Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Anex dan Amera



Ke esokan Pagi nya... Sofia menyamar datang ke Perusahaan Kingdom Estate... Kali Ini Sofia ingin memastikan apa yang terjadi di Perusahaan Kedua Orangtuanya..


"Maaf Anda Siapa Nona....? "


"Aah... Saya Pekerja ATM... tadi dapat panggilan Mesin ATM Nya lagi bermasalah...!! " Jawab Sofia memperbaiki Kaca mata tebal nya membuat wajahnya sedikit culun tapi kalau yang pandai melihat Sofia pasti tidak akan berpikir begitu...


"Ooh... Iya Nona.. Maaf.. Kami baru pertama kali melihat Perempuan memperbaiki Mesin ATM...!! "


"Tidak apa-apa....!! bukan hal baru lagi Bagi saya ...! boleh saya masuk...? " tanya Sofia dengan wajah lugu nya di buat semaksimal mungkin..


"Baik Nona...!! " Jawab kedua satpam itu membuka kan pintu Untuk Sofia..


"Oh Iya.... lantai berapa ada mesin ATM nya...? " tanya Sofia Lagi...


"Aah... lantai 6 Nona....!! "


"terimakasih....! " Ucap Sofia..


Sofia berbalik dan melihat situasi, Topeng wajah Polosnya sudah berubah kini berbanding terbalik Sofia malah Waspada, seolah sedang masuk ke kandang Musuh...


"Aah.. lift Khusus....!! " Seru Sofia pelan berjalan ke arah Lift khusus keluarga RaEstate..


"Harus di Lap...!! " gumam Sofia pelan mengelap Bekas Itu.. bekas Sidik Jarinya di Lift masuk Khusus Keluarga RaEstate


Sofia segera masuk ke dalam Lift sebelum ada yang lihat... Sejak Kecil Sofia selalu dibawa ke Kantor Oleh Mama nya... Panggilan Putri sudah melekat di telinga nya..


sengaja Sofia menggunakan Lift lain. Sofia ingin membuat Karyawan kantor ini percaya kalau Akun Itu benar. memang Sofia lah yang membuat Berita di SosMed itu..


"Hei... Apa ada yang memakai Lift Ini....? "


"Apa maksudmu...? tidak mungkin ada yang bisa memakainya kecuali Tuan besar dan Keluarga nya...! "


" Aku tau Bodoh....!! "


"Kau bilang aku bodoh...? Kau apa Cunguk...?? " malah emosi akan ejekan temannya..


"justru karna tidak pernah dipakai itu maka nya aku bertanya.. Lihat....!! "


mereka semua membelalak saat Lift khusus naik ke lantai 5, Sofia sengaja sampai Lantai 5 saja dia akan lewat jalan lain nantinya akan ketahuan jati dirinya Nanti..


Sofia segera masuk ke tangga darurat, sementara Karyawan dilantai 1-4 sudah heboh Lift Keluarga RaEstate ada yang memakainya..


"Benarkah...?? " tanya Romi tak percaya..


Romi segera berlari ke Ruangan CCTV memastikan apakah ada perempuan ataupun Pria yang masuk Lift Khusus Itu, Berly saja tidak pernah masuk ke Lift itu..


Sementara Sofia sudah tiba di mesin ATM lantai 6, Segera saja dia mengeluarkan perlengkapan demi membongkar ATM itu...


"lihat... Gadis Itu cantik sekali....!! "


"sexy Pas ngikat rambutnya...! "


"aku baru tau ada Perempuan yang bisa memperbaiki mesin ATM... biasanya Kan Pria...! "


"gila.. mata nya indah banget cuy....!! "


Para Karyawan sibuk mengoceh Sofia. Sementara Sofia Fokus dengan tugasnya memperbaiki ATM, Wajah datarnya dibalik Masker itu tidak ada yang tau. yang jelas mata Sofia terlihat jeli dan tenang, seolah itu bukan hal yang sulit..


Setelah Itu dia akan menemui Romi. Romi adalah direktur Kepercayaan Papanya dulu..


....


"Apa tidak bisa anda lihat siapa Orang ini...!!?? " bentak Romi.


"tidak bisa tuan... tuan lihat sendiri Orang ini sangat jenius.. Dia langsung menghapus Sidik jarinya...!! "


"ini tuan Roby atau nona putri sih...!! " Romi menatap serius Tubuh yang tidak berbentuk itu..


Sofia memakai Baju kebesaran. Jaket Besar,, Gaya Sofia memang Seperti anggota Boyband saja..


"Sepertinya Perempuan Tuan...! " terka Pekerja CCTV itu..


"Bagaimana anda bisa tau ...?" tanya Romi..


"Lihatlah Kaki nya Tuan.. sangat tidak cocok kalau ini Pria.. lebih tepat nya ini Perempuan...! saya sangat mengenal bentuk tubuh wanita tuan terutama bagian Kaki... Kaki ini Kriteria sempurna Ukuran wanita.. dan tidak normal bila ini laki-laki...! "


"Berarti Nona Putri kemari...!! " Gumam Pelan Romi..


Romi segera kembali ke Ruangannya Lantai 6, Atasan tertinggi. Kantor Tuan Besar Boby juga dilantai 6 ...


...


"ATM nya sudah diperbaiki Tuan....! "


"Hem....! " jawab Romi melambai kan tangannya..


Romi mendengarnya,, "Kalian bilang apa...? yang memperbaiki mesin ATM nya perempuan...? " tanya Romi lagi mendatangi karyawannya yang terkejut Romi mendengar mereka..


"Ii.. ya Tuan...! " jawab semuanya ketakutan..


Romi langsung berlari menuju Ruangannya,, "Jika dia memang Nona Putri... Pasti akan datang keruanganku... iya.. .. tuan besar juga sering seperti itu...!! "


Romi yang memanggil Seseorang memperbaiki mesin ATM nya dan hanya Romi yang tau Pekerja nya itu Pria dan yang datang perempuan belum lagi Kegemparan terjadi saat seseorang memakai Lift Khusus dan Perkiraannya perempuan..


Romi masuk ke Ruangannya ternyata benar, ada seseorang yang duduk di Bangku Kebesarannya..


"Tuan Besar.....!!"" batin Romi menjerit..


Boby selalu begitu kalau Romi tidak ada ditempat, boby akan duduk menunggu Romi di Kursi kebesarannya. sekarang Sofia mengingatkannya pada Sosok Bos besar mereka..


"Nona....!! " lirih Romi bersimpuh pada Sofia yang membelakanginya..


"Paman....!!! "


Deg....


Jantung Romi berdebar keras saat Panggilan Itu keluar dari mulut Sofia..


"Paman Kau tidak berubah... Maaf Aku datang disaat ini.... !" Sofia membalik Kursi kebesaran Romi.


Sofia menatap Romi yang gemetar ketakutan bersimpuh padanya. Sofia Ingat dulu pada Papanya Juga begitu karna Romi merasa bersalah sudah membuat Boby menunggu...


Romi perlahan mendongak Sofia masih enggan memperlihatkan wajahnya.


"Kemana saja Nona selama ini...? saya melakukan dosa besar dengan mempercayai Kata-kata Nyonya Berly.. Saya berdosa besar Nona...!! " Lirih Romi berkaca-kaca..


Sofia menghela nafas panjang, dia berdiri dan berjalan mendekati Romi..


"Paman tidak bersalah... Katakan saja Aku dan Kakak masih hidup.. tapi Aku tidak bisa menunjukkan identitasku paman.. Aku sedang Dalam pelarian....! "


"Pelarian bagaimana Nona...? Apa nona melakukan kesalahan.. ? saya akan membantu Nona...!! " Cecar Romi panikan..


"Paman.. ini bukan tentang Aku salah atau tidak.. Aku hanya minta Hal tadi saja.. paman tidak perlu mencampuri masalahku.. Paman urus saja perusahaan Papa.. Kakak akan datang saat semua masalah kami sudah selesai...!! " Sofia berkata lalu berlalu meninggalkan Romi..


Romi hanya menatap Nanar Punggung Sofia.. Sofia sangat Bijak. sangat persis dengan Yuri.. mama Kandung Sofia..


.....


Sofia tiba di Penjara Bawah buatannya.


"Bagaimana...? kau masih tidak mau bekerja sama denganku..? " tanya Sofia dengan dinginnya..


"Saya terima... Asalkan Nona membawa adik saya satu-satunya.. Jika saya mengkhianati Tuan Saya.. Mereka akan membunuh Harta berharga saya... !"


Sofia akhirnya mengerti kenapa Pria itu begitu ragu dari awal..


"Baiklah... Katakan Saja alamatnya...! " sahut Sofia serius..


"Tapi dia sedang dijaga ketat Nona....!! Adik saya ada di penjara Bawah Markas Kami..! "


"Siapa Namamu...? " tanya Sofia serius..


"ANex Nona...!! " jawab Anex tak kalah serius..


"Adikmu...? " tanya Sofia lagi..


"AMera....!! " jawab Anex lagi..


"Berapa tahun...? " tanya Sofia..


"10 Tahun Nona...! "


"Serahkan Padaku... !! sekalipun adikmu ada di Kutub Utara.. Akan aku datangi tempat itu... aku tidak takut tempat apapun.. Cam Kan Itu...! " Setelah mengatakan hal itu Sofia pergi dari Anex..


Anex menatap Nanar kepergian Sofia, dia Juga mau jadi Bagian dari Sofia walau dingin dan datar. sofia memperlakukannya seperti manusia, memberinya Makan layaknya Manusia bukan Binatang..


Anex tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh tuannya hanya Amera lah satu-satunya alasannya ragu bergabung pada Sofia..


"Saya harap anda Bisa membawa adik saya Nona..! " Lirih Anex menatap Sedih Jeruji besi nya..


Bukan di dalam penjara yang membuatnya sedih.. malah adiknya disana bagaimana, Pasti tidak dikasih makan oleh Tuannya sebab dirinya belum kembali...


😊😊😊


...


..


..