Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Perkelahian antar Raja



"Tuan... bawahan Kita sudah tewas hampir separuh dari pasukan kita Tuan....!! " tunduk lemah Barly...


"Sialan... Siapa yang berani menyerang Kita....!! Apa mereka sudah bosan hidup... ?? taktik nya benar-benar licik... sudah kau temukan Penghianat Itu...??? Gedung Ini adalah pelosok desa hantu... tidak akan ada yang bisa mendeteksi tempat ini... bahkan jaringan pun tidak ada... Pasti ada penghianat diantara Kita...!! " maki Emosi Fio melirik sekilas lengan kanannya yang terkena timah Panas..


"tidak ada penghianat diantara Kita....!! mungkin ada yang mengintai kita Tuan ! " jawab Barly dengan pasrah..


dia merasakan ajalnya sudah dekat...


"tidak mungkin... !!" teriak Fio berusaha menembak dengan tangan Kiri tapi tidak bisa..


Fio selalu menggunakan apapun dengan tangan Kanan, sekarang lengan Kanannya terluka parah. sarah segar mengalir dari lukanya itu, bagi seorang Mafia Itu sudah hal biasa. dia bisa menembak tapi dengan tangan bergetar sedangkan menembak juga butuh konsentrasi dan keseriusan..


tangan gemetar hanya memecahkan Fokus Kalau pun menembak tidak akan tepat sasaran..


Fio membanting Kursi yang ada disampingnya dan menyebut Semua nama Binatang menjijikkan Seolah memaki Penyerangnya Kini..


"sasar tangan Tidak berguna....!! " maki Fio dengan emosi..


Roby tertawa lepas dengan kondisi mereka. Fio dan Barly beralih ke Roby dan menatap Roby bagai menguliti nya hidup-hidup..


"Ini pasti calon adikku...!! Ananda Mahadiningrat.. Hhahahah.....!!! " Tawa Lepas Roby..


Fio segera mendekati Roby dan mencengkram Kuat Dagu Roby..


"akan aku bunuh pengecut itu didepanmu....!!" geram Fio melepas kasar Dagu Roby..


Roby tersenyum sinis,, "Apa yang kau banggakan dengan tangan kananmu yang terluka itu.. sudah Aku bilang Tuan Nanda bukan lawanmu.. Dia pasti tau Kelemahanmu adalah tangan Kananmu...!! Itu sebabnya dia menembak lengan Kananmu...!! "


Fio menggeram Emosi, Barly tertegun mendengarnya. tidak menyangka Kelemahan tuannya di Ketahui musuh..


Barly menatap lengan Fio dan meneguk salivanya yang terasa kering dengan bersusah payah ..


"Kau baru menyadarinya Barly...?? pasti ada Penghianat didalam Tim kalian...!! kalau tidak...!! tidak mungkin tuan Nanda tau...!! " Provokasi Roby lagi..


Fio menatap tajam Seluruh pasukannya,,


"Kemana Satu lagi....?? " tanya Sinis Fio ke Barly melihat Bawahannya tidak lengkap..


mayat-mayat Anak buahnya bisa cepat dia hitung, tapi satu tidak ada.. membuatnya curiga..


"Biro tertembak di luar tuan...!! " Jawab Barly Lugas..


"Anj*ng....!! kepar*t ,, brengs*k..... Bunuh dia.....!! Kalau dia memang mati tunjukkan jasadnya padaku....!! " teriak Fio lagi emosi..


"tapi Kita sedang di kepung Tuan....!! Kalau Pintu dibuka maka musuh akan masuk...!! " selah Barly pelan dengan ragu-ragu..


"Aku akan mencabik-cabik keluarganya...!! beraninya dia menghianati Raja Meksiko seperti Ku.... akan aku tunjukkan betapa kejamnya diriku...!! " emosi Fio lagi menembak asal keluar Gedung Tua itu dengan tangan Kirinya..


Seperti balasan tembakan dari puar pun kembali memecahkan gendang telinga mereka. Anak buah Fio yang masih menjaga Fio akhirnya tertembak juga..


"Kita harus bagaimana Tuan...?? " tanya Barly mulai ketar-ketir..


"pengecut... keluar kalian....!!! " teriak Fio dengan emosi nya...


Sebuah Bom dengan ledakan kecil membuat Pintu masuk gedung Tua itu hancur berkeping-keping Bom itu emang diracik untuk menghancurkan sasarannya saja..


Semua orang yang masih hidup ada didalam Gedung Tua itu waspada..


dan berpuluh-puluh Orang masuk seperti ala tentara berbaris rapi mengelilingi mangsa dengan senjata di tangan mereka..


Barly dan Fio mengumpat kasar bahkan tak pernah sekalipun Barly berkata kasar didepan atasannya Kali ini malah mengumpat Kasar..


Nanda masuk dengan aura menakutkannya, tak pernah Nanda mengeluarkan sisi menakutkannya biasanya Nanda akan mengeluarkan sisi menakutkannya jika berlawanan dengan puluhan hewan buas saat berlatih dengan Granfa Nya(Gio).


"Kau terkepung....!! " Sinis Nanda dengan seringai menakutkannya..


anak buah Fio yang masih hidup melihat Tuan Kecil Mahadiningrat itu menelan salivanya yang sangat kering..


"Sabrina adalah Milikku....!! Kenapa Kau merebutnya dari Raja Meksiko sepertiku hah...?? Aku akan mengampuni nyawamu... asalkan kau serahkan Sabrina Untukku...!! "


Nanda tertawa menakutkan hingga Alex dan Rivo meringis seram, mereka baru pertama kalinya melihat sisi menyeramkan Nanda saat ini Nanda seperti Psikopat Gila..


"beraninya Kau menertawaiku...?? apa tawaranku sebuah lelucon bagimu hah...?? " geram Fio merasa direndahkan..


"Sabrina mu kini adalah Sofia Ku... dia milikku.. Aku tidak peduli masa lalu nya yang kau kurung selama 12 tahun.. tapi lain ceritanya Kalau Kau mengusiknya


saat ini karna dia kekasihku.. akan ku buktikan siapa yang paling berkuasa.. kau mungkin berkuasa di Meksiko.. tapi Indonesia adalah kuasa Ku.. Kau sendiri yang memasuki Wilayahku...! dan mencari masalah dengan ku...!! Kau fikir aku akan memaafkanmu...!! "


"dan dengan percaya dirinya Kau akan memaafkanku dengan syarat memberikan kekasihku padamu...!? Kau fikir kau siapa...?? sekalipun kau Raja... Aku tidak peduli .. siapapun yang mengusikku... tidak akan aku ampuni...!! "


Kata-kata tajam Nanda dengan tatapan matanya yang sangat tenang bahkan Nanda Kini memainkan Pistol kesayangannya situasi seperti ini sama seperti Nanda seorang psikopat senjata Anak Buah Fio terjatuh dari tangan mereka..


apa yang Nanda Katakan memang benar, Indonesia adalah kekuasaan Mahadiningrat, sementara Fio adalah Raja Mafia di Meksiko. Jika Fio mati di Negara Ini.. maka Negara asalnya tidak bisa berbuat apa-apa..


Barly berkeringat dingin. sedangkan Fio masih tenang melihat Sekelilingnya Nanda memang benar. Fio yang memasuki Negara ini demi mencari sabrinanya..


"Roby kau tidak apa-apa...?? " tanya Rivo khawatir menepuk-nepuk Pipi Roby..


"Kalian datang...!! Heheh...!! " cengir lemah Roby lalu pingsan tak sadarkan diri..


"Roby...!! " Pekik Alex menampar pelan pipi Roby..


"Gila.. Ini tangan dan Kakinya merah banget cuy.. sampai berdarah gini...!! " Geram Alex melihat pergelangan tangan dan Kaki Roby..


"Dia memang Gila seperti yang Roby ceritakan.. semua Orang diperlakukan binatang...!! " geram Rivo juga melirik tajam Pria yang berlumur darah dilengannya..


Rivo tadi dengar penjelasan Rindu tentang kelemahan Fio ada di tangan kanannya, Fio tidak ada apa-apanya tanpa tangan kanannya..


Nanda bukannya pengecut. dia hanya tidak mau eekan-rekan nya terluka. sebab mereka semua punya Keluarga yang menunggu di Rumah, itu sebabnya Nanda menggunakan cara itu..


"lalu apa yang kau mau...?? membunuhku...?? " tanya Sinis Fio dengan angkuhnya..


bahkan jika dia mati pun tidak masalah. ego sombong dan angkuhnya sebagai Raja Mafia tak bisa lepas dari dirinya..


"Hem... tergantung...!! " Jawab Nanda menggantung..


Fio yang merasa direndahkan berjalan cepat ke arah Nanda, saat rekan-rekan Nanda mau menembak Fio. tangan Nanda memberi aba-aba untuk tidak melukai Fio..


Nanda memberikan Pistolnya ke dada Rivo, Rivo yang kaget jadi gelagapan menangkap pistol itu.. sementara Alex duduk dengan memangku Kepala Roby.. Roby hanya pingsan..


"akan aku bunuh Kau...!!" geram Fio dengan kekuatan penuh menyerang Nanda..


Nanda tentu meladeninya dan perkelahian antar Raja pun terjadi.. Alex, Rivo serta barly menganga takjub..


terutama Barly.. dia tidak pernah bertemu lawan seimbang atasannya..


.


.


.


.