Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
berapa IQ mu...?



puas berfoto dengan baju pengantin, Sofia pun langsung berganti baju. tidak mungkin Sofia memakai gaun kemana-mana...


"Kemana lagi....?? " tanya Sofia saat keluar dari Ruangan ganti Baju..


"ke kantormu.....!! " jawab Nanda manyibakkan rambut Sofia kebelakang..


Sofia berkedip mata mendengarnya..


"Kantorku....?? " beo Sofia..


"Aku mau menawarkan kerja sama dengan perusahaan abangmu... bukankah Kamu adalah Calon Istriku... Aku harus mengikatmu berada didalam lingkunganku...!! " Nanda mencubit gemas Pipi Sofia..


Sofia menghela Nafas,, "Aku lupa Kamu siapa...?? "


Sofia merasa tidak pernah memberi tau Nanda kalau dia anak Keluarga RaEstate. namun Sofia hampir lupa Kalau Nanda bisa mencari identitasnya dengan mudah apalagi Peretas Nomor 1 bagian dari Keluarga Nanda...


Nanda terkekeh... mereka pun keluar dari Butik Pengantin,,Gaun Sofia sudah di Simpan untuk di kirim.. dan untuk Stelan senada Untuk Pria nya sudah disiapkan. namun Sofia tidak mau nanda memakainya.. Karna banyak wanita disitu..


Cemburu...? boleh kan Sofia cemburu karna Calon Suaminya Itu terlalu mempesona..


 


Saat tiba di Perusahaan Kingdom Estate.. Nanda memasuki Perusahaan Itu tanpa di Periksa. mana ada yang berani melarang Tuan Kecil Mahadiningrat memasuki Perusahaan lainnya. Sebab Tujuannya pasti sudah jelas.. menawarkan kerja sama..


Orang penting seperti itu tidak akan membuang waktu mendatangi perusahaan lain..


"Kita Sampai...!! " Ujar Pelan Nanda..


Sofia mengangguk malas.. sudah dia Pastikan Kakaknya Pasti bermalas-malasan, Roby Kalau dipaksa melakukan sesuatu ya begitulah jadinya. malas nya dipelihara..


Nanda dan Sofia jalan berpegangan tangan dengan mesra, semua mengenal Nanda namun tidak mengenal Sofia. dilihat dari pegangan tangan mereka.. Jelas Karyawan disitu tau Kalau sofia kekasih nya Tuan Nanda. namun yang menjadi pertanyaan mereka kenapa Kekasih Tuan Nanda dibawa kekantor ini..? kalau bekerja tidak mungkin bawa kekasih kan..? seharusnya sekretarisnya Tika..


"Kita pakai Lift Privat aja...! " Sofia menarik tangan Nanda menuju Lift Privat..


Akhirnya ada juga yang tau Kalau Sofia adalah Adik tuan Roby pemilik perusahaan Baru ini.. hari pertama Roby diangkat menjadi CEO..


Bergosiplah sebagian Karyawan Roby..


"Hmmm... Boleh juga...!! " Ujar Nanda tersenyum kecil melihat cara menggunakan Lift privat..


"apanya Boleh...??" tanya Sofia memicingkan matanya..


"Liftnya sayang... pakai sidik jari...! boleh Juga...!! " Jelas Nanda mengusap Kepala Sofia dan mendekapnya disisi Nanda..


Sofia mendengus, Aroma tubuh Nanda sangat menyegarkan,,


"wangi tubuhmu makin meruak aja ya...!! " Sofia mengendus-ngedus dada bidang hingga leher Nanda..


Nanda tersenyum dan mendekatkan lehernya ke Wajah Sofia. biar Sofia makin puas mengendus lehernya..


"Anj*ng Cantikku yang manis...!! " gemas berkata dengan Pelan..


"Ih... nanti aku dikira mesum lagi...!! " gerutu Sofia melepaskan diri dari Nanda..


Nanda tertawa pelan dan mengusap Pipi Sofia.. Sofia tidak marah di bilang Anj*ng, ya bisa dibilang Sofia sejenis Itu karna selalu menggigit Nanda..


Anex berjalan membawa makan Siang dan melompat kaget saat Nanda dan Sofia keluar dari Lift Privat..


"Anex....?? Kau seperti melihat hantu saja...!! " ledek Sofia..


"maafkan Saya Nona.. Tuan... Saya hanya Kaget... kenapa Nona tidak beri kabar mau datang kemari...? dengan begitu saya akan menyambut Nona di depan....!! " Anex membungkuk Kecil memohon maaf Pada Sofia..


"Tidak apa... ada Nanda Kok yang temenin Aku...!! (Sofia mendongak menatap Nanda,, nanda tersenyum tulus dan mengecup Kening Sofia seperti gadis manja saja..) Kakak dimana....?? " Beralih ke Anex untuk bertanya.


"Ada di Ruangannya Nona....!! " Jawab Anex memberi Jalan untuk Nanda dan Sofia..


mana berani Anex menyapa Nanda, Nanda Pun terlihat tenang tak ikut campur pembicaraan mereka..


Sofia merangkul lengan Nanda, Nanda tersenyum melihat Rangkulan Sofia karna Kedua tangan Nanda masuk dalam kantong celananya..


"Sofia benar-benar Akan menjadi milikku...!! rasanya seperti mimpi Gadis Beberapa Bulan Yang lalu masih dingin dan datar menatapku sekarang Begitu hangat padaku.. Aku mencintaimu Sofia...!! " Batin Nanda tersenyum melihat Sofia memerintah Anex untuk memesan Makanan untuknya dan Nanda.


"Kau Juga Anex.. Kita makan bersama-sama.. !! Sini aku bawakan makanan ini... kau pesan lagi...!! " Sofia mengambil plastik yang di tenteng Anex..


Anex tak membantah hanya mengangguk patuh membiarkan Sofia dan Nanda pergi duluan. barulah Anex berlari kecil kearah lain untuk memesan makanan baru Untuk Sofia..


"Kakak....?? " sapa Sofia tersenyum miring melihat Roby yang sedang lesu di Ajari oleh Romy..


Romy berdiri seketika melihat Tuan Kecil Mahadiningrat dan Sofia yang memanggil Roby Kakak..


"Aah... kalian datang...!! Kemarilah... Aku terlalu lelah mendekati kalian...!! " lemas Roby


"Bukankah abang memakai Kursi Roda..??" Ejek Nanda tersenyum mengejek..


"diam Kau adik Ipar Durhaka...!! Aku tidak sama Sepertimu... Aku tidak doyan dunia bisnis...!! " Kesal Roby menggeleng-geleng tak suka melihat tumpukan dokumen nya..


Romy membelalak Sempurna mendengarnya,, "Adik Ipar Durhaka...?? " batin Romy melihat tangan Nanda yang sekarang memegang mesra tangan Sofia...


Sofia malah cekikikan lucu melihat kesengsaraan Kakaknya, entah mengapa dia bahagia melihat penderitaan Kakaknya..


"sini aku bantu....!! " Kekeh Nanda merasa iba..


Romy merasa diabaikan saat ini, hanya saja mulutnya tak bisa berbicara sepatah katapun...


"Sayang... sudah... Kenapa Kamu menertawai Kakakmu...?? " senyum manis Nanda mengulurkan tangannya..


Sofia menyambut tangan Nanda tapi gelak tawanya masih ada diwajah cantiknya..


"abaikan saja Sofia nanda... dia emang suka melihatku menderita...!! " cibir Roby ke Sofia..


"maaf Paman...!! kami melupakanmu...!! " Ucap Roby melirik Romy yang masih mode patung..


bagaimana bisa Keluarga Raestate yang hilang kembali lagi dengan membawa kejutan yang luar biasa dengan membawa Tuan Kecil Mahadiningrat..


"Paman....?? " Sofia menepuk tangannya didepan Romy yang melamun.


"akh... maafkan Saya Nona,, tuan. tuan Muda....!! " ucap Romy terkejut namun dengan cepat dia mengendalikan ekspresinya menjadi ramah dan sopan..


Roby dan Nanda terlihat santai tak ambil hati apa yang terjadi oleh Romy.


"Nona....?? apakah ini Nona Putri....?? " tanya Romy nanar melihat langsung wajah Sofia tanpa menyamar..


"Hm....!! mirip Mama kan Paman....?? " narsis Sofia..


Roby menganga lebar,, "Kau yang mengajarinya adik ipar...?? " tanya Roby ke Nanda..


Nanda mengulum senyumnya dan memilih mengambil Berkas-berkas Nanda..


"I.. iya Nona Putri....!! " Jawab Romy Tersenyum nanar..


"Nama itu norak sekali paman.. Panggil Sofia Ya....!!!" Sofia memilih berjalan ke arah Roby dan menjitak Kepala Kakaknya ..


Roby memejamkan matanya sambil mendumel kesal. Sofia menjulurkan lidahnya dan berlari duduk disamping Nanda dan merangkul lengan Nanda yang terkekeh...


"Kau berubah sekali Dek...!! " Cibir Roby mengusap kepalanya..


Sofia menjadi Usil dan periang seperti masa kecilnya. entah dimana topeng dingin dan datarnya, kalau bersama Nanda, Sofia akan ceria dan mudah tersenyum hanya pada Orang terdekat saja .


Romy menahan tawa melihat aksi nakal Sofia.. mengingatkannya semasa kecil dulu. malah Roby yang selalu menjitak kening adiknya dan bersembunyi pada mamanya.. Alhasil Sofia kecil menangis dan mengadu pada Papanya.. Roby pun di hukum menjadi Kuda-kudaannya Sofia..


masa Kecil yang singkat itu begitu manis, hanya sesaat sampai diusia yang belum beranjak dewasa masalah besar menimpa 2 anak itu...


"Kau mau berlindung pada calon suamimu heh...?? " tanya Roby menyeringai..


"jangan macam-macam bang... Kerjakan saja Ini...!! Aku sudah periksa... ini.. ini.. ini.... Ulang... yang ini.... Ide nya tidak menarik... Ini.... tidak bagus cari yang lebih bagus...!! bagaimana Perusahaan abang akan berhasil kalau semuanya seperti itu...!! bisa aku pastikan 5 tahun perusahaan ini tidak akan bangkit jika seperti ini terus...!!"


Roby menganga lebar begitupun Romy, Romy segera memeriksa dokumennya..


"mana aku tau." Kesal Roby tak mau disalahkan..


Sofia sempat terkejut akan kepandaian Nanda yang bisa membaca Dokumen itu ditengah perkelahian mereka tadi..


"berapa IQ mu Nanda...?? " tanya Sofia Penasaran dengan mata berbinar Kagum akan sosok Nanda yang akan menjadi calon suaminya nanti..


.


.