
plaaak...
"sakiit....!! " Ringis Sofia.
Sofia menampar dirinya sendiri, Dia berfikir sedang bermimpi..
"Jadi dia Normal...?? ini bukan mimpi...!!! .... Tapi bagaimana Bisa....?? "
Sofia melirik situasi, Dia bangkit dan melihat Boneka Landak..
"Dia berbahaya Itu sebabnya aku panggil Landak..! Aku tidak percaya dia Pria Normal... kalau memang Normal kenapa dia Biasa saja melihatku Saat pakai Jubah Mandi...?? aahh... Kepala ku sakit memikirkannya...!! "
sofia memijit Kepalanya sendiri..
Nanda di luar melirik Kamar tamu. Dimana Sofia didalam situ. Nanda sengaja keluar dari Kamar Sofia demi memberi waktu Sofia yang masih mode terkejut..
Semua diluar rencana. Nanda tidak pernah berpikir akan mengungkapkan Cintanya di Apartemennya sendiri Nanda Ingin mengungkapkannya di tempat Romantis tapi malah diejek mau Melamar oleh Tika.. Sekretaris Nya..
"Aku hanya tidak mau membuang waktu.. Saat dia masuk ke Apartemenku dengan memakai Jepit Rambut itu.. aku tidak bisa menahan diri untuk menunda ungkapan Cintaku lagi... Sudah cukup dia menarik perhatianku walau hanya sebuah jepit rambut Aku tidak bisa menunggu lagi....!! " batin Nanda tersenyum memperlihatkan deretan giginya mengingat betapa cantiknya Sofia dengan jepit Rambut itu...
walau Jepit rambutnya terbalik. tapi sangat Cantik bagi Nanda, Gadis yang dicintainya adalah Gadis tomboy berdandan pun tidak, tapi hanya sebuah jepit Rambut bisa mendebarkan hati Nanda dan membuat Nanda hulang kesabaran.. Nanda tidak bisa menunggu lagi...
Sofia segera berkaca dan melihat penampilannya dipantulan Kaca Sofia merutuki kebodohannya sendiri..
Penampilan Tomboy kenapa pakai Jepit Rambut...
"Kenapa Pakai Ini sih...?? nggak cocok sama pakaian yang aku pakai sekarang...!! " desis Sofia takut Nanda mendengarnya diluar pintu..
Sofia kembali memperhatikan wajahnya, Bayangan Nanda mengecup lembut keningnya terlintas begitu saja sambil tersenyum Sofia meraba Keningnya..
"Dia sangat berbahaya...!! " desis Sofia lagi.
Sofia terjerat Pesona Nanda, tatapan tajam nya bisa begitu lembut menatap dirinya, Wangi Tubuhnya membius Sofia dari awal Sofia sudah mengira Nanda Pria Berbahaya..
Sofia berdehem pelan lalu secara perlahan membuka Pintu kamarnya Kini. sofia Pun keluar dari Kamarnya dan menatap sekeliling..
"Dimana Dia...?? " gumam Sofia pelan..
Nanda Ternyata membuatkan Jus Untuk Sofia. tidak pakai Es.. Karna Malam hari..
"Nanda...?? "
"Iya Sayang...!! aku didapur...!! " sahut Nanda..
Pipi Sofia perlahan merona Padahal panggilan itu bukan pertama kali baginya tapi ini kan hari jadian mereka Jadi ada kesenangan sendiri saat Nanda memanggilnya sayang...
dengan langkah pelan Sofia berjalan ke arah dapur..
"Buat apa...??" tanya Sofia berusaha terlihat biasa saja..
Jujur Sofia canggung saat ini, Ini pertama kalinya dia berpacaran padahal banyak pria yang mengungkapkan cinta padanya tapi Sofia menolaknya dengan dingin dan acuh..
"Aku buat Jus Favorit Kamu...!! " nanda berkata sambil mengusap Pipi Sofia dengan senyum manisnya..
Sofia berdehem pelan dan memperhatikan Nanda membuatkannya Jus Blueberry kesukaannya..
"Bukankah Kau Anak laki-laki... Kenapa bisa memasak dan pandai pekerjaan dapur ...?? " Tanya Sofia penasaran..
"Aku suka melihat Mami masak.. terkadang aku gangguin mami.. Jadi Hanya melihat saja aku tau Cara membuatnya.. baik dari Masak maupun buat jus..!! " Jawab Nanda mengambil gelas dan membersihkannya dengan telaten..
Setelah itu barulah Nanda mengisi gelas itu dengan Jus Blueberry yang Sudah nanda buat untuk Sofia..
Sofia akhirnya mengerti...
Jadi percaya dengan apa yang Nanda katakan..
"Ini.. bagus buat tubuhmu...!! "
Nanda memberikan Gelas berisi jus Nya..
"Terimakasih...!! " Ucap Sofia merasa malu ditatap Nanda.
Nanda mengangkat Tubuh Sofia dan mendudukkan Sofia di Wastafel Nya..
"Minum itu duduk biar bisa cerna tubuhmu Sayang. " tutur Lembut Nanda mencubit Pipi Sofia dengan gemas..
Sofia tersenyum canggung dan meminum jusnya sampai habis..
"Sudah...?? "
"sini.. biar aku Cuci...!! " pinta Nanda..
"biar aku saja yang cuci...!! " Pinta Sofia juga tak mau Nanda mencuci Gelas yang jelas Sofia lah yang mengotorinya.
Nanda mengangguk saja dan membantu Sofia turun..
Sofia berjalan ke samping saat Nanda didepannya. Nanda tertawa tanpa suara betapa menggemaskan tingkah Sofia..
Sofia mencuci Gelas nya yang kotor lalu mengelapnya dengan bersih, setelah itu Nanda menuntun Sofia meletakkan gelasnya dimana..
"Kemana jepit rambutmu...?? " tanya Nanda merapikan anak Rambut sofia juga poni Sofia yang sedikit berantakan..
Sofia mengeluarkannya dari saku Celananya.
"Kenapa disimpan..??" tanya Gemas Nanda..
Sofia tidak menjawab hanya tersenyum malu menggaruk lengannya yang tak gatal..
Nanda merapatkan tubuhnya pada Sofia, Sofia malah gelagapan dengan posisi mereka ditambah Sofia ingin memeluk Nanda yang sangat wangi itu..
"Kamu sangat cantik Sayang hanya memakai satu jepit rambut saja.. bahkan tidak perlu berdandan..!! " Puji Nanda menyisir pelan rambut super lembut Sofia dengan bantuan jemari Nanda sendiri....
"Aku harus Pulang...!! " seru Sofia tiba-tiba..
"Kamu lihat...!! " nanda menunjuk Jam dapurnya..
Sofia menganga lebar dengan matanya juga melebar..
"12....!!" Gumam Sofia tak percaya..
"Sihirmu sudah habis Sayang.. saatnya tidur...!! " Nanda menggendong Tubuh Sofia ala brydal style..
Sofia hampir saja memekik tapi dengan cepat Sofia menutup mulutnya sendiri perlahan Sofia mendekatkan diri keleher Nanda dan mengendus Wangi Cendana di kulit halus Nanda.
Nanda tersenyum hingga lesung pipinya terlihat jelas. nanda bisa merasakan Kekasihnya itu sedang mengendusnya..
Nanda bahkan membuka Pintu Kamar Sofia dengan tangannya sendiri, Nanda meletakkan secara perlahan Tubuh Sofia di balik selimut yang sudah dia buka..
"Tidurlah...! kalau butuh sesuatu panggil aku...!! " Nanda berkata dengan lembut lalu menyelimuti tubuh Sofia sampai lehernya..
Sofia mengerjabkan matanya melihat Nanda yang sangatlah lembut padanya. bukan sandiwara tapi Sofia bisa merasakan ketulusan Nanda merawatnya..
Nanda mengecup mesra Kening sofia lalu pergi dari Ranjang Sofia, di pintu Nanda mematikan lampu.. setelah itu Nanda menutup pintu Kamar Sofia..
"Apa dia manusia Normal tanpa ada Nafsu..?? bagaimana bisa ada Pria yang menatap lembut padaku..?? aku jadi ingat tatapan Papa pada Mama.. " batin Sofia..
"bibir bisa berbohong bilang cinta sayang.. Tapi tatapan tidak bisa bohong.. mata itu cerminan Jiwa dan hati.. Kamu harus bisa menemukan cinta sejatimu yang menatap lembut dan tulus padamu...!! "
ingatan Sofia tentang kata-kata Papanya..
mungkin itu yang membuat Sofia bisa jatuh hati pada Nanda..
Bahkan XeFio pun terobsesi padanya tatapannya hanya keinginan untuk memiliki padahal Fio adalah penyelamat Sofia dan Roby sejak kecil, tapi Fio malah menghianati Kata-katanya sendiri. dia jatuh hati pada Sofia, Cara Fio mendapatkan hati sofia tidak ada. hanya ke egoisan diri agar Sofia tidak terlihat oleh dunia luar..
dimana semua Pria seperti hewan buas yang memangsa makanannya saat melihat sofia..
di Kamar Nanda. Nanda tak henti-hentinya bersiul senang...
"Dia sangat menggemaskan seperti Barbie Hidup.. tidak bicara. kalau pun bicara malah gugup.. Sofia.. Kamu membuatku Gila..!! "
....
Sofia dikamarnya menatap langit-langit Kamar nya kini. Pipinya mulai merona mengingat kebaikan dan kelembutan Nanda membuatkannya Jus...
"Papa.. Putri melihat Papa didirinya saat menatap Putri Pa.. sangat lembut.. Papa juga selalu menatap lembut Mama kan? .. walau Ingatan Putri tidak banyak mengingat kalian.. tapi.... Tetap saja Putri ingat cara Papa mengasihi Mama.. Putri selalu berdoa semoga Putri dapat Pangeran yang memiliki tatapan dan perlakuan lembut seperti cinta papa pada Mama...!! "
"Tuhan mengabulkannya Pa.. Putri menemukan Pangeran Putri... hati Putri begitu yakin padanya... !"
Setelah lama mengoceh Sofia tertidur lelap..
😊😊😊
..
..
..