Ananda Mahadiningrat

Ananda Mahadiningrat
Ancaman manjur Sofia



Sesuai Rencana Sofia dan Nanda di Dandani di Ruangan VVIP, yang mengganti baju Nanda adalah Dika, Gio dan Virgo setelah Itu mereka kembali Ke Hotel..


sesuai Rencana Kania, Mia dan Kiran pernikahan harus tetap berjalan semestinya. mereka harus ada di Acara Pesta pernikahan Nanda dan Sofia..


"Kenapa harus ngundang wartawan sih...?? " gerutu Kiran tak terima..


"bukan Mami yang ngundang...!! " elak Mia serius..


"bukan GranMa...!! " Elak Kania juga..


"terus nggak mungkin Papi, GranFa atau Virgo kan Mi... GranMa...!! " ujar Kiran mengecilkan bibirnya melihat banyak nya wartawan yang datang..


Kania dan Mia saling pandang,, "Nanda....!! " pekik Mereka semua Kompak..


"Astagah... Kenapa dia harus ngundang wartawan coba..?? kalau ketahuan gimana...?? " Bisik Kiran gelisah..


"Kita harus terlihat tenang... biarkan rencana Papimu mengalihkan perhatian mereka semua bisa jadi hiburan karna belum ada pengantinnya...!! " bisik Mia juga..


"Mama....??? " pekik Kanza dan Hayla melambai..


.....


"Aaah....!!" Mia dan Hayla berpelukan Heboh..


Kania dan Kanza saling berpelukan antara Ibu dan anak..


"Bagaimana keadaanmu sayang...?? " tanya Kania Tersenyum manis sambil mengusap Pipi Hayla..


"Mama...!! " Cengir Hayla memeluk Kania sang Mertua..


"mana Mama Hayla ya Ma...?? " tanya Hayla semangat..


"Oh.. Mama mu belum datang.. mungkin sebentar lagi... !!" jawab Kania mengusap Kepala Hayla..


"Uncle.. Aunty...!! " rengek manja Kiran..


"Uluh.. uluh... Keponakan Kami Ya....!! " serentak Hayla dan Kanza memeluk Kiran bersamaan..


Mereka tertawa cekikikan dan seketika Rengekan manja Ika membuyarkan adegan saling melepas rindu mereka..


"Mama....!! " rengek Ika berlari bak anak Kecil merentangkan tangannya..


Kania merentangkan tangannya dan menyambut Pelukan Putri kesayangannya,, "Oh... Putri Mama tersayang...!! "


"Hheheheh...!! Ika kangen banget tau.. Mama kok tetap cantik sih...!! " Goda Ika..


Kania tergelak..


"Hei.. Kakak ipar...?? cantik yaa...!! " Ika memeluk Mia yang tertawa mendengar godaannya..


"Haii... Aunty....?? " Sapa Kiran menongolkan kepalanya di punggung Mia..


Ika tergelak dan berpindah tempat memeluk Kiran..


"Ya ampun.. Julukan dewi Mahadiningrat emang pantas untukmu Sayangku...!! " Gemas Ika mencubit Pipi Kiran..


satu persatu teman-teman Kania, Kiran dan Mia datang ke Pesta..


 


disisi lain Sofia perlahan membuka matanya saat sudah di dandani oleh MUA (Make-Up Artist).


"Nona Cantik sekali." Puji Perias itu tulus..


Sofia tersenyum getir melihat dari pantulan Kaca Nanda yang tertidur dengan sangat tampannya. wajahnya tidak lagi pucat malah Nanda seperti Pangeran tidur..


Pengawal Dika berjumlah 20 orang bersama Rindu bertugas mengawal Sofia Dan Nanda dari Kejauhan. hanya Rindu yang berada didepan Ruangan Nanda dan Sofia Kini..


"Tuan pasti bangun Nona.. bisikkan Tuan dengan kata-kata indah atau mengancam hal yang tidak Tuan suka.. !!"


"mengancam bagaimana...?? dia kan tidak sadar...,!! mana bisa dia mendengarkanku...!! " selah Sofia melirik tubuh Nanda yang tak sadarkan diri seperti itu..


"Nona.. mungkin saat Ini Tuan sedang terlelap dan tenggelam dalam dunia mimpi nya.. saya pernah dengar ada Obat dosis tinggi yang bisa membuat Kita lama berada didalam alam mimpi.. saya rasa Tuan seperti itu...!! "


"bagaimana Kau bisa tau...?? " tanya Sofia serius..


"tadi Jari telunjuk Tuan Bergerak seperti hendak menggapai sesuatu.. dan juga tidak ada alat bantu di wajah tuan Nanda.. hanya selang Infus.. bola mata nya bergerak sana-sini...!! saya Punya Kakak Seorang dokter Nona.. jadi Saya banyak mendengar Keluhan Pasiennya yang tidak normal sakitnya...!! padahal baik-baik saja.. tapi mata nya enggan terbuka.. seperti Itulah Tuan Nanda...!! "


sofia melebarkan matanya, ia bangkit seketika dan mengangkat gaunnya, heels Kaca Sofia terlihat jelas..


"Kapan aku secantik itu...!! " batin nya lagi tersenyum miris..


Jantung Sofia berdebar Kencang melihat gerak bola mata Nanda, kenapa dia tak mencurigainya sejak tadi..


"Sayang....!! " lirih Sofia menggenggam Jemari Nanda..


telinga Nanda naik turun, alisnya Juga mengkerut seperti kebingungan..


"Hei... siapa namamu...?? kemarilah...!! " Perintah Sofia ke Perias nya yang masih bengong menatap Tubuh Sofia..


"Eeh.. Iya Nona.. nama Saya Ajeng....!! " jawab Ajeng berlari mendekati sofia..


"Katamu kakakmu dokter dan pernah memiliki pasien seperti ini kan..?? " tanya Sofia serius..


"Iya Nona...!! " Jawab Ajeng meyakinkan.


"Kenapa dia seperti ini...?? " tanya Sofia menunjuk raut wajah Nanda..


"Apa yang Nona Katakan pada tuan Nanda...?? " tanya Ajeng sopan..


"Aku hanya memanggilnya sayang.. seperti dia memanggilku dengan sebutan itu..! " Jawab Sofia serius..


"Coba lakukan lagi Nona.. sepertinya alam Mimpi nya mulai terganggu dengan sebutan Nona tadi.. Katakan saja apa yang Nona mau..!! "


Sofia mengangguk, Sofia mengambil Kursi terdekat dan memegang tangan Nanda. Sofia terkesiap saat tangan Nanda membalas genggamannya..


Ajeng membelalakkan matanya dan bertepuk tangan senang,, "Itu hal baik Nona... katakan Nona .. !!"


"Katakan apa...?? " tanya Sofia tak mengerti..


"misalnya Tuan Nanda tidak suka Nona memakai Gaun mini.. Nona akan lakukan.. Nona akan merayu Pria lain kalau Tuan Nanda tidak bangun dan akan membatalkan Pernikahan Karna tuan Nanda sendiri yang tidak mau bangun dari alam mimpi nya hingga pernikahan Nona rusak dan tercoreng.. katakan semua nya yang Tuan Nanda benci Nona akan melakukannya mulai sekarang. !!"


Sofia melebarkan matanya tak percaya dengan usulan Ajeng, walau tidak mungkin baginya akan menghianati Nanda tidak salah juga Sofia mengancam Nanda seperti yang Ajeng katakan..


Sofia duduk dan menarik nafas sedalam-dalamnya ingin berbicara dengan Nanda..


"Kamu yakinkan dia bisa dengar...?? " tanya Sofia menatap sendu Nanda..


"Nona.. sedangkan Manusia yang sedang Koma saja bisa mendengar kata-kata Kita.. Apalagi hanya karna pengaruh Obat..!! "


Entah sejak Kapan Ajeng jadi akrab dengan Sofia. menurut Ajeng Sofia sangatlah Elegan dan memiliki sifat yang hangat, walau terkesan ketus dalam berbicara dengannya tapi Ajeng suka karakter Wanita seperti itu..


"Baiklah.. Jika Nanda sadar aku akan mengabulkan satu permintaanmu.. !!" Ujar Sofia..


mata Ajeng berbinar senang mendengarnya..


"Ingat... masih hal positif...!! " ralat Sofia melihat gelagat aneh Ajeng..


"Saya hanya ingin menjadi teman dekat Nona..!! "


Pinta Ajeng tersenyum tulus..


Sofia tertegun mendengar permintaan Ajeng. Jujur dia tidak pernah berteman namun Sofia hanya mengangguk membuat Ajeng melompat senang..


Sofia kembali mendekati telinga Nanda dan berkata,, "Nanda pernikahan kita sudah dimulai... bukankah kamu berjanji akan menjagaku dan hidup sampai tua denganku...?? kenapa kamu tidak bangun...?? bangunlah...!! atau aku akan Menikah dengan Pria lain...!! "


tangan Nanda makin menggenggam erat tangan Sofia. Sofia bisa melihat betapa paniknya Raut wajah Nanda tapi mata Nanda masih terpejam...


Sofia makin semangat berbisik lagi ke Nanda,, "Aku hitung sampai 3 .. kalau kamu tidak bangun.. Aku akan menikah dengan Pria lain dan memiliki keturunan dari Pria lain.. Anak itu bukan keturunan Mahadiningrat nantinya.. bangunlah sayang... jangan buat aku malu di hari pernikahan Kita.. bangunlah.. !!"


"Nanda... Bangun... aku hitung ya... 1........2.......... 3..... kamu tidak bangun...?? Kamu kira aku bohong...?? baiklah aku akan menikah dengan Pria manapun..!"


Sofia melepas tangannya dari Nanda dan mengangkat gaunnya lalu berjalan ke luar Pintu dengan raut wajahnya yang penuh harap rencananya akan berhasil..


"Say.. ang....?? " lirih Nanda dengan tangannya yang lemah hendak menggapai Sofia..


Sofia terkejut sesaat namun persekian detiknya Senyum Sofia melebar sempurna dia membalik tubuhnya dan kembali ke Nanda..


sedangkan Ajeng tersenyum senang, walau tidak tau apa yang dibisikkan Sofia hingga Nanda terbangun dengan air mata jatuh ke pelipisnya..


.


.


.