
Satu Harian Sofia di dalam Markas tidak keluar sama sekali...
Kepala nya hanya berisi Nanda, Wajah datar Nanda, Wangi Tubuh Nanda.. semua tentang Nanda...
"Tidaaaaaakkkkkkk......!!! " teriak Sofia menggeleng kepalanya sendiri..
Roby, Rivo dan Anex hanya menggeleng kepala nya saja.. sejak tadi Sofia seperti itu..
"Apa perlu kita panggil abang tampan itu Bang..?? " tanya Amera yang tau alasan Sofia seperti itu..
"Tidak usah ya.. itu hanya urusan Orang dewasa....!! " Tolak Anex yang tak mau Amera ikut campur masalah Sofia..
"Tapi Kak Sofia kayak gitu dari tadi... Mera khawatir. " Tunjuk Polos Amera..
Roby dan Rivo menggaruk kepala mereka yang tak gatal..
"Bilang saja Kalau Tuan Nanda Juga menyukainya.. !" Ujar Rivo.
"Kau Gila.. Jangan Ikut campur masalah Cinta mereka.. Nanti kau kenak amuk Sofia...!! " bisik Roby dengan kesal..
"Tapi Nona seperti itu sejak tadi...!! " Sahut Anex juga tak tega dengan keadaan Sofia..
"Dia Hanya belum menerima Perasaan Cinta Nya yang sudah tumbuh subur di Hatinya...!! " Jelas Roby dengan serius..
"Nona Jatuh Cinta saya benar Tidak bisa percaya.. Ada Pria Yang bisa menjungkir balikkan kewarasan Nona.. ...!! " Gumam Rivo..
"Disaat Masalah XeFio kembali.. otaknya malah Merindukan Nanda...!! " sahut Roby lagi..
"Bukankah Tuan Nanda sangat berkuasa...?? Tuan Nanda pasti bisa melindungi Nona dari Pria yang mengejar Nona.. Kekuasaan Keluarga Tuan Nanda Tidak bisa di Bantahkan.. pria Konglomerat manapun tidak akan berani merebut Kekasih Hati Tuan Muda Mahadiningrat itu...!! " tutur Anex serius..
Amera yang pusing mendengar celotehan abang-abangnya segera masuk Kamar, lebih baik dia main Game.. Amera penggila Game sekarang,,
Hidup Amera sudah lebih baik. Anex bisa membelikan Amera HP baru tanpa harus berkelahi. Hidup mereka berdua sudah lebih manusiawi bersama Sofia...
"tapi Mereka memang sepasang kekasih Bukan...?? " Gumam Roby lagi..
"Aku tidak mengerti kisah Cerita Cinta mereka..! seperti Drama saja.. ribet.....!! " Rivo menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
Ke esokan Malam nya.
Sofia tak tau lagi harus bagaimana hanya berusaha berdamai dengan Bayangan Nanda...
"Apa Pria tidak Normal itu Juga merindukanku..? " gumam Sofia pelan..
"tidak mungkin... dia hanya tertarik pada Pria saja...!! "
"dari sekian banyak Pria kenapa harus dia...!! oh God... kepala Ku sakit memikirkan nya...!! "
"Ok.. Fix... aku tidak punya Pilihan... aku akan menemuinya...!! " Putus Sofia lagi..
Tiba-tiba HPnya bergetar... sofia melihat Layar HP nya dan Jantungnya berdebar kencang...
"Halo...!! sofia...?? "
"Iya... !!" sahut Sofia berusaha setenang mungkin...
"Kau dimana...?? Aku Ingin bertemu denganmu..!! "
Sofia tersenyum lebar, Rasanya hatinya membesar saat Nanda bilang ingin bertemu..
"Dimana...?" Tanya Sofia..
"Apartemen ku....!! " jawab Nanda lagi..
Sofia pun Setuju dengan Janji bertemu Malam ini Juga
Sofia berpenampilan dengan Cantik hanya memakai Jepit Rambut yang dia beli saat di Mol. Rambut Sofia di Gerai Panjang...
"Aku harus buktikan Kalau dia Itu normal atau tidak... Isssh... Kalau beneran tidak normal Bagaimana..?? oh... Oh.. .. Aku benar-benar dihukum...!! " Gerutu Sofia..
Sofia menyamar seperti biasa. Jepit Rambutnya dia simpan dan akan dipakai saat sudah dekat dengan Apartemen Nanda nantinya..
.....
"Hei....??? "
Sofia tak bergeming Karna dia tidak pernah berpikir ada Orang yang memanggilnya.
"Kau tidak melihatku ..?? " Seorang Pria berdiri dihadapan Sofia.
mata Sofia berotasi..
"Kenapa Bajingan Paret ini ada disini. ..?? apa dia tinggal disini...?? " batin Sofia langsung tau Pria dihadapannya..
Pria Yang Sofia tendang hingga masuk Paret, Cucu Tunggal Pengusaha Pertamina terbesar di Kota ini...
"Kau tidak berubah sama sekali...!! " nada Tajam Sofia mendorong kasar Tubuh Pria Itu..
"Hei.. wanita Kurang Ajar... ! apa maksudmu hah !" bentak Pria Itu tak mengenal Rupa Sofia..
Jika saja Sofia melepas topi dan Maskernya mungkin Pria Itu akan gila, Selama ini dia mencari Sofia untuk balas dendam, karna sudah mempermalukannya didepan banyak Orang...
Sofia menendang Tulang kering Pemuda Itu hingga mengaduh kesakitan..
"lemah...!!" Ejek Sofia langsung menekan Lift nya dan pintu tertutup Rapat..
"Sialan... wanita Jal*ng mana itu.. masuk ke Apartemen mana dia...? beraninya dia berlagak Wanita sok bersih.. Kenapa banyak sekali wanita Sok jual mahal..??" Umpat Yosef mengusap-ngusap Kasar kakinya...
Yosef melihat Lantai yang dituju Sofia adalah lantai 9 ..
"waaah... orang kaya mana yang mendapatkan Tubuhnya..?? "
lantai 9 bisa dibilang Punya Konglomerat papan atas. Bulanannya sangat besar kalau nyewa, berbeda dengan Nanda yang langsung membeli Lunas Apartemen Itu..
Sofia berjalan dengan santai dilorong Apartemen Nanda, Setibanya di depan Pintu Apartemen Nomor 444 Sofia melepas Topinya memakai Jepit Rambutnya yang berbentuk Bintang..
"Ready... Go...!! " sofia menekan Bel Pintu masuk Nanda..
dengan cepat Nanda membuka nya kini Sofia malah tercengang dengan penampilan Casual Nanda, sangat tampan..
Nanda juga tersenyum melihat Jepit Rambut Sofia yang tak pernah ada sebelumnya, Jelas Nanda tau itu untuk menarik perhatian..
"masuklah...!! " nanda menggenggam Jemari Sofia dan menuntunnya masuk..
Yosef yang ketinggalan Jauh, benar-benar tidak tau kemana Sofia masuk. Apartemen dilantai 9 ini bukan cuma 1 Apartemen, tapi ada lebih 40 Apartemen hanya dilantai 9 saja dan satu-satunya memiliki Apartemen tanpa bayar Cicilan hanya Tuan Muda Ananda Mahadiningrat saja..
"Apa ini Sofia...?? " goda Nanda menunjuk Gemas Jepit rambut Sofia..
Sofia tersenyum canggung ingin melepaskannya tapi nanda menahannya..
"cara mu memakai Jepitnya Salah...!! " tutur Lembut Nanda..
"Hah...?? tidak mungkin...!! " elak Sofia..
Nanda tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang dalam, Sofia malah tertegun melihat ketampanan Nanda apalagi lesung Pipinya..
Sofia menunjuk lesung Pipi Nanda dengan Jari telunjuknya..
"Kenapa...?? " tanya Nanda melirik telunjuk Sofia di pipinya kini..
"tidak ada...!! " Cengir Sofia tak melepaskan Jarinya di pipi Nanda , lesung pipi Nanda..
Nanda mengusap lembut Pipi Sofia, dirinya melepas Jepit Rambut Sofia dan memasangkannya dengan benar..
"Cantik sekali." Puji Nanda mengusap Kepala Sofia dengan senyumnya yang berlebih.
Sofia tersenyum malu meraba Jepit rambutnya, dalam hati Sofia merutuki kebodohannya dia tidak pernah pakai jepit rambut, gegara ingin bertemu Nanda malah pakai jepit Rambut..
"Aku masak Enak Untukmu.. !!" Ujar Nanda mengusap lembut Pipi Sofia dengan senyum gemasnya..
"masak Enak...?? " ulang Sofia..
"Aku masak menu makanan Paris..!! " jelas Nanda lagi menarik tangan Sofia menuju Meja makan nya..
Sofia terperangah melihat betapa indahnya Meja Itu saat Nanda mematikan lampu Utama meja makannya..
"Kau tqkut gelap..? " tanya Nanda lagi..
Sofia menggeleng dan menatap banyaknya makanan yang terlihat lezat tapi Sofia belum pernah memakannya..
"Kalau begitu Aku Hidupkan saja..! " putus Nanda..
Sofia menoleh ke Nanda dan Nanda menekan Remot lalu Ruangan Itu penuh dengan Bintang-bintang..
Sofia hanya menganga takjub, Kenapa dia bisa terpincut dengan Suasana itu, Kali Ini Nanda berhasil membuat Sofia bahagia dengan Semua persiapannya..
"Aku membuatnya Khusus untukmu...!! " Seru Nanda lagi..
"Indah sekali... ternyata begini rasanya kalau Bintang sangat dekat dengan kita...!! " Puji Sofia dengan Riangnya melompat seperti mau menggapai Bintang-bintang itu...
Nanda tau Sofia suka Bintang, apasih yang tidak Nanda tau tentang Sofia..
😊😊😊
..
..
..