Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
mengenal Kerabat Nanda



Saat tiba di dekat Mia mereka mendekati Mia dan memeluk Mia secara bergantian,,


"Mami.... Nanda sayang banget sama Mami....!! " Ucap Nanda


mia berkaca-kaca menahan air mata nya supaya tidak jatuh... sungguh sebagai seorang ibu yang melihat anaknya terkapar begitu menyakitkan hati... namun ada rasa bahagia baginya Anaknya Akhirnya sadar dengan kondisi baik-baik saja..


"Jangan buat Mami ketakutan lagi... Kamu kan udah janji nggak akan buat Mami menangis....!! " tutur Mia sambil mengusap punggung Nanda.


"maafkan Nanda Mi. Nanda Janji tidak akan buat Mami Khawatir lagi..! " janji Nanda dengan mantap..


"Mami....!! " senyum manis Sofia memeluk Mia sang ibu mertua..


"menantu Mami cantik sekali sayang.... !!" Puji Mia begitu bangga lalu mengusap wajah Sofia yang sangat cantik saat tertawa..


"GranMa...!! " rengek Nanda memeluk Kania..


"Kamu buat GranMa khawatir Nak.. kenapa bisa begitu lengah...?? sepertinya GranMa harus mengajarkanmu beladiri atau Granma akan menyuruh Granfamu lebih cepat melatihmu...!! " omel GranMa dengan ekspresi Bak ibu yang memarahi anaknya..


Nanda terkekeh mendengarnya..


"Kakak....!! " sapa Nanda tersenyum manis melihat Kiran..


Kiran merentangkan tangannya dan Nanda memeluknya..


"Kakak Khawatir tau....!! " Kesal Kiran mengusap Kepala belakang Nanda..


Nanda tersenyum..


Sofia juga memeluk Kania,, "Kamu sungguh buintangnya disini Sayang... Lihatlah begitu Cantiknya dirimu... GranMa bangga pada cucu GranMa bisa mendapatkan Pasangan sepertimu....!! " gemas Kania mengusap Pipi Sofia..


"Semoga Sofia tetap secantik GranMa ya kalau udah punya Cucu.. GranMa cantik banget tau... bahkan udah punya cicit...!! " Keluh Sofia dengan jujurnya..


Kania tertawa mendengarnya. Sofia bukan orang pertama yang mengatakan dirinya cantik di usia Seperti ini..


lalu Sofia memeluk Kiran,, "Terimakasih tetap berada di sisi Nanda walau dia tidak sadarkan diri sayang.. kakak tau Pasti kamu yang membuatnya sadar...!! "


"Kok kakak tau...?? " tanya Sofia malah terkejut..


Kiran terkekeh,, "udah jelas lah.. apa yang kamu bisikkan padanya...?? "


"cuma bilang Sofia bakal menikah dengan Pria manapun kalau Nanda enggak bangun...!! " Cengir Sofia..


kania, Mia dan Kiran saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak..


"bagus sekali....!! " Puji Ketiga wanita cantik itu bangga..


"Aunty....?? " Sapa Nanda memeluk Ika dan Hayla bergantian..


"kamu ini bakal buat Perusahaan Mahadiningrat dalam bahaya tau...!! " ejek Ika tersenyum mengejek..


"Aunty selalu seperti ini...!! " rengut Nanda membuat Hayla dan Ika tertawa..


"Sayang....?? " Nanda memanggil Sofia


Sofia mendekati Nanda,, "Hem....?? "


"Ini Aunty Ika.. Peretas nomor 3 yang sebelumnya nomor 2 kamu geser....!! " Nanda memperkenalkan Ika lalu juga Hayla..


"Hai.... kamu jatuh lebih cantik dari Perkataan Nanda.. Nanda banyak cerita tentangmu Sofia..!! " Ika memeluk Sofia yang tertegun melihatnya..


Nanda mengusap Kepala Sofia,, "Sofia hanya merasa bersalah udah menggeser posisi Aunty...!! "


"tidak apa Loh.. Kenapa Aunty harus marah.. ? asalkan masih Keluarga Mahadiningrat Aunty tidak akan marah.. !!" Jelas Ika dengan santainya..


Sofia tersenyum menggaruk lengannya yang tak gatal. lalu Sofia memeluk Hayla..


Semua tidak ada didalam Naskah, Acara jadi Peluk-pelukan dengan Kerabat Mahadiningrat Sungguh Unik. Para Penonton heboh memotret Kedekatan Keluarga Mahadiningrat yang dikenal dunia sebagai Keluarga Harmonis..


"Sekarang giliran bertemu dengan Papi....!! " Ajak Nanda..


Sofia mengangkat gaunnya perlahan. Nanda melihat Sofia mulai berjalan sedikit berbeda..


"Kakimu sakit Sayang...?? " tanya Nanda lembut..


"hm...? enggak...!! " Elak Sofia tak mau buat Nanda malu..


Nanda tak percaya dan berjongkok didepan Sofia Hal itu membuat para undangan histeris. Sofia membelalakkan matanya saat Nanda berjongkok didepannya..


"Coba aku Lihat sayang...?? " Pinta lembut Nanda..


"Aku baik-baik aja.. bangkitlah....!! " desis Sofia menahan malu karna mereka jadi objek foto para tamu Undangan dan Reporter..


tapi Pengawal Nanda dan Sofia tetap menjaga dengan jarak aman..


"Udah Semerah ini aja...?? " tanya Nanda merasa bersalah..


"Aku nggak apa Kok....!! " Jawab Sofia pelan..


"Paman....?? " Panggil Nanda..


"Iya Tuan Kecil...! " Jawab Rindu segera mendekat..


"belikan sepatu Ukuran..XXX! " perintah Nanda..


"Baik Tuan." Jawab Rindu tanpa bertanya segera berlari keluar dari pesta..


Sofia melebarkan matanya tak percaya,, "Hei.. Nanda mana ada Pesta memakai sepatu...!! " Protes Sofia..


"lagian ini Kamu pakai gaun sayang... Kakimu tidak akan terlihat...!! " Jawab Nanda dengan santainya melepas Heels Sofia..


"Kaki aku bagaimana....?? masa nggak pakai apa-apa...!! " Protes Sofia lagi..


Nanda tak mengubrisnya dan melepas Heels sofia satu lagi. Sofia memang jarang sekali pakai Heels, sebelumnya Sofia juga pernah memakai Heels saat pulang ke Rumahnya ya Sofia mengobati Kakinya..


Nanda memberikan Heels Sofia ke Pengawal yang terdekat dengannya..


"buang saja ... berani nya melukai Kaki Istriku...!! " titah Nanda lagi, hal itu membuat para Wanita yang mendengarnya menjerit dalam hati...


Sofia tidak tau mau bahagia atau menangis mendengarnya hanya Heels benda mati mana bersalah yang salah Sofia yang tidak terbiasa memakai Heels...


Nanda kembali ke Sofia dan menggendong Sofia dengan Romantisnya..


Sofia memejamkan matanya dan menutup wajahnya dengan Kedua tangannya..


Mia, Kania dan yang lainnya tertawa cekikikan..


Nanda membawa Sofia ke tempat Papi nya berada dan menurunkan Sofia dengan Hati-hati..


"Kamu sungguh luar biasa Son...!! " Kekeh Dika melihat Sofia yang merah padam karna malu..


"Nanda hanya melakukan yang Nanda bisa Pi...!! " Jawab Nanda memeluk Dika dengan senangnya..


Sofia perlahan juga memeluk Dika karna Ayah mertuanya itu merentangkan tangan, Dika mencium Kening Sofia membuat Sofia memejamkan matanya walau tak mengerti kenapa Dika mencium keningnya..


"GranFa...!! " nyengir Nanda..


"GranFa akan melatihmu lebih Keras lagi..!! Pelatihan mu selama ini tidak berguna, kenapa bisa ceroboh terkena jarum suntik.. ? bahkan Granfa tau kamu ini sangat gesit dalam hal menghindar.. Peluru melayang dalam hitungan detik bisa kamu hindari kenapa Hal spele itu tidak...?? "


Nanda menggaruk tengkuknya yang tak gatal mendengar omelan GranFa nya..


"Pasti tidak fokus dia Pa...!! " bisik Kanza disisi Gio..


Nanda tersenyum cauggung saat Kanza mengetahuinya hal itu membuat Kanza tergelak begitu juga Yang lainnya..


Sofia memeluk Gio, sama halnya Gio mencium kening Sofia..


"Kenapa Cium kening ya..?? Apa Pria Mahadiningrat terobsesi dengan kening Para Perempuan...?? " batin Sofia memejamkan matanya saat Gio mengecup Keningnya..


Tibalah Sofia didepan Anbath,, "kenalkan Sayang Ini Uncle Anbath.. Dialah Peretas nomor 1 yang tak bisa kamu kalahkan...!!" biisik Nanda..


Sofia melebarkan matanya dan spontan mengulurkan tangannya dengan matanya berubah berbinar senang..


Anbath tertawa melihatnya dan menjabat tangan Sofia..


"Aku fans Beratmu....!! " bisik Sofia pelan..


"Eeh....?? " Sofia menyadari mulutnya berbicara Aku...


Anbath tertawa terbahak-bahak begitu pun yang lainnya..


"Sofia penggemar Uncle....!! " Balas Nanda mengusap Kepala Sofia yang memerah malu..


"Uncle juga penggemarmu.. bisa menggeser posisi Istri Uncle berarti hebat kan...!! " Ujar lembut dan tulus Anbath..


Sofia menyeringai lebar dengan senangnya tak menyangka akan bertemu Siperetas nomor 1 yang menjadi panutannya ingin mengalahkan Anbath..


entah Jenius macam apa yang bisa menggeser Posisi Anbath nantinya..


.


.


.