Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Hampir saja



Akhirnya Roby dan Yang lainnya menemukan Sofia..


"Dek... !! kamu udah 1 jam ilang tau nggak...?? di telfon nggak diangkat lagi...!! " Geram Roby menunjuk-nunjuk kesal kening Sofia..


"Kalau Begitu aku dan amera Pulang aja Ya.. Adikku ngantuk banget kayaknya.. !!" Izin Anex memelas..


"Pulang aja Nex.. Pesta nya nggak bakal kelar sampai tengah malam.. tapi Amera udah makan kan...?? " tanya Sofia mengusap kepala amera..


"Udah Kak... Makanannnya lezat semua...!! amera bawa pulang sebagian... Heheh...!! " Cengir Amera..


Nanda menahan tawa melihat Kepolosan amera mencuri makanan..


"Kapan kamu mencurinya dek...?? " Tanya Anex kesal ke Amera..


Amera Cengengesan malu..


"Kalian tau jalan pulang kan...?? " tanya Rivo serius..


"Tau lah...!! " jawab Anex lantang...


"Hati-hati Nex.. Jaga adikmu baik-baik jangan sampai hilang...!!" Tegas Roby ke Anex tapi menyindir adiknya sofia..


"Iya Roby.. Jaga Adikmu jangan kecolongan lagi..!! " ejek Anex..


Roby mendengus dengan raut wajahnya yang masih masam..


Anex dan Amera pun pulang duluan dengan taksi. Roby dan Rivo menemani Sofia..


"Kenapa kalian ngawal aku segala sih...?? kan aku bisa jaga diri...!! " wajah Datar Sofia dengan seriusnya..


Rivo dan Roby kompak mengabaikan Sofia. Sofia menghela nafas Panjang dengan Tingkah anak-anak kedua Pria tampan itu..


Nanda hanya terkekeh sambil mengusap Kepala Sofia dengan sayangnya,, "Kakakmu hanya melindungimu sayang... Kan aku udah bilang jangan terlalu kasar


padanya...!! "


"Apa Kakakku sudah minta maaf padamu..?? " tanya Sofia serius..


"Sudah!" Jawab Nanda tersenyum lebar mengingat hari Itu..


"Bagaimana Cara dia minta maaf...?? " Tanya Sofia penasaran..


"Hanya mengirim sebuah pesan Singkat,, Adik Ipar Maaf...!! gitu aja...!! " Kekeh Nanda..


"Hah...?? Pesan Singkat Gitu aja...?? " tanya Sofia geli membayangkannya..


"Hem...!! Kenapa..? Apa ada yang lucu...?? " Tanya lembut Nanda..


"Kakakku tidak pernah sejarahnya minta maaf..!! " Jelas Sofia..


"berarti Aku....!! " tebak Nanda..


"Kalau sama Orang Asing ya Kamu emang yang Pertama Kalinya...!" Tutur Sofia..


"Orang asing...?? " Beo Nanda menyeringai..


"apa lagi...?? Aku salah...?? " tanya Sofia dengan Nada tak bersalah..


"Aku Calon mu sayang... mana mungkin orang asing.! " Senyum penuh maksud Nanda mendekatkan wajahnya di Wajah Sofia..


tapi Karna memakai Topeng jadi dekat sebisanya saja beruntung Sofia memakai Topeng, Kalau tidak mungkin sudah keliatan Rona Pipi Sofia saat ini...


"Tidak bisa kah Kamu lihat situasi...?? " desis Sofia..


"Apa sayang....?? " Goda Nanda pura-pura tak peka mengusap lembut Bibir merah Sofia..


"Nanda...!! " Bentak Sofia..


"Hem....?? " sahut Nanda dengan tatapan lembutnya.


Bagaimana Sofia mau marah kalau tatapan Lembut itu bisa membiusnya..


"Hei... Kalian bermesraan tidak bisakah Lihat Tempat...?? " Ejek Roby..


Sofia dan Nanda yang sedang bertatapan dekat segera menoleh ke Roby, Betapa terkejutnya Sofia saat hampir separuh dari semua tamu undangan menatap mereka..


Rivo hanya menahan tawa melihat bagaimana terkejutnya Sofia tadi..


"Sejak kapan mereka melihat Kami...?? " tanya Sofia terbata-bata..


"Sejak Nanda mendekat padamu.. semua orang melihat mu.. Kalian ini... Kalau udah berdua nggak bakal sadar ada manusia disekitar kalian...!! " Nada Mengejek Roby


"Kenapa malu sayang...?? mereka Tidak tau wajahmu bukan...?? " Senyum tak berdosa Nanda..


"Malu Lah... Kamu nggak punya malu...!!" ketus Sofia meninju pelan Bahu Nanda..


Nanda bukannya kesakitan malah tergelak..


 


Pesta Begitu besar dan Luas.. Jadi tak terhitung banyak nya manusia yang datang ke Pesta Ini...


"Apa yang kau cari....?? " tanya sinis Fio ke Bawahannya Barly..


"Saya Hanya mencari Tuan Ananda Mahadiningrat Tuan....!! " Jawab Barly jujur celingak-celinguk memperhatikan setiap Pria yang melewati nya..


"Kenapa Kau terobsesi pada Pria Itu ...?? Kau tidak lihat semua orang pakai Topeng... Sampai dunia dibelah dua Pun kau tidak akan menemukannya Kalau keadaannya pada Pakai Topeng semua...!! " Cetus Fio sambil memutar gelas Minuman Anggurnya (wine) ..


"Begini Tuan... Saya benar-benar penasaran Kekasih Tuan Nanda.. Entah mengapa saya merasakan Sesuatu Pada Perempuan Itu...?? Saya Curiga Tuan kalau Dia.........!! " Barly berusaha menjelaskan kecurigaannya tentang Kekasih Nanda pada Fio..


tapi Fio dengan cepat menyanggah,, "Jangan berpikir yang tidak-tidak... Sabrina Ku tidak mungkin Pacaran dengan Pria Lain.. Dia sangat sulit jatuh Cinta...!! "


"Percuma saja Bicara Pada Pria sekeras Batu Ini... Sabrina Ku tidak akan jatuh cinta Pada Pria lain.. Nona sabrina Juga Perempuan Kan... dia juga bisa Jatuh cinta .. Tuan saja yang tidak bisa memenangkan Hati Batu Nona Sabrina...!! " batin Barly menggerutu..


"Tidak Seru....!!" Nada Dingin Fio tak suka dengan Situasi Ini..


Jika saja Fio bisa membawa Bom sudah dia ledakkan Pesta Ini...


"Ayo Kita Pulang aja...!! muak Aku disini...!! " Nada bicara dingin Fio berdiri seketika..


Barly tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengikuti Fio yang muak dengan acara Pesta Topeng ini. namun saat MC berbicara langkahnya terhenti..


"Acara Puncak di Selenggarakan...!! Ayo..Ayo... Pilih Pasangan Kalian... menangkan Hadiah yang sudah disediakan oleh Pihak Hotel....!! "


"Ayo Kita Pergi...!! " Acuh Fio lagi..


"Tapi.. Tuan... Saya Ingin melihat Kekasih Tuan Nanda...!! " Cicit Barly pelan..


"Kau Suka pada Pacarnya...?? mau merebutnya...?? Kalau kau mau disini silahkan saja.. tapi saat kau kembali bersiaplah kehilangan Kakimu....!! " Sebuah ancaman mutlak yang tak bisa dibantah lagi..


"Percuma saja dia Bilang silahkan kalau ada Konsekuensi nya. Dasar batu....!! " batin Barly mengangguk mengerti..


Barly tak mau ambil masalah lagi, biarlah dia mengalah toh Wajah Kekasih Tuan Nanda Juga tidak akan terlihat..


Fio dan Barly pun pergi dari pesta Itu...


Sementara Sofia menatap serius semua hadiah yang ada di panggung...


Nanda dapat kiriman pesan dari bawahannya bahwa Orang yang mereka awasi Sudah keluar dari Pesta..


"Berarti Sofia aman...!! " batin Nanda tersenyum sekilas membaca Pesan itu..


sebenarnya Kalau Mereka bakal bertemu pun Dia tidak peduli hanya saja Nanda takut Sofia belum siap bertemu masa lalu tak pentingnya menurut Nanda..


Nanda tau kalau mereka bersebrangan tadi sebab diberi tau Oleh bawahannya.. Nanda Sudah terlebih dahulu menemukan Pria yang Terobsesi pada Sofia..


"Aku akan mengawasinya terlebih dahulu... Kalau dia bertindak diluar batas nanti nya Tinggal aku tembak mati saja...!! " batin Nanda menyeringai Iblis..


Namun saat matanya beralih ke Sofia.. Perubahan drastis diwajah Nanda.. tatapannya begitu lembut dan Penuh kasih.. entah sejak Kapan Nanda Bisa begitu mencintai Sofia.. padahal dirinya dan Sofia tidak pernah melewati batas..


Jangan kan melewati batas Ciuman Bib*r saja belum pernah tapi Kenapa Cinta Itu tumbuh begitu subur Nanda benar-benar Jatuh dalam pesona Sofia..


"Mau hadiah yang mana...?? " Tanya Nanda Menyibakkan Rambut Sofia kebelakang..


"Hemmmm... Aku mau itu....!!" Tunjuk Sofia pada sebuah sepatu Wanita berwarna Putih..


Modelnya jelas sangat modern..


"Harapan 3 ...??" Tebak Nanda tersenyum lucu..


Perempuan lain malah menjerit histeris ke arah berlian, emas permata, tiket bulan madu dan hadiah menggiurkan lainnya.. tapi Sofia malah berbinar ke arah hadiah terakhir lomba..


"Sayangku benar-benar sangat berbeda...!! " Gemas Nanda..


Sofia tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang rapi..


.


.


.