Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Anti Peluru



"Nona kenapa saya merasa ada yang menolong Kita....? " Rivo berkata dengan nafas tersenggal..


"Iya... dari penjagaan tempat ini sekitar 40 Orang lebih.. tapi kenapa yang ada di tempat kita Cuma 20 Orang sedari tadi...?? " Sambung Roby menimpali..


Sofia menatap datar lorong Markas tempat ini Seolah menerawang Ke depan..


"benar... Ada perkelahian di depan...!! " Roby memiliki indra pendengaran yang tajam..


"bantu mereka semua Keluar....!! " Selah Sofia serius..


"Kak... Kakak belum jawab.. apa kakak saya memang masih hidup...? " Tanya Amera lagi dengan terbata-bata..


"Hem....!! kau akan tau saat melihatnya secara langsung. !' Jawaban Sofia membuat Amera bungkam..


"*k*enapa Dia memiliki Karisma pemimpin..? apa dia Boss Mafia...? tapi Semua Mafia sama saja... jahat dan tidak punya Hati... lalu dia siapa...?? " batin Amera bertanya-tanya..


Roby dan Rivo mengeluarkan semua tahanan yang ada dipenjara Itu..


"Pergilah. Pulang ke Rumah kalian masing-masing...! ' titah Roby serius..


Semua Tahanan itu menunduk hormat sekaligus mengucapkan terimakasih pada Sofia juga pada Roby dan Rivo barulah mereka berhamburan melarikan diri tempat Itu, lewat Pintu masuk Sofia, Rivo dan Roby tadi..


"Kita belum bertemu Boss nya...!! " seru Rivo tiba-tiba..


"Ayo kita kedepan....!! " Ajak Sofia..


"tidak Mungkin dia.. tapi hanya Dia yang memiliki Aroma Cendana...!! " perang batin Sofia..


Walaupun Sofia tampak tenang dan tak tertebak tapi hati Sofia begitu penasaran siapa yang berani ikut campur dalam perkelahiannya..


"Siapa yang berani memasuki wilayahku.....?? " teriak Pria berkepala Botak yang di perkirakan Boss Anex dan Amera..


Suara itu berasal dari Pintu masuk Markas Ini. Sementara Sofia dan yang lainnya masih ditengah perjalanan...


Amera bergetar ketakutan mendengar suara itu,,,


"Kak... dd.. dia ii.. blisss....!! " Adu Amera bersembunyi dibelakang Sofia..


"bagimu lebih menakutkan Iblis atau Monster...? " tanya Roby menenangkan..


"Hah....?? M.. onster...? Aku rasa Iblis mengerikan tapi kalau Monster sangat menyeramkan.. Juga bisa mengerikan....!! " Jawab Amera terbata-bata..


"bocah Pintar....! " Gumam Rivo tersenyum tipis..


"Kakak mu yang ini.. Walaupun sangat cantik seperti Malaikat bagimu.. tapi dia sudah pasti lebih mengerikan dari Orang yang kau sebut iblis Itu...! " Roby mengusap kepala Amera..


Amera menatap punggung Sofia dengan bertanya-tanya..


Sofia Tidak menjawab,, "Cendana....!! " Seru Sofia berjalan cepat ke arah depan Markas Ini..


Sofia membelalak dengan terkejut nya melihat banyaknya manusia yang tergeletak di depannya. bagian tengah Markas ini banyak yang pingsan karna memang ulah mereka tapi bagian depan Sofia dan yang lainnya tidak ada sangkut pautnya..


"Nanda....?? " gumam Sofia pelan aroma tubuh Nanda makin menyeruak di hidungnya...


"Tuan... saya Sudah tidak kuat berlari....!! " Keluh Amera


Roby dan Rivo berhenti seketika dan melihat Kaki Amera terluka...


"Apa mereka pantas disebut manusia...?? " geram Roby menatap tajam Kaki Amera yang tak hentinya mengeluarkan darah segar..


"apa Kita harus mengantarnya ke Mobil....? siapa yang menjaganya...?? " Rivo tampak ragu dengan usulannya sendiri..


"Kau temani dia... biar aku yang membantu Sofia...!! " Pinta Roby berlari meninggalkan Rivo yang masih bengong..


"Astagah... sejak kapan Aku bisa merawat Orang...?? " batin Rivo menggerutu..


"Tuan....!!! " lirih Amera


"Jika Tuan mau Pergi, silahkan saja.. aku tunggu disini.. Aku tidak kuat berlari mengikuti Tuan.! " Saran Amera berusaha melepaskan diri dari Rivo..


"Jika aku melepaskanmu.. aku bisa dihukum....!! " Rivo menggendong Amera dan membawanya putar arah..


Rivo membawa Amera lewat jalan tengah tadinya.. sebab Parkir Mobil nya tidak terlalu jauh..


....


Sofia tiba di Depan pintu masuk Markas musuhnya.


dan Benar saja memang Nanda lah yang sedang membantunya..


"Bukankah Tuan adalah Tuan Muda Mahadiningrat..? apa Kesalahan kami...? kenapa menghancurkan Markas saya.. ? Kami tidak pernah cari perkara dengan anda...!! " tanya Opendri tak terima dengan situasinya sekarang..


Nanda tertawa hambar.. saat dirinya disudutkan oleh Opendri, seolah Nanda lah yang salah...


Kiran hanya menatap semua lawannya yang terluka Parah.. menghitung berapa Jumlah Lawannya yang harus pakai Gips. Bagaimanapun Kiran seorang dokter...


"K.. kekasih... Tuan....?? Ti.. Tidak.. Mungkin... kami.. Tidak pernah memata-matai Kekasih Tuan... bahkan saya Tidak tau siapa Kekasih Tuan...!! " Elak Opendri bersimpuh dengan Kaki nya yang kesakitan..


Sofia tertegun mendengar Pembelaan Nanda, dirinya mudah sekali terjerat pesona Nanda. Padahal Sofia tidak pernah seperti ini sebelumnya, Pria pertama yang bersikap dan menatapnya dengan sopan..


"Ciuhh....!! kekasihku sofia....!! bawahan yang kau suruh memata-matai kekasihku itu sudah aku tangkap.. bukankah Kau yang memulai perang ini duluan padaku....? Kau yang membuatku menunjukkan sisi menakutkanku....!! " Nanda berkata dengan tajamnya..


"Anex....!!? s.. saya... Tida.. k tau.. Tuan.. Ampuni Saya... Ampuni saya....!! " sembah Sujud Opendri Ketakutan..


"hanya dengan kata-kata dia bisa membuat musuhnya bersembah sujud.. padahal dia bukan Tuhan... Sayang sekali Aku tidak melihatnya berkelahi tadi... pasti sangat sexy tadi...! " Batin Sofia..


Sofia memukul dadanya tiba-tiba.. dan menjitak Kepalanya sendiri.


"Gila... kau sudah Gila...!! " maki Sofia pada diri sendiri..


"Kakak kamu bilang Gila dek...?? " Tanya Roby tak percaya..


Sofia terlonjak Kaget.. Roby mengerjabkan mata nya melihat Reaksi Tubuh Sofia yang kaget melihatnya.


"melamun lagi...!! " Ledek Roby..


Sofia tidak menjawab.. dia mengatur deru nafasnya sendiri.. Roby melebarkan Mata nya siapa yang membantu mereka..


"Kamu sudah sedekat itu dengan nanda Dek...?? hingga Kamu memberi tau Tempat dan alamat tempat Kita menjalankan misi...!! " Tanya Roby tak percaya Sofia begitu mudah jatuh cinta pada Nanda...


"Tidak... aku tidak pernah memberi taunya...!! " elak Sofia..


"Apa Tubuhmu disadap...? " Tanya Roby lagi..


"Kakak Fikir Aku bodoh.. Aku sudah berkali-kali melakukannya saat menjalankan misi... ! Tidak mungkin aku memberi tau Nya...!! dan Lagi Tubuhku tidak disadap.. Dia tidak sepengecut itu.. " Ketus Sofia malah membela Nanda tanpa sadar..


Roby malah menganga lebar, adiknya memang suka pada Nanda. hatinya Sudah pada Nanda tapi kepala Sofia masih melawan kebenaran itu...


"Kau sudah terlambat....!! " seringai Nanda..


"Aku dengar Kau adalah Penyiksa Anak di bawah Umur... !!" Nanda mengeluarkan Pistolnya..


Sofia membalik tubuhnya dan melihat Nanda memainkan Pistol baru, Sofia tau Model itu tidak pernah ada sebelumnya..


"Kekuasaannya membuat Ku merinding...!! " batin Sofia berkedip tak percaya melihat pistol baru Nanda sudah ada padahal belum lama dirinya diberi Pistol oleh Nanda..


sekarang Nanda sudah punya yang baru...


Opendri yang melihat semua anak buahnya sudah tergeletak tak berdaya segera melihat situasi dia ingin menyandera seseorang..


Opendri berlari ke arah Sofia, Nanda menembakkan Pistolnya ke atas. seolah memberi peringatan pada Opendri..


Belum dekat pada Sofia, sofia sudah menendang Lutut dan Bagian bawah Opendri lalu tanpa jeda menendang dada Pria Botak itu hingga terlempar ke Kaki Nanda..


"Sudah Aku peringatkan bukan....?? " Sinis Nanda memijak Punggung Opendri..


Pria Botak Itu tidak terima dan melayangkan Timah panas ke arah jantung Sofia.


Kiran memekik. Nanda yang emosi langsung menembak Kepala Opendri hingga mati tempat..


"Sofiaaa....!! " teriak Nanda dan Kiran bersamaan..


Roby sempat terkejut dengan Kejadian cepat tadi tidak menyangka Opendri masih bisa menembak..


Nanda Dan Kiran berlari kearah Sofia dan Roby..


"Sofia....?? " nanda langsung memegang bahu Sofia dan menatapnya Begitu khawatir..


"Sofia.. kamu tidak apa-apa...? " tanya Kiran juga tak kalah panik..


"tidak apa Nanda.. Nona ... Sofia pakai Rompi Anti peluru...!! " selah Roby tiba-tiba..


Akhirnya Nanda bisa menghela nafas lega, Sedangkan Sofia masih terkejut dengan tatapan Nanda..


kenapa dia bisa melihat dan tau arti tatapan Nanda...? sungguh dirinya tak mengerti..


😊😊😊


..


..


..