
"Syukurlah... Ayo Kita Pergi...!! " Ajak Kiran serius..
Mereka semua mengangguk. Nanda menggenggam tangan Sofia dan berjalan masuk ke Mobilnya..
"Hei... kemana Ini...? Nanda ... mobil Kami disana... Nandaa....!! " Sofia memberontak dalam genggaman Nanda..
"Jangan melawan....!! " Perkataan Nanda membuat Sofia bungkam..
Padahal Nanda Tidak membentak ataupun emosi dalam perkataannya tapi kenapa Sofia bisa lemah tak berkutik..
sedangkan Roby dan Kiran hanya saling pandang lalu berpencar ke arah mobil masing-masing..
"Kau belum menjawabku Nanda... Apa yang kau lakukan ditempat tadi...? Kenapa Kau bisa tau aku disana...? Apa Kau memata-mataiku...?? " Cecar Sofia..
Saat ini Nanda lah yang diam malah Sofia yang bawel...
"Nanda....!!! " Panggil Sofia merasa diabaikan..
Nanda masih tak bergeming...
"Astagah....!!! apa Aku tidak terlihat...?? " Gerutu pelan Sofia memijit pelipis nya yang pening seketika..
"Kau mau bawa aku kemana...?? " tanya Sofia menahan Geram sedari tadi diabaikan Nanda..
"Ada apa dengannya...?? kenapa mendadak jadi bisu dan Tuli...?? " Gumam Sofia dengan herannya..
"Aaakh....!! " sofia Spontan memegang dadanya karna Nanda tiba-tiba menoleh padanya dengan tatapan sulit diartikan..
"Jantungmu pasti tergores tadi.. kita ke Rumah sakit...!! " Ujar Nanda dengan santainya..
Sofia malah menganga..
"Tuan Kecil... jantung Aku baik-baik saja Tuan... !" Elak Sofia penuh penekanan..
"bukankah tadi sakit...? " tanya Nanda tanpa menoleh..
"itu karna anda kagetin Tuan Kecil....!! " sergah Sofia lagi..
"Ke Rumah sakit Titik...!! " Putus Nanda..
"Ini Tubuhku Tuan.. terserahku mau aku ke Rumah sakit atau tidak.. Aku sudah bilang Kalau aku baik-baik saja...!! dimana Letak kesalahannya..? Aku tidak mau ke Rumah sakit... !" tolak Sofia lagi..
"rubuhmu milikku sekarang.. aku Harus menjaga nya dengan baik...!! " ceplos Nanda dengan nada serius..
Sofia menyilang tubuhnya..
"Apa maksud anda Tuan kecil...? " tanya Sofia dengan Nada Tajam..
"Bukankah Kau kekasihku...? saat ini yang tau identitasmu hanya GranFa, Papi dan Kakakku.. bagaimana Jika Tubuhmu terluka saat berhadapan dengan Mamiku... ? Mami ku tidak suka ada Perempuan yang memiliki bekas Luka.. ditambah Mami tau kau kekasihku.. aku tidak mau mamiku marah besar...!! "
"Aku tidak takut Padamu Sofia.. aku lebih takut amarah Mamiku...!! "
penjelasan Nanda membuat Sofia bungkam..
"Tapi Aku memiliki bekas luka dan Juga Aku yang tau tubuhku sekarang baik-baik saja...!! bahkan tidak ada darah setetes pun...!! " Cicit Sofia menatap bajunya yang berlubang karna Peluru tadi..
"Mengertilah.. Aku hanya menjalankan Tugasku... Kau hanya nurut saja.. Aku tidak akan Melewati batas ku.!! " Kata Lembut Nanda mengelus Puncak Kepala Sofia..
Sofia Pun pasrah tak lagi melawan..
"Kemana Hatiku yang keras itu...? Kenapa aku tidak Nyaman saat dia diam saja padaku...? Aku lupa ke Dokter lagi...!! " batin Sofia menatap Jalanan yang mereka lalui..
Saat Tiba di parkiran Rumah sakit Besar di Kota Ini. Nanda membuka laci Mobilnya dan mengeluarkan masker serta Topinya..
"Pakai Ini...!! " Nanda memberikan Alat yang biasa Sofia gunakan untuk menyamar..
"Kenapa harus Rumah sakit Besar...?? " Tanya Sofia dengan serius..
"Fasilitas disini lebih baik...! " jawab Nanda..
Nanda Keluar dari Mobilnya dan membuka kan Pintu Untuk Sofia keluar..
Nanda membuka Jas kerjanya dan menghadap Pada Sofia..
Deg....
Jantung Sofia berdegup kencang melihat secara dekat wajah Nanda. baru Kali ini dirinya Tak melawan saat ada Pria Yang sangat dekat dengannya..
"Maaf....!! " ucap Nanda..
Sofia mengangkat alisnya Satu.. "Untuk...? "
Sofia melebarkan matanya saat Nanda memasangkan Jas mahal Nanda di tubuhnya..
Sofia menatap Pegangan tangan nya dengan Nanda..
"Kenapa Aku...? Kenapa Tidak membanting Tubuhnya..? apa yang salah dengan Otakmu Sofia...? Sadarlah....!! dia hanya Kekasih Pura-puramu...!! " Batin Sofia..
Perlakuan Nanda padanya Tidak seperti Kekasih Pura-pura atau Memang Nanda Orangnya Baik, entah Mengapa Sofia Jadi tak mengerti dirinya sendiri..
"Aku harus ke dokter... Iya.. Aku yakin... aku harus ke Dokter... Otakku Bermasalah juga Jantungku lagi...!! semua bermasalah... harus di obati...!! " batin Sofia mengangguk sendiri..
tanpa sadar Sofia, mereka sudah jadi pusat perhatian Orang yang ada di Rumah sakit Itu. siapapun itu baik suster, Dokter maupun pengunjung Rumah sakit ini..
"Bang Virgo....!! " Virgo menoleh ke asal suara..
"Hei... nanda....?? apa yang kamu lakukan disini Jagoan...?? " Tanya Virgo mendekati Nanda dan tersenyum pada Sofia.
Nanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,,
"Apa Kamu sakit...? " tanya Virgo lagi..
Nanda tersenyum canggung..
"Aah... Sofia Ya...!! apa Keluhannya...? " tebak Virgo yang tau Tujuan Nanda..
"jangan abang deh.. nanda Mau Dokter Perempuan!! " cengir Nanda..
Virgo tergelak dan mengusap kepala Nanda dengan gemas..
"dasar Pencemburu...!! " ledek Virgo..
"Abang Juga....!! " tuding Nanda tak terima..
Sedangkan Sofia hanya tertawa canggung tanpa mengeluarkan suara melihat Kelakuan Adik dan Kakak Ipar Keluarga Mahadiningrat itu.
Sofia dibawa ke Dokter wanita..
dan hanya Pasrah saat Dokter memeriksanya padahal tubuhnya baik-baik saja, Nanda Benar-benar membuatnya Kesal..
dirinya yang tertembak malah Didiami oleh Nanda. Entah Apa isi Otak Kecil Nanda saat bersama Sofia tadi..
"Dokter saya Baik-baik saja dok.. pria Itu sudah gila. " bisik Sofia pada Dokternya..
Sofia Tidak mau melepaskan penyamarannya tapi dokter Kilia tidak marah sama sekali sebab dr. Kilia mengerti Sofia tidak mau menunjukkan wajahnya pada Oranglain..
"Iya Nona.. tapi Harus di periksa Ya Nona.. siapa tau ada sesuatu didada Nona saat tertembak...? " bujuk Dr. Kilia..
Sofia mendengus Kasar, baik Dokter maupun Nanda sama menyebalkannya..
....
Setelah pemeriksaan di Bagian Dada Sofia. menunggu hasil nya keluar.. sofia sudah uring-uringan di Ruangan VIP sewaan Nanda untuknya..
"Aku harus Kabur...!! " gumam Sofia Pelan..
Sofia mengedarkan pandangannya dan tak menemukan tas nya.. berarti ada di Mobil Nanda.. dia ingin merayap keluar dari Jendela Rumah sakit ini dengan memakai Alat Perekat dindingnya..
Namun saat Sofia hendak memanjat mencoba keluar dengan melompati Tingkat Gedung R. S. Ini satu persatu... pintu di ketuk.. sofia dengan cepat menoleh dan membelalak sempurna ternyata Nanda berdiri dipintu menatap datar padanya..
"mau kabur kemana...? " tanya Nanda berjalan mendekati Sofia yang masih duduk manis dijendela..
"Nanda aku tidak kabur... aku hanya melihat Pemandangan...!! " bohong Sofia..
"Sialan.. kenapa mulut ini berbicara Sendiri...? Aku tidak menyuruhmu berbicara...!! " gerutu Sofia didalam hati..
"Oh.. Ya...?? aku akan membawamu keluar Ruangan Ini tanpa harus melompat ke arah jendela SofiaKu....! " Ledek Nanda lagi..
"Aku tidak melompat... !" seru Sofia tak terima.
"Kau mungkin bisa membohongi Orang lain dengan santainya tanpa takut ketahuan.. tapi Aku tidak bisa kau tipu Sofia.. Kau tidak akan bisa berbohong padaku...! " Jelas Nanda lagi dengan senyum misteriusnya..
"Kalau Kamu Kabur... aku akan mencari alamat Rumahmu dan membawa seluruh keluargaku... Kamu mau...?? " ancam Nanda dengan seringai liciknya..
Sofia tidak melihat Nanda malah lagi membayangkan Situasi tidak nyaman itu..
😊😊😊..
...
..
..