
"Sebenarnya Kenapa Tangan Tuan...?? " tanya Tika berbisik..
"hanya Luka Kecil...!! " Jawab Nanda hanya lewat gerak bibir saja..
Tika pun mengangguk mengerti ia hanya ingin tau saja.. jadi Kalau Tuan Dika bertanya,, Tika bisa Menjawabnya..
"Saya Permisi Tuan...!! " Ucap Tika menundukkan sedikit kepalanya...
Nanda mengangguk pelan, dalam kesibukannya Nanda masih sempat-sempatnya melirik Sofia..
"Sofia seperti anak kecil.. Sangat menggemaskan.. apalagi Caranya memeluk boneka Landak ini.. Aku ingin jadi Boneka Landak ini. biar dipeluk Sofia...!!" batin Nanda terkekeh pelan sendiri.
Nanda Fokus ke Pekerjaannya yang sepertinya tak ada habisnya sejak tadi..
2 jam lebih Nanda berkutat dengan pekerjaannya tapi Sofia masih nyenyak dengan posisinya..
Tika masuk membawa makanan pesanan Nanda Setelah meletakkannya didekat Nanda..
"terimakasih Tika.!! " Ucap Nanda Non Formal hanya dengan gerakan bibirnya..
Tika tersenyum dan menundukkan kepalanya setelah itu Dia pergi dari tempat Nanda itu..
"Sayang....!! Kamu enggak Makan siang...?? Sayang....?? " Nanda mengusap Pipi Sofia membangunkan pujaan hatinya..
Sofia tidak menjawab hanya menggeliat kecil lalu kembali terlelap..
"Sepertinya kamu lelah sekali sayang...!!" Gumam Nanda mengelus Kepala Sofia..
Dia pun terpaksa makan sendiri Sofia tidak mau dibangunkan...
"Sudah selesai Juga...!! " Geliat Kecil Nanda melihat Berkasnya setinggi gunung menurutnya..
Kalau bersama Sofia berkas setinggi 10 CM pun bisa dibilang setinggi gunung bagi Nanda, Sebab Nanda ingin bersama Sofia saja bukannya bekerja..
tapi apalah daya Nanda. tanggung jawabnya menuntutnya harus bekerja keras, Dia harus buktikan dirinya pantas di posisi ini. Bukan karna Dirinya akan menjadi penerus Perusahaan ini tapi nanda ingin Semua Orang tau Kualitas Kerjanya sebagai Direktur yang pantas tanpa menggunakan embel-embel koneksi Papinya..
"Sepertinya tidak ada tanda-tanda Sofia akan terbangun...!! " Gumam Nanda lagi melihat jam tangannya...
"Apa dia tidak tidur tadi malam...?? " tebak Nanda menatap sendu Kekasihnya itu...
Nanda sangat kuat begadang, tidak tidur 2 hari pun tidak masalah baginya. tapi Sofia walaupun dia seorang Mafia, Dia harus tertidur dimalam hari setidaknya 5 jam kalau tidak ya begitulah bakal ngantuk berat disiang hari..
Nanda pun menggendong Sofia ala brydal style Dia tidak mau mengganggu tidur nyenyak Sofia..
"Manis sekali...!! "
"Waahhh.....!! "
Semua Karyawan Mahadiningrat yang ada dilobi utama Pastiny bergosip iri dengan Keadaan Sofia itu. Mimpi semua wanita di kantor ini bisa digendong oleh Nanda..
Disisi Lain XeFio menggeram Emosi. Dia bahkan melampiaskan Emosinya pada Penghianat di dalam Hotelnya..
membunuh secara sadis Pria itu.. Biasanya Fio langsung menembak mati saja penghianat.. tapi kini Fio malah meninju, memukul, menusuk dan melampiaskan amarahnya pada Penghianat itu
bahkan sudah tak bernyawa pun Fio masih menusuk-nusuk emosi Tubuh Pria itu..
"siapkan air Untukku mandi Barly.. bau amis ini aku tidak tahan... cepat....!! " Titah Dingin Fio..
"Baik Tuan...!! " Barly langsung berlari ke Kamar mandi yang tersedia di tempat itu..
"Sabrina... Sampai kapan kau menghindar...?? dimana kau bersembunyi...?? Sialan....!! Aku bahkan Kecolongan saat bertemu dengannya.. Sekarang bagaimana caraku bertemu dengannya lagi... entah ke mana dia bersembunyi...?? Kenapa tidak bisa dilacak...!! Kenapaaa....??? " Teriak Fio Frustasi mengacak-ngacak Rambutnya kini..
tubuh Fio sudah berlumur darah penghianat yang dia bunuh secara sadis. sungguh dirinya benci sekali dengan ketidakbergunaan bawahannya yang tak bisa menemukan Sabrina nya..
Barly Yang memberi tau Kalau Pengendara motor disamping mereka adalah sosok sabrina nya Jadi Fio tidak akan marah pada Barly..
Dia hanya benci dirinya yang bisa terkecoh oleh Sabrina nya..
"Kenapa aku tidak merampas Kunci Motornya dan menariknya masuk kemobilku begok.. kenapa kau sangat bodoh hingga tidak bisa berpikir kesitu...?? apa segitu Rindunya kau padanya hingga Tidak bisa berpikir jernih hah...?? Sekarang kau tidak akan menemuinya...?? matilah... !!!" teriak Emosi Fio lagi menggema..
Tak satu pun dari anak buahnya menemukan Identitas yang memiliki motor itu bahkan saat mencari CCTV pun tidak ada ditemukan demi mencari Kemana Sofia pergi, bisa jadi petunjuk sebab mereka kehilangan jejak..
Fio jadi Frustasi.. Gadis Pujaannya hilang seperti ditelan bumi setelah bertemu beberapa jam yang lalu...
....... ...... ...... ...... ...... ...... ..... ..... .... ..... ..... ....
Malam Harinya Sofia Pun tersentak kaget tiba-tiba..
Sofia berusaha mengingatkan diri lagi dan terbelalak mengingat dirinya terlelap di pangkuan Nanda..
"Ya Tuhan... Kenapa sangat memalukan...?? Pakai lama lagi tidurnya...??? " Gerutu nya..
Perutnya berdisko minta diberi jatah Sofia memegang perutnya dan menggigit bibir bawahnya..
"lapar sekali....!! " Kesal Sofia melirik jam namun mata Sofia membelalak lebar melihat Jarum pendek jam dinding ke arah 8 ..
"Malam kah...?? " Tebak Sofia..
Sofia pun keluar dari Kamar nya menuju Dapur ternyata Nanda sedang masak didapur. Itu membuat Sofia gelagapan..
"udah bangun sayang... ?? masih ngantuk.. ?? baru inget perut nya hem...?? kalau nggak karna perut keroncongan nggak bakal bangun...??? iya...?? "
Sofia tersenyum malu..
jadilah Sofia makan malam buatan Nanda, Sofia diperlakukan Tuan putri saat bersama Nanda..
Sofia mengendus Tubuhnya sendiri. .
"nggak bau Kok...!! " Kekeh Nanda yang tau isi kepala Sofia..
"Tapi rasanya gerah...!! Aku mandi dulu ya...!! bentar doang.. kayak mandi Bebek...!! " Sofia berlari kecil ke Kamar mandi.
Nanda pun menggeleng kepalanya sambil tersenyum. Nanda jadi menunggu Sofia mandi..
Beberapa Menit kemudian Sofia kembali dengan dress warna salam diatas lututnya di Lemari Kamarnya di Apartemen Nanda memang ada Dress saja..
Nanda sampai terpesona melihat Sofia..
"Kenapa...?? Aneh Kah.. ??" tanya Sofia canggung. .
Nanda berdiri mendekati Sofia, Kaki Sofia terasa berat untuk mundur tapi matanya berani menatap Nanda..
Jelas terpancar Tatapan Nanda kagum juga terpesona padanya..
"Warna salam membuatmu makin cantik sayang.. !!!" puji Nanda melihat desain sederhana dress Berwarna manis itu..
Perlahan Nanda mengusap Pipi Sofia. Sofia malah memejamkan matanya. Nanda yang seperti mendapat lampu Hijau secara perlahan mendekati Bibir Sofia..
"Apa dia benar akan menciumku...?? malu banget kalau nggak...?? " batin Sofia..
Jantung Sofia berdebar kencang merasakan hembusan Nafas Mint segar menerpa wajahnya tangan Nanda perlahan melilit pinggang kecil Sofia..
DEG...
Sofia merasakan Benda kenyal menempel dibibirnya..
Jujur saja Nanda adalah Pria pertama yang dia izinkan Menciumnya..
Dulu saat bersama Pria lain. Sofia pasti mengelak dan selalu berkata dirinya tidak suka dicium ataupun di Peluk pria lain. berbeda dengan Nanda. Kenapa Sofia malah ingin dipeluk, dikecup dan disayang Nanda..
"Sayang..!! " desah Nanda dwngan suara Beratnya..
"hm...?? " Sahut Sofia perlahan membuka matanya..
"Aku boleh minta lebih....?? " Pinta Nanda dengan suara khasnya mengusap lembut Bibir merah Sofia...
Sofia mengerjabkan matanya dan mengangguk Kecil..
Nanda mengulum senyum termanisnya..
tanpa Banyak Bicara lagi, Nanda menci*m bib*r Merah Sofia dengan lembut tanpa menuntut balas membuat Sofia terbuai dengan cara Nanda ******* lembut bibirnya..
Sofia tentu membalasnya walau kaku tapi dicium oleh pria yang kita cintai itu beda rasanya..
namun Aktifitas mereka terhenti saat Perut Sofia berbunyi Nanda meradu keningnya dan kening Sofia setelah melepaskan pangutannya tadi..
"malu bangeett...!! " batin Sofia menjerit..
"Ayo Kita makan...!! " Ajak Nanda mengecup singkat bibir Sofia...
.
.
.