
"Ayo Kita keluar....!! " Nanda mengulurkan tangannya..
Sofia malah menatap tangan Nanda dengan Ragu
"Kenapa....? " tanya Nanda menatap telapak tangannya sendiri..
"tidak ada....!! " elak Sofia berusaha untuk terlihat biasa saja..
"Sialan... Ini Tidak nyaman....!! " umpat Sofia tidak suka dengan kenyataan dirinya suka pada Nanda..
Tapi Sofia Juga enggan memberi tahu perasaannya..
"apa kau pernah Pacaran....? " tanya Sofia Tiba-tiba..
Nanda beralih ke Sofia, dirinya mencari Keseriusan dari tatapan Sofia..
"Apa Itu mengganggumu...? " tanya Nanda Balik..
"tidak... aku hanya penasaran siapa Wanita yang pernah kau Cintai...!! " elak Sofia berusaha masih terlihat Tenang..
Nanda mendekat pada Sofia dan mencubit Pipi Sofia dengan Gemas..
"Kau Kekasih pertama Ku. apa menurutmu aku pernah Pacaran...?? " Senyum manis Nanda memperlihatkan Giginya..
Sofia mengerjabkan Matanya berkali-kali melihat Pemandangan itu,, "Astagah Sofia... jangan Goyah.... dia Berbahaya... dari awal Aku sudah bisa menilainya... apa Aku begitu mudahnya jatuh Cinta...? "
"*ta*pi Kenapa Hanya Pria ini... ? banyak Pria yang mengejarku... mengungkapkan perasaannya padaku... Kenapa Aku harus jatuh hati pada Pria Ini...?? " Sofia berkata-kata dalam hati saja..
"kau melamun lagi sayang....!! " kekeh Nanda menusuk Pipi Sofia yang super lembut Itu..
"Imut sekali....!! " gemas Nanda mengusap pelan puncak Kepala Sofia..
"Kau tidak mau keluar... Ya sudah.... Aku akan temui doktermu Dulu...! tunggulah disini... !" Nanda berpikir Sofia memang tidak mau keluar..
Sofia memiringkan kepalanya melihat Nanda. Nanda Keluar sebentar menemui dokter yang merawat Sofia. supaya Sofia bisa pulang hari ini juga.
"Kenapa Aku bisa begitu mudahnya jatuh hati padanya...? apa Karna dia memiliki Wangi Cendana...? Apa Karna dia tidak menatap aneh padaku..? Kenapa...? Katakan padaku....!! astagah.... Aku sendiri tidak tau kenapa Aku Suka padanya..!! " Omel Sofia pada diri sendiri..
"Udah Siap... Semua sudah aku bayar.. Ayo kita Keluar....!! " Nanda menarik tangan Sofia..
"tunggu sebentar... aku mau pakai jaket dulu.. lepaskan tanganku dulu...!!! " Alih Sofia berusaha melepaskan diri dari Nanda..
dan Gilanya Nanda menunggu Sofia, tanpa aba-aba lagi menggenggam jemari Sofia hingga Gadis Cantik Itu frustasi di balik Maskernya..
"Apa dia tidak merasakan hal yang sama denganku..? kenapa dia terlihat tenang...?? " Kesal Sofia tak tau lagi bagaimana caranya mereka berjalan tanpa harus berpegangan tangan..
"Tuan Kecil.. kaki saya Baik-baik saja... lepaskan tangan Saya ya.. saya bisa pulang sendiri...!! "
"Kenapa Nada bicara mu sangat menyebalkan Sofia...? apa terjadi sesuatu..?" tanya Nanda serius..
"tidak... eh.. Enggak.. aku emang mau pulang sendiri....!! " elak Sofia..
"Hem... baiklah.. aku antar sampai di depan Ya.. Aku harus ke bandara juga...!! " ujar Nanda Menatap Jam tangannya..
Sofia sekali lagi terpana.. nanda juga tidak memaksakan Kehendak, selalu saja mendengarkannya dan menuruti kemauannya..
"Untuk apa ke bandara...? " tanya Sofia penasaran..
"hari Ini sekretaris ku datang dari Luar Negri. !" Jawab Nanda
"Laki-laki atau Perempuan..? " tanya Sofia lagi..
"Sepertimu...!! " Jawab Nanda Lagi..
Sofia mengangguk saja,, "Pacarmu...? "
"Astagah Sofia.. kamu lah pacarku... Aku tidak punya pacar lain.. hanya Kamu kekasihku sayang... Percayalah padaku....!! " tutur Lembut Nanda menangkup Pipi Sofia yang memakai masker dan Topi itu..
mata sofia menoleh Kiri-Kanan. Situasi menatap mereka dengan Iri juga gemas, jelas terdengar oleh Sofia mereka semua menertawakan Sofia Karna cemburu..
"Apa Aku cemburu...? tidaaak... aku tidak cemburu.." Elak Sofia Dalam Hati..
"Kau Gila.. semua menatap Kita...!! " desis Sofia.
"Jangan meragukanku Ok.. dia Anak dari paman Vano dan Tante Raya.. Ayah serta kakeknya Paman Vano adalah Abdi Mahadiningrat... mengabdi adalah Janji turun-temurun keluarga mereka.. !" Nanda masih tak menghiraukan orang lain..
"Astagah....!! " Sofia yang merasakan yang namanya malu pun segera membawa kabur Nanda dari tempat itu..
"Nona itu sangat beruntung...! "
"Wajar saja Kan Kalau cemburu... tuan Nanda begitu tampan dan memiliki segalanya...! "
"tapi siapa Wanita Itu ya...?"
"artis mana Kira-kira....!??"
"Cantik sekali atau biasa aja...! "
"Tuan Nanda Mahadiningrat memiliki standar kecantikan yang sangat tinggi...!! "
"jadi menurutku wanita Itu memiliki standar Kecantikan Tuan Nanda.. Pasti sangat cantik...! "
kebanyakan dari mereka jadi bergosip sepeninggal Sofia dan Nanda..
"Kenapa Kau malah berkoar-koar di lobi Rumah sakit tadi hah...? Kan mereka jadi salah faham...!! " Tanya kesal sofia
"Kenapa tidak bicara....?? apa Kau tuli ?" Tanya Sofia lagi..
"Hemmmrt. mmm!! " Nanda menunjuk-nunjuk mulutnya yang ditutup Sofia..
"Owwwh... Sorry...!! " Sofia spontan angkat tangan dan Tersenyum Paksa..
"Aku tidak tuli....!! " Elak Nanda merapikan Jaket Sofia yang sudah tak terbentuk lagi. .
"a..aku bisa memperbaiki nya sendiri... !!" tolak Sofia merapikan pakaiannya sendiri..
Nanda menghela nafas panjang...
"Taksi....!!! " nanda menyetop Taksi..
Sofia hanya diam saja saat Nanda berbicara pada Supir taksi...
"Sudah... Ayo masuk.... Hati-hati dijalan ya....!!" Nanda mengusap Kepala Sofia yang tertutup Topi..
"Ya elah.. masih sempat bengong sayang.... !!" nanda menggendong tubuh Sofia hingga Sofia memekik kaget..
"Apa yang kau lakukan.. kakiku masih Normal....!!" pekik Sofia..
Nanda tak mengindahkan omelan Sofia..
"udah.. maka nya Kalau aku bicara jangan melamun.! " Senyum khas Nanda mengedipkan matanya sebelah pada Sofia..
Sofia malah membelalak, bukannya tergoda malah Merasa Nanda mengejeknya karna melamun..
"Nanda.. Kau...!!! "
"Sssstttt.....!! "
mata Sofia melihat jari telunjuk Nanda menutup di bibir nya.
Nanda gemas sendiri melihat itu lalu tangannya beralih ke Pipi Sofia..
"Bye..!! "
"halan Pak... bawa dia dengan selamat sampai tujuan..!" Perintah Nanda penuh penekanan..
jujur saja Supir Taksi itu bersusah payah meneguk Saliva nya sendiri, gadis yang memakai Masker dan Topi ini pasti kekasih Nanda..
Sofia hanya melotot galak dan bibirnya Komat-kamit menyumpah serapahin Nanda, seumur hidupnya tidak pernah dirinya merasa diabaikan lebih banyak Sofia yang mengabaikan Orang lain termasuk Kakaknya sendiri..
"Tidak mungkin Aku menyukai Pria menyebalkan itu... terkadang dia sangat manis... dan Kadang sangat menyebalkan...!! kenapa aku harus suka pada Pria Yang tidak menyukaiku...? Sadarlah Sofia Dia hanya Kekasih Pura-pura mu.. Demi balas dendam pada Olivia.. aaah... Iya.. Kemana Bocah Itu...?? " Batin Sofia mengoceh sendiri..
"Nona... apa kita sudah sampai...? " Tanya Supir taksi ragu-ragu..
"Ahh.. iya... hem.. Berapa Pak....? " Sofia mengeluarkan Dompetnya..
"tidak usah Nona.. Sudah dibayar Tuan konglomerat tadi...!! " tolak Supir canggung..
Sofia terdiam,, "Aku bahkan tidak bisa membedakan mana asli dan palsu hubungan kami...?? " batin Sofia..
.....
Rivo sudah tiba di Gerbang Perumahan Mereka..
"Nona...?? " tegur Rivo
"Aah... Sudah datang.. ayo Masuk...!! " ajak Sofia mengalihkan diri..
Rivo hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sofia memang susah ditebak..
Sesampainya di Markasnya..
Sofia berjalan ke arah Kamarnya,, "Kenapa ada Komputerku Disini kak...? " tanya Sofia bingung..
"dek... Amera butuh Kamar.. Jadi ruang Komputermu Untuk Kamar Amera dan Komputermu masuk ke sini! " Jawab Roby..
"Aah.. Iya.. aku harus melihat keadaan mereka...! " Sahut Sofia baru ingat tujuannya..
😊😊😊
..
..
..