Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
perang



Sofia mengedarkan Pandangannya mencari Sosok Pria yang dia Cintai...


"Nanda... ??" panggil Sofia Kuat...


"Kemana Dia.....?? " Gumam Sofia pelan..


Sofia pun mencari disetiap sudut Apartemen Nanda tapi tak menemukan jejak Kekasihnya Itu..


"Apa dia Pergi....?? tapi kenapa tidak bilang padaku....?? " Sofia menelfon Nanda tapi tidak diangkat..


"Kenapa Semua Orang menyebalkan sekali...?? angkat telfon aja nggak bisa...!! apa sesulit itu mengangkat Panggilan..? tingkat pencet tombol Hijau ke samping udah... diam pun nggak apa....!! " Gerutu Sofia kesal menghubungi lagi Nanda berkali-kali...


Sofia keluar dari Kamar Nanda dan melihat sebuah memo di atas Meja Sofa yang ada diruangan TV..


Sofia dengan cepat mendekati meja itu dan mengambil memo nya...


"Sayang... Aku akan menyelamatkan Kakakmu.. Percayalah Padaku... Aku bisa membebaskan Kakakmu dari Pria brengs*k dan pengecut itu.. !! Aku Mencintaimu... ... ....Ananda.... "


Sofia terduduk lemas di lantai marmer kini dan meremas memo itu..


"Kenapa tidak memberi tau ku....?? Nanda Kamu tidak mengenal nya.. Aku tau kamu berkuasa.. tapi Kenapa Kamu tidak mengajakku...?? "


Sofia berlari keluar dari apartemen Nanda tapi pintunya di kunci dari luar..


"dia mempersiapkannya dengan matang... bahkan mengunci ku disini...!! " Sofia mencari HP nya..


Sofia menghubungi Manager Apartemen ini menyuruh Manager itu mengambil Kunci dari luar nya


sebab Sofia terkurung di Apartemen Nanda..


"baik Nona...!! " jawab Manager tanpa banyak bicara lagi..


Sofia menunggu beberapa menit dengan gelisah saat Manager yang di hubungi belum juga membuka Pintu..


"Itu dia....!! " senyum lega Sofia terbit saat Ada Bunyi seseorang membuka Pintu..


"Kenapa Lama sekali....?? " bentak Sofia kesal..


"maafkan Saya Nona.. Sebab mencari Kunci cadangan milik tuan Ananda Sangat Sulit...!" ucap Manager itu terbata-bata sebab melihat langsung Wajah Sofia tanpa memakai topi dan masker..


"berikan Kuncinya Untukku...!! " Sofia menengadahkan tangannya...


sang Manager memberikannya dengan mata nya hanya tertuju melihat pahatan wajah Sofia yang sangat cantik disetiap sudutnya...


"Keluarlah... aku terburu-buru...!! " usir Sofia cepat menarik tangan Pria Itu keluar dari Apartemen Nanda..


Para Pelayan yang mengikuti atasannya dan menunggu di luar pintu Apartemen Nanda melongoh bodoh melihat wajah Cantik Sofia..


Sofia mengunci Apartemen Nanda lalu menepuk pundak Manager yang menolongnya Bisa keluar dari Apartemen Nanda..


"Kau sangat berguna.. Thanks Bro....!! " Senyum miring Sofia yang sangat memukau.


Sofia berlari tanpa mendengar jawaban dari manager itu. dirinya harus mencari Nanda.. Sofia tidak mau Pria yang dia cintai terluka karna Nya..


Sofia tidak punya waktu untuk menyamar Keadaan mendesak bagaimana Keadaan Kakak dan Kekasihnya Kini...


 


ternyata Nanda sedang mengintai Gedung kosong tempat penyekapan Roby..


"Bagaimana Jika Nona lepas Tuan...?? " bisik Anex takut-takut..


"Aku tidak tau... Sofia sangat Keras kepala... dia tidak suka di remehkan... dia pasti salah faham.. Aku hanya tidak mau dia terluka Itu saja...!! " Jawab Nanda santai tapi tak mengganggu konsentrasinya hendak membidik musuhnya..


"Nona Pasti menemukan Kita... dia sangat pandai melacak...!! " Sahut Rivo serius..


"setidaknya dia aman sampai kita menjalankan misi menyelamatkan Kakaknya...! " sahut Nanda tenang..


"Tuan....!! " Sapa Rindu..


"Paman... Semua persiapan sudah siap...?? " tanya Nanda tanpa menoleh.


"Semua Sudah siap Tuan.... tinggal menunggu perintah dari Tuan Kecil Saja...!! " Jawab Rindu Tegas..


"Kapan kita akan menyerang....?? " tanya anex Semangat..


"pergerakan belum terbaca lebih baik kita mengepungnya...!! " Usul Rivo


"Kami sudah mengepungnya Tuan....!! tinggal menunggu perintah dari Tuan Kecil saja!" ulang Rindu sekali lagi masih tenang..


"bukankah Tuan Bawa Pasukan cuman 21 orang...?? " tanya Anex takut-takut..


"Kami bawa pasukan kain juga tuan... Kami bekerja sama dengan para Mafia orang kepercayaan tuan besar Yash dan Tuan Adam..! " jawab Rindu masih tenang..


"Mahadiningrat mengerikan....!! " batin Anex merasa ngeri.


inilah sebabnya banyak Mafia yang takut ber urusan dengan Keluarga Mahadiningrat..


Nanda tak menjawab hanya fokus melihat hasil bidikannya..


"Bagaimana tuan tau disini lah mereka membekap Roby...?? " Tanya Rivo penasaran..


"Aku punya Informan dari dalam...!! " Jawab Nanda santai..


"Informan...?? Penghianat mereka...?? " tebak Anex tak percaya..


Rivo juga sempat terkejut, Rindu terlihat tenang dan tak terkejut sama sekali..


"Hmmm..... !!" sahut Nanda terlihat biasa saja..


Anex benar-benar kagum akan kepandaian Nanda membalikkan dari penghianat menjadi kawan..


"Bagaimana Keluarga Pria Itu...?? " tanya Nanda serius ke rindu..


"Semua sudah aman Tuan... Saya Sudah membawa mereka ke Mansion Tuan yang ada di Negara Itu Anaknya juga sudah di tangani dengan baik oleh dokter terbaik disana Tuan...!! " Jawab Rindu lagi..


Rivo akhirnya mengerti alasan Pria Itu menghianati Mafia kejam seperti XeFio..


"Bagaimana pun dia harus hidup...!! " tegas Nanda Tak terbantah..


"Baik Tuan....!! " jawab Rindu tak kalah tegas..


Nanda langsung membidik lengan Fio secara tiba-tiba, Nanda sengaja membidik lengan Fio bukan Kepalanya. Kematian terlalu mudah untuk Pria seperti Fio. Nanda ingin membuktikan bagaimana Tak berdayanya Raja Mafia seperti XeFio melawan Keluarga Mahadiningrat... seketika tempat Itu jadi Ricuh dan heboh.. semua Kocar-kacir mengeluarkan senjata..


"Tembak..!! " Perintah Nanda menggema dengan bantuan alat komunikasinya..


perang senjata pun terjadi.. pria yang menghianati Fio segera berlagak menembak lawan lainnya hanya Cara agar dia tidak di tembak oleh lawannya..


"Apa yang kau lakukan nanti kau kenak...?? " bentak Rekannya..


"biarkan saja aku mati...!! " bentak Pria yang mengkhianati Rekannya..


Padahal semua Anak buah Nanda sudah berkompromi tidak akan menembak 2 Pria yaitu Pria Itu dan Roby..


Karna bukan musuh melainkan kawan...


Saat Keluar Pria Itu di pukul kepalanya oleh rekan Nanda dan dibawa Pergi dari tempat itu dan menembakkan senjata ke arah lain seolah membunuh Pria Itu rekannya menjerit saat temannya mati tertembak..


"Sialan... bunuh mereka semuaaa.....!! " maki Fio menatap benci darah yang mengalir di lengannya kini..


"Saya akan menghentikan pendarahannya Tuan..!! " Barly dengan cepat mengambil Sapu tangannya dan mengikat lengan Fio yang berdarah..


"Pasti ada penghianat di dalam anggota ku.. cepat cari penghianat itu...!! " bentak Fio emosi ke Barly..


"Baik Tuan...!! " Jawab Barly..


Barly sudah tau lawannya ini sedang menguasai tempat ini. dilihat dari caranya menembak timah panas ke Rekan-rekannya dengan tepat sasaran..


"Aku tidak tau harus bagaimana...?? Kau sudah Kalah Tuan.. !!" batin Barly bergerak cepat mencari Penghianat di anggotanya sendiri..


namun anggotanya nyaris mati semua Karna tembakan itu memburu Anak Buahnya..


"Kemana BiRo...?? " Teriak Barly..


"Dia mati Tuan...!! di tembak Saat dia Keluar mencari siapa yang mengepung kita.. !!" Jawab anak buah Barly mengusap air matanya..


"lalu siapa yang berkhianat hah...?? " emosi Barly saat Tidak menemukan penghianat yang dia cari..


"Kami tidak mungkin menghianati tuan Fio.. hanya Cari mati saja... !!"


"Tuan awas...!! "


"Sial...!! "


Roby terlihat tenang dengan nafas naik turun. baik pergelangan tangan dan kakinya memerah Karna borgolnya.. Roby tetap berusaha memaksakan diri lepas dari borgol itu.. bahkan tak sadar tangannya sudah terluka..


.


.


..


.