
"Akhirnya Dia tertidur juga....!! " gumam Nanda tersenyum lebar melihat Wajah Polos Sofia yang terlelap...
"dipenuhi dulu permintaannya baru bisa Tidur. mengatasi Wanita Hamil lebih sulit ketimbang membunuh 10 Ekor Hewan Buas....!! " Batin Nanda Menggeleng-geleng kepalanya..
Sofia terlelap memeluk Suami tercintanya seolah melupakan kejadian tadi. hal yang membuat Nanda hampir gila dengan perilaku aneh Sofia..
mengancamnya Ini dan Itu..
Ke esokan paginya Sofia dibawa ke Rumah sakit Oleh Nanda...
"Ada apa sih sebenarnya Nanda....?? kenapa Ke Rumah Sakit....?? " tanya Sofia celingak-celinguk merangkul erat lengan Suaminya..
walau bagaimanapun Sofia mantan Mafia, dia jadi buronan polisi Itu sudah pasti, alasannya karna Sofia juga bergabung dengan XeFio...
"Kenapa Kamu Ketakutan Sayang....?? " tanya Nanda heran melihat cara Sofia merangkul lengannya erat..
Sofia lupa kalau dia bersama Nanda jangankan Polisi seorang Jendral tentara pun tidak akan berani menangkap Sofia..
padahal Sofia sudah terkenal dimana-mana karna menikah dengan tuan Kecil Mahadiningrat yang jadi Pria Idaman semua Wanita..
"entahlah.. firasatku tidak enak.. seperti ada yang mengawasi Ku....!! " jawab Sofia Jujur..
Nanda melihat cara Sofia yang gelisah hanya bisa menghela nafas panjang,, "Apa ini juga bawaan Ibu hamil...?? apa Dia lupa dirinya Seorang Mafia...?? bukankah dia sering bawa Pistol kemana-mana...!? ibu hamil juga bisa buat Amnesia kah...? "
namun Nanda tetap merangkul erat tubuh Sofia, Sofia makin rapat dengan Suaminya..
Entah mengapa Sofia menjadi Penakut saat ini, kemana Jiwa Mafia nya yang mati pun sofia tidak takut dia bisa merasakan tatapan Jahat disekitarnya.
"apa ini Firasatku saja...?? aku yakin ada yang mengawasiku...!! sejak memasuki Rumah sakit ini....!! " Sofia masih tampak curi-curi pandang mencari sosok pengintainya Itu...
Seorang Wanita mengintai Sofia tersenyum Sinis,,"aku akan bunuh Kau Sabrina....!! beraninya Kau membunuh Raja Ku....!!! " batin Wanita Itu tersenyum menakutkan.
wanita yang memiliki tubuh bahen*l ini memang mencari sosok Sabrina nya Tuan Xefio, namanya Rose ia salah satu wanita Mafia kelas atas di Negara Meksiko, bisa dibilang Rose terobsesi dengan Tuan Xefio.. Raja nya Meksiko tapi Semua mimpinya hancur saat Xefio menolak mentah-mentah lamaran Ayahnya yang juga seorang Mafia terbesar di Negara Meksiko..
hanya karna sosok Sabrina, XeFio menolak Kerja sama yang akan menguntungkan antar Keluarga mereka..
Selama Ini Rose juga sudah lama mencari Sabrina..tapi tak dia temukan lewat berita Pernikahan Nanda dan Sofia lah akhirnya Rose menemukan sosok Sabrina Itu yang menjadi Wanita dipuja-puja oleh XeFio..
"Apa yang dia miliki...?? aku Jauh lebih Sexy darinya...!! Rajaku sangat bodoh tergila-gila pada Jal*ng penggoda Ini...!!! " Gumam nya lagi..
Rose bahkan belajar bahasa Indonesia dengan baik hanya ingin tau Percakapan Raja yang dia puja, Sebab Xefio Selalu menggunakan Bahasa Indonesia kalau berbicara dengan anggota nya, alasannya Karna Sabrina nya Juga...
.
.
.
Sofia pun masuk ke Ruang Dokter Kandungan..
"Kenapa Kamu bawa Aku Kemari...?? ini Dokter Kandungan Kan...!! " bisik Sofia sebelum Dokternya datang...
"Aku ingin memastikan sesuatu...!! " bisik Nanda mengusap Kepala Sofia dan mengecup Sayang kening Sofia..
Sofia hanya diam dengan bola matanya celingak-celinguk kesana Kemari.. "memastikan apa...?? "
"maaf Tuan.. saya yang rendah ini membuat tuan yang terhormat menunggu....!! " selah Dokter Marissa tersenyum manis..
"tidak apa...!" Jawab Nanda tersenyum tipis..
"Baiklah.. Kapan terakhir kali datang bulan..Nona...?? " tanya Marissa sopan..
"Hem... !! (Sofia tampak berpikir dan melihat Nanda.) "
Sedangkan Nanda gemas melihat tatapan Polos Sofia yang lupa kapan dia terakhir datang bulan..
"Sepertinya lupa ya...?? " senyum tertahan Marissa..
"Kalau begitu silahkan naik Ke atas tempat tidur Nona....!! " pinta Marissa lagi..
"Ayo sayang....!! " Ajak Nanda merangkul bahu Sofia mengikuti Marissa..
Nanda membantu Sofia naik ke Rmranjang pemeriksaan, Marissa tersenyum manis melihat Nanda begitu mengasihi Sofia, padahal ada tangga di dekat nya..
"tidur Dmdulu ya Sayang....!! " Nanda menjaga Kepala Sofia supaya tak terbentur apapun nantinya..
Sementara Dr. Marissa langsung menaikkan baju Sofia, Sofia tentu melototkan matanya pada Nanda. Nanda tersenyum mengecup tangan Sofia,, "Semua akan baik-baik saja....!! "
Sofia pun diam saja saat perutnya di lumuri Gel, serasa dingin dan Marissa meletakkan sebuah Alat di Perut Sofia lalu menatap arah Monitor..
Nanda juga memperhatikan Monitor Itu Sofia yang melihat Nanda begitu serius juga mendongak menatap arah tatapan semua Orang..
"Itu Anak tuan dan Nona dari Kecilnya ini masih berusia 1 Minggu.. masih sangat Muda.. !!" Ujar Marissa tersenyum lebar..
Sofia melebarkan matanya.. "Aa... anak....?? "
"Iya Nona.. Nona Muda sedang mengandung...!! harap dijaga ya pola makan dan jangan beraktifitas berlebihan.. Usia Ini sangat rawan keguguran...!! ' Jelas Marissa lagi..
Nanda masih cengo menatap buah hati mereka. Sofia yang senang beralih ke Nanda namun bukannya Nanda bahagia malah menatap bodoh layar Monitornya..
"Kenapa...?? Kamu Tidak suka Aku hamil...?? " tanya Sofia salah faham..
"bukan begitu Sayang...!! " Jawab Nanda sibuk dengan meneliti Layar Monitor Itu..
Marissa hanya tersenyum melihat seriusnya Nanda..
"Kenapa mata dan hidungnya Tidak ada Dokter..? setau Saya Semua Bayi memiliki hidung dan Mata.. hanya saja masih mungil...!! "
DUARRr......!!! "
Bagai di sambar Petir siang bolong.. Marissa hampir saja Pingsan ditempat saat Ini tak disangka mya Tuan Kecil Mahadiningrat yang dikenal sebagai Orang yang sangat hebat dan Jenius Hakiki itu akan bertanya hal Bodoh seperti ini..
Sedangkan Sofia menganga begitu lebar hingga lupa mengatup mulutnya sendiri..
"Ini Karna masih terlalu Kecil Tuan....!! " Jawab Marissa berusaha untuk tersenyum..
"masih Kecil....?? " Tanya Nanda memastikan..
"mungkin Alat ini Rusak....!! " tuduh Nanda ke Alat yang dipegang Marissa..
"Apaa....??? " mata melotot Marissa melihat Alat yang dia pegang Kini..
"Ya Tuhan....!! Nanda Sudah Cukup.. jangan buat malu....!! " Desis Sofia..
"malu kenapa Sayang...?? Ini Alatnya Pasti rusak. masa anak Kita di Alat ini bentuk telur puyuh.. !!"
lagi-Lagi Ada Petir disiang Bolong..
"berikan pada Ku.. biar Aku banting dan beli yang lebih canggih...!! alat macam apa Itu.. ?? Kenapa Anakku yang berharga bisa seperti Telur Puyuh. ? emangnya kami Burung Puyuh Apa...!! " Celutuk Nanda kesal dan berusaha meraih Alat Itu..
"Tuan.. anak Tuan bisa dideteksi Jenis Kelaminnya dengan Alat ini.. ini adalah Alat tercanggih yang Tuan besar berikan pada Rumah sakit Ini. Fasilitas Ini sangat mewah dan berarti Tuan.. !!" Jelas Marissa berusaha membujuk Nanda.
"mana bisa anakku dideteksi Jenis kelaminnya...!! lihatlah.. tadi anakku seperti Telur Puyuh.. bukan Bayi pada Umumnya...!! "
"tapi.. tu....!! " bantah Marissa terpotong
"Sudah Nanda.. anak Kita masih sangat muda.. wajar saja masih seperti itu.. ku Mohon mengertilah.. setiap bulan Kita akan periksa Anak Kita Ya.. Kamu bisa melihatnya tumbuh Besar... dia juga memiliki Fase pertumbuhannya sendiri di Rahimku...!! " selah Sofia dengan tatapan tajam nya yang berhasil membuat bulu kuduk Marissa berdiri..
Nanda tentu tidak takut, dia menoleh ke Marissa yang tersenyum sambil mengangguk-ngangguk lalu melirik benda menyebalkan yang sudah berani mengejek Anak berharganya dengan bentuk telur Puyuh..
"Awas kau yya....!! " Ancam Nanda ke arah benda Mati tak bersalah Itu..
Sofia menggeleng kepalanya, sedangkan Marissa masih mode Patung, dia baru tau seorang Ananda Mahadiningrat juga punya sisi gila nya..
.
.
.