
Sofia masuk ke kamar Amera..
"Kak....!! " Amera hendak bangkit..
"Nona....!! " tunduk hormat Anex..
"duduk saja... !!" titah Sofia dengan wajah datarnya..
Sepertinya Sofia masih enggan berbagi Perasaan dengan orang terdekatnya. biarlah dirinya saja yang tau tentang perasaannya, seorang Sofia memiliki Cinta bertepuk sebelah tangan. bisa rusak reputasinya..
"terimakasih banyak atas Pertolongan Nona...!! " ucap Anex menunduk 90°
Rivo dan Roby hanya memperhatikan mereka saja tanpa berniat ikut campur...
"Bagaimana Keadaan Adikmu...? " tanya Sofia ..
"Berkat Nona.. adik saya Sudah lebih baik Nona...! " jawab Anex tak sakit hati dengan sikap dingin Sofia..
Tuan baru nya kini memang dingin dan datar.. tapi Masih lebih manusiawi dibanding Atasannya dulu..
"bagus lah....!! " angguk-angguk Sofia..
"Kau banyak tersenyum sepertinya Amera...!! " sindir Sofia dengan wajah Datarnya..
Amera menyeringai lebar menggaruk Kepalanya yang tak gatal, entah mengapa Amera tidak tersinggung Dengan kata-kata Sofia..
"Apa Kau bisa masak...? " Tanya Sofia pada Anex melirik Sekilas Bubur Amera..
"Saya bisa masak Nona...!! walaupun tidak banyak tapi saya bisa masak beberapa Menu Kampung saya...!! '' Jawab Anex Tegas..
"Sekarang Katakan Dek.. apa kelebihan Anex sampai kau membahayakan nyawamu masuk ke Markas Itu...?? " tanya Roby to The Point..
Anex, Amera dan Rivo juga menatap Sofia dengan Penuh tanya..
"Kau bahkan tidak tau kelebihan sendiri.... Sudahlah. aku mau istirahat... !" Elak Sofia enggan memberi tau.
Mereka semua Tak lagi bertanya.
"Saya akan buatkan Bubur Untuk Nona...!!" izin Anex pada Roby dan Rivo, Anex mengusap Kepala Amera dan berlalu dari tempat Itu..
Amera tersenyum saja rasanya dia lebih Hidup di tempat ini tidak dipenjara oleh Tuan Nya..
"Kau tau Kelebihan abangmu Mera...? " tanya Roby berbisik..
"abang ku bisa cepat membaca gerakan Orang lain.! " Jawab Amera bangga..
"Apa....??? " seru Roby dan Rivo bersamaan..
"tapi Aku rasa itu hanya puncaknya.. aku bisa meyakinkan Kalian ... kalian semua Tidak akan menyesal sudah merekrut abangku...! " Jelas Amera dengan bangga..
"Aah...!! " Pekik Amera..
"Kenapa...? " Tanya Roby dan Rivo Kompak..
"Masih sakit...!! " nyengir Amera mengusap Pipinya..
"Pipi mu sangat merah... pasti ditampar berkali-kali!! " decak kagum Roby akan Kuat Nya Amera dengan semua Luka Tubuh nya Yang masih muda itu..
....
"Nona....??? " ketuk Pintu Kamar Sofia..
"masuklah... !!" sahut Sofia dari dalam..
Anex masuk membawa semangkuk Bubur..
"Makan lah Nona.. setelah Itu baru beristirahat...!! " Pinta Anex meletakkan nampan bawaannya di Meja lampu Sofia..
"Hem....!! terimakasih...!! lain kali buatkan saja..
tidak perlu diantar.. aku bisa ambil sendiri ke dapur..!! " Peringatan Sofia dengan seriusnya..
"Baik Nona...!! " jawab Anex menahan Senyum dan pergi dari tempat itu..
Sofia menatap mangkuk Itu..
"dia bahkan tidak membawaku makan siang...!! " Gumam Sofia dengan wajah cantiknya memberengut mengingat keseharian mereka tadi..
"Astagah....!!! aku punya Janji akan traktir dia makan.! " Seru Sofia dengan reaksi pura-pura lupanya..
"dimana Aku harus traktir dia makan ya...?? Lagian Olivia Si wanita Jal*ng itu kemana Ya...?? "
Sofia membawa nampan Makanannya dan duduk di Ruang Make Upnya dan memakai Earphone nya..
"Maaa.... Aku tidak mau jual tas Ini....!! " Pekik Olivia..
"Kita butuh uang Olivia.. harus jual lalu kita beli Rumah yang agak besar...!" Pekik Berly juga tak terima..
mereka berdua Saling tarik menarik tas Itu,, "tas Mama Kan banyak.. kenapa harus tas Ini...?? " Bentak Olivia tak juga melepaskan Tas Nya kini..
"Tas Ini Jauh lebih mahal...!! " Tolak Berly..
Berly tidak mau menjual Tas kesayangannya..
"Kau mengancam Mama Oliv...? mama tau Kau tidak bisa hidup tanpa Mama.. Kalau tidak dari mana Kau dapat uang...?? jual saja Ini...!!! " Berly menganggap Remeh saja Omongan Olivia..
Olivia pun mengambil paksa tas nya.. hingga Berly tersungkur Karna Kaget..
"Mama Pikir Aku tidak bisa Jauh dari Mama...? kita lihat saja....!!! kita akan Hidup sendiri-sendiri... setelah berhasil baru kita bersama-sama lagi..!! "
Setelah mengatakan Itu Olivia pergi dari Rumah Kontrakan kecil mereka berdua, terbiasa hidup mewah memakan Uang hak Sofia dan Boby. Kini mereka Jatuh miskin...
"Oliiiiiiivvvvv......!!! " Teriak Berly menggema..
"Ohh... Mereka sangat menyedihkan sekarang....!! " decak Prihatin Sofia melepas Earphone nya dan mulai memakan Buburnya..
"Kenapa Selera makanku meningkat saat mendengar pertengkaran mereka...?? " Tanya Sofia pada diri sendiri..
tepat Sore hari Tika memang menunggu Nanda di Bandara Yozara Airports milik Keluarga Nenek Tika. (Yoza)..
"Maaf... kau terlalu lama menunggu..?" Ucap Nanda mengambil Koper Tika..
"Huh... Tuan Kecil... kapan Anda tepat waktu...?? " ledek Tika..
"Sudahlah.. Ayo Kita Ke kantor Papi.. Papamu juga ada disitu...!! " Nanda mendorong tubuh Tika masuk ke Mobilnya..
.......
Sesampainya di Kantor Mahadiningrat. Tika jadi Pusat perhatian karna Penampilannya yang ala kebarat-baratan, Bola Matanya berwarna biru Pekat. bukan asli tapi Lensa..
"Papa....??? " tika Merentangkan tangannya dengan manja melihat Vano di Ruang Dika..
"sopan lah Tika..!! " desis Vano tapi memeluk juga Putri Kesayangannya..
....
"selamat datang Sekretaris Tuan Kecil Mahadiningrat...!!! " sambutan Hangat Dika..
"Terimakasih Paman....!! " ucap Tika menunduk Ala Putri raja..
"Kenapa Anakmu jadi sangat Sopan Vano...?? " tanya Dika seperti meledek Vano..
"Itu Tugas Kami Tuan...!! " Jawab Vano..
"membosankan...!! " lambai Nanda menatap Pembicaraan Mereka semua..
Tika tertawa cekikikan,, "Begitulah tuan mu nanti Tika..!! " Tunjuk Dika pada Kelakuan anaknya Itu..
"Saya akan melakukan yang terbaik Tuan...!! " Seru Tika lagi dengan tegas..
Tika benar-benar mendalami sekolahnya dirinya hanya berbeda tipis umurnya dengan Kiran, tapi Nanda enggan memanggil Kakak dan juga Tika tidak mau dipanggil Kakak oleh Nanda..
Ke esokan Harinya.. Nanda diresmikan menjadi Direktur Perusahaan Mahadiningrat, dirinya bekerja di lantai 20 sama seperti Dika..
Jika sudah mapan barulah dika mau mengangkat Nanda naik jadi CEO..
Keseharian mereka sama-sama sibuk, Nanda dengan Pekerjaan barunya. Sofia dengan memata-matai kehidupan Berly dan Olivia..
"ibu dan anak Itu berpisah.. entah aku harus terharu atau Tertawa...!! Kenapa mereka suka sekali dengan Uang.. ? apa mereka tidak punya akal Pikiran..? uang itu bukan milik mereka...?? ckcckck...!! " decak Sofia..
"Hem... aku harus Booking tempat Nih...!! Dimana Ya...?? aku tidak suka hutang budi. lagian aku mau tanya kenapa dia bisa ada disana..!! "
Sofia mengingat kemarin saat Nanda tiba-tiba bergabung melawan Musuh dengannya..
"Iya.. Sofia.. tenangkan Dirimu.. kau harus tau alasannya tiba-tiba bisa ada disana..? "
Setelah seharian mendapatkan tempat makannya. Sofia berdehem menelfon Nanda..
"Halo??? sofia.??" Suara Nanda menyambut..
"Apa kau Sibuk...? Aku sudah menyewa tempat makan...!!" Tanya Sofia masih ragu meneruskannya atau tidak..
"Ooh... Janjimu Ya.. Beritau aku alamatnya..! kapan Kita makannya..? " sahut Nanda..
"Hem.. malam jam 7 di Restoran Mini B.. !" jawab Sofia..
"Sampai Jumpa Baby...!! " Nanda mematikan panggilannya..
"Lihat.. dia suka-suka saja memanggilku Sayang, Baby.. sofia...!! Ehh.. kenapa Kau memikirkan panggilannya..?? asalkan jangan Kambing aja deh...!! atau dia akan memanggilku Anj*ng pelacak akan aku banting tubuh kekarnya itu...!! " dumel Sofia panjang X lebar..
😊😊😊
..
..
..