Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Keras kepala Sofia



malam harinya Sofia gelisah tidak bisa Tidur. Nanda yang merasakan Sofia berpindah-pindah posisi sejak tadi segera Membuka matanya..


"Kenapa Sayang....?? " tanya Nanda dengan Suara Seraknya Khas bangun tidur...


Sofia yang tadinya memunggungi Nanda berbalik. Sofia langsung masuk dalam dekapan Nanda..


"Aku tidak bisa tidur....!! " rengek Manja Sofia..


Nanda yang tadinya masih mengantuk melebarkan matanya,, "Kenapa Sofia jadi manja...?? Nada Suaranya Sensual sekali... Apa yang terjadi....?? Apa dia benar Sofia Ku....?? batin Nanda melihat Sofia yang menyandarkan manja sisi Kepalanya di dada Nanda..


"Kenapa...?? Apa terjadi sesuatu...?? " tanya Nanda Lagi..


"Aku mau Makan Es Krim....!! " Rengek Sofia mendongakkan kepalanya..


"Apa....?? Es Krim...?? " Intonasi Nada Tinggi Nanda terbelalak Kaget saat Sofia meminta Es Krim dimalam hari..


"Hmmm... Cepat belikan es krim....!! " manja Sofia lagi dengan mata Kucingnya yang menggemaskan..


Nanda terpesona untuk sesaat, Namun segera dia menggeleng Kepalanya membuang Pengaruh hipnotis dari Sofia..


"tidak Boleh... lagian sejak kapan kamu mau makan es Krim.. Sayang jangan main-main... Besok aja Makan Es krimnya.. lagian ini Cuaca Sedang musim Hujan.. Kenapa Makan es krim sih...?? " bantah Nanda dengan seriusnya..


"Cepat belikan Es Krim....!! " Perintah Sofia dengan nada mengancam..


"tidak Boleh....!! " Nanda masih bersikokoh tak mendengarkan Permintaan Sofia..


Sofia bangkit dari tidurannya dan mengambil Pistol dari balik bantalnya, Sofia meletakkannya Ujung pistolnya di Jantung Nanda..


Nanda terlonjak kaget melihat Cara Sofia meminta sesuatu dengan cara Ekstrim..


"Belikan atau Peluru ini akan menembus Jantungmu....!! " ancam Sofia dengan galaknya..


Nanda memijit pelipisnya sendiri saat ini, bukan dirinya takut mati ditangan Sofia hanya saja bingung dengan Jalan Fikiran Sofia yang mengancamnya dengan senjata api..


"cepat Beli....!! Aku tidak main-main... jantungmu akan berlubang detik ini juga...!! " Bentak Sofia dengan seriusnya..


Nanda melihat mata Sofia yang sangat serius..


"bunuh saja Aku... lebih baik aku mati dari pada Aku harus membuatmu makan es krim di Malam hari ini.. apalagi ini Hujan... Aku tidak mau Kamu sakit sayang.. lebih gila lagi Bagiku....!! " tak Kalah seriusnya Nanda berbicara..


Sofia yang kalah telak tak tau mau berkata apa..


"Aku akan menikah dengan Pria lain yang memperbolehkan Aku makan Es Krim dimalam hari....!! " Ancam Sofia..


"Aku akan cekik Pria Itu sebelum menikah denganmu...!! " tantang Nanda lagi..


"tapi Kamu sudah mati....!! " Sinis Sofia..


"Aku bisa mencekiknya dalam Wujud Hantu...!! Kamu percaya hantu Penasarankan...?? Jangan salahkan aku kalau kamu selalu menjanda setelah membunuhku.!! "


Sofia tiba-tiba berkaca-kaca, dia melempar senjata Api nya ke arah Sofa..


"Aku mau makan ice Cream.. Aku nggak mau Jadi Janda.. aku nggak mau nikah sama Pria lain.. aku cinta Kamu Nanda.. aku nggak mau Kamu mati.. Huaaa.... hhik. ss... hikss... hikss... hhuaaahhh.....!! " tangis Sofia kencang bak anak Kecil kehilangan Ibunya dipasar..


Nanda tiba-tiba bangkit dan panik luar biasa...


"Iya.. Sayang.. Aku tidak akan mati... lagian kamu yang mengancam akan membunuhku tadi...!! " bujuk Nanda mengusap Air mata Sofia..


"Kapan aku mengancammu...?? " tanya Sofia sesegukan dengan mata merahnya penuh dengan air mata..


"tadi Kamu mengancamku dengan senjata api mantan milikku...!! " tunjuk Nanda ke arah senjata api yang dilempar Sofia tadi.


Sofia melirik Senjata api nya yang teronggok di Sofa Kamar Mereka..


"Huaaahhhh......!!" tangis Sofia makin menjadi-jadi..


Nanda yang khawatir sekaligus Panik tak bisa berpikir jernih, ada apa dengan istrinya Hingga seperti ini..


Sofia tidak pernah begini..


"Kapan aku mencoba membunuhmu lagi...?? " bentak Sofia lagi dengan tersendat-sendat karna isak tangisnya..


"Itu tadi.. menangis kayak anak ayam kehilangan Induknya..!! " Jawab Nanda seriusnya..


Sofia memukul-mukul dada Bidang Nanda dan menangis kencang... sungguh Wajah Nanda Pucat saat ini dia Tidak bisa mengatasi Sofia. Kejeniusannya tak ada artinya saat bersama Sofia..


Nanda bagai Orang Linglung tak tau mau berbuat apa...


"Kau... Ja.. hat... Ak..Aku.. ma.. u makan es.. kriim kau Larang.. Hiks... hiks... Aku mau pergi aja dari Sini....!! aku pulang ke Kak Roby Aja. Kak Roby pasti izinin adik kesayangannya makan Es Krim...!! "


Sofia sesegukan berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke arah Pintu Keluar tanpa memakai Sendal berbulunya.


"Sayang... jangan seperti ini sayang.. !! maafkan Aku.. Aku hanya nggak mau kamu sakit. Cuaca Bulan ini tidak baik sayang.. Penyakit mudah datang....!! Aku hanya menjaga kesehatanmu...!! " bujuk Nanda sambil mengejar Sofia yang menepis tangan Nanda...


Sofia mengusap air matanya dengan Punggung tangannya, entah kenapa Hati Sofia sakit sekali permintaannya tak di turuti Nanda..


"lepaskan aku... Aku mau Pulang aja....!! Pergi sana... !! Kembali kekamarmu.. Aku bisa beli Es Krim sendiri. " Usir Sofia mendorong tubuh Nanda menjauh darinya..


"sayang Ku mohon.. hari Ini sedang hujan lebat... jangan pergi ya...!! bujuk Nanda tak menyerah..


salah satu Pelayan yang bekerja di Rumah Mahadiningrat sedang ambil Air minum segera berlari ke arah Kamar Nyonya besarnya..


Kania yang terbangun dari malam panjangnya bersama Suaminya segera melepaskan tangan Gio, Kania memakai Jubah Mandinya lalu Kania membuka Pintu Kamarnya..


"Kenapa La....?? " tanya Kania mengucek matanya..


"Tuan Kecil dan Nona Kecil bertengkar di depan Nyonya...!! "


Kania melebarkan matanya tanpa pakai apa-apa Kania segera berlari ke arah tunjuk Pelayan Rumahnya, Lala segera berlari mengejar Kania..


"Sayang Ku Mohon jangan pergi ya....!! " Pinta Nanda memelas dengan sendunya..


Nanda tidak mau Sofia kabur dalam keadaan marah begini, apalagi Cuaca sedang tidak baik..


"Aku mau pulang...!! " gigih Sofia tak mau di bujuk...


"Apa yang harus Kulakukan...?? " gumam Nanda putus asa..


Nanda tak ada pilihan lain dia meninju Kuat dinding Rumah Kokoh Mahadiningrat, Sofia terdiam dengan tubuh Gemetar melihat tetesan darah di marmer Rumah ini.


Kunci Mobil yang Sofia pegang lepas begitu saja dari tangannya..


"Sofia kamu melangkahkan Kaki Keluar dari Rumah Ini Aku akan meninju berkali-kali tembok ini sampai tulang tanganku hancur....!! " Ancam Nanda dengan seriusnya..


Sofia menyeret Kakinya yang lemas melihat banyaknya darah yang menetes dari tangan Nanda... Nanda tau Sofia mencintainya hanya ini satu-satunya cara supaya Sofia tidak keluar dari Rumah...


Sofia berkaca-kaca melihat tangan Nanda dengan tangan gemetarnya yang halus meraih tangan Nanda dan menatap perih luka itu..


"Apa Sakit....?? " tanya Sofia meneteskan air matanya..


bagai ditusuk-tusuk lagi di hatinya, Nanda merasa lebih sakit melihat air mata Sofia..


"Kita Obati Dulu Ya...!! " Sesegukan Sofia..


Nanda mengangguk patuh, sambil merangkul Sofia lalu menciumi sisi Kepala Sofia dengan sayangnya rasa sakit ditangannya bukan apa-apa...


"lebih baik Aku luka seperti ini dari pada Aku Gila kalau terjadi sesuatu denganmu diluar Sayang...!! " batin Nanda menatap sendu mata Sofia yang meneteskan air matanya melihat luka di Tangannya...


sedangkan Kania dan Lala mematung melihat perubahan drastis Sofia melihat luka Nanda, Kania juga ingin mengejar Sofia. namun memekik di tempat saat Nanda dengan nekadnya memukul dinding Kokoh Rumah Ini..


.


.


.