
malam Harinya....
Sofia membawa Mobil Nanda untuk mengerjakan Aksinya.. Sofia memarkirkan Mobil nya Jauh dari Apartemen Clarissa...
Sofia memanjat tembok pembatas Gedung Apartemen Itu,, dia sengaja tidak lewat depan... Satpam akan Curiga Padanya...
"CCTV...? " Gumam Sofia pelan segera memainkan smartphone khusus nya yang canggih..
Seperti biasa Sofia bisa meretas CCTV Setiap sudut Ruangan yang dia lalui...
Clarissa di Apartemennya malah berbahagia.. dia tidak tau Kalau Sofia masih hidup...
"Ide Si Jal*ng itu Bagus Juga... Sekarang hanya aku Calon Nona Muda Mahadiningrat... Aku akan sangat dihormati... Hahahaha... !!"
"Biarkan Tuan Nandaku berduka terlebih dahulu. Aku tidak mau dia curiga.. Harus beri waktu Untuk melupakan wanita Itu untuk sementara ..!!" Clarissa larut dalam kebahagiaannya hingga lupa dunia luar..
Clarissa bahkan sengaja tidak keluar Apartemennya, Dia sangat tau Mahadiningrat sangatlah berpengaruh. Clarissa tidak mau di curigai...
Clarissa melihat Kalendernya dan menghitung berapa hari lagi dia harus keluar Apartemen, Persediaannya sudah banyak didalam Kulkas. rencana Pembunuhan untuk Sofia benar-benar di susun dengan sangat rapi bagi Clarissa..
dia tidak tau Pria yang dia suruh untuk memasang Bom di Motor Sofia berbohong, sebagian Besar Juga rencana Nanda, Nanda Ingin membuat Clarissa seolah bahagia rencananya berhasil..
"Hem... Berapa hari lagi ya....?? 7 hari lagi... !! Hahahaha..... !!"
Clarissa benar-benar Bahagia, Dia tidak pernah merasa sebahagia ini..
dirinya tidak punya saingan Untuk mendapatkan posisi Nona Muda Ananda Mahadiningrat..
"Sepertinya Anda sangat bahagia Nona...!! " Suara lembut nan tegas Itu membuyarkan tawa clarissa..
"Siapa Kau...?? " Tanya Clarissa waspada.
Clarissa mencari sesuatu untuk membela diri..
"Aku.....?? Coba Lihat dan perhatikan siapa Aku...?? " Sofia dengan santainya melepas Topinya dan Maskernya..
mata Clarissa membola Sempurna, tubuhnya gemetar Ketakutan, Keringat dingin membasahi Keningnya..
"bukannya Kau sudah mati...?? " tanya Clarissa melangkah Mundur dengan Raut wajahnya yang ketakutan..
"Kenapa....?? Kau tidak senang Aku masih hidup..?? " tanya Balik Sofia dengan senyum menakutkannya..
"tidak... tidak mungkin kau masih hidup.. kau sudah mati.. Sudah matii... Pergi.... Pergi kau...... Kau sudah matiii....!! " Histeris Clarissa...
Sofia malah melangkah dengan pijakan yang berhasil membuat Clarissa memekik Ketakutan, dia benar-benar berpikir Sofia adalah hantu..
"begini respon mu melihatku...?? " Seringai Sofia malah berpikir ini tambah seru..
"kau sudah mati... tidak... tidak mungkin.. ini pasti mimpi... Pergi Kau... pergiii....!! " teriak Clarissa mengibas-ngibaskan tangannya..
Sofia tertawa menakutkan...
"Aku adalah kehancuranmu... Kau salah telah bermain-main denganku Clarissa... Sudah aku bilang.. Kau tidak mengenalku....!! " dengan sinisnya Sofia berkata..
"Apa maksud mu hah...?? apa Kau... Masih hidup.. ...??
Kau tidak mati...?? Bagaimana Bisa.. ? Jelas -jelas dia mengatakan kalau dia berhasil membunuhmu.. Kau sudah mati masuk jurang.. dan meledak disitu... Kau hanya halusinasi. Kau Sudah mati....!! " teriak Clarissa melempar bantal, guling dan apapun yang ada didekatnya pada Sofia.. Sofia dengan mudah menghindar..
"Kau tidak mengenalku bukan...?? biar Aku perkenalkan diri...!! " Sofia memainkan Kukunya dengan wajah datarnya...
"Aku adalah Ratu Mafia... membunuh orang Yang memakan jang Masyarakat dan menghancurkan Pria penggila S**s.. Karna Itu tidak pantas ada didunia ini... !!"
"menurutmu bagaimana...?? Aku bisa mati hanya dengan cara murahanmu Itu...?? awalnya aku tidak pernah berpikir akan berbuat sejauh ini padamu.. tapi kau yang memaksaku Clarissa.. Kau yang memulai perang dengan Queen Mafia Sabrina....!! "
"akan aku buat Kau menyesal telah bermain-main denganku...!! "
"tidak mungkin kau sabrina.. seharusnya Sabrina bersama Tuan XeFio bukan bersama Tuan Muda Mahadiningrat.. !!" Ucap Clarissa terbata-bata ketakutan..
"Hem...aku Memang sabrina... tapi Aku tidak mau bersama XeFio.. apa Kau faham maksud ku...? Aku bukan Perempuan murahan yang haus kekuasaan.. Kalau Nanda.. aku memang menyukainya... apa Aku tidak boleh bersamanya...?? !!"
"Dia sangat perhatian dan baik padaku.. Kau Fikir Aku menyukainya karna Uangnya.. ??"
"Huh....!! " helaan nafas Panjang Sofia..
"Awalnya aku memang mau berniat hanya membalas Olivia.. tapi nyatanya Aku beneran Jatuh cinta Pada tuan Nanda.. Oh Iya..Olivia adalah Saudaraku Clarissa.. Kau Seharusnya tidak bergabung dengannya.. Jadi jangan salahkan aku kalau aku memberimu pelajaran.! beruntung Aku tidak bawa Bom kemari..!! " Sofia berkata sambil mengeluarkan sebuah Alat suntik dari dalam saku nya..
"Tidaaaak... Aku tidak bersalah.. Aku tidak tau kau adalah Sabrina.. lepaskan Aku.. Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi..! " teriak Clarissa berusaha melepaskan diri dari Sofia..
"Kau sudah tau identitasku Clarissa.. Apa Kau Fikir aku akan melepaskanmu...?? Selama ini aku dalam pelarian Dari XeFio.. Apa Kau fikir Aku Bodoh...?? Kau sangat menggelikan....!! " Sofia mendekati Clarissa..
Clarissa berusaha mencari Sesuatu untuk menghalangi Sofia tapi sofia dengan cepat menangkap Clarissa dan mengikat tangan clarissa kebelakang...
"lepas.. Aku mohon lepas.. aku tidak bersalah.. maafkan aku.. tidak.. Tidak.. ampuni Aku Sabrina... Aku Salah... Ampuni aku.. Tolong lepaskan Aku...!! " Isak tangis Clarissa semenyedihkan mungkin..
baginya lepas dari Sofia adalah hal yang paling penting sekarang, bodo amatlah di rendahkan oleh Sofia yang penting dirinya harus lepas dulu dari Sofia..
"Kau cengeng sekali...!! Kemana Tawa bahagiamu sudah berhasil membunuhku tadi hah...?? " Sindir Sofia dengan senyum miringnya..
Sofia Tidak mempan dengan drama Clarissa, Identitasnya memang tidak boleh ada yang tau. kini dia menakuti Clarissa dengan memberi tau siapa dirinya, Sofia tau Clarissa akan balas dendam lagi. mungkin dengan lebih gila lagi..
"Kau hanya akan membuat masalah bagiku untuk kedepannya....!! Aku tdak Bodoh Sayang....!! " Sofia meraba Wajah Clarissa dengan Jari telunjuknya..
tapi Clarissa malah begitu ketakutan...tangisnya makin kencang... Sofia yang malas mendengar tangisan Clarissa melakban mulut Clarissa..
"Aku minta lakbanmu ya...!! " Izin Sofia dengan kedipan matanya menggoda Clarissa, setelah Itu lakban Clarissa dilempar kesembarang arah..
mata Clarissa sudah banjir air mata. dia benar-benar tidak mengira Siapa Sofia.. Jati diri Sofia.. Sosok Sabrina nya Tuan Fio memang sangat Kejam tak berbeda jauh dengan Fio sendiri..
itu Sebabnya Fio sangat menggilai Sabrina, hingga tak mau Sabrina nya Lepas dari dirinya..
Kalau Waktu bisa di ulang, Clarissa Tidak akan memulai semua rencananya menyingkirkan Sofia jika sudah tau siapa Sofia..
"Selamat tinggal....!! " Senyum manis Sofia...
tapi Clarissa malah melonjak dengan takutnya, Sebuah Senyuman manis Sofia membuatnya histeris..
Sofia menyuntikkan Sebuah Cairan ke Tubuh Clarissa..
"Ssst... diamlah... Kau bisa terluka....!! " Bisik Sofia menekan Bahu Clarissa yang melonjak sana-sini...
Clarissa menangis Histeris dibalik lakban Itu..
"Apa yang dia suntikkan padaku...?? Dasar iblis mengerikan.... aku... aku... kenapa Tubuhku lemas...?? Apa Ini... kenapa Ini...?? To.. long.. Tolong aku.... Tolong....!! Jangan bunuh akuu....!! "
"Hadiah dariku...!! " Sofia berkata sambil mengusap Rambut Clarissa yang sudah tak terbentuk lagi..
Sofia berdiri dengan tenang menatap Clarissa yang seperti meminta tolong padanya..
"Tidak akan sakit...!! hanya sebentar saja...!! " hibur Sofia menekan-nekan puncak Kepala Clarissa dengan jari telunjuknya..
😊😊😊
..
..
..
...