidak berdandan. dia baru membeli lipstik, Dia hanya tau bagaimana cara memakai lipstik saat di ajarkan sebentar oleh Karyawan kosmetik ditempat dia beli lipstik itu...


"Lipstik...!! " Gumam Sofia pelan memperhatikan Lipstik berkilau di tangannya kini..


Setelah memakai Lipstik sedikit. Sofia melirik Topeng nya...


Sofia memang bukan Gadis penakut, hanya saja hutang Budi selalu menghantuinya bila menyangkut Fio tapi sekarang Sofia sudah bisa bersikeras mengingatkan diri kalau dia tidak lagi berhutang budi...


Itu sebabnya keberaniannya muncul, dia Tidak akan lari lagi, bagaimana cara dia bertemu dengan Fio nantinya Sofia sudah terima dan siap konsekuensinya..


 


Mobil Rivo akhirnya tiba di Hotel yang mengadakan pesta ..


Mereka semua sudah siap dengan Tuxedo, Gaun serta Topeng yang menutupi wajah mereka wajah Sofia hampir tertutup semua hanya Bibirnya yang terlihat. Dia juga memakai Parfum Cendana pemberian Nanda..


"Ayo masuk....!! " Ajak Rivo..


"persiapkan dirimu dek...!! " Peringatan serius Roby..


Sofia mengangguk mengerti. Anex dan amera pun ikut dalam pesta, amera boleh masuk saat Sofia menyebut nama Nanda ...


"Diskriminasi terlihat jelas.. dimana Kodrat sikaya dan simiskin dibeda-bedakan... lihat saja dengan menyebut nama Tuan Nanda saja dan mengatakan Nona sofia adalah Teman dekat Tuan Nanda mereka gemetar ketakutan..!! " Geram Anex..


"Sudahlah.. Sofia sudah mengatasinya...!! " Bujuk Roby menepuk pundak Anex..


"Jaga adikmu Anex... disini banyak manusia..kalau adikmu hilang akan sulit ditemukan...!! " Peringatan Tegas Rivo..


"Iya... Aku mengerti...!! " Jawab Anex serius..


Sofia mengedarkan pandangannya mencari sosok Pria yang menjadi alasannya masuk ke Pesta ini..


"Aah.. dia menelfon...!! " Gumam Sofia pelan segera mengangkat panggilannya..


"Nanda aku sudah di tempat pesta...!! "


"Iya... Kamu dimana sayang...?? "


"Aku ditempat pesta...!! " Jawab Sofia lagi..


"Bukan ...maksudku dimana nya...??Aula Pesta ini sangat luas... carilah Lift... dan naik kelantai 11 ... aku menunggumu di Kamar VVIP...!! "


"Baiklah...!! " jawab Sofia mengerti..


Sofia Pun izin dengan Roby serta Rekannya.. Roby ngotot mau ikut tapi Sofia menatapnya tajam dan menyuruh Rivo menahan Roby..


"aah.. itu dia...!! " sofia akhirnya menemukan Lift,,


Sofia mengangkat gaunnya dan berlari kecil dengan heels nya yang setinggi 7 CM, Sofia tidak bisa memakai Heels lebih tinggi lagi..


"Akkh... Maaf....!! " Ucap Sofia saat menyenggol seseorang..


"Hei... nona.. Anda harus tanggung jawab....!! " Ketus shaka..


"Kalau tubuh anda lecet bilang saja pada Saya.. Saya akan bertanggung jawab...!! " Pelototan tajam Sofia membuat Shaka terdiam ditempat..


Shaka melihat penampilan Sofia yang sangat cantik bak Model apalagi topeng Perak yang digunakan Sofia..


"Siapa Anda Nona...?? Artis atau model dari mana...?? " tanya Shaka Merasa tertarik..


"maaf... saya harus bertemu kekasih saya...!! " dingin Sofia berlalu dari Shaka yang mematung..


"Hahahah....!! Sepertinya Dia tidak mengenaliku... Wajar saja karna aku pakai topeng ini... jadi wajar dia tidak kenal Aktor serta Model Papan atas seperti Ku Shaka...!! "


Shaka Sibuk mengoceh sendiri.. sementara Sofia masuk ke Dalam Lift dan menekan Lantai 1, saat tiba dilantai 11 ada 2 pengawal yang tiba-tiba menunduk sopan Pada Nya..


"Nona Muda... saya adalah utusan Tuan Nanda.. !!" tunduk Sopan kedua Pria Itu..


"Ah.. Iya.. Tunjukkan padaku kamarnya...!! " pinta Sofia tanpa ragu..


Sofia mengenal 2 pria Itu, Pria yang menemani Sofia dan Nanda saat Kasus Bom di motor Sofia..


Sofia dikawal Oleh 2 pengawal Nanda...


"Bagaimana mereka bisa mengenaliku...?? " batin Sofia tak mengerti..


Tapi Tak berani bertanya bagaimana cara Pengawal itu mengenal Sofia..


"Silahkan Nona.. tuan Nanda menunggu...!! "


"tidak perlu menekan Bel Nona... langsung masuk saja...!! "


Sofia mengangguk dan membuka Kamar Hotel VVIP hotel ini..


Salah satu pengawal Nanda menutup Pintu Kamar Itu dan mereka berjaga didepan Kamar Nanda..


Sofia melihat sekeliling..


"Nanda....?? " Panggil Sofia menggema..


"Balkon sayang...!! " sahut Nanda..


Sofia mendengar suara Nanda pun mengikuti asal suara, Sofia terperangah melihat pemandangan dikamar Ini begitu indah..


"Kamu cantik sekali sayang...!! " Puji Nanda mengulurkan tangannya..


Sofia menyambut tangan Nanda, perlahan Nanda melepas Topeng Sofia Nanda tersenyum lembut melihat bagaimana Cantiknya Sofia malam Ini..


"Kamu pakai Lipstik sayang...?? " tanya Nanda mengusap dagu lancip Sofia..


Sofia tersenyum kaku dan mengangguk..


"Boleh aku peluk kamu sayang...?? " tanya Nanda..


Sofia lagi-lagi canggung dan mengangguk..


"Kenapa Kamu diam sayang...?? tidak bersuara hanya mengangguk dan tersenyum... apa Gigimu sakit...?? " Ejek Nanda..


Sofia melebarkan matanya dan memukul dada Nanda..


"Aawwhh... !!" ngaduh Nanda pura-pura kesakitan..


Nanda merentangkan tangannya dengan ragu-ragu Sofia juga mendekati Nanda dan memeluk Pria yang dia Rindukan Itu..


"Aku sangat merindukanmu...!! " suara Serak Nanda mencium sayang sisi Kepala Sofia..


Sofia tersenyum manis merangkul bahu Nanda dari punggung Kokoh Kekasihnya itu, rasanya dia memang merindukan Nanda 1 harian lebih mereka tidak bertemu tapi seperti tidak bertemu satu tahun..


ego Sofia masih menguasai Akalnya.. tidak mungkin dia mau mengatakan Kalau dirinya juga merindukan Nanda..


..


..


..


😊😊😊.


.


.


.