Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
biarkan saja



di Kantor Mahadiningrat... Baik Dika selaku CEO perusahaan Mahadiningrat dan Ananda Mahadiningrat mengadakan Rapat di Aula Lantai Dasar Kantor ini...


"Kita Bicarakan to the Point...Sehari Esok Kalian Diliburkan.... !!" Ucap Dika Menggema..


Nanda duduk tenang di Kursinya dengan Wajah datarnya, Sementara Tika duduk disamping Nanda dengan anggun dan berkelasnya. disampingnya ada Vano sang Papa tercinta sedang memperhatikan Dika Atasan Vano..


Mereka bekerja layaknya profesional.. Urusan Darah tidak berlaku disini, saat ini situasi sedang Rapat berarti serius..


seluruh Karyawan Mahadiningrat dari lantai 1 sampai lantai 19 diam ditempat, mereka berbisik-bisik apa yang terjadi..


"tidak ada Perihal lain.. Kami Di undang pesta Topeng di Hotel Ancamayang.. Jika Kalian datang boleh saja..t api dengan syarat menggunakan Topeng... Sekian terimakasih...!! " Ucap Dika lagi..


Setelah mengatakan hal Penting Itu, Dika pergi dari Ruangan Itu disusul oleh Vano. Nanda juga berlalu dari tempat itu begitupun Tika..


Sepeninggal Atasan tertinggi mereka.. Karyawan Mahadiningrat menjerit Senang... Sudah lama mereka tidak mengikuti pesta besar.. Kali ini bukan kalangan bangsawan tapi bebas asal memakai Gaun Bagus juga Topeng..


Dika melirik sekilas Anaknya yang terlihat berwibawa... sangat mirip dengannya..


"Kenapa...?? " Tanya Nanda dengan datarnya..


"Kamu memang anakku...!! " Kekeh Dika menepuk pundak Nanda..


Nanda Hanya tersenyum tipis..


"Kenapa Kamu jadi Pendiam Hah...?? " tanya Dika tak habis Fikir..


"Bukankah Papi senang...??tidak ada yang memperebutkan Mami lagi...Sekarang Mami milik Papi seorang... ??" Sindir Halus Nanda..


Dika terkekeh.. benar apa yang dikatakan Nanda.. Mereka berdua selalu bertengkar seperti anak kecil kalau diapartemen keluarga mereka...


Kalau di Kantor Mereka seperti Ini datar dan saling sindir..tidak ada yang tau bagaimana tingkah anak-anak mereka kalau sudah bersama Mia. hanya Vano dan Tika lah yang tau bagaimana Sikap asli mereka..


"apa Nanda boleh bawa Sofia Pi...?? " tanya Nanda Serius..


"Boleh... Kamu suruh dia pakai Gaun dan Topeng...!! " Sindir Dika lagi..


"Hmmm...!! " Sahut Nanda tak ambil pusing sindiran Papinya..


Sofia memang tidak berpakaian seperti wanita pada umumnya. Sofia Suka Celana Jeans dan jaket kebesarannya. Jika perempuan lain suka Pakai heels. Sofia malah suka pakai Sepatu..


mereka saling sindir menyindir sampai masuk Lift pun.. Tika dan Vano saling pandang lalu saling melempar senyum..


"Papa...!! " bisik Tika.. Vano mengusap lembut Kepala Tika..


Kompak saja Dika dan Nanda menoleh ke belakang. Tika dan Vano yang ketangkap basah karna bertingkah layaknya Anak dan Ayah sedang melepas rindu..


"maafkan Kami Tuan... !" Ucap Tika dan Vano kompak..


Nanda dan Dika kompak menghela nafas..


"Jangan tiru papi...!! " tuding Dika..


"Ckk....siapa juga yang niru papi....!! " Decak sebal Nanda berlalu meninggalkan Dika..


Tika menunduk sopan pada Dika dan berlari pelan mengejar atasannya..


"Apa yang kau tertawai Vano.... Habis kau...!! " Mulailah Aksi Dika dan Vano bertengkar layaknya sahabat Dekat bukan Sebagai Atasan dan bawahan..


 


malam Harinya Sofia Terpaksa mencari Gaun untuk Pesta Malam Besok.. Rivo, Roby dan Anex serta Amera Bisa ikut pesta Topeng itu.. mereka semua keluar dari Markas dengan menyamar satu sama lain..


Hanya Amera yang menyamar dengan muka Polos dan lugunya..


"Kita belanja dimana Dek...?? " Tanya Roby..


"Dimana ada Jual baju pesta lah kak.. masa Iya Belanja di Tukang bengkel..!! " Ketus Sofia..


Anex dan Rivo kompak menahan tawa Roby menatap tajam kedua temannya itu..


"Kenapa Nona mau hadir dalam pesta Itu...?? " Tanya Rivo penasaran..


"Hem.. Mungkin karna Pesta Topeng...!! " Jawab Sofia asal..


alasannya pasti ada hanya Sofia tidak mau mengatakannya pada Kakak nya juga Rekan kerjanya itu.....


 


Di sisi Lain Fio juga mendapat undangan Itu..


"Hei... Barly... Apa yang kau lamunkan....?? " Fio meninju Pelan Dada Barly..


"Kenapa Kau sering melamun akhir-akhir ini..?? Apa kau sedang jatuh cinta...?? " Ketus Fio dengan datarnya..


"Aamm.. Tidak Tuan... Saya Hanya berpikir Apa Tuan Ananda Mahadiningrat juga akan datang...!! " elak Barly..


"Kenapa...?? " Tanya Sinis Fio..


"Kau mau bekerja dengannya...?? " Tebak Sinis Fio lagi..


"Bukan Tuan.. Saya hanya bertanya...!! " Elak Barly serius..


melihat Barly yang serius Fio hanya menghela nafas ringan..


"Menurutmu Bagaimana...?? " Tanya Balik Fio.


"Saya tidak tau Tuan...!! " Jawab Barly jujur..


"Kenapa Kau menanyakan hal konyol...?? Sudah pasti dia datang... lagian aku tidak mengerti kenapa Kau jadi penasaran Padanya..?? " Curiga Fio melipat tangannya didepan dadanya..


"Saya hanya penasaran kekasihnya saja Tuan..!! " kata Barly Jujur..


"kekasihnya...?? Kau tertarik pada Pacarnya...?? " Tanya Fio serius..


"Hem... saya hanya penasaran Tuan... dia sangat misterius...!! " Jawab Barly lagi..


"Misterius hanya milik Sabrina Ku...!! " nada tajam Fio penuh penekanan..


"Iya Tuan...!! " Jawab Barly mengerti.


"Aku juga tau Tuan.... Misterius hanya milik Nona Sabrina.. itu sebabnya Saya Curiga...!! " batin Barly menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"Jangan mengkhayal yang tidak-tidak... Kau carilah Sabrina Ku dengan benar... Apa gunanya Bawahan mu itu tidak berguna.. Kenapa mereka Tidak juga menemukan sabrina Ku....?? "


"Tapi Bawahan saya Juga menemukan Nona sabrina tinggal di Kota dan negara Ini Tuan...!! " Barly mengingatkan kembali..


"Apa gunanya mereka hanya bisa memberi ku informasi tapi tak bisa menemukan sabrina ku...!! "


"Saya akan melakukan yang terbaik Tuan....!! " tutur Barly dengan yakin..


"Hm....!! "


"Apa menurut Tuan Nona sabrina bisa Jatuh cinta pada Pria...?? " tanya Barly tiba-tiba..


"Tidak... hati Sabrina ku sudah mati karna dendam pada Keluarga lamanya...!! " jawab Fio dengan entengnya..


"Bagaimana Jika Nona sabrina Jatuh Cinta Tuan..?? " tanya Barly lagi..


"Itu tidak mungkin... Kalau pun iya.. akan aku rampas dia dari Pria itu dan aku bunuh didepan Matanya..!! "


"Walaupun Pria Itu seorang Raja...?? " tebak Barly lagi..


"Kenapa Kau sangat aneh Barly...?? Apa yang kau fikirkan...?? bertanya hal Aneh padaku... Kau cari saja Sabrina ku...!! " Usir Fio lagi..


Barly pun menunduk Hormat dan pergi dari Fio kepalanya penuh dengan tanda tanya Kini, Misteri kekasih Nanda sangat sulit dilacak. Keluarga lama Sabrina Pun sudah tiada, satu-satunya informasi hanya Olivia tapi Jejak Olivia pun tidak ditemukan..


Perusahaan Kingdom estate pun tidak tau dimana penerus asli nya mereka berkata Kompak Penerus aslinya sudah tiada...


"Nona sabrina benar-benar pantas diberi penghargaan terbaik... bisa bersembunyi dengan baik....! " Gumam Barly tak habis Fikir...


 


Sofia dan yang lainnya sudah tiba di Markasnya.. mereka sudah selesai dengan belanjanya..


"dari mana Kakak dapat uang...?? " tanya Sofia curiga..


"Kakak hanya minta pada Om Romi... !!" Jawab Roby enteng..


Sofia melototkan matanya..


"tenang aja dek.. Om Romi kakak telfon saat dia ada dirumahnya.. kakak menjelaskan alasan Kita Tidak bisa menunjukkan diri...!! dia percaya... Katanya ada banyak Pria bertanya pemilik asli Perusahaan Kingdom estate.. beruntung Om Romi tidak bilang kita masih hidup... Artinya mereka mengira Kita tidak pernah datang ke Kantor itu...!! Fio sudah bertindak dek.. Dia sudah menemukan Keluarga asli kita..!! "


Sofia menghela nafas panjang...


"biarkan saja...!! " Acuh Sofia berlalu dari semua orang dan masuk kekamarnya..


.


.


.