Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Imel



Sofia pulang ke Rumahnya dan Nanda kembali bekerja... di Rumahnya Rivo sedang di sidang oleh Anex dan Roby. Rivo terlihat tenang dan acuh seolah Pertemuannya dengan Tika bukanlah hal penting...


"manusia Kutub ini tidak akan memberi tau dimana dia bertemu Nona Cantik tadi....!! " geram Roby..


"lalu apa yang harus Kita lakukan....?? " tanya Anex menyerah..


bibir Rivo berkedut ingin tertawa sedangkan Sofia duduk disamping Roby yang memakai kursi Roda...


"Kamu dek yang mencari tau ....!! " putus asa Roby ke Sofia..


dia tidak akan bisa membuat Rivo buka mulut berbeda dengan dirinya yang mudah cerita pada Roby, Rivo malah terlihat enggan menceritakan hal pribadinya..


"Kenapa Nona....?? " tanya Anex tak mengerti.


"Kau tidak tau aja Nex.. Rivo ini anak Orang kaya dan Aku mengetahui nya sejak Kami sudah tinggal selama 1 tahun lebih lamanya. bayangkan saja berapa lama dia menyembunyikan identitasnya...!! " adu Roby mencibir Rivo yang tak meliriknya sedikitpun..


"lalu....?? " tanya Anex lagi..


"Sofia yang mengetahuinya... !! Itu pun bukan dari mulutnya melainkan Sofia menemukan barang-barang limited dan mahal di Kamar Rivo, saat Itu Sofia tak sengaja menemukannya.. ya.. apapun Rahasia Rivo


Sofia pasti lebih duluan tau dari pada aku sahabatnya... walau bukan dari mulutnya. !!" jawab Roby lagi..


"Saya Permisi Nona...saya ingin beli menu makan malam kita yang enak....!!! " selah Rivo menundukkan kepalanya dan berlalu pergi dari Sofia..


Sofia terlihat datar dan tak tersinggung, Rivo memang seperti itu, Anex menganga lebar, sebab dia memang tidak pernah melihat sikap Rivo yang seperti itu...


"lihatlah...dia memang sangat menyebalkan... disaat kami menyidangnya dia pergi melarikan diri..bisa ku tebak nanti malam dia akan kembali...!! " Ketus Roby memijit pelipisnya yang pening mengingat kepribadian Rivo..


"dia memang sangat tertutup.... kalau boleh aku tau


kenapa dia tidak bersama orangtuanya...?? " tanya Anex mencicit pelan..


"dia tidak punya Orangtua.... ibunya meninggal disaat usianya 16 tahun dan Ayahnya menikah lagi dengan Janda Muda yang cantik dan sexy.. Kebetulan bawa Anak juga tuh si janda dan Parahnya Ibu tirinya jahat.. Dia lah yang menyebabkan Rivo harus keluar dari Rumah Orangtuanya sendiri.. alasannya ya satu... biar anak dia jadi pewaris satu-satunya....!! " Jawab Roby panjang X Lebar..


"bah itu kau tau Identitasnya...!!" tuding Anex kewajah Roby..


"Kau tau aku taunya dari mana identitas rivo..?? " Tanya Balik Roby dengan lemah..


"darimana....?? " Tanya Anex penasaran..


Roby melirik Sofia... Anex pun membelalakkan matanya..


"jangan remehkan Ilmu Hackernya... dia bisa mencari apapun yang dia mau asalkan tidak ber urusan dengan siperetas Nomor 1 ....!!" Jelas Roby dengan entengnya.


Sofia beranjak dari Kursinya dan masuk ke Kamarnya...


Anex pun baru tau hal itu, hebat sekali Sofia pikirnya..


"Kau tidak bisa meretas nya...?? " tanya Anex meremehkan Roby..


"Aku bisa Tmtapi aku tidak punya rasa curiga pada Rivo....!! Kau bisa lihat sendiri muka datar seperti tembok dia itu... mana ada yang bisa menebak jalan pikirannya...! " jelas Roby serius dengan nada kesal..


Anex pun mengangguk setuju menurutnya Rivo emang tak terbaca, Itu sebabnya Anex lebih cepat akrab dengan Roby ketimbang Rivo..


"tapi kenapa Amera Bisa membuatnya bercerita panjang X lebar tentang pelajaran...?? " tanya Anex lagi merasa ganjal..


"Ya Iyalah... asal tidak bersangkutan dengan masalah dirinya... dia pasti bicara....!! " bentak Roby kesal lalu menekan remot Kursi Rodanya menuju Kamarnya...


lelah dirinya berbicara dengan Anex yang banyak tanya bak anak kecil itu kalau di Luar Kantor Anex dan Roby seperti ini .. berbeda jika dalam bekerja anex akan serius dan tak banyak bicara seperti ini..


Sofia dikamarnya merebahkan kepalanya lalu tangannya terangkat. Sofia tersenyum manis melihat jari manis tangannya ada Cincin lamaran dari Nanda..


"5 Hari lagi.... Aku dan Nanda resmi menjadi sepasang suami istri... semoga tidak ada kendala....!! " Gumam Sofia memelas ..


.....


disisi lain Chelsea melempar asal surat undangan pernikahan Nanda dengan Sofia...


Chelsea juga teman makan Nanda, Salah satu gadis cantik yang ditolak mentah-mentah oleh Nanda..


"Apa aku kurang menarik...?? Kenapa tidak bisa mendapatkan Pria seperti tuan Kecil Mahadiningrat....?? Aku sudah bekerja keras tidak membuat kesalahan yang sama seperti wanita sebelumnya....!! Sulit sekali bertahan untuk tidak mendekati Tuan Nanda....!! Aku sangat menyukainya... semua tentangnya....!! " lirih Chelsea putus asa..


bukan hanya Chelsea, semua Perempuan yang sempat makan bersama Nanda hanya sekedar bertemu karna meminta Nanda menjadi Calon suami mereka. namun di tolak juga..


tidak ada yang tau tipe Wanita Idaman Nanda, mereka semua patah hati melihat Undangan pernikahan Nanda dan Sofia....


"Apa aku harus menggodanya...??? tapi dia tidak akan tergoda.. apa aku harus menjebaknya...?? tapi dia tidak tertarik pada Model papan atas seperti Kitty dia saja yang sangat sexy tuan Nanda tidak melirik Dad* nya sama sekali... bagaimana Aku...?" Chelsea bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya...


dia Frustasi dengan kebenaran itu tidak tau harus berbuat apa..


disisi lain Imel di Rumah sakit pun melihat Berita di TV kalau Nanda dan Sofia menikah, Undangan pernikahan mereka sudah menyebarluas di Media..


"mereka sangat Cocok... !!" Gumam Imel tersenyum tulus..


"Nak....!! " Suara lemah itu membuat Imel menoleh dan mendekati Brankar Rumah sakit..


"Iya Bu....!! Ibu butuh Apa...?? " tanya Imel Tersenyum manis...


"darimana Kamu dapat uang....?? " bukannya menjawab Ibunya Imel malah bertanya lemah..


"Ibu percaya nggak kalau Pria tampan itu yang memberikan uang nya pada Imel...!! " imel menunjuk TV Kecil yang ada di Kamar Ini..


"Kenapa dia memberimu uang...?? Kamu tidak macam-macamkan dengannya..?? "


"enggak bu... dia baik Kok...!! waktu itu imel menangis didepannya.. imel tau dia orang kaya.. Jadi Imel cerita dan mengemis padanya.. dia memberikan sebuah Cek... ya begitulah Bu... Imel jadi bisa punya uang dan bisa biayai Ibu operasi....!! " jawab Imel lembut..


"kenapa Kamu mengemis padanya Nak...?? " tanya Yati lagi lemah..


"Ibu... Kalau tidak begitu bagaimana cara Imel dapat uang... ya Udahlah Buk.. Imel nggak mau ibu Drop.. Ibu baru selesai Operasi.. Imel mohon jangan berpikir apapun.. Imel nggak mau Ibu pergi...!! demi Ibu Imel akan melakukan apapun asalkan masih hal baik...!! "


Yati menitikkan air matanya. Imel terpaksa berbohong.. ia tidak mungkin mengatakan kalau dirinya selama ini merampok... kalau menjual Mobil pun tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak yang Imel mau.. sebab siapa yang mau membeli mobil tanpa surat-surat.m, bisa dipastikan oleh pembeli, kalau mobil yang Imel dan Koko Jual itu hasil curian walaupun tidak akan melapor polisi...


Jadi semua uang yang Imel kumpul dia berikan pada Koko. imel tidak memakai uang itu sepeserpun. dia memilih bertaubat...


"Ibu mau minum...?? "tawar Imel..


Yati mengangguk lemah. Imel pun mengambil Gelas berisi Air minum dan membantu Ibu nya minum dengan telaten..


"Imel akan bekerja keras Bu.. Ibu jangan bekerja lagi... Ibu nggak boleh lelah.. !!"


Yati terharu dengan pengorbanan Putri kesayangannya.. mereka hidup berdua..


"Kuliah mu bagaimana Nak...?? "


"Imel udah berhenti sejak lama Bu... udahlah.. imel nggak mau ibu bekerja demi menyekolahkan Imel... Imel nggak mau kuliah lagi...!! "


..


.


.