
"kemari kau Sofia... beraninya Kau mengerjai Tuan Muda Mahadiningrat... Kemari....!!! " Kesal Nanda mengibas-ngibas tangannya mengejar Sofia..
entah keberanian dari mana Sofia malah menjulur lidahnya dan berlari menjauhi Nanda..
tawa Sofia begitu indah di telinga Nanda.. bahkan Nanda tidak mendengar suara apapun selain tawa itu, Kelopak mata Sofia yang sangat menggemaskan. sungguh pemandangan yang Indah...
tanpa mereka sadari Keluarga Mahadiningrat menatap kedekatan mereka, Nanda tidak pernah tertawa ataupun terlihat sedekat itu dengan wanita.. bisa dibilang Nanda sangat sulit untuk didekati oleh Wanita...
Mia tersenyum manis sambil bertepuk tangan Semangat melihat aksi itu, malah tanpa tau siapa yang salah Mia mendukung Sofia...
"Astagah....!! dari mana dia mendapatkan Gadis secantik itu..? " Gumam Kania Tak percaya..
"Kamu menyukainya Baybe...? " Goda Gio merangkul mesra Pinggang Kania..
Semakin tua hubungan mereka semakin mesra...
"Iyaa.. aku tidak pernah melihat gadis secantik itu Gio...!! " Sahut Kania menyandarkan sisi kepalanya dibahu Sang suami..
"maksudmu tidak secantik Kirana Kita...?? " tanya Gio dengan senyum nakal nya mengecup sayang puncak kepala Kania..
"bukan begitu.. Kiran Kita sangat cantik... tapi Gadis Itu juga sangat cantik... bisa dibilang Dewi.. dewi kan bukan cuma satu...!!! lihatlah kelopak mata nya indah sekali saat tertawa....!!! " Ralat Kania memukul dada Gio dengan kesal..
Gio spontan memegang tangan Kania..
"Ya Tuhan... Baybe... tenaga mu sejak dulu tidak pernah berubah...!! " kekeh Gio..
"Kenapa...? sakit...?? " tanya Kania khawatir..
Gio mengangguk,, "masih kuat berhubungan Int*m...??" bisik Kania dengan senyum nakalnya..
"Kamu menggodaku Baybe...?? " tak kalah nakalnya Gio berkata..
"Pa.. Maa.... kenapa Kalian bisa mengalahkan Kami sih...??" kesal Dika tak terima merangkul pinggang Mia..
Kania dan Gio terkekeh..
"Sweety...!! " Goda Dika..
"sayang.. Jangan ganggu Aku dulu....!! " tolak Mia dengan senyum manisnya menatap Aksi Sofia yang licik melarikan diri dari Nanda..
"Sofia....!! " kesal Nanda dengan alis tebalnya yang menyatu..
Sofia tertawa pelan... saat berbalik tubuhnya membeku tiba-tiba senyum nya yang menawan musnah seketika..
"mati lah aku.. Kenapa aku bisa lupa Kalau Kami ada di Rumah Mahadiningrat...!! Astagah... apa yang harus aku lakukan... Keluarga Ini sangat berpengaruh....!! " Batin Sofia gelisah..
"dapat kau Sofia....!! " Nanda memeluk Sofia dari belakang dengan nafas tersenggal (ngos-ngosan)..
"Nan....!!! " lirih Sofia..
"huh... !! maaf Mami.. Papi.. Hai GranMa ku yang tangguh... Granfa...!! " Sapa Nanda mengelap keringat nya dan menarik tangan Sofia yang gugup..
"Hai sayang... !!" Sapa Kania dan Mia Kompak..
Gio dan Dika hanya melambai keren dan menyimpan tangan mereka ke saku celana mereka sendiri..
"Bagaimana keadaanmu Sayang....!! ?? Kamu makin cantik banget.... terus kenapa tidak tersenyum kayak tadi lagi...?? " Mia memeluk Sayang Sofia.
Nanda mengusap Kepala Sofia dengan lembut. Dia tau Sofia tidak pernah lagi merasakan kasih sayang seorang Ibu...
Kania juga memeluk Sofia dan memuji Sofia dengan kata yang sama. tanpa disadari air mata Sofia Jatuh begitu saja hingga Mia dan Kania panik dan memapah Sofia masuk lalu mendudukkan Sofia di Sofa..
"Kenapa Cucuku malah tersenyum melihat Kekasihmu menangis...!??" tanya Gio tak percaya..
"ingat Son.. pria sejati tidak akan pernah membuat kekasih nya menjatuhkan air mata.. Pria Keturunan Mahadiningrat tidak pernah mempermainkan wanita....!! bagi Kita Wanita sangat berarti karna Keturunan Pria Mahadiningrat terlahir dari Rahim Wanita...!! " Dika menimpali..
"Astagah Papi. ..GranFa.. lagian siapa yang buat dia nangis sih.. dia Itu terharu... bukankah Papi tau dia dari kecil hidup menderita...!! " sekak Nanda lalu berlalu meninggalkan Dika dan Gio yang terdiam ditempat..
Gio dan Dika jadi saling menuduh karna sudah mencurigai Nanda..
Sedangkan Sofia di peluk oleh Mia, kania membuatkan air minum padahal dia punya Pelayan. saking khawatirnya dia lupa kalau punya pelayan..
"Ini sayang.... Kenapa nangis sih...?? Kami minta maaf Ya....!! " kania menyodorkan gelas berisi air minumnya pada Sofia.
Sofia tidak sesegukan tapi entah kenapa Air mata Sofia menetes saja tanpa izinnya.. apalagi tatapan Kasih Mia dan Kania, sosok yang sangat dia Rindukan..
Sofia mendongak dengan air mata nya yang jatuh. Nanda tersenyum lembut menghapus air mata itu tanpa sadar mata Sofia terpejam, Kenapa tubuhnya tidak bisa melawan saat Nanda menyentuh kulitnya.. ? Nanda sangat Tulus dan lembut.. wanita mana yang tidak akan luluh...
"Jangan menangis lagi...!! " Pinta lembut Nanda mengusap puncak kepala Sofia..
"GranMa ada Kah baju GranMa yang kecil...? bukankah Granma dulu wanita tangguh...? pasti punya kan baju Model Sofia Kini...!! "
"Mami Sofia pasti gerah... suruh dia membersihkan diri ya...!! "
Setelah mengatakan itu Nanda pergi dari Ketiga wanita Berarti baginya, sedangkan Kiran tidak ada disini..
"Nanda sangat mencintaimu ya Sayang...!! dia pasti sedih melihatmu menangis... jangan nangis lagi ya... Goda Kania mengusap air mata Sofia..
"tentu saja GranMa secara Sofia cantik banget....!! " sahut Mia mengusap Pipi Sofia..
Sofia malah melebarkan mata, Mia dan Kania malah tergelak..
"Kamu imut...!! " Sanjung Kania tertawa lebar..
Gio dan Dika hanya melongoh saja menatap kelakuan istri tercinta mereka, dapat calon Mahadiningrat baru malah melupakan Kalau Wanita cantik itu sudah bersuami..
"Ayo sayang... mami antar ke kamar tamu ya...!! "
"Granma akan cari baju lama GranMa ya...!! "
Sofia malah canggung dibimbing oleh Mia dan Kania layaknya Sofia seorang anak kecil. tapi entah mengapa hatinya menghangat dikelilingi Keluarga Mahadiningrat yang sangat baik padanya..
Sofia diantar ke kamar tamu dan masuk ke kamar Mandi, Mia ke kamar Kania membantunya mencari baju Lama Kania..
"lama banget baju nya... !!" Kania menemukan Jaket levis nya yang berukuran XXL..
"tapi masih bagus ya Ma....!! " Sahut Mia mengendus aroma Baju Itu..
"Kenapa..? bau kah..? " tanya Kania juga Ikutan mengendus Jaket itu..
"bukan Ma.. wangi Kok...!! " cengir Mia..
"kamu ini.. ayo cepat... dalaman nya juga nih... Mama punya yang baru tapi nggak muat.. Yoza yang ngasih hadiah itu dihari ulang tahun Mama.. Bocah Itu tidak pernah berubah...!! " tanpa sadar Kania menggerutu mengingat kelakuan Sahabat-sahabatnya..
Mia tertawa lebar,, "Persahabatan Mama sangat abadi...!! "
Mereka mengoceh menuju kamar Sofia..
Sofia malah duduk diatas Kloset yang sudah dia tutup tanpa sadar Senyumnya merekah haru..
"Mama... Putri merasa Mama ada didalam diri Nyonya Mia dan Nyonya besar Kania.. Keluarga Mahadiningrat yang Dulu Putri anggap penyebab kematian kalian... ternyata sangat baik hati... Putri menyesal sudah pernah membenci Keluarga Ini Ma...!! "
"Putri Kangen Mama...!! " lirih Sofia..
Panggilan kecil Sofia dulu adalah Putri.. Putri Sofia RaEstate sekarang ganti Nama menjadi Sofia
di ambil dari Nama tengahnya..
"Sofia....!?? " Mia dan Kania mengetuk pintu kamar mandi..
"Eeeh... I.. iya...!!!? " Sahut Sofia bingung mau manggil Mia dan Kania dengan sebutan apa..
Sofia keluar dari Kamar mandi sambil menurunkan jubah Mandi nya yang berada diatas lutut.. Sofia tersenyum malu..
Mia dan Kania malah gemas walau sempat terpaku dengan postur tubuh Sofia yang tinggi dan bagus belum lagi cantiknya Sofia dengan rambut Panjangnya yang basah dicepol asal kaki Sofia sangat indah dan mulus..
"Hem...!! " Sofia malah malu sendiri dengan penampilannya..
dia tidak suka dengan kondisi nya sekarang.. sungguh malu dirinya..
😊😊😊
..
..
..
..