Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Aku anggap kamu setuju



Nanda memasukkan Kedua tangannya ke Saku celananya, Nanda senang apa yang dia kerjakan begitu disukai Sofia..


bahkan Sofia tertawa gembira, seperti baru pertama Kali dapat hadiah dari seseorang...


"Kau suka...?? " tanya Nanda dengan suara Beratnya.


Sofia beralih ke Nanda dan tersenyum Begitu indahnya, lalu kembali melompat menangkap Bintang-bintang yang ada di Kegelapan Ruangan Nanda Kini..


Nanda tertawa gemas melihat kelakuan Sofia, Nanda pun menyandar didinding dekat Sisi Sofia..


"Aku ingin bawa pulang semua nya..!! " alangkah Senangnya Sofia kini..


"Kamu bisa Tinggal disini kapanpun kamu mau Sofia....!! " batin Nanda..


"Terimakasih...!! " ucap Sofia dengan tulusnya..


"Untuk...?? " tanya Nanda mengulang perkataan Sofia kalau Nanda bertanya..


Sofia tertawa lebar dengan langkah pelan Sofia mendekati Nanda, Mereka saling tatap ditengah Romantisnya suasana..


"Kau tau alasan Aku suka Bintang...? tanya Sofia..


"Tidak tau...!! " Jawab Nanda Jujur merapikan anak Rambut Sofia sambil tersenyum..


"dulu aku selalu menangis saat Kecil karna kehilangan Orangtuaku.. bahkan saat masuk ke Dunia gelap Pun Aku Selalu menahan tangis.. rasanya dunia tidak adil padaku.. Papa dan Mama Pergi meninggalkan Kami. "


tanpa Sadar Sofia bercerita soal kehidupan masa lalunya pada Nanda. nanda tentu mendengarkannya dengan senang hati artinya Sofia sudah percaya padanya..


"Lalu...?? " tanya Nanda lagi..


"Aku pernah bertemu dengan seorang nenek.. dia Juga kehilangan Anak,menantu juga Cucu nya dalam sebuah tragedi. dia mengatakan semua Makhluk yang meninggal akan jadi bintang, Sejak Itu Aku tidak pernah menangis lagi.. Aku juga Mulai berubah.. karna Orangtuaku mengawasiku dari atas sana...!! " Lanjut Sofia lagi mendongak melihat bintang-bintang di atas nya..


Nanda Tersenyum begitu Kagumnya pada sosok Sofia. sofia memang sangat tegar di Usia nya yang muda sikap Sofia yang dingin juga tertutup itu hanya bentuk perlindungan dirinya saja...


Soal Kasar.. wajar saja.. sofia tumbuh tanpa ada Keluarga yang mendampinginya.. hanya Roby saja..


"makanannya mulai dingin.. apa Kita tidak makan...?? " tanya Nanda terkekeh melihat meja makan..


Sofia tersenyum malu tanpa sadar bercerita pada Nanda malah dirinya dekat dengan Nanda hanya berjarak 1 jengkal tangan saja..


"Ayo makan...!! " Nanda membuka Kursi untuk Sofia duduk.


Sofia malah menatap bingung Kursi yang dipegang Nanda akhirnya dengan bantuan aba-aba Nanda, Sofia pun mengerti ternyata kursi itu untuknya..


mereka makan dengan tenang. Sofia benar-benar suka masakan Nanda..


"Aku tidak yakin ini masakanmu...!! " seru Sofia tiba-tiba dengan mulut penuhnya. .


Nanda mengulum senyum nya dan mengusap bibir Sofia yang belepotan, Sofia hanya diam saat tangan Nanda menyentuh bibirnya dan Sofia menatap mata Nanda yang tak pernah sedikitpun menatap Kotor Padanya..


"Kau makan seperti anak Kecil...!! " gemas Nanda mencubit Pipi Sofia..


Sofia mengerjabkan matanya lalu matanya beralih ke Piringnya kini..


"Bagaimana aku tidak akan Suka padanya..?? lihatlah Caranya menatapku.. kenapa sangat lembut.. ? Aku selalu saja terpincut kalau bersitatap dengannya.. Bisa hilang urat maluku.. bagaimana Jika tiba-tiba aku melompat memeluknya..?? " Batin Sofia mengoceh dengan kesal..


"lain kali aku akan memperlihatkan padamu bagaimana caraku memasaknya.. !!" Ujar Nanda lagi..


"Benarkah...??" tanya Sofia berbinar senang..


Nanda mengangguk-angguk menjawab Sofia..


"Asyaaah.....!!! " senang Sofia..


"Aku jadi ingin menciumnya.. Dia sangat cantik dengan jepit rambutnya itu..! " batin Nanda tersenyum melihat piringnya kini..


Sofia memang sangat Cantik. rambutnya digerai saja Sudah begitu cantik, tertawa, tersenyum. Sofia seperti Gadis ceria kini. Sosok Putri yang telah lama hilang di dirinya sejak ditinggal oleh Orangtua nya..


"Apa aku bisa mengungkapkan perasaanku..?? " batin Nanda lagi sesekali melirik Sofia yang sedang makan dengan lahapnya..


 


"Sofia Tunggu sebentar...!! " Pinta Nanda..


"haaa....?? " Sahut Sofia .


Sofia menggaruk keningnya sendiri saat Nanda pergi masuk ke Kamarnya..


"mana HP mu...?? " tanya Nanda dengan satu tangannya di Saku celananya..



"Stitch.. ? bagaimana dia bisa tau aku suka Itu..?? " batin Sofia bingung sendiri dengan Kejutan Nanda sejak tadi..


"Bagaimana Kau bisa tau...?? " tanya Sofia penasaran..


"Kau tidak ingat pertama kali kita bertemu ?? Bukankah kau memberikan Flasdisk dengan gemerincing benda ini...!! " tanya Nanda balik..


"Aah... Iya juga.. itu pertama kali nya kita bertemu...!! " sofia pun ingat saat itu..


Nanda malah tersenyum hnya Nanda yang tau


itu bukan pertemuan pertama mereka, mungkin bagi Sofia memang pertemuan pertama. bagi Nanda tidak..


"Aku juga beli boneka besarnya untukmu..!! " seru Nanda lagi..


"Hah...? lagi...?? " tanya Sofia dengan tak percaya nya.


"lagi...? apa nya...? " tanya Balik Nanda..


"Aah... Bukan.. maksudku kejutannya lagi...!! " ralat Sofia..


Nanda mengulum senyum.. "Karna Kamu Gadis Spesialku...!! "


Sofia sontak saja melebarkan matanya, apa dia tidak salah dengar Fikirnya..


"Kau bisa mengingatku saat Sulit...!! " Nanda menggenggam Jemari Sofia dan menuntun Sofia ke Kamar tamu..


Sofia mengerjabkan mata nya melihat Boneka besar Stitch juga Landak di atas kasur..


"Itu untukmu...!! "


sebuah kata Yang mendebarkan hati Sofia, Kenapa Nanda selalu memberi kejutan padanya hanya dalam satu hari ini saja. Bagaimana Perasaan Sofia.. ? Sofia bahkan berfikir Nanda guy..


Sofia berjalan pelan mendekati Ranjang itu dan menatap Nanda lagi dengan ragu tapi Nanda meyakinkan itu bukan hal yang besar, Jika wanita lain mungkin Nanda akan membelikan Emas, Berlian, dan sebagainya.. tapi Sofia berbeda..


"Apa Ini tidak berlebihan Nanda...?? " tanya Sofia sedikit tidak enak hati menerima semua pemberian Nanda..


"Ini hal biasa yang diberikan Pria pada kekasihnya.. Apa aku bukan kekasihmu...? " tanya Nanda lagi..


"Hah...?? itu... bukankah... Kau... Itu.. tidak tertarik pada.. wanita..! " gagap Sofia celingak-celinguk ke arah lain..


Nanda tertawa tanpa suara..


"Apa menurutmu aku Pria tidak normal sayang..? " Nanda mendekati Sofia..


Sofia yang gugup melangkah mundur hingga terduduk di Sofa yang ada dikamar Itu. Nanda menindih Sofia dengan tatapan lembutnya itu..


"Ii.. h.. i.. tu.. n.. Ka. u.. apa yang kau.. lakukan...?? " Gugu-gagap Sofia kelagapan..


"Apa aku terlihat Pria Normal sekarang.. ?" Nanda meradu keningnya dengan kening Sofia..


Sofia benar-benar tegang dengan situasinya kini, Dia tak menyangka Nanda akan seperti ini.. tapi tidak menatap Kotor padanya malah kebalikannya..


"Ta.. pi Kau tidak suka pada tubuh wanita.. " kata Sofia Mengalihkan pandangannya dari Nanda..


"Aku hanya tidak suka Wanita seperti itu.. memamerkan tubuhnya untuk mendapatkan Ku.. hubungan seperti itu hanya didasari oleh Cinta, bukan untuk sebuah tujuan ataupun hanya pelampiasan hasrat saja....!! " Jelas Nanda dengan seriusnya..


Sofia beralih ke Nanda tatapan mereka beradu pandang lagi..


"Muah....!!! " Nanda mengecup Sayang Kening Sofia..


"Jadilah kekasihku sesungguhnya Sofia.. aku akan menjagamu dengan segala kekuatanku...!! " ungkapan cinta Nanda dengan tulusnya..


Sofia tak tau lagi harus berkata apa hanya bisa mengerjabkan matanya memandang Nanda yang sangat tulus mengungkapkan perasaannya..


"Aku anggap kamu setuju...!! " bisik Nanda mengetuk mesra hidung Sofia..


Lalu Nanda bangkit dan keluar dari Kamar Itu, Saat di Pintu, Nanda menoleh ke Sofia. sofia masih dengan posisi tadi masih syok dengan ungkapan Cinta Nanda yang tak terduga itu..


😊😊😊


...


..


..