
Pagi Harinya Sofia menggerutu mengingat kelakuan Suaminya Itu. tak ada habis-habisnya menyerangnya. hanya Sekali saja sudah buat Sofia tepar apalagi Nanda yang membangunkannya setiap 2 Jam sekali hanya untuk melancarkan aksi nya..
Nanda tertawa terbahak-bahak melihat Sofia yang menatap galak padanya. Sofia meraba-raba letak Jubah mandinya yang dilempar asal oleh Nanda tadi malam mata nya hanya pada Nanda..
"Awas ya macam-macam....!! " tuding Sofia melindungi Tubuhnya dengan balutan selimut tebalnya..
"Kalau mau lagi...?? " tanya Nanda dengan alisnya yang naik turun..
Sofia makin tajam saja menatap Suaminya Itu..
"Aku baru tau Kamu sangat buas diranjang.. hasrat terpendammu dilampiaskan Padaku... Kalau sekali tidak masalah.. gilanya kenapa berkali-kali....?? " horror Sofia..
Nanda menyeringai lebar mendekati Sofia. Sofia menekan Bahu Nanda tak mau ditid*ri lagi..
"Aakkh.....!! " Nanda meringis Tiba-tiba..
Sofia spontan saja melebarkan matanya,, "Kenapa Nanda...?? Aku Tidak memukulmu...!! kenapa kesakitan...?? "
Sofia masih tidak sadar hasil perbuatannya. Jika Sofia penuh dengan tanda merah di tubuhnya maka Nanda Penuh Cakaran di punggung dan bahunya juga sakit bekas di gigit ganas oleh Sofia..
"Sakit....!! " Ringis Nanda menepis secara perlahan tangan Sofia dibahunya..
Nanda melirik bahunya, Sofia Juga penasaran dan melihat bahu Nanda betapa terkejutnya Sofia melihat bekas luka di Bahu Nanda..
"merah banget... !! maafkan aku.. Aku buat kesalahan...!! " Ucap Sofia menghembus Bahu Nanda..
Nanda bisa merasakan wangi Tubuh Sofia didekatnya. Sofia memang suka wangi Tubuh Nanda tapi tak berfikir Kotor..
"Kalau begitu.....?? " Seringai Nanda tergantung..
Sofia beralih ke Nanda dan menatap bingung kenapa Nanda tidak melanjutkan kata-katanya..
"Aakkkh....!! " Sofia kembali memekik Saat Nanda sekali lagi melakukan Hubungan Itu..
.
.
.
"Sudah.... Cukup.....!!! " sofia menyelimuti Tubuhnya dengan balutan selimut tebalnya..
"Keburu dimakan lagi.. lebih baik aku Lari aja....!! " batin Sofia..
namun Nanda sudah tau gelagat aneh Sofia, Sebab Sofia melirik Pintu Kamar Mandi..
Sofia hedak berlari dari Nanda, namun saat Kakinya menginjak lantai Marmer, Sofia lagi-lagi memekik dan menatap tajam sang pelaku yang membuatnya seperti Ini..
"Aku bantu sayang...!! " gemas Nanda berdiri tanpa malu tubuhnya tak pakai apapun..
"Kenapa Kamu tidak pakai Sesuatu...??"" bentak Sofia memejamkan matanya..
Nanda tak menanggapinya dan menggendong Sofia lalu membawanya kekamar mandi..
.
.
.
.
Sofia dan Nanda menghabiskan Satu Jam di Kamar Mandi tadinya . Sofia keluar dengan wajah Kesal sedangkan Nanda keluar dari kamar mandi dengan bahagia..
"dasar mesum...!! " Umpat Sofia pelan..
Pintu diketuk dan Nanda segera membukakan Pintu nya setelah memakai Baju Kausnya dan terkejut dengan banyaknya Orang didepan Pintu kamarnya..
"Sofia bisa sarapan dengan kami....?? " tanya Mia terkikik mesum..
"Jalan sofia tidak normal...?? " Sambung Ika juga..
"Kamu tidak terlalu memaksanya Kan...?? " tanya Hayla curiga..
"Sudahlah jangan di ganggu Pengantin baru Kita.. Ini GranMa buatin Sup Khusus Untuk Sofia. Ini bagus untuk bagian bawahnya...!! " Kikik Lucu Kania menyerahkan nampan Kecil pada Nanda..
Nanda menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"Ambil Ini....!! Suruh dia habiskan...!! " titah Mia lagi..
"Selamat bertempur....!! " Kekeh Semua Orang di Depannya..
Sementara Lia dikamarnya sedang Chattingan dengan Anex.. Anex sungguh Asik, dia selalu bisa membuat Lia tertawa dengan kata-katanya..
"Kenapa Nanda...?? Siapa....?? " Tanya Sofia heran sambil berjalan pelan duduk di Sofa..
jujur saja tubuhnya remuk padam saat ini, rasanya Sofia tidak bisa berlari ataupun berjalan cepat..
"Aah... GranMa sama Mami memberikan Sup ini Untukmu...!! " Jawab Nanda mengunci Pintu Kamarnya dan mendekati Sofia membawa nampan berisi Sup untuk Sofia..
"Sup apa Ini...?? Kalau Sarapan seharusnya Roti Kan sama susu.. ? Kenapa Sup dipagi Hari...?? " Cecar Sofia tak mengerti..
"Benarkah...?? " tanya Sofia berbinar..
dia memang ingin tubuhnya yang remuk cepat sembuh . Nanda mengangguk, Jujur saja dirinya juga tidak bisa mengontrol hawa nafsunya saat sudah sekali menyentuh Sofia, ada rasa bersalah dalam diri Nanda..
Sofia segera melahap Sup Itu dengan semangat..
"maafkan Aku membuatmu seperti ini, sepertinya aku harus Konsultasi ke Dokter masalah Hormonku...?? " ucap Nanda merasa bersalah mengusap lembut Kepala Sofia.
Sofia beralih ke Nanda, melihat tatapan Nanda membuat Sofia menghela nafas..
"Itu bukan Penyakit yang parah hanya saja Tidak bisa diobati.. Kini aku mengerti kenapa GranMa dan Mami mengatakan Pria Kalangan Mahadiningrat sangat buas diatas Ranjang.. Itu artinya Papi dan Granfa mu Juga seperti itu kan...?? Aku tidak marah.. asalkan Kamu jangan melakukannya pada Wanita Lain.. Aku akan memotong masa depanmu tanpa Ampun....!! " Ujar Sofia sambil membelai rahang Nanda dengan lembut melirik bagian bawah Nanda, Nanda bukannya takut malah menyeringai lebar..
"terimakasih Sayang... Ayo habiskan...!! Aku akan siapkan sarapan untuk Kita...! Aku kebawah ya... ! " Nanda mencium Kening Sofia..
Sofia mengangguk dan melanjutkan Minum Sup nya. terasa panas tapi menyegarkan..
.
.
.
"Sayang....?? " Nanda membawa nampan Berisi Sarapan mereka berdua..
"Bagaimana Keadaanmu sayang? udah baikan.? " tanya Nanda dengan seriusnya..
"Hem... Sup Itu luar biasa.. tubuhku segar lagi seperti tidak terjadi apa-apa..!! " Jawab Sofia meregangkan sendi-sendi tubuhnya..
Itulah Kini Rahasia Mahadiningrat.. mereka sudah mengalami akan Nafsu suami mereka diatas ranjang. tapi tak ada Obat untuk menyembuhkan Rasa letih mereka.. dari Pengalaman Itulah Mahadiningrat membuat Jamu ataupun sup penghilang Rasa sakit itu semua..
"makan duluan ya...!! Aku ganti Seprai Kita dulu." Izin Nanda mengusap Kepala Sofia..
"Kenapa....?? " tanya Sofia tak mengerti kenapa Seprai KingSize nya diganti..
"Karna Ini....!! " Jawab Nanda menunjukkan bercak merah dibalik selimutnya..
Seketika Pipi Sofia memerah, Dia tidak sadar kalau Seprainya Seperti itu lebih tepatnya tak memperhatikan nya..
Nanda mengulum senyum bibirnya, tanpa mengeluh Nanda dengan telaten mengganti Seprai nya dengan yang baru, Nanda melipatnya Rapi dan memasukkannya dalam Koper Kecil miliknya dikamar Ini..
"Kenapa disimpan...?? " tanya Sofia penasaran..
jujur Sofia jatuh Cinta dengan cara Nanda mengganti Seprainya.. sangat sexy...
"biar Aku Simpan di Apartemen Kita...!!" Jawab Nanda kembali mendekati Sofa Sofia..
"Itu kan Kotor.. biar Aku cuci pas kita sudah di apartemen Nantinya...!! " Usul Sofia tak faham jalan fikiran Nanda..
"biar Aku yang nyuci.. Kamu Ratuku Sayang.. Kamu bebas menyuruhku... tapi dengan syarat penuhi hasratku...!! " seringai Nanda meradu keningnya dengan Kening Sofia..
Sofia tersentuh mendengar kata-kata Nanda. Nanda seperti memperlakukannya Ratu yang sangat berharga bukan wanita pemuas Ranj*ng, dilihat cara Nanda mengerjakan semua hal memalukan Itu tanpa mengeluh...
"Aku Jatuh cinta lagi padamu Nanda...!! " batin Sofia memeluk Nanda dengan senyum manisnya.
"Aku diberi jatah libur 1 Bulan Sayang... kamu mau kita kemana.... ?" tanya Nanda mengusap pipi Sofia dengan sayangnya..
"benar kamu akan menuruti kemauan Ku...?? " tanya Sofia tersenyum manis..
Nanda mengangguk tanpa Curiga..
.
.
.
"Kamu bawa aku kemari sayang....?? " tanya Nanda Melirik kiri-kanan banyaknya kuburan di area Ini..
bukannya Kuburan biasa tapi bisa dilihat Ini milik kawasan Elit, bahkan batu Nisan nya saja Marmer..
Sofia menarik lengan Nanda tak menerima penolakan Nanda..
.
.
"Kenalkan Ma.. pa.. ini Nanda Suami Putri... Putri Udah menikah sesuai dengan Janji Putri sama Papa.. Putri menikah dengan Pria yang sangat Hebat.. Dia sangat mencintai Putri.. Putri juga mencintainya Pa.. sebentar lagi Kak Roby juga akan menikah dengan Seorang Gadis Cantik...!! dia juga Punya Masa Lalu Kelam Nya...!! "
"tapi Putri akan mendukung Pilihan Kakak.. Kita Berjanji akan menikah tanpa paksaan tapi atas Kemauan Kami Sendiri.. !!"
Nanda tersentuh dengan Kata-kata gadis Mafia nya Itu..
"Pa... Ma.. Saya Nanda. saya berjanji akan menjaga Putri Papa dan Mama dengan baik, Nanda sangat mencintainya.. terimakasih sudah melahirkannya Ke dunia Ini Pa.. Ma. sekarang biarkan Nanda yang membahagiakannya..!!! "
Sofia merebahkan sisi kepalanya di bahu Nanda. Nanda merangkul tubuh Sofia dan mencium puncak Kepala Sofia..
.
.