Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Siapa?



Sofia tampak memikirkan Sesuatu. Nanda yang tau Sofia sedang berpikir pun mengusap kepala Sofia..


"Tidurlah.....!! " Pinta Nanda menepuk pahanya..


Sofia menoleh ke Nanda dan Nanda tersenyum padanya perlahan Sofia pun merebahkan diri di langkuan Nanda..


"Jangan memikirkan hal yang tidak penting... biar Aku yang mengurusnya... kamu hanya perlu istirahat dan pikirkan telur puyuh Kita....!!! " Ujar Nanda dengan seriusnya.


Sofia yang tadinya sempat berpikir itu malah memberengut seketika mendengar perkataan Nanda..


"masa Anak sendiri dibilang telur Puyuh Sih...?? mana ada Ayah yang mengatakan anaknya seperti itu. !!" sungut Sofia mengerucutkan Bibirnya begitu lucu.


Nanda terkekeh melihat Bibir Sofia, mungkin efek hamil..


"Kamu sangat berbeda tadi Sayang... apa kamu tidak takut Anak kita kenapa-napa..? ku mohon lain Kali jangan seperti itu. kita atasi bersama jangan mengatasinya sendiri-sendiri... beruntung aku tidak terkecoh oleh mereka tadi...!"


"terkecoh bagaimana....?? " tanya Sofia


Nanda mengelus rambut panjang Sofia yang di ikat tinggi bak Ekor Kuda..


"pengemudi Mobil yang kamu tembak itu pengalihanku sepertinya dia bukan Orang sembarangan..!! " Jelas Nanda menatap lurus Kedepan...


Sementara Supir mereka adalah Anak buah rindu pun menutup rapat-rapat telinga mereka di depan dan dibelakang ada Mobil Anak buah Rindu mengkawal..


"Aaahh.... Iya... Kenapa Aku tidak menyadarinya..!! Itu Taktik TriGi kan. ??" Pekik Sofia ingin bangkit seketika Namun Nanda menahan nya..


"Seperti ini saja....!! tidurlah dulu....!! Kamu Ingat kan pesan Marissa.. ? Jangan beraktifitas berlebihan dan tidak boleh Stress... !!''


"Aku nggak seperti itu... lagian Aku nggak percaya kalau Aku tidak menyadari Trik Itu. padahal Taktik Itu terkenal di Dunia Mafia..!" Gumam-gumam Kecil Sofia..


"Berarti musuhku Kalangan Mafia....!! Wanita....??bahasa Indonesia nya agak aneh...? paras Cantik bak negara Amerika...?? siapa Kira-kira...?? "


"Jangan terlalu banyak berfikir....!! Tidurlah....!! " Nanda memejamkan mata sofia..


Tapi Sofia membuka lebar lagi matanya...


"Aku belum mau tidur." gigih Sofia..


"tidur atau Aku tidur*n nanti....!! " ancam Nanda.


Sofia memutar bola mata nya Malas, ancaman Nanda selalu seperti itu bahkan tidak patuh pun Sofia tetap akan di Tid*r*n..


"kamu kan emang gitu.... di patuhi dan tidak dipatuhi tetap aja kamu lakukan.. kalau aku patuhi Kamu bilang melakukan itu sebagai hadiah, kalau tidak aku turuti Kamu bilang melakukan itu sebagai hukumanku. dasar tidak konsisten....!! " gerutu Sofia.


Nanda tertawa lepas, emang benar Kan.. ? Sofia tetap serba salah..


"tapi Aku melakukannya berbeda sayang...!!" ralat Nanda dengan sisa-sisa tawanya...


"bedanya dimana...?? sama aja tuh....!! " kesal Sofia


"sudahlah.. kali ini Aku sungguhan... Aku tidak akan melakukannya... tidurlah. . !!" ujar Nanda dengan seriusnya..


Sofia yang melihat Nanda sangat serius pun menganggukkan Kepala memejamkan mata nya, Nanda mengelus Kepala Sofia dengan lembut..


hanya sebentar saja, Sofia sudah tertidur dipangkuan Nanda sejak pertama bersama Nanda begitulah Sofia mudah tertidur dimana saja asalkan bersama Nanda..


Nanda menatap lurus Kedepan,mata nya tajam dengan senyum sinisnya,, "Siapapun Kau... Aku Tidak akan mengampuni Kau yang telah berani mencoba membunuh Istriku sekalipun Kau seorang Wanita....!! " batin Nanda..


setibanya di Rumah Besar Mahadiningrat.. ternyata Mia dan Kania sedang menunggu Mereka. Mereka melihat Nanda menggendong Sofia, segera mereka berlari mendekati Sofia..


"Kenapa Sofia sayang....?? " tanya Mia Khawatir..


Nanda tersenyum bahagia. Mia dan Kania saling pandang dan akhirnya bernafas lega. Mereka berpikir terjadi sesuatu pada Sofia tadinya..


"Nanda bawa masuk Sofia ya....!! " bisik Nanda..


Mia dan Kania mengangguk, Mia bisa melihat banyaknya pengawal Nanda di depan..


"Apa yang terjadi....?? tadi Tidak bawa pengawal sekarang kenapa bawa Pengawal...?? " batin Mia..


"Apa yang kamu fikirkan Mia....?? " tanya Kania..


Mia terlonjak kaget saat Kania mengagetkannya, Kania melihat wajah kaget Mia tentu ikutan kaget lalu tertawa..


"Ayo Kita ikuti Sofia Ma....?!" Alih Mia merangkul lengan Kania.


 


Mia segera membuka selimut Kingsize (Nanda, Sofia)


dan Kania membetulkan bantal Sofia barulah Nanda meletakkan tubuh Sofia..


Mia dengan Sigap menyelimuti Sofia yang terlelap, Nanda duduk ditepi Ranjang dan mengecup Sayang Kening Sofia..


"Semua akan baik-baik saja Sayang... tidak akan aku biarkan siapapun Melukaimu.. !!"


Mia melihat Wajah Serius Nanda pun makin curiga akan sesuatu.. "Apa mereka tadi dalam bahaya...!? "


"Ayo Kita Keluar Mi... GranMa....!! " Ajak Nanda merangkul kiri kanan Wanita tersayangnya Itu..


Nanda menutup pintu kamarnya lalu berjalan menuruti tangga..


"Apa yang terjadi sayang....?? " tanya Mia serius..


"Hah....?? terjadi apa....?? " tanya Nanda pura-pura tak tau.


"kenapa Pengawal Papimu ada disini.. ? bisa mami pastikan sudah terjadi sesuatu pada Kalian.. apalagi Rindu tidak ada....!! " curiga Mia..


Kania akhirnya mengerti arah pembicaraan ibu dan anak itu dia juga sempat heran kenapa Nanda dan Sofia tadinya pergi cuma berdua pulang sudah dikawal saja, namun tadi Kania hanya menepis pikiran itu.. asalkan Sofia dan Nanda pulang dalam ke adaan baik-baik saja..


"Tuan Kecil....!! " sapaan Rindu menghentikan situasi serius Mereka..


Nanda segera berlari ke arah Rindu,, "Bagaimana Paman....,?? " tanya Nanda serius.


"nemang pelakunya seorang Wanita Tuan... tapi Kami tidak bisa melacak ataupun menemukannya.. saksi pun sudah tewas semua, Jadi Tidak ada yang bisa kita lakukan....!! " Jawab Rindu Lirih..


"tidak apa Paman... Kita tidak boleh menyerah.. Sofia dalam incarannya.. Aku tidak mau terjadi sesuatu lagi pada Sofia... walaupun Sofia bisa beladiri.. tapi Karna efek hamilnya Sofia jadi bertindak gegabah.. Aku tidak mau kejadian tadi terulang lagi Paman.. !!'


"Saya mengerti tuan!! saya akan mencari sosok ini.!! " Rindu menyerahkan cetak Foto yang dia dapatkan dari CCTV yang menangkap wajah Pelaku..


"Saya mencetaknya banyak tuan... tunjukkan Pada Nona Kecil.. kalau Nona Kecil kenal kita bisa lebih mudah melacaknya...!! "


"Baiklah.. ini Tugasku... terimakasih Paman.. .!!"


"sama-sama Tuan....!! saya Permisi.....!! "


Rindu memberi hormat pada Mia dan Kania yang berada tak jauh dari Nanda lalu Rindu memutar tubuhnya berlari ke luar Rumah Mahadiningrat..


"Benarkan...!! terjadi sesuatu...!! " tuding Mia...


"Pelakunya teman makanmu...?? " tanya Mia Lagi..


"tidak Mi... Nanda tidak mengenalnya...!! " Elak Nanda pasrah Mia mengetahui hal yang ingin dia sembunyikan...


"Kalau bukan teman makanmu lalu Siapa...?? Kenapa...? " tanya Kania Serius..


"Nanda nggak tau masalahnya. yang Jelas Wanita Ini mengincar Sofia Mi.. GranMa biarkan kami menginap disini sampai Pelaku tertangkap... Nanda takut apartemen Kami di Sabotase sesuatu yang Gila, seperti Lift, lampu dan sebagainya apalagi tidak ada Orang disana selain Nanda dan Sofia.. !"


"GranMa mengerti.. menginaplah Sebanyak yang Kalian mau.. Cicit GranMa tidak boleh terluka.. !"


"baiklah GranMa.. Mami.. Nanda harus kembali Ke Kamar.. nanti Sofia mencari Nanda....! "


"Hm... baiklah.!" Sahut Mia..


"jangan buat dia Stress Nanda...!! bertanya padanya Lihat situasi....!! " Pinta Kania serius..


"Hm.. Iya GranMa.. Mami...!! Nanda Pamit...!! " Nanda mengecup Kening Kedua wanita yang dia Cintai itu...


barulah Nanda berlari ke atas tangga memasuki Kamarnya.. Nanda memperhatikan wajah Pelaku.. Nanda yakin tidak mengenalnya...


Nanda menyimpan Foto Itu dan berjalan ke arah Ranjang Sofia yang masih terlelap..


"Tidurlah Seperti Ini Sayang... Akan aku temukan Wanita Itu.... Aku akan melindungimu dari Bahaya apapun !! "


.


.