Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Psikolog



membayangkan itu membuat Sofia Bergidik ngeri..


"Jangaaann.....!!! " Pekik Sofia Tiba-tiba


Nanda tersenyum kecil,, taktik nya berhasil rupanya..


"Kenapa Kau mengurungku disini...? aku bilang kalau Aku baik-baik saja... Kenapa Kau tidak Percaya yang punya Tubuh ini heh....? " Tanya Kesal sofia mengibas-ngibaskan Baju Rumah sakit itu..


Seumur hidup Sofia tidak pernah masuk Rumah sakit.. Kalau sakit ataupun terluka karna timah panas.. Sofia tidak pernah ke Rumah sakit, malah mengobati diri sendiri..


"Nanda dengar... nanti ada yang mengenaliku...? Kau tau kan Aku Buronan...!!" Sofia berusaha membujuk Nanda..


"Aku menyesal tidak melarikan diri darinya...! Sekarang Aku malah terkurung disini... Tuhan bantu Aku...! " batin Sofia.


"Iya... aku sudah membawa perlengkapan mu untuk menyamar.. jangan biarkan Perawat melihat wajah mu.... !" Ujar Nanda memakaikan Jaket di Tubuh Sofia..


"aku akan bawa kau keluar....! " lanjut Nanda lagi.


Sofia yang geram menggigit tangan Nanda dengan Kuat... Nanda malah menatap tenang Sofia..


"Apa dia tidak merasakan sakit...? " batin Sofia melihat tangan Nanda yang sedang dia Gigit....


"Kau memang seekor anj*ng pelacak...!! " ledek Nanda..


Sofia menatap tajam Nanda lalu melepas Gigitannya,, "Aku bukan binatang....!! " Elak Sofia..


"sebelumnya kau mengendusku Sofia.. Sekarang kau menggigitku... katakan... Apa aku salah menyebutmu Itu...?? " Tanya balik Nanda dengan senyum miringnya..


"Kau ....!!" tuding Sofia menunjuk hidung mancung Nanda dengan tatapan galaknya..


"Jadi Jangan melawan... !! kau akan melihatku berbuat lebih gila lagi kalau Kau berani melarikan diri dari ku...!! " ancam Nanda serius mendorong Kursi Roda Untuk Sofia..


"Kaki Aku baik-baik saja Tuan....!! " desis Tajam Sofia..


"Oh... Melawan....?? " seringai Nanda..


nanda berjalan mendekati Sofia, Sofia melihat Sepatu Nanda sampai ke atas..


"Apa maumu...? " tanya Sofia menyelidik..


Sofia melangkah mundur saat Nanda mulai dekat dengannya..


"Kau mengerjaiku Kan...?? tidak akan aku biarkan...!! " desis Sofia lagi..


Sofia menggunakan tangannya hendak memukul Nanda. Nanda mengelak dengan tenang..


"Aku merasa diremehkan...!! " geram Sofia..


Mereka malah berkelahi adu kekuatan di Ruang VIP itu. beruntung Pintu Ruangan sudah dikunci Nanda tadinya..


"kau masih belum menyerah Sayang...?? " goda Nanda ditengah pertarungan mereka..


"Tidak akan...!! " ketus Sofia..


Sofia hendak menggunakan senjata andalannya dengan menendang bagian bawah Nanda tapi Nanda dengan mudah mengelak..


Nanda tau kalau Perempuan sudah kalah Pasti akan menendang titik kelemahan Pria dan Kelemahan Pria adalah dibagian bawahnya..


"Apa Kau sedang kewalahan sayang...?? " Ejek Nanda..


"Apa maksudmu ...? aku tidak kewalahan ...!! " elak Sofia ngos-ngosan..


memang dia akui Nanda sangat hebat bahkan Nanda adalah lawan yang sulit ditebak gerakannya Oleh Sofia..


"Kenapa dia Bisa sehebat Itu...? Kakak dan Rivo tidak akan bisa melawannya..!! " batin Sofia menggigit bibir bawahnya..


Sofia Juga tak tau harus bagaimana caranya agar bisa keluar dari tempat terkutuk itu hanya jangka 1 jam saja.. sofia muak tinggal disitu..


"Amera....!! Aku mau pulang... Ku Mohon... Aku mau melihat keadaan mereka....!! " Mohon Sofia dengan wajah datarnya..


Sofia tidak tau bagaimana bertingkah manis tapi Ekspresi Sofia yang datar malah menggemaskan dimata Nanda..


Nanda sengaja bersikap layaknya seseorang yang tidak menyukai Sofia nanti Sofia tau Kalau dirinya begitu khawatir dan perhatian pada Sofia. Nanda menggunakan segala kekuatannya supaya Sofia tidak akan berpikir Ke arah perasaannya..


"*m*aafkan Aku Sofia.. Aku hanya tidak mau kau menjauh dariku...!! aku harus membuatmu kesal Supaya tidak berpikir Kalau Hatiku berlabuh di Hatimu...!! " batin Nanda tampak berpura-pura berpikir..


"Kita lihat hasil nya ya... 5 menit lagi hasil Rontgen mu siap... !" tutur Nanda lagi..


Sofia terduduk lemas tidak pernah dirinya berada disituasi ini..


"Aah.. Iya. aku mau ke Dokter Psikolog...!! masalah ku bisa diatasi olehnya...!! " batin Sofia.


"tunggu disini....!! " titah Nanda menekan puncak Kepala sofia..


"Boleh aku minta Kartu ATM ku..?" tanya Sofia Menengadahkan tangannya pada nanda..


Nanda Pun memberikan dompet Sofia,,"Awas kalau Kabur...!! "


"Aku hanya keluar beli sesuatu.. tunggulah aku disini. '' Jawab Sofia lagi..


"Baiklah.. jangan jauh-jauh...! " Pinta Nanda lagi..


"Dia tidak akan kabur kecuali mau dihukum...!! " gumam Nanda Meninggalkan Ruangan Sofia..


 


Sofia segera keluar dari Ruangannya dengan Penampilan nya yang tak dikenali..


"Permisi Suster.. Saya mau ke Dokter psikolog.. dimana Ya...? " tanya Sofia Sopan dibalik maskernya...


setelah mendapat petunjuk segera Sofia pergi menemui dokter Itu..


....


"Silahkan Nona...!! "


"Dokter....!! " sofia segera duduk didepan dr. psikolog..


Sofia berharap bisa mengatasi pikiran dan hatinya pada Psikolog itu..


"Iya Nona.. apa Keluhannya?? "


"Begini dok.. Jantung saya bermasalah...?? " jawab Sofia..


"Kalau jantung seharusnya menemui dokter bedah Jantung.. kenapa ke Psikolog..?? " batin Si dokter bingung memperbaiki kaca matanya..


"Lalu...? " Tanya si dokter Psikolog


"Setiap saya bersama nya, Jantung Saya berdebar kencang dok. hem.. Seperti... lari berpuluh-puluh Kilo.. terus saya bingung kenapa saya tidak bisa melawan Pria Itu dok.. !"


"Biasanya Saya akan langsung membanting tubuh Pria yang berani menyentuh saya tapi dia Dokter.. Saya tidak bisa berpikir jernih dokter.. Pikiran saya selalu bertolak belakang... Bisa dokter jelaskan...!? "


Dokter Itu malah tersenyum manis..


"Apa saya gila dok...? " tanya Polos Sofia..


"bukan Nona. Itu hal biasa bagi seseorang yang sedang jatuh Cinta... !"


Jawaban Dokter itu berhasil membuat Sofia memukul meja dan berdiri seketika..


"Eeh.. maaf dok.. Saya hanya tidak percaya yang dokter katakan.. Saya tidak tau itu Cinta dok.. Kenapa saya bisa jatuh cinta..? analisis yang benar penyakit saya dok...!! "


Dokter itu menjelaskan segala gejala Cinta yang dialami sofia. sofia tentu mengangguk membenarkan gejala itu memang pernah dia rasakan..


 


Sofia berjalan ke arah Ruangan VIP nya dengan langkah Gontai..


"Sofia...?? Kau kemana aja sih...? aku pikir kau kabur tau nggak...? Kenapa wajahmu begini...? Apa terjadi sesuatu...? " Cecar Nanda Khawatir menangkup Kedua Pipi Sofia..


"Sudah Gila.. aku jatuh Cinta pada Pria ini...? Kenapa...?*tidak mungkin.. Buktinya tidak ada debaran itu lagi..mungkin dokter itu salah...!! Cinta...?? hahah*... !!" batin Sofia bersitatap dengan Nanda..


"Kenapa...? kau lelah...? " tanya Nanda lembut merapikan helaian Rambut Sofia..


Deg...


"Astagah... ada lagi suara sialan itu.... !" batin Sofia..


"Aku mau tidur....!! " Sofia berpura-pura mengucek matanya..


"Hem... Iya.. tidurlah....!! Setelah Itu Kita Pulang....!! " Nanda mengangguk menyetujui Permintaan Sofia..


"Pulang...? aku boleh Pulang...? " tanya Sofia lagi..


"aku lihat hasilnya tidak ada yang salah... Semua baik-baik saja.. Bagaimana...? tidur atau pulang...? " tawar Nanda lagi tersenyum lembut..


"Sial.. Jangan tersenyum....!! " pekik Sofia didalam hati..


"Pulang saja...!! " jawab Sofia lagi..


"duduk dulu ya.. biar aku bereskan... Setelah itu aku antar Pulang.. !!" Nanda mendudukkan Sofia diatas Ranjang VIP nya..


Bagaimana Wanita tidak akan jatuh hati dengan perlakuan lembut itu, belum lagi Sofia Pertama kalinya merasa sebagai wanita biasa jika bersama Nanda..


tapi Sofia masih enggan mengungkapkan perasaannya malah tidak percaya Perkataan dokter itu..


"Apa Kau mandi memakai sabun dengan wangi Cendana...? " tanya sofia serius..


"tidak... Aku hanya memakai sabun biasa.. memang kenapa...? " tanya Balik Nanda..


"Tidak ada...! " elak Sofia lagi..


"Berarti memang wangi tubuhnya.. Pria pertama yang memiliki bau yang segar.. Tampan, Baik, Dia terkadang seperti Hiro.. !!' Sanjung Sofia tanpa sadar..


Sofia menggeleng kepalanya saat Pikirannya mulai berkelana..


😊😊😊


..


.