Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Rivo



"tidak tau....!! saat IQ ku di tes angkanya tidak keluar." Jawab Nanda Santai..


"Hah....?? " kaget Roby


Sofia malah tertegun namun tersenyum manis..


"kalian tidak akan percaya tapi begitulah kenyataannya...!! " jelas Nanda yang tau raut wajah Mereka semua...


Romy tidak mendengar malah sibuk melihat dokumen yang diperiksa Nanda tadi..


"Aku percaya....!! " Jawab Sofia tersenyum menunjukkan deretan giginya yang putih dan rapi..


Nanda mengulum senyumnya dan membawa masuk tubuh Sofia dalam dekapan hangatnya. Sofia tentu membalasnya dan mengendus Aroma Cendana ditubuh kekasihnya itu..


"Kalian keluar saja...?! " Usir Roby dengan raut wajah kesalnya..


jiwa Jomblo nya meronta melihat kemesraan Adiknya itu..


Sofia mencebik saja..


"Aku akan membantu mu bangkit bang...!! tapi Kalian harus menerima perubahan...!! " Ujar Nanda serius masih memeluk Sofia dengan mesranya takut Sofia lari..


Romy bahkan menggaruk kepalanya yang tak gatal melihat Dokumennya yang memang banyak salahnya..


"Ya Sudah... terserah lah...!! " sungut Roby memilih pasrah .


 


Ke Esokan siangnya Nanda, Sofia, Anex, Roby dan Rivo makan siang bersama-sama di Restaurant yang sudah mereka Booking sebelumnya..


"Kalian berpasangan Kami tidak...!! " Cebik kesal Roby yang didorong kursi Rodanya oleh Anex..


"makan diang gratis aja banyak amat ngocehnya...! udah bagus Nanda mau traktir Kalian...!! nggak usah ngeluh.. tinggal duduk manis dan makan aja kok susah...!! " Wajah Datar Sofia ke arah Kakaknya..


Roby mencibir kesal adiknya ...


"sudahlah ayo masuk...!! " Ajak Nanda yang menjadi penengah perdebatan Kakak adik itu..


Nanda mengeluarkan HP nya dan membaca Pesan masuknya..


"Tuan.. ada data penting harus butuh tanda tangan Tuan... tanda tangan tuan Dika sudah.. sekarang Tuan Kecil...!! dimana Saya harus menemui Tuan...?? Ini harus di antarkan secepatnya...!! "


"Restorant MK nomor Privat VIP 1 ...!" balas Nanda


"Saya langsung bergerak...!! " pesan Tika yang memang menunggu balasan Nanda..


Sebenarnya Tika tau kalau Nanda ada temu janji dengan temannya Kini namun desakan ini membuat Tika segan menelfon lebih baik mengirim pesan saja. lagian Nanda sudah berpesan kalau ada perihal penting Kirim pesan Saja..


"Siapa Nanda...?? " tanya Sofia serius..


"Tika sepertinya mau kemari...!! " Jawab Nanda Jujur menyibakkan Anak Rambut Sofia..


"Kak Tika...?? Astagah... banyak Pria disini...!! " bisik pelan Sofia..


"Kenapa...?? " tanya Nanda tak mengerti..


"Kak Tika sangat cantik dan sexy.. bisa menggila mereka bertiga melihat Kak Tika..!! " Jawab Sofia lagi berbisik..


Nanda tertawa mendengarnya,,"Tenang saja.. Tika bukan Gadis yang mudah untuk di takhlukkan....!!? "


"Kenapa Kamu begitu yakin...?? " Tanya Sofia malah curiga..


"Hei... Sayang... Tika itu lebih tua dari ku... Aku mengenalnya sejak aku masih Kecil.. tapi aku enggan memanggilnya Kakak.. lagian aku lebih tinggi darinya.. masa iya dia bawahan aku manggil kakak sih ke Tika ...!! Kan nggak lucu...!! " Bujuk Nanda serius..


Sofia mengangguk jadinya..


 


mereka Makan siang dengan nikmat dan sesekali mengoceh..


di tengah makan Siang mereka Pintu diketuk dan Semua Orang menoleh ke pintu Kecuali Nanda yang tau siapa Itu..


"maaf Tuan.. ada tamu Katanya sekretaris Tuan Nanda...!! " tunduk takut Pekerja Restaurant..


"Hmmm. .. Kami sudah janji.. Suruh dia masuk...!! " Titah Nanda meminum Jus Blubery dari tangan Sofia..


"Hei.. Jangan dihabiskan...!! " pekik Sofia menekan sedotan Jus nya..


Nanda tersenyum dan melepaskan gelas berisi Jus Sofia..


"Kenapa Kamu suka banget minum bekas aku.?" gerutu Sofia dengan kesalnya..


Nanda tersenyum saja mendengar kan pertanyaan Sofia tadi..


Namun semua Orang malah menatap arah Pintu dengan raut wajah bodoh mereka, berbeda dengan Rivo yang terkejut melihat Gadis Cantik dengan stelan formal yang memakai heels serta Rambutnya di gerai Indah..


"benarkan yang kubilang.. mereka pasti akan seperti ini...!! " bisik Sofia..


Nanda melirik ekspresi mereka semua, kecuali Rivo yang terkejut seperti pernah bertemu Tika sebelumnya..


Tika tidak mau Sofia salah faham..


Nanda mengulurkan tangannya..


"Ah... Iya... Pulpennya sebentar Tuan...!! " Tika langsung mengerti Bahasa Isyarat Nanda tanpa harus bicara..


Tika mengeluarkan Pulpen berwarna emas dari saku Jas Formalnya dan menyerahkan nya pada Nanda dengan sopan..


"Kak Tika...?? " sapa Sofia melambai dengan alis nya terangkat satu tapi bibirnya tersenyum tipis..


"Iya Nona muda tuan kecil Ananda Mahadiningrat.! " balas Tika dengan sopannya..


Sofia memejamkan matanya saat Tika malah menyebutkan nama Nanda diujung panggilannya Roby dan Anex tertawa mendengarnya tapi mata mereka hanya tertuju pada Tika yang tampak tak peduli sekitar..


"hanya ini...?? tanya Nanda singkat..


"Yah.. hanya ini membuat saya Kocar-kacir Tuan Kecil..! " Jawab Tika sopan namun terkesan menyindir Tuannya..


Nanda mendengus saja mendengarnya,,"Kan aku udah bilang aku akan kembali setelah makan siang...!! "


"tapi ini harus segera diantarkan Tuan.. saya Permisi... !!" tunduk Hormat pada Nanda dan Tika melirik sekilas satu persatu teman penting Nanda ...


bola mata Tika terhenti di Rivo dengan ekspresi terkejutnya..


"Kalian saling mengenal...?? " tanya Sofia menyelidik..


"Pertemuan tak sengaja Nona... saya Permisi Tuan,, Nona ...!! " Jawab Tika membalik tubuhnya dengan membawa Berkas penting yang ditanda tangani oleh Nanda..


Roby dan Anex memutar kepala menatap tajam temannya itu yang tak memberi tau kenal dengan gadis secantik Tika..


Nanda tetap tenang melirik datar Rivo..


"lanjutkan makannya.. nanti Kita introgasi Sang pelaku...!! " Tegur Sofia mengintimidasi..


Roby dan Anex pun makan dengan serius tapi mata mereka hanya tertuju pada Rivo seolah minta penjelasan..


Rivo malah dengan tenangnya makan tanpa peduli tatapan teman-temannya..


"Apa Yang terjadi hah...?? "


"bagaimana Pertemuan Kalian...?? "


"dimana Kalian bertemu...? "


"Hei... Rivo dengar tidak...?? "


"Budeg... !!"


"Ya Tuhan Kenapa ada Banyak manusia Es Kutub di bumi Ini....!! " Kesal Roby berdecak pelan..


Rivo benar-benar mengabaikan teman-temannya mana Mau Rivo beritau pertemuannya dengan Tika..


"Kenapa Dia diam...?? " Gumam Sofia pelan..


"Sepertinya pertemuan mereka cukup memalukan... mungkin itu sebabnya Rivo tidak beritau Kapan dan bagaimana mereka bertemu...!! " tebak Nanda merangkul bahu Sofia dan menciumi Pelipis pujaan hatinya itu..


Sofia melebarkan matanya..


"bagi siapa yang memalukan...?? " tanya Sofia penasaran seolah Nanda tau saja...


"menurutku Bagi Rivo...!! " tebak Nanda lagi..


"hal memalukan apa yang terjadi diantara mereka.?? " Gumam Sofia lagi pelan..


...


"Kau benar nggak akan kasih tau dimana Kalian bertemu...?? " tanya Anex curiga..


"apa itu menjatuhkan harga dirimu...?? " timpal Roby mendongak ke Rivo Karna Roby memakai kursi Roda..


"hanya pertemuan tak sengaja tidak ada yang spesial.. !!" Jawab Rivo dengan tenang..


Roby tidak percaya itu. Rivo adalah Pria yang kaku bersama wanita, Rivo hanya dekat dengan Sofia dan Amera.. tidak ada yang lain... wajah tenang Rivo malah membuat Roby makin curiga...


Rivo paling pintar menyembunyikan sesuatu. itu sebabnya wajah tenang dan datar, acuh tak acuh yang tak terbaca itu membuat Roby makin curiga..


"Kau bahkan tidak pernah berbohong padaku...?? " nada Kecewa Roby dengan putus asa..


Rivo menghela nafas dia tidak akan terkecoh rengekan Roby mereka terlalu saling mengenal hingga tau taktik mengecoh lawannya.. ..


.


.


.