
Sofia langsung mengikatnya di balik perut rampingnya dan memasukkan senjata apinya..
"Nih... langsung dipakai saja...!! " Sofia melepas Bar Kode dan memberikan Kartu ATM nya..
"baik Nona.....!! " jawab Pekerja langsung menscan Pembelian Sofia..
Setelah selesai barulah Sofia kembali ke lantai dasar... tidak ada yang tau gadis cantik dengan rambut di ikat Ekor kuda memakai masker dan topi itu membawa Senjata Api di perut Rampingnya..
sofia memakai Jaket Kebesaran, banyak para Wanita yang dilewatinya menatap aneh Sofia.. sebab mereka memakai dress mini, super ketat dan sexy berbeda dengan Sofia..
Olivia yang lelah mencari dimana Sofia berada memutuskan masuk Mal saja..
"lebih baik Aku shopping.. uang pemberian Daddy Poh masih banyak...!! " Seru Olivia tersenyum lebar..
Sofia mengunyah permen Karet di dalam mulutnya. dirinya Rajin membawa permen Karet kalau ada Waktu senggang atau lagi senang Sofia akan mengunyahnya namun matanya terhenti melihat Olivia dari Kejauhan..
"Apa yang dia lakukan disini...? baiklah... Akan aku kerjai dia....!! " batin Sofia menyeringai..
"Olivia Kau pikir aku tidak tau kalau kau dan Mamamu itulah pelaku penyeranganku dihari itu... Sebenarnya aku ingin marah...tapi saat Ini aku sedang berbaik hati.. jika saja Kau tidak menyuruh seseorang untuk membunuhku maka Senjata ini tidak akan kudapatkan....!! " Gumam Sofia pelan nyaris tak terdengar..
"tapi tetap saja aku harus memberimu hadiah kecil...! '' gumam Sofia lagi..
Sofia memilih mengikuti Olivia dari kejauhan, tiba-tiba ponselnya bergetar. Sofia menatap layar dan tersungging senyum tipis di bibir merahnya..
"Halo.. Sofia Kau dimana...? " tanya Nanda sedang mengemudi ..
"Aku ada di mol.. mau kah kau Kemari...? aku tidak bawa motor.. aku juga nggak punya jemputan....!!? " memelas Sofia...
"Baiklah. lagian Aku juga mau ke Mol ada yang mau aku beli.. Aku segera kesana. !!" Jawab Nanda langsung memutus panggilan telfonnya..
Sofia tersenyum miring menatap Olivia dari Kejauhan. Sofia mengetik pesan untuk Kakaknya.
"Kak pergi saja.. tuan Nanda akan menjemputku... !!"
pesan Singkat Itu membuat Roby kesal setengah Mati,, "Sejak tadi aku menunggu baru di Kirim pesan sekarang... apa tidak bisa dia mengirim lebih awal...! " gerutu Roby pergi dari Parkiran Mol Itu..
Sofia memperhatikan saja Olivia dari Kejauhan,, "Sepertinya Kau banyak uang Oliv... ??" seringai Sofia..
..............
"Berapa banyak Pria Tua Yang menid*rimu....?? Ck.. ck.. ck.....!! " decak Sofia lagi menggeleng pelan dengan perangai murahan Olivia..
"Aku sudah di Parkiran.... kau dimana...? " pesan Nanda..
Sofia bergegas keluar Mal menuju tempat Parkiran. dirinya akan berakting seolah baru datang ke Mol dan jalan dengan Nanda.. Pria Obsesi Olivia.. dengan begitu Imej Olivia akan hancur didepan semua Orang...
"Hai.....?? " Sapa Sofia dengan senyum tipisnya dibalik masker dan topinya..
Sofia melepas Topinya dan Nanda tersenyum menunjukkan lesung pipinya melihat mata Indah Itu..
"Apa kau malu masuk mol dengan Pakaian ku seperti ini...? " tanya Sofia serius..
Nanda tergelak tanpa sadar mengusap Pipi Sofia..
"Aku tidak malu... pakailah Topi mu.. !" Nanda memakaikan topi Sofia..
entah mengapa Sofia diam saja saat Nanda menyentuhnya biasanya Sofia tidak suka disentuh Pria lain...
"Wangi sekali....!! " gumam Sofia mengendus dada Nanda..
Nanda mengernyit heran.,, "Sofia....?? "
"Apa Kamu se ekor Anj*ng pelacak...?? " Kekeh Nanda..
Pipi Sofia seketika memerah tubuhnya bereaksi dengan sendirinya..
"maaf....!!! " Ucap Sofia mengalihkan pandangannya tak berani menatap mata Nanda.
"Ayo Kita masuk...!! " Ajak Nanda menekan puncak Kepala Sofia..
"Kenapa...? kenapa hanya Pria Ini yang membuat keangkuhanku runtuh... ? apa Karna dia satu-satunya Pria yang menatapku layaknya wanita Normal...? " batin Sofia bertanya-tanya..
Sofia juga tau tatapan Nanda padanya tidak pernah Kotor. Nanda satu-satunya Pria yang menatapnya layaknya Wanita Normal yaitu dengan tidak menatap Jorok padanya dari situ Sofia yakin Nanda Pria yang baik. Apa lagi wangi tubuh Nanda, hidung Sofia sangat sensitif terhadap bau wangi Cendana begitu meruak di hidungnya..
Apa wangi cendana Itu yang membius Sofia..? Sofia sendiri tidak tau..
"Sofia....!! hei... Sofia....?? " Nanda menjentik kan jarinya diwajah Sofia..
Sofia yang melamun tersadar,, "Eeh... Iya... Apa....?? " gagap Sofia..
"aku dari tadi bertanya Kamu mau beli apa...? " tanya Nanda Gemas sendiri menatap Mata sofia yang tampak berputar kesana-kemari..
Seolah sofia baru kepergok mencuri begitu menggemaskan seperti anak Kecil saja..
"Aku hanya ingin beli sepatu hitam....!! '' Jawab Sofia mengingat Olivia berada disekitar sepatu..
Olivia mencari Heels Baru, Karna semua cantik jadi Olivia rada bingung mencarinya, alhasil lama di Toko sepatu dan Heels itu..
"Hem.. Okeh.. ayo Kita berangkat.. Aku pegang tanganmu ya...!!?? " Izin Nanda mengulurkan tangannya..
"Hah...?? aku bukan anak Kecil...!! " tolak Sofia cepat..
"Hei.. sofia Kamu melamun tadi... Kalau melamun lagi bagaimana...? entar kamu hilang lagi...!! " ledek Nanda mengetuk-ngetuk Topi Sofia..
Sofia memejamkan matanya menahan malu karna tidak pernah dirinya melamun apalagi didepan Orang lain bersama Kakaknya saja tidak pernah..
"Ayo... !!" senyum Nanda yang sangat Tampan hingga banyak wanita hampir tersandung melihat ketampanan Nanda..
mereka berbisik-bisik penasaran gadis yang memakai baju Aneh, Masker dan Topi Hitam itu..
"pelan Kan suara mu, mereka semua menatap Kita.! " Bisik Sofia..
"Ayolah... Kamu mau aku gendong...?? " Suara keras Nanda..
Sofia yang malu langsung membekap mulut Nanda Sofia tersenyum Kaku dibalik masker nya dan menunduk maaf pada Semua wanita yang lalu lalang melihat nya..
"smmahaksm. m?? " Racau Nanda dibalik bekapan Sofia..
"Eeh... Kau ngomong apa Tuan Kecil...? " tanya Sofia tak sadar..
Jantung Sofia Tiba-tiba berdebar saat mata Nanda menyipit Gemas menatapnya,, "Apa Ini...? Suara Apa Itu...? apa berasal dari Tubuhku ? " batin Sofia Tak mengerti..
Sofia berusaha menutupi Suara aneh Itu dengan wajah biasanya yang terkejut..
"Eeh.. maaf...!! " Sofia melepas tangannya dan melangkah mundur,,
nanda terkekeh, Sofia menggaruk lengannya yang tak gatal..
"Ayo masuk...!! " Nanda kembali mengulurkan tangannya..
Sofia memang Gadis yang berbeda disaat semua wanita yang suka dipegang Olehnya, malah menawarkan diri tanpa malu tapi Sofia malah banyak adegan drama nya dulu..
Sofia menyambut tangan Nanda dengan ragu,, "Apa suara aneh itu akan datang lagi...? "
Nanda langsung menggenggam tangan Sofia membuat yang punya tangan melototkan matanya..
"melamun lagi kan...?? " ledek Nanda tanpa menoleh ke Sofia...
Sofia pun jadi tersenyum canggung melamun itu datang saja tiba-tiba..
....
Siapa sih yang tidak kenal Nanda, semua mengenal Nanda semua wanita hampir pingsan melihat Wajah Nanda yang segar bagai bunga baru mekar saat bersama Sofia..
mereka bergosip kalau Nanda sedang kencan dengan Artis Top papan atas tidak ada yang mengenal Sofia.. Penampilan seperti itu hanya ingin menutupi Skandal saja pikir mereka.
"Apa Kamu baik-baik saja...? " tanya Nanda di Eskalator saat Sofia tampak gelisah di foto sebagian Orang..
"Hem....!! " Jawab Sofia Jujur.
"tidak akan ada yang mengenalimu... percayalah.. !!" Senyum manis Nanda mengusap Kepala Sofia yang tertutup Topinya..
Nanda ingin melarang pengunjung Mol itu memotret dirinya dan sofia.. tapi Ini memang ramai. lagian disini larangan di Foto tidak ada.. Nanda Juga tak suka menggunakan Koneksi Keluarganya hanya untuk menakuti Orang..
"Iya Juga... Mereka tidak akan mengenali Ku...!! " gumam Sofia pelan nyaris tak terdengar..
Sofia benar-benar sudah ditahap gila, hanya Ingin balas dendam dengan keluarga Olivia. sofia harus menekan rasa takutnya di Potret Orang..
beruntung Nanda mau jalan dengan sofia walaupun tidak berpakaian layaknya wanita sexy dan Cantik pada umumnya..
😊😊😊
..
..
..