
Tanpa Sofia sadari Kasus Kematian Orangtuanya sudah di buka kembali...
Romi Direktur Perusahaan Kingdom Estate turun tangan mencari tau alasan Boby dan Yuri meninggal dalam kecelakaan Mobil itu...
"Siapa Pria Itu dek.....?? " Tanya Roby menunjuk Ruang bawah Tempat tinggal mereka...
"mata-mata utusan Berly....!! " Jawab Sofia dengan datarnya..
"Sialan... !!" Umpat Roby dan Rivo bersamaan...
"Kenapa tidak dibunuh saja Nona...? " tanya Rivo..
"dia tidak ada Sangkut pautnya... Aku ingin dia bekerja untukku... Aku sudah memberinya Pilihan Dia pasti sedang memikirkannya... !" jawab Sofia berlalu masuk ke Ruang KEcil Komputernya..
"Sepertinya Perusahaan Kingdom Estate mengusir Berly dek.. Kakak Pernah masuk kesitu berpura-pura menjadi tukang perbaiki CCTV... Kakak jadi dengar gosip Pekerja...!" Ujar Roby serius..
"Hem... Bukankah itu hal bagus....!! " Selah Rivo..
"Tentu saja.. Ternyata mereka lumayan Cerdas....!! setidaknya Rencana Kita berjalan Normal...! " Seru Sofia mengotak-ngatik Komputernya..
"Apa Nona pernah mencium Aroma Kalajengking Lagi...? " Tanya Rivo hati-hati..
"Tidak....!! " Jawab Sofia cepat..
"Saya mencari tau... ternyata Tuan Fio memang pernah datang kenegara Ini Nona...! " Tutur Fio dengan hati-hati..
"Apaaa.....??? " Pekik Roby..
Sofia hanya terdiam... "Lalu....???"
"Kontrak kerja di Sini... dengan perusahaan Batu Bara... Jadi saat Nona mencium bau khas nya... Dia memang ada di situ Nona...!! " Tutur Rivo lagi..
"Dek... Dia Tidak melihat wajahmu kan....?? " Tanya Roby khawatir..
"Enggak. !!" jawab Sofia cepat...
"syukurlah....!!! Semoga dia tidak mengenalimu...!! " Gumam Roby berharap..
"hanya sehari itu saja Nona.. malam harinya dia langsung berangkat ke Meksiko...! " jelas Rivo lagi..
"Kita aman untuk sesaat.. !" Seru Sofia kembali mengotak-ngatik komputernya..
"Bukan Kita yang tidak aman.. tapi kamu dek.. Kamu yang tidak aman....!! " Ralat Roby lagi..
Rivo mengapit Leher Roby keluar dari Ruangan Sofia.
"Tutup mulutmu Ember....!! " Desis Rivo..
Sofia berhenti mengetik saat Pintu tertutup Tatapan nya benar-benar tak terbaca..
Disisi lain Nanda Tiba di Perusahaannya..
....
"Son... kamu memesan Pistol dari tempat senjata langganan Kita...? " tanya Dika serius menatap Kotak di Meja Sofanya..
"Iya Pi....!! " Jawab Nanda berjalan ke arah Sofa dan membuka Kotak itu..
Nanda Tau Papi nya pasti menggeleda Kotak itu. hanya alamat ini saja yang aman menurut Nanda. Kalau di Apartemennya bisa bahaya kalau Maminya Tau. ..
"Pistol kesayanganmu mana...? Rusak kah..? bukankah itu senjata Khusus ?" tanya Dika lagi..
"Nanda berikan pada seseorang pi... !" Jawab Nanda selo menatap desain Pistol model terbarunya..
Senjata itu sama Inti nya dengan Senjata sebelumnya. Model nya saja yang berbeda, Nanda membayar sangat mahal demi senjata nya cepat selesai...
"Kamu memberikannya pada seseorang....? Apa yang dia berikan padamu hingga Kamu mau menyerahkan senjata kesayanganmu itu...?? " Tanya Dika tak percaya
Banyak yang menginginkan senjata Nanda, Baik Teman Baik dika maupun kerabatnya.. tapi Nanda tidak mau walau hanya sekedar meminjamkan saja.. Kini Nanda memberikannya pada Oranglain bukan meminjamkan tapi memberikan nya.. Dika benar-benar tak percaya..
"Dia menyukainya.. Jadi Nanda memberikannya...! " jawab Nanda lagi tak merasa menyesal sama sekali.
"Dia....? Siapa...? " tanya Dika penasaran..
"Kekasih Nanda Pi...! " jawab Nanda lagi memberi ancang-ancang ingin menembak guci besar di Ruangan Papinya..
Dika terperangah tak percaya.. Sofia Bisa melunakkan Hati Nanda Dan melumer habis hati anaknya itu.. hingga dengan sukarela Nanda memberikan senjata kesayangannya pada Sofia..
"Bagus..!! Fire.....! Bam.... mm...! "
"Kapan Tika datang ke negara ini Pi....? " Tanya Nanda lagi..
"Sore ini....!! " jawab dika lagi..
"Baiklah Pi... nanda keluar dulu ya.. Nanda bakal latihan tembak....!! " izin semangat Nanda
Dika memijit pelipisnya..
"Anak Itu sudah tidak waras... Aku takut dia akan melakukan apapun demi Cinta Nya... !! Gadis Itu terlalu bahaya jika dikenal Dunia Mafia.. dia buronan... Aku berharap Gadis itu juga akan mencintai Nanda... dengan begitu aku juga bisa turun tangan melindungi mereka..! "
Nanda Pergi ke tempat khusus menembak. disaat semua orang memakai Rompi dan Kaca mata latihan menembak tapi Nanda hanya menggunakan Apa yang ada di tubuhnya tidak butuh kaca mata atau apapun...
Beberapa Kali bunyi tembakan melayang, Nanda tersenyum puas. tidak perlu memakai teropong demi melihat hasil tembakannya, Nanda pergi begitu saja dari tempat Itu..
"Astagah....!! "
"Ada apa....?? "
"Nomor 10 ... tembakan Tuan Muda Nanda tidak melenceng sedikitpun....!! tepat di Tengah-tengah hingga lubangnya jadi besar....! "
"Coba aku lihat...!! "
mereka menggunakan teropong melihat hasil tembakan Nanda..
"Apa mata nya Begitu tajamnya..? Tuan bahkan tidak memakai Kaca mata...!! "
"Sepertinya hanya menguji senjatanya saja..! "
mereka bergidik ngeri membayangkan Nanda berada di posisi penyerang musuh malah kasihan pada musuh nya nanti...
........
"kemana perginya mata-mata itu....? bukankah aku menyuruhnya untuk mengawasi Wanita yang berani merebut posisi anakku... Kenapa dia tidak bisa dihubungi...!!??" Teriak Berly Emosi..
Tak Lama Polisi dan Pengacara tuan besar Boby Tiba..
"Kenapa....? " tanya Berly waspada..
"Rumah ini Adalah milik Keluarga RaEstate... hanya Tuan Muda Roby dan Tuan Putri yang boleh tinggal di tempat ini.. kami menerima kabar Bahwa anak Tuan Boby masih hidup.. berarti Kalian harus pergi dari tempat ini...! " ujar sang Pengacara dengan seriusnya..
"Ini Rumahku... mereka semua Sudah MATI... Tidak ada Keturunan RaEstate lagi.. Kalian tidak bisa mengusirku.. akan aku tuntut kalian semuaaa....!! " teriak Berly lagi melempar asal semua Guci mahal yang ada didekatnya Hingga pecah..
"Anda Tidak akan bisa menuntut Kami NYONYA Berly.. Jika bersikeras kami sambut anda dengan baik dalam persidangan.. silahkan Tuntut kami.. akan saya pastikan anda membayar denda semua Uang yang sudah anda habiskan sejak Tuan Roby dan Nona Putri pergi...!! "
"tidak... Jangan... Pergiii.. kalian... Jangan... ini Rumahku.... Pergi Kalian brengs*k... sial*n .....!!"
Berly berteriak histeris saat Polisi masuk ke Kamar Berly, Olivia yang mendengar semua nya terduduk lemas di Lantai depan Kamarnya..
"Apa Aku akan jadi gembel...!! " lirih Olivia tak percaya situasi ini..
Polisi memasukkan segala baju-baju Berly dan Olivia..
"Emasku... emasku....!!" berly meronta-ronta saat Emasnya malah tidak dimasukkan dalam tas nya..
"anda hanya boleh bawa Baju anda Nyonya.. emas dan Uang itu tidak boleh dibawa... Itu hak Milik Nona Putri....!! "
"Brengs*k itu uangku... itu uangku... kedua Bocah itu sudah mati... mereka sudah matiiii......!!! "
Olivia hanya menunduk pasrah..
"Aah... daddy ku masih banyak... mereka pasti bisa memberiku uang banyak... aku bisa hidup senang...!! hanya meng*ngk**g saja aku bisa dapat uang banyak... !"
hari Itu juga mereka diusir layaknya pecundang oleh Pengacara Tuan Besar Boby..
"menjijikkan sekali... Jika saja saat itu aku menyelidiki kematian Tuan besar... tidak akan jadi seperti ini.. seharusnya aku curiga saat jasad Tuan Roby dan Nona Putri tidak ditemukan... Bodoh....!! aku terlalu bodoh sebagai pengacara kebanggaan Tuan besar.. maafkan saya Tuan.. Saya terlambat menyadarinya...!! "
sementara pelayan Yang pernah setia dengan Boby dulu didatangi Pengacara untuk mengurus Rumah itu lagi..
selama ini mereka bungkam akan kekejaman olivia berly. Mereka diancam akan dibunuh keluarga mereka jika berani buka mulut.. satu-satunya jalan dengan mengundurkan diri..
.......
😊😊😊
...
..
..