Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Identitas Sofia (1)



Nanda tampak berpikir..


"Kalau aku minta ciuman bisa gagal rencanaku ingin mendapatkan hatinya...!! yang ada malah menilaiku Pria brengsek... ?!" batin Nanda..


Sofia meraba Pistol yang ada ditangan Nanda,,


"tidak perlu bayaran.. aku hanya minta waktu mu sehari saja untuk menemui Keluargaku...!! " permohonan Nanda..


Sofia tentu terkejut,, "Pistol langka ini kamu berikan padaku secara cuma-cuma,...? bayarannya hanya 1 hari waktuku.. begitu kah...? "


"Hem....!! " balas Nanda mengusap kepala puncak kepala Sofia dengan senyum tipisnya..


"baiklah.. kalau cuma Itu bayarannya... gampang itu hanya menemui keluargamu...!! " terima Sofia tanpa berpikir aneh..


Sofia sudah cukup malu menilai Nanda malam hari itu karna membawanya masuk Hotel..


"senjata Ini sangat di minati dikalangan Mafia.. Aku tidak pernah mengira akan mendapatkan Pistol ini.. !!" batin Sofia kegirangan..


tapi mata Sofia hanya berbinar meraba senjata yang telah sah menjadi miliknya..


"Hem... deal....!! " Nanda memberikan Pistol kesayangannya di telapak tangan Sofia..


Sofia memekik untuk pertama Kalinya. ekspresi yang tak pernah ada dalam sejarah hidupnya..


"terimakasih....!! " Ucap Sofia tanpa sadar memeluk Nanda dengan tawa senangnya..


Nanda tentu jadi Kikuk. sungguh Kejadian ini akan jadi moment bahagia baginya, Gadisnya ini sungguh unik. disaat semua Wanita menggilai Emas, Baju, berlian dan Uang serta tahta. Sofia malah bahagia Karna sebuah Pistol..


"Sama-sama.. makan ya makanan yang dibungkus tadi...!! " Tutur Nanda mengusap punggung Sofia..


Sofia baru menyadari Kesalahannya langsung melepas pelukannya dan mundur 1 langkah dari Nanda..


"Aah... maaf... Ak.. Aku terlalu Senang... maafkan Aku....!! " Ucap Sofia merasa malu..


"ya sudah pulang lah.. aku akan mengikutimu sampai tujuanmu.. !" alih Nanda tersenyum lembut..


"Kenapa...? Aku bisa pulang sendiri..!! " tanya Sofia heran..


"tidak masalah.. hanya ingin hatiku sedikit tenang...!!" Jawab Nanda seadanya..


Sofia pun mengangguk mengerti. Sofia menyimpan Pistolnya dibalik Jaket besarnya, dirinya berusaha menutupi raut bahagianya..


"Aku akan makan.. terserahmu saja mau ngikutin atau tidak..! " Ujar Sofia memakai Helmnya dan membuka kaca Helmnya..


"Bye...!! " lambai Nanda..


Sofia tersenyum saja dan langsung berlalu dari Nanda yang dengan cepat berlari ke Mobilnya dan mengikuti Sofia..


saat sampai di Gerbang Perumahannya Sofia berhenti, bagaimanapun Sofia seorang Gadis Mafia Walaupun tau Nanda bukan orang jahat. Sofia hanya tidak suka Privasinya di ketahui orang, terlebih Nanda sangat baik. bisa membahayakan nyawa Nanda nanti nya..


"Pulanglah... !" teriak Sofia membuka helmnya menoleh ke belakang..


Nanda membuka kaca Mobil nya,, "Hem....!! " Nanda pun memberi hormat layaknya tentara ditampah kedipan mata sebelah Nanda yang sangat Sexy...


Sofia mengulum senyum nya,, "Sana pergi....!!"


Mobil Nanda pergi barulah Sofia memasuki pemukiman Markasnya. cukup sulit masuk gang kesana kemari tapi Sofia berpikir itulah tempat tinggal yang aman untuk sekarang..


..


"Kenapa dek...? " tanya Roby Kebingungan dengan raut wajah adiknya yang terlihat berbeda..


"Kakak.. Coba lihat ini...!! " sofia tersenyum manis mengeluarkan senjata yang diincar seluruh Kalangan Mafia..


mata Roby membelalak Sempurna,, "Ii.. ini... tidak mungkin senjata Itu kan...? tidak mungkin...!! " elak Roby tampak Ragu..


"Aku mendapatkannya... !! hahaha....!! " girang Sofia melompat-lompat Bahagia..


layaknya Anak Kecil yang baru dapat mainan baru..


"dimana Kamu mendapatkannya dek..? kakak yakin ini palsu.. palsu pasti.. senjata Ini tidak mungkin bisa kamu dapatkan.. dari mana kamu dapat...? " tanya Roby menggeleng-geleng mustahil..


"Kakak tau siapa yang mendapatkan senjata api ini...? dan siapa yang memberinya padaku..? " tanya Sofia serius..


"Siapa...?? " tanya balik Roby..


kaki Roby melemas seketika hingga terduduk di lantainya,, "Mahadiningrat...? Sofia... gila.... bocah nakal itu luar biasa. dia tidak pernah memeras seseorang.. apa dia memeras Nanda...? ..!" Gumam Roby memijit Pelipisnya yang pening seketika..


Roby terlonjak kaget saat Sofia berlari keluar Markas nya lagi dan membelalak lagi Sofia kembali membawa Plastik dan tas cantik..


"Sofia sudah kembali menjadi Gadis menggemaskan saat Kecil dulu.. syukurlah. aku menyukainya.. walaupun aku juga menginginkan senjata itu.. tapi apalah daya ku. ... aku lebih menyayanginya ketimbang Pistol itu..!! " Gumam Roby lirih nyaris tak terdengar..


Sofia pun meletakkan menu makan nya tadi selera makannya langsung membaik..


"Aku ingin mencobanya...!! " Gumam Sofia kesenangan melihat model Senjata itu yang terletak di atas kasurnya..


Sofia bahkan tidak menyadari hati Nanda sudah terjerat padanya. Sofia tidak tau kalau Nanda sangat menyayangi Senjata itu tapi diberikan pada Sofia dengan imbalan sehari waktunya bukankah itu hanya sebuah lelucon..


Sofia hanya tidak peka,, hatinya terlalu mati saat ini karna dendamnya pada Berly..


di tempat lain Nanda di panggil Papinya untuk segera kekantornya. Nanda hanya acuh saat memasuki Gedung bertingkat milik keluarganya padahal hatinya sedang berbunga-bunga saat ini..


"Aku sudah gila.. senjata kesayanganku aku berikan pada Gadis yang belum sampai 2 hari jadi kekasih palsu ku... Gila Nan.. Kau Gila....!! " batin Nanda merutuki diri tapi bersorak gembira dihatinya itu mengingat pelukan lah balasannya dari Sofia..


Nanda pun memasuki Ruangan Kerja Papinya..


"Tuan Kecil....!! " Sapa Vano Orang kepercayaan Papinya.


"Aah.. iya Paman...!! " jawab Nanda tersenyum lebar..


Vano memberi Jalan untuk Nanda dan Nanda berjalan ke arah meja kerja Papinya tak menemukan Papinya di meja Kerja, Nanda menoleh ke Sofa dan Papinya berdiri menghadap Kaca menampakkan Gedung-gedung tinggi di Kota Ini..


"Pi....!! " sapa Nanda memberi hormat..


"Vano apa Mobil anakku sudah dibawa kemari..? " tanya Dika pada tangan kanannya..


"Sudah Tuanku...!! " Jawab Vano..


"loh Pi.. bukannya Nanda bakal kembali lagi kesana Pi..! " Sergah Nanda tak mengerti..


"ambilah Posisi penting di Kantor Kita son.. posisi direktur Utama sedang Kosong dan Tika juga sudah lulus di Fakultas terbaik di German.. dia sudah bisa jadi Sekretarismu...!! " Ujar Dika tiba-tiba..


Rantika adalah anak Kandung Vano dan Raya dan cucu Dino tangan kanan kepercayaan Gio nya. Keluarga Dino dari dulunya akan selalu jadi Abdi setia Mahadiningrat..


"Baiklah....!! " jawab Nanda pasrah..


Dirinya sudah cukup bermain-main dengan melakukan apa yang dia mau kalaupun menolak Jabatan ini Nanda juga akan menerima Semua Ini...


"baguslah.. semenjak kamu memiliki Sofia.. anak Papi jadi Penurut....!! " ledek Dika duduk disofa mengambil sebuah Map coklat dan memberikannya pada Nanda..


Nanda hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal tapi melihat amplop coklat itu..


"apa ini Pi...?? " tanya Nanda Kebingungan..


"dia Putri Kandung Keluarga RaEstate... hidupnya menjadi buronan para Mafia bawah tanah. Papi tidak menyuruhmu meninggalkannya hanya saja Papi mau kamu menjaga nya penderitaannya sebagai Perempuan sungguh menyayat hati...!! " Jelas Dika lagi..


Nanda melebarkan matanya melihat isi berkas tertera Foto KTP Sofia..


"Kekasihmu sungguh Jenius.. dia bisa menyimpan data pribadinya dengan baik.. tidak ada satupun dari Kami bisa menembus perlindungannya...! tapi Papi minta bantuan pada Uncle mu Anbath.. inilah yang dia dapatkan...!! "


"benarkah Pi...? dia seorang peretas...? " tanya Nanda lagi tak percaya..


"Hem... dia mengalahkan Aunty Ika mu...!! Posisi kedua.. !" jawab Dika..


"bagaimana bisa kamu menemukan Gadis seperti Itu...? kamu sungguh hebat Son...!! " Sanjung Dika merasa bangga Nanda menemukan Gadis seperti Sofia..


sementara Vano sudah keluar sejak tadi karna tak mau jadi orang ketiga dalam obrolan ayah dan anak itu..


Nanda tersenyum manis dan membuka berkas tentang Sofia tiba-tiba matanya memerah membaca kertas tentang Kehidupan Sofia selama ini. Dika hanya menaikkan Alisnya satu melihat perubahan raut wajah Nanda..


Dika saja marah melihat data itu apalagi Nanda yang jelas mencintai sosok Sofia..


😊😊😊


..


..