Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
balasan Fio



**kekerasan Fisik... Mohon Maaf Ya...!! Bonus Dari Author.. Happy Reading...


😊😊😊**


...


"Akhh....!! " Ringis Fio melangkah mundur seketika Nanda menepis Kasar lengan Kanannya yang terkena timah panas tadi .


"sudah aku Bilang... Kau bukan Lawanku Xefio walaupun kau Raja Meksiko...!! tidakkah kau mencari tau siapa lawanmu hah..?? Kau sendiri yang masuk dalam Perangkapku... Kenapa Kau sangat emosian..? tidak bisakah Kau berpikir jernih...?? "


"apa Raja Meksiko suka bertindak gegabah...?" tanya Remeh Nanda dengan senyum tipis namun menakutkan...


Fio meludah Kasar. Nanda memutar bola matanya melihat keangkuhan Pria itu...


Barly dan yang lainnya juga sudah di Tahan oleh Anak buah Nanda, Rindu tetap disisi Nanda melindungi Tuan Kecilnya Kalau ada tindakan tak terduga..


"Aku tidak dibunuh...?? " gumam Barly dalam hati terheran-heran..


"Nandaaa.....??? " Teriak Sofia di Depan Pintu..


Semua Orang menoleh ke asal suara dan terperanjat Kaget melihat sosok sangat cantik itu dengan raut wajah khawatirnya..


"Sabrina...!! " lirih Fio berkaca-kaca...


Sofia berlari ke arah Nanda dan memeluk Nanda didepan semua Orang, Barly membelalak tak percaya ternyata kecurigaannya ternyata benar namun melihat Sosok Sabrina yang tak punya hati ataupun berwajah dingin dan datar untuk pertama Kalinya Barly melihat raut wajah khawatir di Wajah Cantik Queen Mafia Sabrina Itu..


Fio begitu terbakar api cemburu melihatnya namun tangannya sangat Sakit hingga terduduk lemas. wajahnya sudah mulai memucat dia tidak bisa bangkit karna rasa sakit itu..


"Kenapa Kau bertindak sendiri hah...?? " bentak Sofia memukul Punggung Nanda dengan kesal..


"maafkan Aku sayang... Aku hanya tidak mau Kamu terluka...!! " Ucap Lembut Nanda berubah drastis dari sisi penyeramkannya tadi..


Rindu yang baru pertama Kalinya melihat Gadis yang dicintai Tuan Kecilnya benar-benar tak bisa membohongi diri.. benar-benar takjub dengan kecantikan Sofia..


"Apa kamu terluka...?? " tanya Sofia melepas pelukannya dan melihat tubuh Nanda dengan seksama...


Nanda tersenyum lalu mengusap Kepala Sofia


dan berpindah ke Pipi Sofia..


"Ini darah apa...?? kamu bilang tidak terluka...?? Kamu membohongiku...?? " Kesal Sofia meninggikan intonasi suaranya..


"darah dia...!! " tunjuk Nanda dengan ekor matanya..


Sofia beralih ke arah tunjuk Nanda tadi dan tak terkejut sama sekali melihat Fio berlumur darah..


"Sabrina...!! " lirih Fio mendongak sambil mengulurkan tangannya berharap Sofia akan menyambut tangannya...


"Aku sudah bilang kan... Jangan cari Aku...!! Kenapa kau begitu terobsesi padaku..? Sudah berulang kali aku bilang Kau tidak mencintaiku... kau hanya terobsesi ingin memilikiku.. selama Ini tidak pernah ada yang berani menolakmu.. dan Aku.. Aku menolakmu itu sebabnya Kau begitu bersikeras untuk mendapatkanku.. Cinta tidak bisa dipaksa Efio.. sadarlah...!!! Perempuan bukan hanya aku saja...!! " Emosi Sofia dengan mata berapi-api.


Fio menggeleng-geleng kepalanya, ia sangat merindukan sabrinanya yang memanggilnya Efio..


"tapi aku hanya mau Kamu baby...!! " Lirih Fio


"cukup.. Efio.. cukup.. Aku akan Lupakan apa yang barusan kau katakan.. Aku lelah dengan mu... aku tidak mau bersamamu.... Jika kau ingin mencari perempuan yang bisa kau perlakukan sebagai Ratu di dalam istana mu.. maka pilihlah sesuka Mu.. KECUALI AkU...!! " sergah Sofia dengan Penuh penekanannya.


Nanda tersenyum mendengar perkataan Sofia sementara yang lainnya hanya jadi penonton dan pendengar saja..


"Kakakku...?? Kakakku dimana...?? " tanya Sofia tersadar tujuannya ingin melihat Kakaknya yang disekap..


"disini Nona...!! " Sahut Alex..


Sofia melebarkan matanya melihat keadaan Kakaknya


dan beralih pandang lalu menatap tajam Pelaku yang membuat Kakaknya seperti itu...


"Apa yang kau lakukan pada Kakakku...?? " tanya Sofia mendesis tajam tangannya terkepal kuat...


"Aku tidak melukainya Sabrina.. !!" elak Fio berusaha menekan lengan Kanannya yang benar-benar sakit..


belum lagi darahnya terus mengalir apalagi tadi Fio memaksakan tangan kanannya berkelahi dengan Nanda, makin lebar saja luka itu..


Fio tersenyum getir dengan bibir pucatnya, dia sungguh merindukan Sabrinanya memanggil namanya tapi Kenapa Kondisinya seperti ini. Jika diberi kesempatan hidup oleh Nanda ataupun Sofia, Fio akan membunuh Nanda dengan cara licik atau dengan cara apapun..


"peluklah Aku Sabrina.. Aku sangat merindukanmu...!! " Pinta Fio memelas dengan wajah pucatnya.


Nanda mendekati Sofia dan merangkul pinggang Sofia didepan Fio..


"ini bukan Sabrinamu.. Ini Sofia Ku...!! " Tegas Nanda mengecup Sayang pelipis Sofia..


Sofia menatap datar Fio sepertinya begitu marah, Fio berusaha bangkit menekan rasa sakitnya sekuat tenaga..


"Kau mencintainya...?? " tanya Sinis Fio ke Sofia..


Sofia masih tenang menatap Fio enggan dirinya menjawab..


"akan aku bunuh dia didepanmu...!! " senyum menakutkan Fio padahal dirinya tak punya tenaga saat ini tapi karna rasa benci dan ego nya sangat tinggi. Fio bersikeras menggunakan tangan Kanannya..


namun Rindu dengan cepat membidik pistol Fio hingga terlepas dari tangan Fio..


"Aku tidak bisa mengampunimu Efio.. Kau terlalu mengerikan untuk aku ingat ataupun aku kenang... Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan Pria seperti mu... semoga dikehidupan mu selanjutnya Kita tidak akan pernah bertemu...!! " Sofia dengan Seriusnya berkata..


Fio tertawa getir...


"kenapa Kalian tidak menembakku hah...?? Kalian sengaja bermain-main denganku...?? Kalian tidak tau aku...?? Aku Raja Meksiko.. Mafia ternama di Negara itu.. sekarang Masih mau bermain-main denganku hah.. ???" Tantang Fio menggema..


Semua Orang terkejut saat Kaki Fio tertembak Timah Panas.. mereka menoleh ke pelaku..


"Kakak...?? " Lirih pelan Sofia


"Abang Ipar...!! " panggil Nanda juga terkejut..


"Roby...!! " gumam Rivo..


sedangkan Anex hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal..


"Aku yang bermain-main denganmu...!! sudah lama aku begitu dendam padamu Fio.. Kau membuat Adikku terkurung selama 12 tahun hanya karna Obsesi tak wajarmu itu.. sudah cukup..Kami sudah membalas budi padamu.. Aku tidak mau jadi Kelemahan Adikku lagi... Kau menangkapku untuk membuat Adikku keluar dari tempat persembunyiannya Kan...?? aku benci Saat diriku tertangkap tadi...!!"


"Kau bilang apa...?? hatiku lemah...?? Kalau iya kau mau apa...?? setidaknya aku tidak sepertimu yang tidak punya Hati...!! "


Fio bahkan tidak menangis dengan luka tubuhnya itu, dirinya sudah biasa dengan luka tembak. tapi Kalau dibiarkan Fio juga akan kehabisan darah..


"Jika Aku tidak bisa memiliki mu Sabrina.. maka tidak ada yang akan bisa memilikimu..!! " Ucap Pelan Fio dengan tatapan tajamnya ke Nanda..


Nanda malah dengan entengnya mengecup punggung tangan Sofia dan tangan lainnya merangkul posesif Pinggang Sofia...


sedangkan Sofia hanya menatap datar Fio..


Fio berusaha mengggapai Senjatanya tapi belum sempat memegang senjatanya anak buah Nanda menembakkan timah panas ke Tubuh Fio..


Fio tak bisa menahan keseimbangan Kakinya dan terjatuh kebelakang.. bajunya sudah berlumur darah..


"Tuan...!! " lirih Barly pelan..


Dia memang diperlakukan kasar Oleh Fio tapi dia tau Fio hanya Pria kasar yang hidup tanpa belaian kasih sayang ibu.. ayahnya malah melatih habis-habisan Fio sejak kecil, kesetiaannya pada Fio hanya ingin membuat Fio tidak merasa kesepian..


Barly sudah berkali-kali mengatakan untuk melupakan Sabrina tapi tetap saja Fio bersikeras hingga Fio harus mati mengenaskan ditangan Kekasih Sabrinanya..


Sementara anak Buah Fio yang masih hidup melihat secara langsung bagaimana Kekalahan untuk pertama dan terakhir Kali bagi tuannya. mereka benar-benar ngeri melihat seluruh pasukan Mahadiningrat..


"Kau pantas mendapatkannya Fio...!! " Sinis Roby..


hati Sofia sudah mati melihat Fio. ia sudah lelah berulang kali mengatakan pada Fio untuk melupakan nya, sampai 12 tahun lamanya.. Sofia tak bisa sabar lagi.. ia lari dari istana bagai Neraka bagi Sofia Itu..


.


.


.


.