
"Kenapa tidak masuk saja tadi...?? " Tanya Dika..
"Sofia tidak tau Ruangan Nanda Pi....!! " Jawab Sofia Jujur..
Dika Terkekeh..
"Beri dia pelajaran... bagaimana bisa kekasihnya tidak diberitau Ruang kerja nya...?? " Usil Dika..
Para Karyawan yang dilewati dika dan Sofia mendengar pembicaraan mereka. Bagai tersambar petir ternyata Sofia adalah kekasih sungguhan Nanda..
Mereka semua mengira Nanda punya kekasih hanya Siasat saja tidak menyangka Nanda bena-benar bisa terpincut pesona Gadis dibalik Masker itu..
Sofia menganga dibalik maskernya,,
"Kenapa...?? " tanya Dika mengusap kepala Sofia..
"Ternyata Papi nya Nanda Juga usil ya...!! " nyengir Sofia..
dika tergelak. Sofia dibawa masuk ke Lift Privat, hal itu membuktikan Hubungan Sofia dan Nanda sangat serius..
Dika tentu tau Sofia adalah Gadis yang bisa melumerkan hati Nanda yang beku, Walau Sofia tidak bertingkah layaknya wanita sexy pada umumnya tapi Daya tarik Sofia tidak bisa dibantah..
"Vano antar Sofia ke Nanda.. !!" perintah Dika..
"Baik Tuan... Silahkan Nona...!! " Vano langsung memberi jalan untuk Sofia..
Sofia menggaruk kepalanya yang tak gatal situasi Itu kenapa tidak nyaman untuk sesaat Sofia lupa siapa Nanda...
"Makasih Pi...!! "
Dika tersenyum manis..
"Astagah... gen tidak bisa dibantah... Nanda memiliki Ketampanan dari Papi dan Maminya Juga ..!" batin Sofia tersenyum canggung saat Dika tersenyum manis..
Senyuman manis yang ramah, seolah antar keluarga. Awalnya Sofia segan bersama Dika, alasannya Karna Dika tau identitas Sofia.. tak disangka Dika dengan mudah dekat dengannya padahal Dika sudah tau jati dirinya..
Ternyata Sofia diantar masuk ke Ruang Rapat Sofia tanpa tau apa-apa, malah berterimakasih pada Vano..
Namun saat berbalik. mata sofia membelalak lebar, sungguh banyak manusia yang sedang Rapat tidak banyak hanya 20 orang tapi Kenapa Sofia malu..
"Astagah... kenapa Banyak sekali...?? Kenapa Om tadi malah ngantar aku kesini...?? mati Aku... !!" batin Sofia memerah begitu malu dengan situasinya kini..
"Sofia....?? " Senyum nanda memperlihatkan lesung pipinya yang dalam..
Betapa menggila nya Karyawan wanita yang baru melihat rupa Nanda yang tersenyum..
"maaf.. Aku ganggu...!! " ucap Sofia memegang Gagang Pintu Ruang Rapat itu Kini...
nanda dengan cepat menahan Gagang Pintu itu. hingga Sofia membatu..
"Kau merindukanku Jelek...!! " Ejek Nanda..
Sofia membalik tubuhnya posisi mereka sangat intim dilihat Karyawan Rapat Nanda Kini..
"Aku datang untuk memberimu pelajaran... berani sekali kau mengejekku jelek. !!" Tuding Sofia dengan galaknya..
"Coba Aku lihat...!! pasti kau berjerawat...!! " Nanda dengan santainya mencubit Pipi Sofia dibalik masker Sofia..
Sofia memukul tangan Usil Nanda..
"Aku tidak pernah berjerawat...!! " Elak Sofia dengan galaknya tanpa sadar melepas Topinya sendiri. .
mata Sofia yang galak beralih ke Orang-orang yang menatap Mereka kini..
"menyingkir... dasar Sinting...!! " Sofia mendorong Tubuh Nanda..
Nanda hanya mundur 2 langkah saja Nanda bukannya marah dengan ejekan sinting Sofia malah senyam-senyum sendiri...
"Kenapa tidak bisa dibuka sih...?? " gerutu Sofia tak menyerah berusaha membuka Pintu nya.
"Tidak akan bisa keluar sebelum Rapat selesai Sofia...!! " ledek Nanda berjalan santai menuju Kursi Kebesarannya..
Sofia sekali lagi tertipu...
"lalu Untuk apa aku kemari...?? " Kesal Sofia..
"tapi Kamu yang datang kesini Sayang, kemarilah....!! " perintah Nanda..
Sofia terpaksa berdiri saja didepan Pintu Rapat Pintu tidak bisa dibuka Kalau begini Kenapa Sofia diantar kesini kalau Nanda sedang sibuk..
Tak lama kemudian Clarissa masuk dari Pintu Lain Sofia melihat ada Pintu yang terbuka segera berlari menuju Tempat itu..
"Kunci Pintunya... jika Gadis Itu keluar.. tamatlah kalian...!! " ancam Nanda menggema..
Clarissa menatap benci pada Sofia Situasi ini tidak mungkin Clarissa melabrak Sofia, bisa rusak reputasinya nanti Clarissa dibilang tidak pantas bersanding dengan Nanda.
"Sabar Clarissa.. tidak ada yang tau watak aslimu...!! " batin Clarissa berjalan anggun menuju Meja Rapat..
Sofia Sibuk menggedor-gedor pintu.m Nanda yang gemas melihatnya..
"Tunggu sebentar...!! " Perintah Nanda..
Penjelasan pun di berhentikan sejenak Nanda berjalan dengan langkah lebar mendekati Sofia..
"Sayang... apa yang kau lakukan...?? " tanya Nanda menggoda..
"Nanda buka pintu nya.. aku mau pulang....!! " tunjuk sofia ..
Nanda terkekeh..
"Tunggulah sebentar lagi... rapat selesai.. kita makan siang bareng ya....!! "
"Ini masih jam 10 ...!!" Sofia menunjuk kesal jam tangannya sendiri..
"Kamu sendiri yang masuk kesini Sayang.. jadi bukan salah aku Kau terkunci...!! " ejek Nanda merapikan anak rambut Sofia yang sedikit berantakan..
Sofia pun mengingat mundur kejadian tadi memang dirinya yang masuk..
"Tapi aku dijebak Pamanmu Itu...!! seharusnya dia tidak memasukkanku kesini...!! " sofia malah menyalahkan Vano..
Nanda tertawa lebar..
"Jangan buang tenaga mu.. Ayo duduk aja denganku ya...!! " Bujuk Nanda menuntun sofia berjalan ke tempat duduknya..
"Kapan selesai..? tanya Sofia serius..
"1 jam lagi...! " jawab Nanda lagi..
"tunggu disini ya...!! " Nanda mendudukkan Sofia dikursi kebesarannya..
Karyawan yang ikut Rapat tentu melongoh bodoh saja sedari tadi Clarissa mengepalkan tangannya tapi bibirnya tersenyum anggun, giginya gemeretak ingin menjambak rambut Sofia dan merampas masker yang menutupi wajah jelek Sofia..
"Akan aku Bongkar wajah jelekmu itu.. hanya aku yang pantas bersanding dengan Tuan Nanda.. Kau hanya wanita buruk rupa yang bersembunyi dibalik masker busuk itu..!! " batin Clarissa.
Sofia malah mendumel kesal mana betah dirinya disitu...
Sofia tersenyum usil. sofia adalah Gadis dengan segala pesonanya sekali gerakannya akan membuyarkan konsentrasi Pria manapun..
dengan mata indahnya Itu Sofia melihat satu persatu penampilan dan wajah mereka semua..
Namun clarissa tiba gilirannya mempresentasikan Kerja Tim nya dari Perusahaan Papanya Clarissa sebagai perwakilan Perusahaannya..
"kau lihat wanita jelek.. semua orang memujiku dengan mata mereka.. Kau hanya sipengecut yang tak berani menunjukkan rupa jelek itu..!? " Clarissa berkata didalam hati..
Sungguh Clarissa sangatlah anggun, tubuhnya yang gemulai dan lentur dres pendek dan jas kerjanya yang pas badan tapi Sofia hanya menatap Nanda yang tak sedikitpun melirik tubuh Clarissa..
"Bahkan semua Pria disini memperhatikan tubuh Wanita itu...! kenapa Nanda tidak melirik sedikitpun...? dia memang tidak normal...? " batin Sofia..
bukannya memperhatikan presentasi Clarissa, semua Karyawan Pria malah menatap lapar dad* Clarissa juga paha nya yang sedikit mengangk*ng..
Sofia bahkan tak berkedip memperhatikan Nanda, tapi tak sedikitpun tertangkap oleh Sofia, Kalau Nanda melirik bagian Tubuh Clarissa tak Sofia ragukan lagi. Nanda memang tidak normal..
"Bagaimana Tuan Muda...?? " tanya Clarissa dengan nada Suara yang dibuat seanggun mungkin..
Namun diluar ekspetasinya clarissa, Nanda malah mengkritik habis Clarissa yang tak jelas dengan cara menyampaikan tujuannya..
tanpa sadar Sofia malah tertawa terbahak-bahak di balik maskernya Clarissa melirik begitu benci pada Sofia yang berani menertawainya disaat semua Orang serius..
"Kenapa Anda tidak membuka masker anda Nona jelek...?? " Tanya Clarissa dengan penuh penekanan..
Rasa nya kebencian Clarissa sudah di ubun-ubun tak bisa lagi di tunggu...
Sofia masih asik dengan tawanya malah memegang perutnya yang sakit..
"tuan Kecil.. anda sangat patut diberi penghargaan. " Sofia malah memuji Nanda mengacungkan 2 ibu jarinya..
Nanda malah memijit kepalanya.
😊😊😊
..
..
..