Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
menginap di Rumah sakit



Para Mafia bawahan Fio di kembalikan ke Negaranya setelah meminum pil.. jika sudah meminum Pil itu mereka semua tidak akan punya niat memberontak..


Sebenarnya Nanda tidak mau mereka meminum Pil itu, tapi Karna Rindu menegaskan agar tidak ada lagi namanya pemberontakan dikemudian hari. Nanda pun tak lagi membantah.. Rindu sangat menjaga Kiran dan Nanda..


"Pemberontakan juga butuh Provokator... mereka yang melihat langsung tidak akan berani memberontak apalagi balas dendam....!! Bukankah itu kesalahannya sendiri...!! Kenapa harus masuk ke kandang Singa....??" Tutur Nanda mulai seperti anak kecil pada Rindu..


Rivo, Anex, Roby melongoh tak percaya


Perubahan drastis Nanda dari Psikopat jadi Anak kecil.. Sungguh Berbeda..


Sofia tak lagi heran.. dia tau Rindu sudah seperti ayah bagi Nanda... Sofia sering melihat Nanda merengek bagai anak kecil..


Roby bahkan meringis sebab pergerakannya membuat pergelangan tangannya terasa perih...


"Saya Tau Tuan Kecil.. tapi Saya hanya mengambil langkah awal.. dan mereka tanpa pikir panjang menelan pil itu..! dari situ saya tau Mereka tidak akan berontak kedepannya...!! " tutur Rindu..


"Hem... mereka pasti mengira bakal di masukkan ke penjara atau di bunuh...!! " gumam Nanda pelan..


Nanda beralih ke Sofia dan tersenyum lembut.. sambil mengusap Kepala Sofia,, "Kamu ngantuk Sayang...?? " tanyanya lembut..


Sofia tersenyum manis hingga Nanda gemas akan kecantikan Sofia. Nanda mencubit Pipi Sofia sambil tertawa gemas..


"sini Tidur dipangkuanku...!! " Saran Nanda mengecup Kening Sofia dengan sayangnya. .


entah Sofia tegar atau tidak, sepertinya Fio memang bukan siapa-siapa lagi bagi Roby dan Sofia Kekejaman dan ke egoisan Fio membuat Fio Kehilangan Orang terdekatnya...


"Kakakku bagaimana...?? Aku mana bisa tidur...!! " Selah Sofia menoleh kebelakang melihat Kakaknya yang kesakitan


"biar tidur dipangkuan saya Nona... !!" Sahut Anex serius.. Anex ada disamping Roby..


"Sejak kapan kamu jadi perhatian dek...?? biasa aja Kali...!! " Ledek Roby terkekeh..


Sofia memutar bola matanya malas tanpa banyak bicara dia merebahkan kepalanya di bahu Nanda. membuat Roby mendengus..


Rivo didepan hanya diam melihat pertengkaran Kakak Adik itu yang membuatnya menggeleng kepala..


Nanda mengulum senyum dan mengecup puncak Kepala Sofia.. Rindu yang melihat di Kaca Mobilnya sebab dia sedang menyetir.. Tersenyum tipis..


"Kenapa Kamu membiarkan bawahannya Hidup..?? " tanya Sofia pelan sambil memejamkan matanya..


"Aku tau dia bukan orang jahat.. hanya saja atasannya yang memaksanya harus berbuat jahat...!! Aku tidak pernah salah menilai orang...!! " Jawab Nanda Seadanya...


Sofia tersenyum manis, Nanda memang selalu bisa membuatnya tersenyum...


Roby memutar bola matanya malas melihat interaksi Mereka, Namun ada rasa lega dihati Roby... masalah Fio sudah selesai..


Sebelumnya Roby sudah pasrah karna menjadi kelemahan Adiknya.. Fio memperalatnya demi mendapatkan Sofia.. Roby tau adiknya bersembunyi di Apartemen Nanda.. Roby mengira adiknya akan aman


mana dia sangka dirinya lah yang menjadi alasan Sofia keluar dari Persembunyiannya..


"Kita mau kemana...?? " tanya Anex hati-hati..


"Rumah sakit....!! " Jawab Rindu singkat


Roby pasrah saja. Pergelangan tangan dan Kakinya memang sangat perih saat ini..


lama Kelamaan Sofia tanpa sadar ikut terlelap melupakan masalah nya.. tidur di sekitar Nanda memang jadi obat tidur sendiri bagi Sofia..


 


"Kita sudah sampai.....!! " seru Rindu..


"Ssssttt... Sofia sedang tidur...!! " bisik Nanda pelan..


Alhasil malam Itu Nanda menggendong Sofia melewati lorong Rumah sakit di ikuti yang lainnya mengekor Nanda.. siapa yang tak kenal Nanda.. terlebih Nanda sedang menggendong seorang gadis Cantik bak artis papan atas saja. Sofia seperti Putri raja yang sedang tidur..


"Tuan....!! " Sapa semua Dokter dan suster yang menyambut Kedatangan tuan Kecil Mahadiningrat..


mereka melihat Sofia sungguh terpesona, Nanda mengangkat Tubuh Sofia hingga hidung Sofia mendekat ke lehernya... Nanda menatap tajam para Dokter Tampan yang menatap pujaannya.. Mereka semua jadi menunduk takut tak lagi berani menatap Sofia..


"Obati Saya...!! " Selah Roby memecah Keheningan mereka..


"Berikan pelayanan terbaik untuknya...!! " Sahut Nanda lagi mulai tenang...


"Baik Tuan. " Jawab mereka serentak..


 


"Anex.. Kau pulang saja.. Adikmu pasti menunggu...!! " Seru Rivo tiba-tiba..


Anex pun baru ingat adiknya dan menepuk keningnya sendiri..


"Kenapa...?? " tanya Rivo heran..


"aku lupa punya adik...!! " Jawab Anex nyengir membuat semua orang tergelak.. kecuali Nanda..


Nanda mengulum senyum memperhatikan Sofia mengelus Pipi Sofia..


"Kamu benar-benar cantik Sayang....!! " batin Nanda..


mereka semua jadi menginap di Rumah sakit.. Sofia tersentak pun tidak, benar-benar nyaman tidur di dekat Nanda..


Anex pun terpaksa pulang.. Rivo tetap di Rumah sakit.. Rindu Juga disuruh kembali oleh Nanda, Jadi hanya beberapa orang di Rumah sakit menemani Roby yang masih tertidur karna Obat Bius.


 


Ke esokan Paginya Roby sudah bangun duluan, Roby melihat sekeliling dan tersenyum melihat Nanda tertidur dengan menyandar di Sofa sedangkan adik nya di pangkuan Nanda..


Rivo tidur disampingnya,,


"Adikku beruntung sekali punya Pria seperti Nanda.. selain sangat berkuasa juga terlihat sangat mencintainya... Jika bukan Karnanya entah apa yang terjadi pada Sofia...!! " batin Roby..


Sofia menggeliat kecil di pangkuan Nanda, perlahan membuka matanya saat membuka mata dia melihat Nanda yang tertidur dengan posisi menyedihkan menurut Sofia..


merasakan pergerakan di Pangkuannya Nanda terbangun..


"udah bangun sayang...?? " suara serak Nanda khas bangun tidur.. Nanda bahkan mengucek matanya membuat Sofia tersenyum lucu..


"kenapa tersenyum hmm...?? " tanya Nanda lembut mengusap kepala Sofia..


Sofia menggeleng kepalanya,,


"tubuhmu ada yang sakit....?? leher atau tangan....?? " tanya Nanda menangkup Pipi Sofia dengan khawatirnya..


Sofia benar-benar terharu dengan semua kelembutan Nanda.. bahkan Nanda tidak peduli bagaimana Posisi tidurnya.. bisa Sofia tau leher Nanda pasti sakit..


"Aku baik-baik aja... Kamu gimana...?? maaf ya Aku ngerepotin...!! " Cengir Sofia menangkup rahang Nanda.


"Aku baik-baik aja selama Kamu baik-baik aja sayang...!! " ujar Lembut Nanda


Roby memutar bola matanya malas mendengar Gombalan Nanda yang tulus namun membuatnya kesal Jiwa jomblo nya meronta..


Sofia menampar pelan Pipi Nanda,, "dasar Raja Gombal....!! " Cibir Sofia..


Nanda tergelak hanya mengelus puncak kepala Sofia


Karna gemas melihat Rona Pipi Sofia..


"Kalian pulang saja....!! " Usir Roby dengan raut wajah datarnya..


Rivo yang sudah terbangun hanya tersenyum saja mendengar Seorang Tuan Kecil Mahadiningrat menggoda Sofia..


"Bagaimana Keadaan Kakak...?? " Tanya Sofia mengalihkan pembicaraan..


Walau sudah lama jadi kekasih Nanda,, tetap saja Sofia bisa gugup di tatap intens oleh Kekasihnya itu.. Nanda selalu menatap Sofia setiap ada kesempatan.. membuat si empu nya malu


"Kenapa kamu malu sayang...?? " Kekeh Nanda mencubit Pipi Sofia..


"Aku baru bangun tidur.. Aku belum gosok gigi belum mandi.. Rambut belum disisir... !!" Gerutu Sofia dengan jujur nya.


Nanda tergelak.. Padahal dirinya juga belum tapi kenapa Sofia malu.. Rivo menahan tawa.. Roby menganga tak percaya.. adiknya Itu selalu saja aneh kalau bersama Nanda..


.


.


.


.