Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Gaun pengantin



di sisi lain Roby menggunakan kursi Rodanya dengan stelan santainya. Roby tidak mau menggunakan stelan formal masuk ke Perusahaan Papanya..mau bagaimana lagi..? perusahaan Itu butuh pemimpin seperti Papanya Roby.. tapi Papa Roby sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu...


"Tuan....?? benarkah ini tuan Roby....?? " tanya Romy nanar..


untuk sekilas Roby memang mirip atasannya terlebih dahulu..


Roby yang tadinya menyanggah sisi kepalanya dengan tangannya pun menghela nafas panjang..


"Iya Paman....!! Jika bukan karna Putri... aku belum mau kemari paman...!! " Jawab Roby malas..


Romy tersenyum haru, antara senang juga sedih melihat kondisi Roby yang memakai kursi Roda. Roby yang mengerti pun memperlihatkan pergelangan tangannya yang tertutup perban..


Semua Orang yang melihat Pergelangan tangan Roby membelalak kaget ..


"Kakiku juga sama seperti ini... tidak sanggup berjalan karna masih tidak kuat menopang tubuhku...!! tenang saja aku nggak lumpuh Kok...!! " Jelas Roby yang tau rasa penasaran semua Orang..


Anex yang mengantarkan Roby juga menggunakan stelan Sopannya.. Soalnya Anex mau mengantar Roby ke Kantor nya Jadi harus berpenampilan menariklah menurutnya..


Roby terlalu malas berdebat, ia ingin tidur saja di rumah.. Selama ini Roby lebih suka bermalas-malasan walau pekerjaannya berkelahi dan meretas tapi Roby lebih suka pekerjaan itu dibanding ini yang membuang waktu saja menurutnya..


Romy tersenyum melihat ekspresi Roby yang sepertinya tak tertarik dengan Statusnya sendiri..


"Tuan Roby sangat mirip dengan Tuan besar saat pertama Kali dipaksa menjadi CEO perusahaan ini...!! " batin Romy melirik sekilas Wajah Roby yang sepertinya Bosan dengan situasi ini..


"Kita pakai Lift mana Tuan...?? " Tanya Romy Sopan..


"Hm.. Lift Privat aja...!! " jawab Roby malas..


"Baik tuan... !!" Jawab Romy hendak mendorong Kursi Roda Roby namun Roby mengibaskan tangannya..


"Paman... kenapa Paman tidak berubah sama sekali hah...?? Selalu saja berpikir kalau Paman lah satu-satunya orang di sekitar sini... ayolah paman.. Jangan buat yang lain makan gaji buta.. bekerja sewajarnya aja kenapa sih...?? semua dikejar... Emang paman dapat apa...?? " Omel Roby dengan gerutuan kesalnya..


Semua Orang terdiam kaku mendengar Omelan Penerus perusahaan ini namun Romy bukannya marah malah berkaca-kaca sambil menundukkan wajahnya dia teringat lagi saat Papa Roby memarahi hal yang sama seperti Roby..


"Anex ayo masuk....!! " Ajak Roby


Anex menunduk sopan ke Romy yang terlihat terharu akan omelan Roby..


Roby dengan mudah menggunakan sidik jarinya dan Lift itu terbuka dengan sendirinya, hingga semua Orang menganga lebar tak pernah ada yang bisa menggunakan Lift itu apa sidik jari saat Roby kecil masih sama saat dewasa...?? Pikir mereka..


mana Mereka tau Sofia dan Roby selalu mengawasi perusahaan ini, Soal Sidik jari di Lift khusus itu mereka retas dan bisa mengubahnya dengan sidik jari mereka yang sudah dewasa..


"Ayo paman....!! " Ajak Roby..


Romy dengan cepat masuk ke Lift khusus milik Keluarga RaEstate..


"Apa yang harus aku lakukan paman...?? Aku bahkan masih belum mau menjadi CEO...!! kakiku masih sakit kalau dipaksakan berjalan.. !!" tanya Roby serius..


"kami akan mengurusnya tuan.. tuan tenang saja. !!" ujar Romy tersenyum lebar dengan wajahnya yang sudah sedikit menua..


 


Saat di dalam Rapatpun Roby masih sempat-sempatnya menguap dan memejamkan mata. hal Itu membuat Semua Orang tertegun, Anex yang melihat semua orang diam dengan keterkejutannya pun melirik Roby..


"Astagah...!! " Gumam Anex menepuk jidatnya sendiri..


Anex hendak membangunkan Roby namun semua Orang menggeleng dengan nanarnya Anex yang tak tau hanya menuruti saja permintaan Semua Orang yang ada di ruang rapat itu..


"Tuan Besar....!! " lirih semua Orang pelan menatap nanar Roby yang tertidur..


Anex akhirnya mengerti alasan semua orang tak mau membangunkan Roby, kangen sama atasannya rupanya...


 


Nanda Dan Sofia sudah tiba di Kota setelah membersihkan diri di Hotel dan berganti baju namun karna pernikahan mereka diadakan 1 minggu lagi semua Orang jadi sibuk...


Sofia dan Nanda harus pergi ke Butik Pernikahan langganan Mahadiningrat kalau menikah..


"Suatu kehormatan Tuan Kecil datang kemari..!! " tunduk Cia dan semua Pelayan Toko Itu..


Nanda hanya berdehem pelan membalasnya, semua Pelayan yang menunduk ke Nanda memberanikan diri menatap Calon nya Tuan Kecil Mahadiningrat yang hebat itu..


dan Wooww... Cantik sekali Fikir mereka semua kompak..


"Nyonya Mia sudah menelfon kami Tuan untuk mengukur tubuh calon Nona Muda...!! " ucap Sang Mama Cia Desaigner langganan Mia..


"Kamu maunya Gimana Sayang...?? maunya beli atau buat baju pengantin sendiri..?? " tanya Nanda lembut menyibakkan Rambut Sofia dibalik telinga Sofia..


Semua Orang menahan nafas melihatnya. memang Keluarga Pria dari Kalangan Mahadiningrat tidak pernah bermain-main dengan wanita. Sejak Dulu Andhan bersama Raisa,, Gio dengan Kania,,, Dika dengan Mia,, Kanza dengan Hayla dan sekarang Nanda dengan Gadis cantik bak Artis Papan atas ini...


"hmmm....?? " Sofia tampak berpikir..


Nanda tersenyum hingga lesung pipinya terlihat jelas sambil mengusap lembut Kepala Sofia yang menggemaskan saat berpikir tentu jadi tontonan yang sangat menarik bagi Pelayan Toko Cia yang bagaimanapun mereka wanita Normal...


"Coba lihat aja dulu deh bajunya...!! " Putus Sofia tak tau mau menjawab apa..


"Baik Nona...!! " Jawab Desaigner Cia dengan senyum ramahnya..


Betapa terhormatnya Keluarga Mahadiningrat ini.. bahkan Dilayani oleh Pendesain sekaligus pemilik Toko ini.. Para Pelayan hanya akan mengekori dan menyiapkan perlengkapan Sofia kalau butuh sesuatu..


"Aku lihat dulu ya...!! " Izin Sofia tersenyum cerah ke Nanda..


Nanda tersenyum dan mengangguk-ngangguk sambil mengelus pipi Sofia yang sangat halus, Sofia mengusap Rahang Nanda lalu pergi mengikuti Cia..


Nanda memilih duduk di Sofa Khusus menunggu Sofia mencari Gaun pengantinnya..


"yang mana Nona. silahkan dipilih...!! " ucap Para pelayan Toko Ramah..


Sofia melihat sekitar dan melihat tubuhnya sendiri lalu bergidik ngeri..


"Ada apa Nona...?? Nona tidak suka...?? maafkan Kami Nona... Kami akan membuatkan baju yang bagus untuk Nona...!! Jangan pecat kami Nona...!! " Ucap Para Pelayan Toko..


Para Pelayan Toko disini juga bisa memasang Pernak-pernik atau apapun dibaju pengantin sebab memang pekerjaan mereka..


"Kalian ngomong apa sih...?? bukan jelek Kok.. hanya aja aku nggak terlalu suka baju yang terbuka...!! " Cengir Sofia memerah malu..


Semua Orang tertegun mendengarnya mereka memperhatikan tubuh Sofia sangatlah indah, walau tidak memakai baju ketat. bagaimana bisa malu memakai Baju terbuka pikir mereka..


"tapi ya sudahlah.. Aku Pilih yang itu...!! Coba dulu bolehkan...?? " tanya Sofia nego..


"boleh Nona... boleh...!! " Jawab Cia tersenyum senang tidak mengecewakan Sofia..


mereka berpikir Sofia akan sombong dan jahat karna memiliki Pria hebat dan berkuasa seperti Nanda, semua Pelayan dengan telaten melayani Sofia. sesekali Sofia menggerutu pelan melihat bagian baju pengantinnya dibagian bahunya terbuka..


Cia dan bawahannya tentu terkejut dan ingin tertawa melihat betapa lucunya sofia yang menggerutu ingin mereka menjawab itu adalah model, namun apalah Daya mulut mereka begitu dijaga jangan sampai buat ulah..


.


.


.